Selasa, 30 Juni 2009

Hukum Menggunakan Smiley Atau Ekspresi Wajah Di YM

Tanya: Assalamu'alaikum. Ustadz,bagaimanakah hukum smiley seperti yang ada di YM? Apakah smiley termasuk gambar yang menyerupai makhluk hidup? Jazakallahu khoiran. (Ikhsan Jaya)


Jawab:
Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.
Menurut pendapat yang kuat bahwa menggambar mahluk bernyawa dengan menghilangkan sebagian anggota badan, yang orang tidak mungkin hidup tanpanya (seperti menghilangkan dada, perut), dengan tetap menyisakan kepalanya termasuk di dalam larangan menggambar mahluk bernyawa
Ini adalah pendapat sebagian Syafi'iyyah (Lihat Nihayatul Muhtaj 6/375, Asna Al-mathalib wa Hasyiyatuhu 3/226), dan pendapat sebagian Hanabilah zaman sekarang (Lihat Fatawa wa Rasail Syeikh Muhammad bin Ibrahim 1/189-190)

Diantara dalil-dalilnya:
1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
((أتاني جبريل عليه السلام فقال لي أتيتك البارحة فلم يمنعني أن أكون دخلت إلا أنه كان على الباب تماثيل وكان في البيت قرام ستر فيه تماثيل وكان في البيت كلب فمر برأس التمثال الذي في البيت يقطع فيصير كهيئة الشجرة ومر بالستر فليقطع فليجعل منه وسادتين منبوذتين توطآن ومر بالكلب فليخرج)) ففعل رسول الله صلى الله عليه و سلم
"Jibril 'alaihissalam telah datang kepadaku seraya berkata: Aku telah datang kepadamu tadi malam, dan tidaklah menghalangiku untuk masuk (rumah) kecuali karena ada patung di depan pintu, ada tirai yang bergambar (mahluk hidup), dan ada anjing di rumah. Maka hendaklah dipotong kepala patung yang ada di rumah sehingga berbentuk pohon, dan hendaklah tirai tersebut dipotong kemudian dijadikan dua bantal yang dijadikan sandaran, dan hendaknya anjing tersebut dikeluarkan, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukannya" (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzy, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany)

Di dalam hadist ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hanya membolehkan keberadaan gambar mahluk bernyawa jika dilakukan salah satu dari 2 perkara:
Pertama: Dipotong kepalanya
Kedua: Dihinakan (digunakan untuk perkara-perkara yang tidak ada penghormatan di dalamnya)
Dan bukan dengan cara menghilangkan anggota badan lain (selain kepala) yang orang tidak mungkin hidup tanpanya, seperti menghilangkan dada atau perut

Berkata Syeikh Bin Baz:
(( ويستدل بالحديث المذكور أيضا على أن قطع غير الرأس من الصورة كقطع نصفها الأسفل ونحوه لا يكفي ولا يبيح استعمالها ، ولا يزول به المانع من دخول الملائكة ، لأن النبي صلى الله عليه وسلم أمر بهتك الصور ومحوها وأخبر أنها تمنع من دخول الملائكة إلا ما امتهن منها أو قطع رأسه ، فمن ادعى مسوغا لبقاء الصورة في البيت غير هذين الأمرين فعليه الدليل من كتاب الله أو سنة رسوله عليه الصلاة والسلام ))
"Hadist di atas dijadikan dalil bahwa memotong selain kepala seperti memotong separuh badan bagian bawah atau yang semisalnya adalah tidak cukup dan tidak boleh menggunakannya, dan ini tetap menjadi penghalang masuknya malaikat (ke dalam rumah), karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengoyak gambar dan menghapusnya, dan beliau mengabarkan bahwa hal ini menghalangi malaikat masuk rumah, kecuali gambar yang dihinakan atau dipotong kepalanya. Maka barangsiapa yang memiliki alasan tetap dipajangnya gambar di rumah selain kedua alasan ini maka wajib baginya mendatangkan dalil dari kitabullah dan sunnah RasulNya." (Majmu' Fatawa Syeikh Bin Baz 4/219)

2. Hadist Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma :
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
الصورة الرأس فإذا قُطِع الرأس فلا صورة
"Gambar itu kepala, jika dipotong kepala maka tidak ada gambar" (HR. Al-Isma'ili di dalam Mu'jamnya, dari Ibnu 'Abbas, Dishahihkan Syeikh Al-Albany di Ash-Shahihah 4/554)
Di dalam hadist ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjadikan ada tidaknya kepala sebagai ukuran boleh tidaknya keberadaan gambar mahluk bernyawa. Jika kepalanya ada maka tidak boleh, dan jika kepalanya tidak ada maka boleh.

3. Jangan kita qiyaskan hal ini dengan masalah memotong kepala dan menyisakan badannya karena 2 hal:
Pertama: Kepala ini adalah anggota badan yang paling utama, yang membedakan antara mahluk bernyawa dengan pohon dan benda mati.
Kedua : Badan kalau dipotong kepalanya maka akan seperti bentuk pohon, sebagaimana dalam hadist , akan tetapi kalau kepala dipotong badannya saja maka tetap berbentuk mahluk yang bernyawa.
Berkata Syeikh Bin Baz:
ولأن النبي صلى الله عليه وسلم أخبر أن الصورة إذا قطع رأسها كان باقيها كهيئة الشجرة ، وذلك يدل على أن المسوغ لبقائها خروجها عن شكل ذوات الأرواح ومشابهتها للجمادات ، والصورة إذا قطع أسفلها وبقي رأسها لم تكن بهذه المثابة لبقاء الوجه ، ولأن في الوجه من بديع الخلقة والتصوير ما ليس في بقية البدن ، فلا يجوز قياس غيره عليه عند من عقل عن الله ورسوله مراده . وبذلك يتبين لطالب الحق أن تصوير الرأس وما يليه من الحيوان داخل في التحريم والمنع؛ لأن الأحاديث الصحيحة المتقدمة تعمه
"Dan juga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan bahwa gambar kalau dipotong kepalanya maka sisanya seperti bentuk pohon, ini menunjukkan bahwa alasan kenapa diperbolehkan adalah karena dia bukan lagi berbentuk mahluk yang bernyawa. Dan dia lebih serupa dengan mahluk mati. Dan gambar kalau dipotong bawahnya kemudian tersisa kepalanya maka jadinya bukan seperti itu (tidak berganti menjadi bentuk mahluk mati), dan juga wajah ini di dalamnya ada keindahan penciptaan dan gambar yang tidak ada di anggota badan yang lain. Maka tidak boleh anggota badan diqiyaskan kepada kepala bagi orang yang memahami maksud Allah dan rasulNya. Dengan demikian jelas bagi pencari kebenaran bahwa menggambar kepala mahluk hidup adalah terlarang karena keumuman hadist-hadisy yang shahih" (Majmu' Fatawa Syeikh Bin Baz 4/219).

Berkata Syeikh Al-Albany rahimahullah:
((أن قوله " حتى تصير كهيئة الشجرة " ، دليل على أن التغيير الذي يحل به استعمال الصورة ، إنما هو الذي يأتي على معالم الصورة ، فيغيرها حتى تصير على هيئة أخرى مباحة كالشجرة . و عليه فلا يجوز استعمال الصورة و لو كانت بحيث لا تعيش لو كانت حية كما يقول بعض الفقهاء ، لأنها في هذه الحالة لا تزال صورة اسما و حقيقة ، مثل الصور النصفية ، و أمثالها))
"ٍٍٍSesungguhnya ucapan beliau shallallahu 'alaihi wa sallam: "Sampai menjadi bentuk pohon" dalil bahwasanya perubahan yang membolehkan penggunaan gambar adalah perubahan pada tanda-tanda (yang menjadikan) gambar (itu hidup) , sehingga menjadi bentuk lain yang diperbolehkan seperti pohon, oleh karenanya tidak boleh menggunakan gambar (mahluk bernyawa) meskipun dia tidak mungkin hidup dengan cara seperti itu, karena dalam keadaan seperti ini dia masih gambar mahluk bernyawa baik nama maupun hakikatnya, seperti foto setengah badan dan yang semisalnya" (Silsilah Al-Ahadist Ash-Shahihah 1/693)

Dengan demikian kita bisa mengambil kesimpulan bahwa penggunaan smiley atau icon atau الوجوه التعبيرية (ekspresi wajah) seperti yang ada di YM tidak diperbolehkan. Apalagi terkadang di dalamnya ada hal yang tidak sesuai dengan adab islami.Alhamdulillah, perasaan masih bisa kita ungkapkan dengan kata-kata.
Wallahu a'lam.

20 komentar:

  1. alhamdulillah
    jazakallahu khoir ustadz atas jawabannya
    barakallahu fiik

    BalasHapus
  2. assalamu'alaikum ustadz..
    minta ijin copy artikelnya..
    barakallahu feek.

    BalasHapus
  3. wa'alaikumsalam. Silakan akhi. Wa fiika barakallahu.

    BalasHapus
  4. assalamu'alaikum Ustadz, ana ijin juga cpy untuk blog ana.jazakallah khairan

    BalasHapus
  5. ust, dari jawaban yg disampaikan, bukankah larangan gambar hanya jika dipajang di depan ato di dalam rumah?, sedangkan komputer berbeda dengan foto atau gambar dinding... bagaimana dengan hal ini ust?? begitu pula penggunaan emoticon yg ad di YM yg hanya pada komputer??

    BalasHapus
  6. assalamu'alaikum Ustadz, ana juga minta izin copas untuk blog ana.jazakallah khairan

    BalasHapus
  7. Wa'alaikumsalam.Diperbolehkan bagi siapa saja untuk mengkopi.

    BalasHapus
  8. assalamua'alaikum warohmatullahi...

    ana ijin copas..artikelnya..buat di muat di FACEBOOK...

    BalasHapus
  9. wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Silakan . Jazakumullahu khairan.

    BalasHapus
  10. Assalamu’alaykum yaa Ustadz…

    Syukron katsir atas artikelnya.
    Sudah jelas dari penjelasan di atas, bahwa icon smiley yg mengindikasikan ekspresi wajah (seperti senyum dan sebagainya) tidak diperbolehkan dan sebaiknya dihindari.

    Kalau icon seperti ini (^ _ ^) apakah termasuk dalam larangan gambar seperti icon smiley pada umumnya?

    Mohon penjelasannya Ustadz.
    Jazakallahu ahsanal jaza’.
    Wassalamu’alaykum warahmatullah wabarakaatuh.

    BalasHapus
  11. wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ana tidak tahu. Tapi kalau ragu-ragu sebaiknya ditinggalkan. Wallahu a'lam.

    BalasHapus
  12. ustadz, beberapa kali ana membuat artikel dan menyertakan ilustrasi gambar, contohnya adalah pada artikel berikut.

    Jika seperti itu, bagaimana ustadz? Karena ada artikel-artikel lain (berkaitan dengan fiqh) yang juga menyertakan gambar-gambar serupa.

    Jazakallahu khoiro

    BalasHapus
  13. Masalahnya khilafiyyah sebagaimana yang ana isyaratkan di atas. Menurut pendapat yang ana kuatkan, tidak diperbolehkan sampai dipotong kepalanya, meskipun itu untuk pengajaran, kecuali dalam perkara yang memang tidak dipahami kecuali ada kepala. Kalau anti sudah bertanya ke salah seorang ustadz atau anti menguatkan pendapat yang membolehkan dengan syarat dihapus bagian badan yang tidak mungkin hidup dengannya maka itu pendapat sebagian ulama, namun nasehat ana jangan memakai gambar wanita.Wallahu a'lam.

    BalasHapus
  14. Ustadz..Memang ada ya mahluk hidup seperti icon smiley?

    BalasHapus
  15. Pendapat yang rajih: tidak membedakan antara yang khayalan dan hakikat. Karena keumuman dalil pengharaman menggambar mahluk bernyawa. Dan ini pendapat jumhur fuqaha Syafi'iyyah, Hanabilah, dan sebagian Hanafiyyah.Wallahu a'lam.

    BalasHapus
  16. farid fadhillah14 Juli 2009 22.32

    buat anonim, icon smiley bagaimanapun juga adalah bentuk simbolik dari wajah manusia makanya dari simbol berbentuk wajah itu kita tahu dia sedang marah, tersenyum, dll dan ana kira ini sudah diketahui, maka dari itu seperti yang dikatakan ustad abdullah roy diatas bahwa memang tidak dibedakan antara khayalan dan hakikat.

    BalasHapus
  17. icon smiley adalah gambar yg tidak menyerupai mahluk hidup. Fatimah Binti Muhammad r.a mempunyai mainan kuda2an yg mempunyai sayap, dan Rasulullah saw tidak melarangnya. mainan untuk anak2 diperbolehkan oleh syariat. harap anda memperdalam ilmu agama lagi sebelum mempost dan mempengaruhi orang lain. belajar agama janganlah hanya setengah2. anda befatwa sebelum mendapatkan ilmunya.

    BalasHapus
  18. Assalamu'alaikum .wr.wb, pa ustad bila kedua orang tua telah tiada sudah meninggal cukup lama.tetapi tidak ada pembagian warisan oleh ahli waris dikarena ada salah satu dari anggota keluarga dengan sengaja menundanya u/menguasainya.dan anak-anak yang lain diam saja karena tidak mau terjadi keributan...
    hal tersebut apa hukumnya?dan apakah akan ada dampak bagi orang tua yang telah tiada,misalkan tersiksa dialam kubur?.

    BalasHapus
  19. assalamu'alaikum
    ustadz,,saya mau bertanya perkara patung..
    "dikecualikan dari larangan mengambil gambar ini adalah mainan anak-anak/ boneka yang terbuat dari bulu/ wol dan kain"
    lalu bgmn jk boneka barbie/yg semisalnya yg skrg ni bnyk di gandrungi oleh pr gadis bhkn smpai da yg mengoleksinya.
    apakh ni jg di perbolehkn??
    sblumnya trimakasih atas penjelasannya.

    BalasHapus
  20. @ anonim,
    Fatimah Binti Muhammad r.a mempunyai mainan kuda2an yg mempunyai sayap, dan Rasulullah saw tidak melarangnya. mainan untuk anak2 diperbolehkan oleh syariat.

    Ini dilakukan fatimah ketika masih kecil, sedangkan ketika sudah besar, menjadi gadis, maka tidak lagi.

    Jadi sebagaimana tulisan anda, bahwa Rasulullah saw tidak melarangnya, karena fatimah masih anak-anak.. apakah setelah fatimah beranjak dewasa masih bermain dengan kuda-kudaan tersebut?

    Jadi anda harusnya anda memperdalam ilmu agama lagi sebelum memberikan komentar, dan pahamilah dalil-dalil atau hadits dari Rasulullah dengan penjelasan para ulama... cobalah anda baca penjelasan ulama tentang hal ini..
    jangan dipahami menurut akal kita sendiri...

    BalasHapus