Tampilkan postingan dengan label Hadist. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadist. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 September 2011

Benarkah Nama Malaikat Penjaga Surga Adalah Ridhwan

Tanya: Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Maaf pak, saya mau tanya,adakah nama malaikat Ridwan? Sebab banyak orang mengatakan tidak ada, namun katanya ada hadits di kitab Al Bidayah wan Nihayah karya al Hafizh Imam Ibnu Katsir rahimahullah, tapi kami tidak punya kitabnya, katanya dalam kitab itu disebutkan yang artinya:
"Ibnu Abbas berkata:..Ketika Malak Jibril sedang ngobrol dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,
tiba-tiba Malak Jibril lunglai dan mengecil seperti seekor burung. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian
bertanya: "Mengapa kamu mengecil sehingga seperti seekor burung, wahai Jibril?" Malak Jibril
menjawab: "Wahai Muhammad, pintu-pintu langit telah dibuka padahal sebelum ini belum
pernah dibuka sekalipun", setelah itu Malak Jibril kembali ke wujud asalnya sambil berkata
kembali: "Wahai Muhammad bergembiralah, ini Malak Ridhwan, dia bertugas sebagai penjaga
surga". Malak Ridhwan kemudian menghadap kepada Rasulullah sambil mengucapkan
salam�dari tubuhnya bercucuran cahaya yang berkelap kelip--, lalu berkata: "Wahai
Muhammad, Tuhan menyampaikan salam buatmu." (HR. Ibnu Asakir).
Nah, apakah bapak tahu tentang hadist tersebut shahih atau tidak? Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (Icha Marisa)

Jawab: Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah washshalaatu wassalaamu 'alaa rasulillaah wa 'alaa 'aalihii washahbihii ajma'iin.
Sepengetahuan saya, tidak ada hadist yang bisa dijadikan pegangan bahwa nama malaikat penjaga surga adalah Ridhwan.
Setelah saya kembali ke kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah, saya hanya menemukan ucapan Ibnu Katsir:
وخازن الجنة ملك يقال له رضوان جاء مصرحا به في بعض الأحاديث
"Dan penjaga surga adalah seorang malaikat yang bernama Ridhwan sebagaimana datang dengan jelas di dalam beberapa hadist" (Al-Bidayah wa An-Nihayah 1/53).
Tapi beliau tidak menyebutkan hadist-hadist yang dimaksud.
Memang disana ada hadist-hadist yang sharih (jelas) menyebutkan malaikat ridhwan akan tetapi hadist-hadist tersebut tidak shahih.
Diantaranya adalah hadist di atas; Al Waahidy telah mengeluarkan hadist ini di dalam kitab beliau Asbaabun Nuzuul (hal:332,Surat Al-Furqaan), beliau berkata:
أخبرنا أحمد بن محمد بن إبراهيم المقرئ قال: أخبرنا أحمد بن أبي الفرات قال: أخبرنا عبد الله بن محمد بن يعقوب البخاري قال: أخبرنا محمد بن حميد بن فرقد قال: أخبرنا إسحاق بن بشر قال: أخبرنا جويبر عن الضحاك عن ابن عباس قال: لما عير المشركون رسول الله صلى الله عليه وسلم بالفاقة وقالوا: (ما لهذا الرسول يأكل الطعام ويمشي في الأسواق)، حزن رسول الله صلى الله عليه وسلم فنزل جبريل عليه السلام من عند ربه معزيا له، فقال: السلام عليك يا رسول الله، رب العزة يقرئك السلام ويقول لك : (وما أرسلنا قبلك من المرسلين إلا أنهم ليأكلون الطعام ويمشون في الأسواق) - أي يبتغون المعاش في الدنيا قال: فبينا جبريل عليه السلام والنبي صلى الله عليه وسلم يتحدثان إذ ذاب جبريل عليه السلام حتى صار مثل الهُردة، قيل: يا رسول الله وما الهردة ؟ قال: العدسة، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما لك ذبت حتى صرت مثل الهردة؟ قال: يا محمد فتح باب من أبواب السماء ولم يكن فتح قبل ذلك اليوم، وإني أخاف أن يعذب قومك عند تعييرهم إياك بالفاقة، وأقبل النبي وجبريل عليهما السلام يبكيان، إذ عاد جبريل عليه السلام إلى حاله، فقال: أبشر يا محمد هذا رضوان خازن الجنة قد أتاك بالرضا من ربك،....
Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim Al-Muqri', beliau berkata: Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Abil Furaat, beliau berkata: Telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Muhammad bin Ya'quub Al-Bukhary, beliau berkata: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Humaid bin Farqad, beliau berkata: Telah mengabarkan kepada kami Ishaaq bin Bisyr, beliau berkata: Telah mengabarkan kepada kami Juwaibir dari Adh-Dhahhaak, dari Ibnu Abbas beliau berkata:
"Ketika orang-orang musyrik mengejek beliau dengan kefaqiran seraya berkata: "Rasul apa ini, memakan makanan dan pergi ke pasar!", beliau shallallahu 'alaihiwasallam bersedih, maka turunlah Jibril 'alaihissalam dari sisi Tuhannya untuk menghibur beliau shallallahu 'alaihiwasallam, kemudian berkata: As-Salam 'alaika ya Rasulullah, Rabbul 'Izzah memberi salam kepadamu, dan berkata: "Dan tidaklah Kami mengutus para rasul sebelummu kecuali mereka memakan makanan dan pergi ke pasar", yakni mencari rezeki di dunia.
Maka ketika Jibril 'alaihissalam dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang berbicara tiba-tiba Jibril mengecil sampai seperti Al-Hurdah, beliau ditanya: Wahai Rasulullah, apa itu Al-Hurdah? Beliau menjawab: Al-Adasah (sejenis jerawat yang mematikan).
Maka Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam berkata: Mengapa kamu mengecil sampai seperti Al-Hurdah? Jibril menjawab: Wahai Muhammad, telah dibuka pintu diantara pintu-pintu langit, dan pintu ini belum pernah dibuka sebelum hari ini, dan aku takut kaummu akan diadzab karena mereka mengejekmu dengan kefaqiran.
Kemudian Nabi dan Jibril 'alaihimassalam menangis, dan kembalilah Jibril ke keadaan semula, kemudian berkata: Bergembiralah wahai Muhammad, ini adalah Ridhwan, penjaga surga, telah datang kepadamu dengan membawa keridhaan dari Rabbmu…."
Dalam isnad hadist ini ada Juwaibir bin Sa'iid Al-Azdy, beliau dinilai dhaif jiddan/lemah sekali oleh Ibnu Hajar Al-Asqalany (Lihat Taqrib At-Tahdzib hal:143)
Dengan demikian isnad hadits ini sangat lemah, bahkan sebagian ulama memasukkan hadist ini dalam Kitab Al-Maudhuu'aat (hadist-hadist palsu), seperti Abul Hasan Ali bin Muhammad bin 'Iraaq Al-Kinaani (wafat tahun 963 H) dalam kitab beliau Tanziihu Asy-Syarii'ah Al-Marfuu'ah 'anil Akhbaar Asy-Syanii'ah Al-Maudhuu'ah (1/339).
Wallahu a'lam.


Abdullah Roy Read More......

Minggu, 07 Agustus 2011

Hadist: "Setiap orang yang berbicara dengan bahasa arab maka dia araby (orang arab)"

Tanya: Saya mau tanya, apa benar ada hadist yang berbunyi seperti ini : " Sesungguhnya orang arab adalah yang berbicara bahasa arab ". Mohon bantuannya. syukron.

Jawab: Alhamdulillah, washshalatu wassalamu 'alaa rasulillah wa 'alaa 'aalihi washahbihi ajmain.
Memang disana ada hadist yang maknanya seperti yang antum sebutkan, lafadznya:
يا أيها الناس إن الرب واحد والأب واحد وليست العربية بأحدكم من أب ولا أم وإنما هي اللسان فمن تكلم بالعربية فهو عربي
Artinya: Wahai manusia, sesungguhnya Rabb kita adalah satu, bapak kita adalah satu, bukanlah (kebangsaan) arab itu karena bapak atau ibu (keturunan), tapi dia adalah sebuah bahasa, barangsiapa yang berbicara dengan bahasa arab maka dia adalah araby (orang arab).
Hadist ini diriwayatkan oleh Ibnu 'Asaakir dalam Taarikh Dimasyq (24/225), kemudian beliau berkata:
هذا حديث مرسل وهو مع إرساله غريب تفرد به أبو بكر سلمى بن عبد الله الهذلي البصري ولم يروه عنه إلا قرة
"Ini adalah hadist mursal, selain itu hadist ini gharib, karena Abu Bakr Sulma bin Abdillah Al-Hudzaly Al-Bashry telah menyendiri dalam meriwayatkannya, dan tidak meriwayatkan darinya kecuali Qurrah"

Syeikh al-Albany berkata: "Hadist ini lemah sekali, Abu Bakr Al-Hudzaly matruk (ditinggalkan), sebagaimana dikatakan oleh Ad-Daruquthny dan An-Nasa'iy dan selainnya, dan didustakan oleh Gundar" (Silsilah Al-Ahaadiits Adh-Dha'iifah 2/325)

Meskipun demikian tapi makna hadist ini tidak jauh dari kebenaran, dia benar dalam beberapa segi, sebagaimana dikatakan Syeikhul Islam dalam Iqtidha Ash-Shirathil Mustaqiim (hal:169)
Wallahu a'lam.


Abdullah Roy Read More......

Minggu, 09 Agustus 2009

Hadist: Abdurrahman Bin Auf Masuk Surga Dengan Merangkak

Tanya: Ustadz,bagaimana kedudukan hadits ini:
"Pada suatu hari, saat kota Madinah sunyi senyap, debu yang sangat tebal mulai mendekat dari berbagai penjuru kota hingga nyaris menutupi ufuk. Debu kekuning-kuningan itu mulai mendekati pintu-pintu kota Madinah. Orang-orang menyangka itu badai, tetapi setelah itu mereka tahu bahwa itu adalah kafilah dagang yang sangat besar. Jumlahnya 700 unta penuh muatan yang memadati jalanan Madinah. Orang-orang segera keluar untuk melihat pemandangan yang menakjubkan itu, dan mereka bergembira dengan apa yang dibawa oleh kafilah itu berupa kebaikan dan rizki. Ketika Ummul Mukminin Aisyah Radhiallahu 'Anha mendengar suara gaduh kafilah, maka dia bertanya, "Apa yang sedang terjadi di Madinah?" Ada yang menjawab, "Ini kafilah milik Abdurrahman bin Auf Radhiallahu 'Anhu yang baru datang dari Syam membawa barang dagangan miliknya." Aisyah bertanya, "Kafilah membuat kegaduhan seperti ini?" Mereka menjawab, "Ya, wahai Ummul Mukminin, kafilah ini berjumlah 700 unta. " Ummul Mukminin menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Aku bermimpi melihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak" (al-Kanz, no. 33500)
Ana masih bimbang,soalnya hadits ini ana pikir menyangkut aib sahabat.Jazakallahu khair. (Abu Nabilah)


Jawab: Hadist ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad di dalam Al-Musnad (1/115), Ath-Thabrany di dalam Al-Mu'jam Al-Kabir (1/129) dari jalan 'Imarah bin Zaadzaan dari Tsabit Al-Bunany, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.
Hadist ini sanadnya lemah dan matannya munkar.
Di dalamnya ada 'Imarah bin Zaadzaan, berkata Ahmad: Dia telah meriwayatkan hadist-hadist mungkar dari Anas (Al-Jarh wat Ta'dil, Ibnu Abi Hatim 6/366)
Berkata Ad-Daruquthny: "ضعيف لا يعتبر به
"Lemah, tidak dianggap riwayatnya" (Su'aalaat Al-Barqaany lid Daruquthny no:375)
Dan dari segi matan maka hadist ini berisi keterangan bahwa harta itu mencegah seseorang untuk menjadi orang terdepan dalam kebaikan, padahal sebenarnya mengumpulkan harta adalah boleh. Yang tercela adalah apabila mengumpulkan harta dengan cara yang haram dan tidak menunaikan kewajiban di dalamnya. Sedangkan Abdurrahman bin 'Auf terbebas dari dua keadaan ini. (Lihat Al-Maudhu'at, Ibnul Jauzy 2/13-14)
Sebagian ulama yang berusaha mengumpulkan hadist-hadist yang dha'if dan palsu telah mencantumkan hadist ini dalam buku mereka seperti Ibnul Jauzy dalam Al-Maudhu'aat (2/13) , Ibnul Qayyim dalam Al-Manar Al-Munif (no: 306 ), dan Asy-Syaukany dalam Al-Fawaid Al-Majmu'ah (no: 1184).
Wallahu a'lam.
Read More......

Kamis, 16 Juli 2009

Hadist: Memperbanyak Shalawat Mengikis Kemiskinan

Tanya: Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Ustadz ana Abu Muwahid. dari Pontianak. Ustadz ana mau tanya, hadist dari Samurah radhiyallahu anhu berkata bahwa kami pernah berada di sisi Rasulullah bahwa beliau bersabda:"Banyak berdzikir dan bersholawat kepadaku bisa mengikis kemiskinan (Dikeluarkan Abu Nuaim) apakah hadits ini shahih, jika shohih tolong jelaskan maksud hadits ini. Jazakallahu khairan. (Abu Muwahid, Pontianak)


Jawab:
Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.
Hadits ini telah dikeluarkan Abu Nu'aim di dalam kitab beliau Ma'rifatush Shahabah 3/1413 no: 3572, Darul Wathan, dari Samurah bin Junadah bin Jundub radhiyallahu 'anhu beliau berkata:
كنا عند النبي صلى الله عليه وسلم إذ جاءه رجل فقال : يا رسول الله ، ما أقرب الأعمال إلى الله ؟ قال : « صدق الحديث ، وأداء الأمانة » ، قلت : يا رسول الله ، زدنا قال : « صلاة الليل ، وصوم الهواجر » قلت : يا رسول الله ، زدنا قال : « كثرة الذكر لي والصلاة علي تنفي الفقر » قلت : يا رسول الله ، زدنا قال : « من أم قوما فليخفف ، فإن فيهم الكبير ، والعليل ، والضعيف ، وذا الحاجة »
"Kami sedang di sisi nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika tiba-tiba datang seorang laki-laki seraya berkata: Wahai Rasulullah, apakah amal yang paling mendekatkan kepada Allah? Beliau bersabda: Jujur dalam perkataan dan menunaikan amanat. Aku berkata: Wahai Rasulullah, tambahlah (amalan apa lagi)? Beliau berkata: Shalat malam, dan puasa ketika sedang musim panas. Aku berkata: Wahai Rasulullah, tambahlah (amalan apa lagi)? Beliau berkata: Memperbanyak ingat kepadaku dan shalawat atasku akan menghilangkan/menghindarkan kefakiran. Aku berkata: Wahai Rasulullah, tambahlah (amalan apa lagi)? Beliau berkata: Barangsiapa yang mengimami sebuah kaum maka hendaknya meringankan, karena diantara mereka ada orang tua, orang sakit, orang lemah, dan orang yang sedang ada keperluan"
Sanad hadist ini dhaif karena 2 hal:
1. Ada rawi bernama Muhammad bin Al-Hasan bin Sama'ah, berkata Ad-Daruquthny: Laisa hadza bil qawiyy, dha'if (Orang ini tidak kuat, lemah). Lihat Su'alaat Hamzah bin Yusuf As-Sahmy lid Daruquthny wa ghairihi minal masyayikh no: 93, Maktabatul Ma'arif).
2. Sanad hadist terputus antara Fithr bin Khalifah (wafat tahun 155 H) dan Jabir bin Samurah (wafat tahun 73 H).

Seandainya hadist ini shahih maka maksudnya bahwa diantara keutamaan memperbanyak shalawat adalah menghilangkan kefakiran atau menghindarkan dari kefakiran sebagaimana judul yang ditulis Ibnul Qayyim dalam Jalaul Afham hal: 498, Dar 'Alamil Fawaid:
من مواطن الصلاة عليه عند المام الفقر أو خوف وقوعه
"Diantara tempat-tempat bershalawat kepada beliau adalah ketika menghadapi kefakiran atau takut terjadi kefakiran"
Wallahu a'lam.
Read More......

Selasa, 07 Juli 2009

Kisah Umar Dengan Seseorang Yang Shalat Semalam Suntuk Kemudian Ketiduran Dari Shalat Subuh

Tanya: Sebuah kisah tentang pemuda yang rajin sholat malam, namun dia tidak hadir sholat shubuh berjamaa'ah, lalu Umar bin Khatab mengatakan: Lebih utama untuk shubuh berjama'ah daripada sholat malam semalam suntuk, sahihkan kisah tersebut? (Waldi Pontianak)


Jawab:
Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Malik bin Anas di dalam Al-Muwaththa':
عن ابن شهاب عن أبي بكر بن سليمان بن أبي حثمة :أن عمر بن الخطاب فقد سليمان بن أبي حثمة في صلاة الصبح وأن عمر بن الخطاب غدا إلى السوق ومسكن سليمان بين السوق والمسجد النبوي فمر على الشفاء أم سليمان فقال لها لم أر سليمان في الصبح فقالت إنه بات يصلي فغلبته عيناه فقال عمر لأن أشهد صلاة الصبح في الجماعة أحب إلى من أن أقوم ليلة
"Dari Ibnu Syihab, dari Abu Bakr bin Sulaiman bin Abi Khatsmah, bahwasanya Umar bin Al-Khaththab tidak mendapatkan Sulaiman bin Abi Khatsmah ketika shalat shubuh, kemudian beliau pagi-pagi pergi ke pasar, sementara rumah Sulaiman berada diantara pasar dan Masjid Nabawy, maka beliau melewati Asy-Syifa (Ibu Sulaiman), seraya berkata: Aku tidak melihat Sulaiman pada saat shalat shubuh tadi? (Ibu Sulaiman) berkata: Tadi malam dia shalat malam sehingga ketiduran (dari shalat shubuh). Umar berkata: Sungguh aku menghadiri shalat shubuh secara berjama'ah lebih aku cintai daripada shalat semalam suntuk" (Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwaththa', Kitab Ash-Shalah, Bab Maa Jaa'a fil 'Atamah wa Ash-Shubh 1/129 no: 328)

Perawi Atsar ini:
1. Ibnu Syihab, beliau adalah Muhammad bin Muslim bin Syihab Az-Zuhry, meninggal kurang lebih tahun 125 H, berkata Ibnu Hajar:
وثبته الفقيه الحافظ متفق على جلالته و إتقانه (Ahli Fiqh, Al-Hafidz, semua bersepakat atas kebesarannya dan kekuatan hapalannya). Lihat Taqribut Tahdzib (hal: 896, tahqiq: Abul Asybal )
2. Abu Bakr bin Sulaiman bin Abi Khatsmah, beliau adalah guru dari Muhammad bin Muslim Az-Zuhry, berkata Ibnu Hajar: ثقة ، عارف بالنسب (Tsiqah, mumpuni dalam ilmu nasab). Lihat Taqribut Tahdzib (hal:1115 ).
3. Asy-syifa', beliau adalah Asy-Syifa bintu Abdillah bin Abdi Syams , nenek dari Abu Bakr bin Sulaiman, sekaligus guru beliau, seorang sahabat. Lihat Taqribut Tahdzib (hal:1359 )

Derajat Atsar:
Dhahir isnad atsar ini shahih, sebagaimana juga telah dishahihkan oleh Syeikh Al-Albany dalam tahqiq beliau terhadap Misykatul Mashabih 1/338 no: 1080)

Pelajaran Yang Bisa Diambil:
1. Seorang pemimpin hendaknya memperhatikan keadaan orang yang dipimpinnya terutama dalam hal ibadah yang bersifat wajib.
2. Menunaikan kewajiban lebih utama daripada amalan mustahab
3. Amalan mustahab tidak boleh memudharati amalan yang wajib
4. Penamaan Masjid Nabawy
Wallahu a'lam.
Read More......

Minggu, 28 Juni 2009

Tanya Tentang Hadist 40 Orang Berdoa Jama'ah

Tanya: Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu.
Saya mau menanyakan ada pernyataan yang sering saya dengar disuatu majelis bahwa apabila ada orang berkumpul kegiatan berdo`a dalam suatu majelis lebih dari 40 orang maka kemungkinan besar do`anya akan dikabulkan oleh Allah SWT,dan katanya kegiatan tersebut ada hadistnya hanya bersumber dari mana sampai saat ini saya belum dapat jawabannya, mohon kiranya Ustadz dapat menolong saya untuk mendapatkan penjelasan apakah hal tersebut diatas adalah memang benar hadist atau bukan, terimakasih sebelumnya. (Tia)


Jawab: Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.
Hadist yang saudari sebutkan berbunyi demikian:
لا يجتمع أربعون رجلا في أمر واحد إلا استجاب الله تعالى لهم حتى لو دعوا على جبل لأزالوه
"Tidaklah berkumpul empat puluh orang dalam satu perkara kecuali Allah akan mengabulkan doa untuk mereka sampai seandainya mereka berdoa kejelekan untuk gunung niscaya mereka akan menghancurkan gunung tersebut "

Saya tidak menemukan hadist ini di kitab-kitab hadist yang dikenal, akan tetapi justru saya mendapatkan hadist ini di kitab kaum Syiah yang berjudul Ad-da'awat karangan Quthbuddin Ar-Rawandi (1/41), tanpa sanad.
Dan bukanlah sesuatu yang jauh kalau hadist ini termasuk hadist-hadist palsu yang mereka buat, sebagaimana ini adalah kebiasaan mereka.
Padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إن كذبا علي ليس ككذب على أحد، من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار
"Sesungguhnya berdusta atas nama diriku tidak sama dengan berdusta atas nama yang lain, barangsiapa yang berdusta atas nama diriku dengan sengaja maka hendaklah dia siapkan tempatnya di neraka" (HR. Al-Bukhary dan Muslim di Al-Muqaddimah)

Ana nasehatkan supaya saudari mencari majelis-majelis yang jelas sumbernya.
Berkata Muhammad bin Sirin: "Sesungguhnya ilmu ini adalah agama maka lihatlah dari mana kalian mengambilnya" (Dikeluarkan Muslim dalam Muqaddimah Shahih Muslim 1/20)
Wallahu a'lam.
Read More......