<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336</id><updated>2012-02-02T23:35:56.139+03:00</updated><category term='Artikel'/><category term='Hadist'/><category term='Fiqh'/><category term='Fiqh Ibadah'/><category term='Muslimah'/><category term='Pernikahan'/><category term='Aqidah'/><category term='Pengumuman'/><category term='Fiqh Mu&apos;amalah'/><category term='Adab'/><category term='Tazkiyyatun Nufus'/><category term='Fiqh Kontemporer'/><title type='text'>TANYA JAWAB AGAMA ISLAM</title><subtitle type='html'>kirimkan pertanyaan anda ke:
email: roymadinah@yahoo.co.id atau
Hp   : +966 507638487</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>141</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-7274262417777934999</id><published>2012-01-10T22:58:00.002+03:00</published><updated>2012-01-10T23:01:02.375+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Berdalil Dengan Mimpi</title><content type='html'>Termasuk hal yang kita ketahui bersama bahwa kebenaran yang wajib kita ikuti adalah kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berupa wahyu yang berasal dari Allah ta'aalaa. Hanya dengan inilah dibangun syariat, baik yang berkaitan dengan aqidah (keyakinan) atau ahkam (hukum-hukum). &lt;br /&gt;Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu:&lt;br /&gt;((أنَّ الحقَّ الذي لا باطلَ فيه هو ما جاءت به الرسلُ عن الله، وذلك في حقِّنا، ويعرف بالكتاب والسنة والإجماع، وأمَّا ما لم تجئ به الرسلُ عن الله؛ أو جاءت به ولكن ليس لنا طريقٌ موصِلَةٌ إلى العلم به ففيه الحقُّ والباطلُ، فلهذا كانت الحجةُ الواجبةُ الاتباعِ للكتاب، والسنة، والإجماع؛ فإنَّ هذا حقٌّ لا باطلَ فيه)) &lt;br /&gt;"Sesungguhnya kebenaran yang tidak ada kebathilan di dalamnya adalah apa yang dibawa oleh para rasul dari Allah. Dan dalam agama kita dikenal dengan Al-Quran, As-Sunnah, dan Al-Ijma'. Adapun sesuatu yang tidak berasal dari para rasul yang bersumber dari Allah ta'aalaa ; atau yang berasal dari mereka akan tetapi tidak ada jalan untuk mengetahuinya maka di dalamnya ada kebenaran dan kebathilan. Oleh karena itu hujjah yang wajib diikuti hanyalah Al-Quran, As-Sunnah, dan Al-ijma'; karena ini adalah kebenaran yang tidak kebathilan di dalamnya" (Majmu' Al-Fatawa 5/19)&lt;br /&gt;Dan termasuk wahyu adalah mimpi para nabi, karena sesungguhnya mimpi para nabi adalah dari Allah semata, yang dibangun di atasnya syariat. Adapun mimpi dari selain mereka maka tidak boleh dibangun syariat di atasnya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata: &lt;br /&gt;((ورؤيا الأنبياء وحيٌ؛ فإنها معصومةٌ من الشيطان، وهذا باتفاق الأمة، ولهذا أقدم الخليلُ على ذبح ابنِهِ إسماعيل إ بالرؤيا، وأما رؤيا غيرهم فتُعْرَض على الوحي الصريح؛ فإن وافقتْه وإلاَّ لم يُعْمَلْ بها)) &lt;br /&gt;"Dan mimpi para Nabi adalah wahyu, karena mimpi mereka terjaga dari syetan; dan ini sudah menjadi kesepakatan umat (Islam); oleh karena itu Al-Khalil (Nabi Ibrahim 'alaihissalaam) mau menyembelih putranya Ismail 'alaihissalaam hanya karena mimpi. Adapun mimpi selain mereka maka harus dicocokkan dengan wahyu yang jelas; kalau cocok (maka diterima), kalau tidak maka tidak boleh diamalkan"(Madaarijussalikin 1/51)&lt;br /&gt;Datang dalam Fataawaa Al-Lajnah Ad-Daa'imah :&lt;br /&gt; ((الرؤيا المناميَّةَ والفراسةَ من غير الأنبياء والرسل عليهم الصلاة والسلام لا تعتَبَرُ أصلًا في التشريع، ولا يجب التصديقُ بها، فإنَّ المناماِت والفراساتِ يكثُر فيها التخليطُ والتباسُ الصادقِ منها بالكاذب، فلا يعتمَدُ عليها، إلا إذا كانت من الرسل أو الأنبياء عليهم الصلاةُ والسلامُ)) &lt;br /&gt;"Mimpi dan firasat dari selain para nabi dan rasul 'alaihimussalaam tidak boleh dianggap sebagai sumber (dalil) dalam pensyariatan, tidak wajib membenarkannya; karena sesungguhnya mimpi dan firasat banyak mencampuradukkan dan menyamarkan antara yang benar dan yang dusta, maka tidak boleh bersandar kepadanya, kecuali apabila (mimpi dan firasat) tersebut dari para rasul atau nabi 'alaihimushshalaatu wassalaam" (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 9/155-156)&lt;br /&gt;            Namun sebagian orang telah menjadikan mimpi ini sebagai sumber diantara sumber-sumber mendapatkan ilmu; sehingga ada sebagian mereka yang mengkhususkan bab mimpi jenis ini dalam kitab-kitab mereka, seperti Al-Qusyairy dalam Risalahnya, dan Al-Kalaabaadzy dalam kitabnya At-Ta'arruf li Madzhabi Ahli At-Tashuwwuf. &lt;br /&gt;Asy-Syathiby rahimahullah menyatakan bahwa orang-orang seperti ini adalah orang yang paling lemah hujjahnya. (Lihat Al-I'tisham 2/85)&lt;br /&gt;            Kebanyakan mereka mengaku bermimpi melihat Allah ta'aalaa, atau melihat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihiwasallam, atau melihat syeikh mereka, kemudian membangun beberapa perkara di atas mimpi tersebut, seperti: mengetahui tafsir ayat, mengetahui keshahihan sebuah hadits, mengetahui pendapat yang rajih (kuat) dalam masalah fiqh, mengetahui keutamaan seseorang, dzikir dan doa tertentu, membenarkan aqidah mereka yang rusak, membenarkan cara ritual mereka dan lain-lain . (Lihat Al-Mashadir Al-'Aammah li At-Talaqqi 'Inda Ash-Shufiyyah 'Ardhan Wa Naqdan, Shaadiq Salim Shaadiq hal. 313-326  )&lt;br /&gt;Tidak kita ragukan lagi bahwa keyakinan seperti ini salah dan menyimpang dari agama islam yang murni, alasannya bisa kita ringkas dalam beberapa poin berikut ini: &lt;br /&gt;Pertama: Agama kita sudah sempurna sehingga tidak perlu mimpi-mimpi untuk menetapkan sebuah perkara agama.&lt;br /&gt;Allah ta'aalaa berfirman: &lt;br /&gt; الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ&lt;br /&gt;"Hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian" (QS. Al-Maidah:3)&lt;br /&gt;Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika haji Wada' tahun ke 10 H. telah menjadikan sahabat saat itu sebagai saksi bahwa beliau telah menyampaikan risalah dari Allah dengan sebaik-baiknya; kemudian beliau mengatakan: "Ya Allah saksikanlah (bahwa aku telah menyampaikan risalah)" (HR. Muslim  2/322 no.1218, dari hadits Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhumaa)&lt;br /&gt;Oleh karena itu tidak ada satu perkara dalam agama yang  dibutuhkan manusia kecuali sudah beliau shallallahu 'alaihi wa sallam jelaskan kepada kita.&lt;br /&gt;Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  juga bersabda: &lt;br /&gt;((قد تركتُكم على البيضاءِ، ليلُها كنهارِها، لا يَزِيْغُ عنها بعدي إلا هالِكٌ)) &lt;br /&gt;"Sungguh telah aku tinggalkan kalian di atas (jalan) yang putih (terang benderang), malamnya seperti siangnya, tidak menyimpang darinya kecuali orang yang binasa" (HR. Ibnu Majah 1/16 no: 43 dari sahabat Al-Irbadh bin Sariyah radhiyallahu 'anhu, dishahihkan oleh Al-Hakim, dan didiamkan oleh Adzdzahabi, lihat Al-Mustadrak 1/165 no.331, dan disebutkan Syeikh Al-Albany dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah 2/610 no.937).&lt;br /&gt;            Dijadikannya mimpi sebagai sumber  dalam beragama pada hakekatnya adalah pendustaan terhadap kabar Allah dan tuduhan kepada Nabi Muhammad bahwa beliau shallallahu 'alaihi wasallam tidak menyampaikan semua risalah yang telah dibebankan kepada beliau. &lt;br /&gt;            Asy-Syathiby rahimahullahu menyebutkan bahwa menetapkan hukum dengan mimpi mengharuskan adanya pembaharuan wahyu setelah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan ini tertolak berdasarkan ijma' ulama. (Lihat Al-I'tisham 2/81)&lt;br /&gt;            Berkata Asy-Syaukany rahimahullahu: &lt;br /&gt;((ولا يخفاك أنَّ الشرعَ الذي شرَعه اللهُ لنا على لسان نبيِّنا r قد كمَّله اللهُ ﻷ ، وقال: (الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ )  المائدة :3، ولم يأتِنَا دليلٌ يدُلُّ على أنَّ رؤيتَه في النوم بعد موته r إذا قال فيها بقولٍ أو فَعَلَ فيها فعلاً يكون دليلاً وحجَّةً، بل قَبَضَهُ الله إليه عند أنْ كَمَّلَ لهذه الأمة ما شَرَعَه لها على لسانِه، ولم يبق بعد ذلك حاجةٌ للأمة فى أمرِ دينها، وقد انقطعت البعثةُ لتبليغ الشرائع وتبيينِها بالموت، وإن كان رسولاً حيًّا وميتًا، وبهذا تعلَمُ أنْ لو قدَّرْنَا ضبطَ النائم لم يكن ما رآه مِنْ قوله r أو فِعْلِه حُجَّةً عليه، ولا على غيره مِنَ الأمة))&lt;br /&gt;"Tidak samar bagimu bahwa syariat yang Allah syariatkan untuk kita dengan lisan Nabi kita shallallahu 'alaihi wasallam  telah Allah 'azza wa jalla sempurnakan, Allah berfirman:   &lt;br /&gt; الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ&lt;br /&gt;"Hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian" (QS. Al-Maidah:3)&lt;br /&gt;Dan tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa seseorang apabila bermimpi melihat  Nabi shallallahu 'alaihi wasallam setelah beliau meninggal;  Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan sesuatu atau melakukan sesuatu; kemudian (ucapan dan perbuatan) tersebut menjadi dalil dan hujjah. Allah telah mencabut nyawa beliau ketika Allah telah menyempurnakan syariat-Nya untuk ummat ini dengan lisan Nabi-Nya. Dan setelah itu ummat sudah tidak butuh lagi tambahan dalam urusan agamanya.  Sudah terputus tugas untuk menyampaikan risalah dengan kematian beliau, meskipun beliau tetap sebagai seorang rasul baik ketika hidup ataupun sesudah matinya. Dengan demikian kamu mengetahui  bahwa seandainya ada seseorang yang mengingat benar mimpinya; maka apa yang dia lihat dalam mimpi tersebut; baik berupa ucapan Nabi shallallahu 'alaihiwasallam atau perbuatan beliau;  tidak bisa dijadikan hujjah atas dirinya dan atas  orang lain"( Irsyadul Fuhuul Ilaa Tahqiiqil Haqqi Min 'Ilmil Ushuul 2/1020-1021)&lt;br /&gt;Kedua:  Menetapkan sebuah hukum dengan mimpi saja adalah menyelisihi ijma' (kesepakatan ulama). &lt;br /&gt;Al-Qadhi 'Iyadh rahimahullah telah menukil ijma' bahwa tidak boleh kita bersandar kepada mimpi dalam menetapkan hukum-hukum syariat. (Tharhu At-Tatsriib, Al-Qadhi 'Iyadh  8/215)&lt;br /&gt;Dan telah berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu: &lt;br /&gt; ((وَالرُّؤْيَا المحْضةُ الَّتِي لا دليلَ يَدُلُّ على صحَّتِهَا لا يَجُوزُ أن يُثْبَتَ بها شَيْءٌ بالاتفاق)) &lt;br /&gt;"Dan mimpi yang tidak ada dalil atas kebenarannya; tidak boleh suatu hukum agama ditetapkan dengannya berdasarkan kesepakatan para ulama" ( Majmu' Al-Fatawa 27/458)&lt;br /&gt;Ketiga: Mimpi selain para nabi dan rasul tidak ma'shum (terjaga dari kesalahan). &lt;br /&gt;Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata: &lt;br /&gt;((ورؤيا الأنبياء وحيٌ؛ فإنها معصومةٌ من الشيطان، وهذا باتفاق الأمة)) &lt;br /&gt;"Dan wahyu para Nabi adalah wahyu, karena mimpi mereka terjaga dari syetan; dan ini sudah menjadi kesepakatan umat (islam)" (Madarijussalikin 1/51)&lt;br /&gt;Dengan demikian mimpi selain para nabi ada kemungkinan tidak benar, karena ada kemungkinan orangnya berdusta, atau mimpi tersebut dari syetan, atau mimpi tersebut adalah kejadian yang terbawa mimpi.&lt;br /&gt;Berkata Syeikhul Islam rahimahullahu: &lt;br /&gt;(( فأمَّا المناماتُ فكثيرٌ منها بل أكثرُها كذِبٌ... فرَاِئيْ المنام غالبًا ما يكون كاذبًا؛ وبتقدير صدقه فقد يكون الذي أخبره بذلك شيطان))&lt;br /&gt;"Adapun mimpi-mimpi maka banyak atau sebagian besarnya adalah dusta…, yang mengaku bermimpi pada umumnya pendusta, seandainya dia jujurpun maka terkadang yang datang kepadanya adalah syetan" (Majmu' Al-Fatawa 27/457-458)&lt;br /&gt;            Dengan demikian dalam menilai sebuah mimpi maka kita harus kembali kepada dalil dari Al-Quran dan As-Sunnah, apabila sesuai maka yang dipakai untuk menentukan hukum adalah  dalil tersebut bukan mimpinya; karena hukum-hukum agama tidak dibangun di atas mimpi. &lt;br /&gt;Dan apabila mimpi tersebut menyelisihi dalil maka mimpi tersebut ditolak, bagaimanapun keshalihan orang yang bermimpi tersebut atau bagaimanapun kejelasan apa yang dia lihat; dan kita harus meyakini bahwa mimpi tersebut dusta dan berasal dari syetan atau  hanya sekedar mimpi kosong belaka.&lt;br /&gt;Faidah (manfaat) mimpi  :&lt;br /&gt;Faidah mimpi hanyalah sebatas peringatan atau kabar gembira, sehingga hal tersebut mendorong dirinya untuk melakukan yang baik atau meninggalkan yang buruk. &lt;br /&gt;Berkata Asy-Syathiby rahimahullahu: &lt;br /&gt;((...لأنَّ الرؤيا مِن غيرِ الأنبياء لا يُحْكَمُ بها شرعًا على حالٍ؛ إلاَّ أنْ نَعْرِضَها على ما في أيدِيْنا من الأحكام الشرعِيَّة، فإنْ سَوَّغَتْها عُمِلَ بمقتضاها؛ وإلا وجب تركُها والإعراضُ عنها، وإنما فائدتها البشارةُ والنذارةُ خاصَّةً، وأما استفادةُ الأحكام فلا)) &lt;br /&gt;"… Sesungguhnya mimpi dari selain para Nabi secara syara'i tidak boleh dijadikan landasan untuk menghukumi perkara  apapun; kecuali setelah ditimbang dengan hukum syariat; apabila diperbolehkan maka bisa diamalkan; bila tidak diperbolehkan maka wajib ditinggalkan dan berpaling darinya. Faidah dari mimpi tersebut hanyalah memberi kabar gembira atau peringatan; adapun menentukan sebuah hukum dengannya maka tidak boleh sama sekali" (Al-I'tisham 2/78)&lt;br /&gt;Berkata Abdurrahman bin Yahya Al-Mu'allimy (wafat tahun 1386 H) rahimahullahu: &lt;br /&gt; ((اتفق أهلُ العلم على أنَّ الرؤيا لا تصلح للحجة، وإنما تبشير وتنبيه، وتصلح للاستئناس بها إذا وافقت حجة شرعية صحيحة))&lt;br /&gt;"Para ulama telah bersepakat bahwa mimpi tidak bisa dijadikan hujjah (dalil), mimpi hanyalah sebatas memberi kabar gembira atau peringatan, dan bisa juga kita ambil ibrah apabila sesuai dengan dalil syar'i yang shahih" (At-Tankiil 2/242)&lt;br /&gt;Keempat: Cara mengetahui yang halal dan yang haram, serta mengetahui aqidah dengan mimpi adalah cara yang dipakai oleh orang nashrani. &lt;br /&gt;Berkata Abu Abdillah Al-Qurthuby (wafat tahun 671 H) rahimahullahu:&lt;br /&gt;((فإن معظم معتمدهم في أمور دياناتهم إنما هو الإنجيل، ونقله غير متواتر لا سيما والأحداث عندهم في أكثر الأحيان بمنامات يدعونها، يجعلونها أصولاً يعولون عليها)) &lt;br /&gt;"Sesungguhnya sebagian besar keyakinan mereka (orang nashrani) dalam masalah agama berdasarkan injil yang penukilannya tidak mutawatir, terlebih-lebih dalam meriwayatkan kejadian-kejadian tersebut kebanyakannya dengan mimpi, kemudian menjadikan mimpi tersebut sebagai ushul (dalil)" (Al-I'laamu bimaa fii Diini An-Nashaaraa Minal Fasaadi Wal Auhaam, Al-Qurthuby 2/246)&lt;br /&gt;Doktor Muhammad Dhiya' Al-A'zhami mengatakan:  &lt;br /&gt; ((كَتَب هذا السِفْرَ صاحبُ الإنجيل يوحنا في عهد إمبراطور الدولة الرومانية الغربية عام 81م إلى 96م. وهو رؤيا منامية ادعاها يوحنا، وادعى أنه أوحى إليه فيها كثير من حقائق الديانة المسيحية، وأحداث المستقبل)) &lt;br /&gt;"Kitab (mimpi) ini ditulis oleh Yohana (penulis injil) di masa Imperatur Romawi Barat tahun 81 Masehi sampai tahun 96 Masehi,  kitab ini berisi mimpi-mimpi yang dialami oleh Yohana, dan dia mengaku bahwasanya wahyu turun kepadanya, mimpi-mimpi tersebut berisi tentang beberapa hakikat agama nashrani dan kejadian-kejadian yang akan datang" (Diraasaat Fil Yahuudiyyah wal Masiihiyyah wa Adyaanil Hindi hal. 391)&lt;br /&gt;Wallahu ta'aalaa a'lam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Roy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-7274262417777934999?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/7274262417777934999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2012/01/berdalil-dengan-mimpi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/7274262417777934999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/7274262417777934999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2012/01/berdalil-dengan-mimpi.html' title='Berdalil Dengan Mimpi'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-1479238959593897057</id><published>2011-12-17T07:28:00.001+03:00</published><updated>2011-12-17T07:30:53.483+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh'/><title type='text'>Keong sawah, Halalkah?</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tanya:&lt;/span&gt; Bismillah.Ustadz apakah benar pendapat yang mengatakan bahwa keong sawah sama dengan ikan jadi halal dimakan ? Syukron. (Wahyu Bintoro)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawab:&lt;/span&gt; Alhamdulillah, washshalaatu wassalaamu 'alaa rasuulillah, amma ba'du: &lt;br /&gt;Keong bahasa arabnya adalah الْحَلَزُونُ (Al-Halazun). Para ulama telah berselisih pendapat dalam kehalalan dan keharamannya. &lt;br /&gt;Dan yang lebih kuat dari dua pendapat –wallahu a'lam-adalah pendapat yang mengatakan bahwa keong halal. Yang demikian karena asal hukum segala jenis makanan, baik dari hewan laut maupun daratan adalah halal sampai ada dalil yang mengharamkannya. Alloh ta'aalaa  berfirman:&lt;br /&gt;هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا [البقرة/29]&lt;br /&gt;Artinya: "Dia-lah Allah yang menciptakan segala yang ada di bumi untuk kalian" (QS.Al-Baqoroh: 29).&lt;br /&gt;Dan kami tidak mengetahui dalil pengharaman keong ini. Dengan demikian keong sawah halal dimakan. Allohu A’lam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Roy dan Syahrul Fatwa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-1479238959593897057?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/1479238959593897057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/12/keong-sawah-halalkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/1479238959593897057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/1479238959593897057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/12/keong-sawah-halalkah.html' title='Keong sawah, Halalkah?'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-9036014899781949351</id><published>2011-12-08T22:10:00.001+03:00</published><updated>2011-12-08T22:13:24.698+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab'/><title type='text'>Ta'bir/Arti Dari Sebuah Mimpi Buruk</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamualaikum, sebelumnya maaf , saya ingin menanyakan apa arti dari mimpi dipukuli ibu kandung, mohon dibantu jawabannya, soalnya masih kepikiran entah firasat atau hanya mimpi biasa, terimakasih atas jawabannya.  (ZH)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.&lt;br /&gt;Alhamdulillah rabbil 'aalamiin , washshalaatu wassalaamu 'alaa rasuulillaah wa 'alaa  'aalihii wa shahbihii ajma'iin. &lt;br /&gt;Mimpi ada 3 macam: &lt;br /&gt;Pertama : mimpi yang berasal dari Allah, ini adalah mimpi yang baik dan menyenangkan hati.&lt;br /&gt;Kedua : mimpi yang berasal dari syetan, ini adalah mimpi buruk dan membuat seseorang bersedih atau takut.&lt;br /&gt;Ketiga :  mimpi yang berasal dari diri sendiri, yaitu kejadian yang terjadi ketika dia bangun kemudian terbawa dalam mimpi.&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: &lt;br /&gt;إن الرؤيا ثلاث: منها أهاويلُ من الشيطان لِيحزُن بها ابنَ آدم، ومنها ما يهُمُّ به الرجلُ في يَقَظَتِه، فيراه في مَنَامه، ومنها جزء من ستةٍ وأربعين جزءاً من النبوة&lt;br /&gt;Artinya: "Sesungguhnya mimpi ada tiga macam: mimpi yang menakutkan  yang berasal dari syetan untuk menakut-nakuti anak Adam, mimpi yang berasal dari sesuatu yang dipikirkan ketika dia bangun  kemudian terbawa-bawa dalam tidurnya,  dan mimpi yang merupakan satu bagian dari 46 bagian kenabian" (HR.Ibnu Majah dari 'Auf  bin Malik radhiyallahu 'anhu, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany). &lt;br /&gt;Dan mimpi yang ada ta'birnya atau tafsirnya diantara ketiga macam tersebut  adalah yang berasal dari Allah. &lt;br /&gt;Berkata Al-Baghawy (wafat 516 H) rahimahullah: &lt;br /&gt;ليس كلُّ ما يراه الإنسانُ في منامه يكون صحيحًا، ويجوز تعبيرُه، إنما الصحيح منها ما كان من الله عزَّ وجلَّ &lt;br /&gt;"Tidak semua yang dilihat oleh seseorang ketika tidurnya adalah shahih (benar) dan boleh dita'birkan (diartikan), sesungguhnya yang shahih (benar) adalah mimpi yang berasal dari Allah 'azza wa jalla" (Syarhussunnah 12/211) &lt;br /&gt;Apabila yang dilihat dalam mimpi adalah sesuatu yang dibenci –seperti mimpi di atas- maka hendaknya berlindung kepada Allah dari was-was syetan dan jangan menceritakannya kepada orang lain, Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam bersabda: &lt;br /&gt; إذا رأى أحدُكم رؤيا يُحِبُّها فإنَّما هي من الله فليحمَدِ اللهَ عليها، وليحدِّث بها. وإذا رأى غيرَ ذلك ممَّا يكرَه فإنَّما هي من الشيطان، فليستعِذْ من شرِّها، ولا يذكُرْها لأحدٍ، فإنَّها لا تضُرُّه&lt;br /&gt;Artinya: "Apabila salah seorang dari kalian bermimpi dengan mimpi yang dia senangi maka itu berasal dari Allah, dan hendaknya dia ceritakan (kepada orang lain), dan apabila melihat yang lain dari hal-hal yang dia tidak sukai maka itu adalah mimpi dari syetan; maka hendaklah dia berlindung (kepada Allah) dari kejelekannya (mimpi tersebut), dan tidak menceritakannya kepada orang lain, maka sesungguhnya mimpi buruk tersebut tidak akan memudharatinya" (HR. Al-Bukhari, dari Abu Sa'id Al-Khudry radhiyallahu 'anhu).&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Roy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-9036014899781949351?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/9036014899781949351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/12/tabirarti-dari-sebuah-mimpi-buruk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/9036014899781949351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/9036014899781949351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/12/tabirarti-dari-sebuah-mimpi-buruk.html' title='Ta&apos;bir/Arti Dari Sebuah Mimpi Buruk'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-3015223142696557009</id><published>2011-10-18T23:45:00.001+03:00</published><updated>2011-10-18T23:47:56.818+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh'/><title type='text'>Bolehkah Menamai Anak Dengan Nama Malaikat?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalaamualaikum.Bolehkah memberi nama anak dengan nama-nama malaikat? (Ayessy)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. &lt;br /&gt;Alhamdulillah washshalaatu wassalaamu 'alaa rasuulillah.&lt;br /&gt;Sebagian ulama berpendapat bahwa hukum memberi nama anak dengan nama malaikat adalah makruh. &lt;br /&gt;Berkata Ibnul Qayyim rahimahullahu ketika menjelaskan beberapa nama yang makruh: &lt;br /&gt;ومنها كأسماء الملائكة كجبرائيل وميكائيل وإسرافيل فإنه يكره تسمية الآدميين بها، قال أشهب: سئل مالك عن التسمي بجبريل، فكره ذلك ولم يعجبه.&lt;br /&gt;"Diantaranya adalah nama-nama malaikat seperti Jibraa'iil, Miikaa'iil, dan Israafiil, maka memberi anak Adam dengan nama-nama tersebut adalah makruh. &lt;br /&gt;Berkata Asyhab: Malik ditanya tentang seseorang yang memiliki nama Jibriil? Maka beliau membencinya dan tidak beliau senangi". (Tuhfatul Mauduud hal:119) &lt;br /&gt;Pendapat ini dirajihkan oleh Syeikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullahu, beliau berkata: &lt;br /&gt;أما أسماء الملائكة: فمن العلماء من قال: التسمي بأسمائهم حرام. ومنهم من قال: إنه مكروه. ومنهم من قال: مباح. والأقرب الكراهية مثل جبريل، وميكائيل، وإسرافيل، فلا نسمي بهذه الأسماء؛ لأنها أسماء ملائكة. &lt;br /&gt;"Adapun nama-nama malaikat, maka diantara ulama ada yang mengatakan bahwa memberi nama dengan nama-nama mereka adalah haram. Dan ada yang mengatakan makruh, dan ada pula yang mengatakan boleh. Dan pendapat yang lebih dekat adalah makruh, seperti Jibril, Mikail, Israfil, maka kita tidak memberi nama dengan nama-nama ini karena nama-nama ini adalah nama-nama malaikat". (Asy-Syarhul Mumti' 7/497-498)&lt;br /&gt;Adapun mayoritas ulama maka mereka mengatakan boleh dan tidak mengapa. &lt;br /&gt;Ma'mar bin Rasyid Al-Azdy (wafat th. 154 H) rahimahullah berkata: &lt;br /&gt; قلت لحماد بن أبي سليمان كيف تقول في رجل يسمى بجبريل وميكائيل؟ فقال: لا بأس به &lt;br /&gt;"Aku berkata kepada Hammaad bin Abi Sulaiman: Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang diberi nama Jibriil dan Mikaaiil? Beliau menjawab: Tidak mengapa. (Dikeluarkan oleh Abdurrazzaaq dalam Al-Mushannaf 11/40 no: 19850) &lt;br /&gt;Berkata  Imam An-Nawawy rahimahullah: &lt;br /&gt;مذهبنا ومذهب الجمهور جواز التسمية باسماء الانبياء والملائكة &lt;br /&gt;"Madzhab kami dan madzhab jumhur adalah bolehnya memberi nama dengan nama para nabi dan malaikat". (Al-Majmu' 8/436) &lt;br /&gt;Dan seorang muslim apabila memilih nama-nama yang tidak ada perselisihan tentang kebolehannya maka tentunya lebih baik. Wallahu a'lam.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Roy.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-3015223142696557009?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/3015223142696557009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/10/bolehkah-menamai-anak-dengan-nama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3015223142696557009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3015223142696557009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/10/bolehkah-menamai-anak-dengan-nama.html' title='Bolehkah Menamai Anak Dengan Nama Malaikat?'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-213518728854852948</id><published>2011-10-06T13:32:00.002+03:00</published><updated>2011-10-06T13:36:08.819+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh'/><title type='text'>Hukum Makanan Impor Dari Negara Kafir</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamu'alaikum. Pak Ustadz, saya mau bertanya, apakah makan daging impor (sapi atau ayam) saat menghadiri pesta pernikahan yg disediakan oleh katering itu halal? Dan bila saya pergi ke negara non muslim, apakah makan daging ayam atau sapi juga halal? Sekian dan terima kasih.&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. Alhamdulillah, washshalaatu wassalaamu 'alaa rasuulillah wa 'alaa 'aalihi washahbihii ajma'iin.&lt;br /&gt;Sebenarnya uraian tentang hukum makanan impor sangat panjang, tetapi akan kami coba jelaskan secara ringkas sebagai berikut;&lt;br /&gt;Makanan impor dari negeri kafir terbagi dua macam:&lt;br /&gt;Pertama: Makanan tersebut tidak butuh disembelih, seperti buah-buahan, permen dan sebagainya, maka hukumnya adalah halal dengan kesepakatan para ulama. (Tafsir al-Qurthubi 6/77)&lt;br /&gt;Atau juga hewan laut, seperti ikan, udang, kerang dan sebagainya, maka hukumnya halal secara mutlak karena hewan laut atau air tidak butuh disembelih.&lt;br /&gt;Kedua: Makanan tersebut adalah daging binatang sembelihan, maka hal ini diperinci sebagai berikut;&lt;br /&gt;A.Apabila dari negeri kafir bukan Ahli kitab (bukan Yahudi atau Nashrani), seperti Cina, Rusia dan sebagainya, atau penyembelihnya adalah kafir bukan Ahli kitab di negeri manapun, maka asal hukumnya adalah haram, karena sembelihan orang kafir bukan Ahli kitab adalah haram dengan kesepakatan para ulama. Kecuali kita yakin sembelihan tersebut memenuhi kriteria Islam, maka hukumnya boleh. Seperti apabila sembelihan tersebut dari seorang kawan muslim yang tinggal di sana.&lt;br /&gt;B.Apabila dari negeri kafir Ahli kitab seperti Australia, Vatikan dan semisalnya, atau disembelih oleh Ahli kitab di negeri manapun, maka hal ini ada tiga keadaan;&lt;br /&gt;Pertama: Bila diketahui cara penyembelihannya sesuai dengan aturan syariat Islam, maka hukumnya adalah halal, karena sembelihan Ahli kitab adalah halal dengan kesepakatan para ulama.&lt;br /&gt;Kedua: Bila diketahui bahwa cara penyembelihannya tidak sesuai dengan cara Islam, maka hukumnya adalah haram.&lt;br /&gt;Ketiga: Bila tidak diketahui apakah penyembelihannya dengan cara islami atau tidak, hal ini diperselisihkan oleh ulama masa kini menjadi dua pendapat. Ada yang membolehkannya, karena hukum asal sembelihan ahli kitab adalah sah, dan ada yang mengharamkannya, karena asal daging binatang adalah haram hingga kita ketahui bahwa hewan tersebut disembelih dengan cara islami. Terlebih lagi dikuatkan data-data yang jelas dari Belanda dan Denmark bahwa penyembelihan mereka bukan dengan cara yang Islami, seperti dengan listrik, pukulan keras dan sebagainya. (Al-Ath’imah hal.150-166, DR.Shalih al-Fauzan).&lt;br /&gt;Oleh karena itu, untuk lebih berhati-hati adalah tidak memakannya. Allohu A’lam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahrul Fatwa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-213518728854852948?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/213518728854852948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/10/hukum-makanan-impor-dari-negara-kafir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/213518728854852948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/213518728854852948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/10/hukum-makanan-impor-dari-negara-kafir.html' title='Hukum Makanan Impor Dari Negara Kafir'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-8295244538444442742</id><published>2011-10-05T12:12:00.001+03:00</published><updated>2011-10-05T12:14:34.312+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Apakah Membaca Al-Asmaul Husna Bisa Mendatangkan Jin (Khodam)?</title><content type='html'>Tanya: Benarkah asmaul husna dapat mendatangkan jin (khodam), lalu bagaimana pendapat yang jelas?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jawab: Alhamdulillah rabbil 'aalamiin, washshalaatu wassalaamu 'alaa rasuulillah, wa 'alaa aalihii wa shahbihi ajma'iin. &lt;br /&gt;Seorang muslim tidak diperkenankan berbicara, mengamalkan atau meyakini sesuatu yang berkaitan dengan nama-nama Allah kecuali dengan dalil dari Al-Quran dan As-Sunnah yang shahihah. &lt;br /&gt;Dan tidak ada dalil yang shahih yang menunjukkan bahwa Al-Asmaaul Husnaa digunakan untuk mendatangkan jin atau khodam. Bahkan ini termasuk penyelewengan dalam menggunakan nama-nama Allah ta'aalaa. Allah ta'aalaa berfirman: &lt;br /&gt;وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ [الأعراف/180]&lt;br /&gt;Artinya: "Hanya milik Allah asma-ul husna, maka mohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (QS. 7:180)&lt;br /&gt;Adapun keberhasilan sebagian orang dalam mendatangkan jin dengan  membaca Al-Asmaaul Husnaa maka ini tidak bisa dijadikan dalil, karena kedatangan jin tersebut bukan karena Al-Asmaul Husnanya, akan tetapi ada faktor lain, seperti membaca Al-Asmaaul Husnaa dicampur dengan nama jin, atau  mantra-mantra yang mengandung kesyirikan. &lt;br /&gt;Berkata Syeikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr hafizhahullah: &lt;br /&gt;وقد يغلو بعض الناس في هذا الباب فيزعمون أن لكل اسم من أسماء الله الحسنى خواص وأسرارا تتعلق به، وأن لكل اسم خادما روحانيا يخدم من يواظب على الذكر به....وهذا فتح لباب الخرافة على مصراعيه، بل إن كثيرا من السحرة والمشعوذين دخلوا من هذا الباب كيدا للناس وتحصيلا للمطامع ونشرا للشر&lt;br /&gt;"Dan sebagian manusia berlebih-lebihan dalam bab ini (al-asmaul husna), mereka menyangka bahwa setiap nama dari nama-nama Allah yang baik memiliki kekhususan dan rahasia-rahasia yang berkaitan dengannya, dan bahwasanya setiap nama tersebut memiliki khadam yang membantu orang yang senantiasa membacanya…, dan keyakinan seperti ini membuka lebar pintu khurafat, bahkan sesungguhnya kebanyakan tukang sihir dan dukun-dukun menggunakan cara ini untuk menipu manusia, menghasilkan apa yang mereka inginkan, dan menyebarkan kejahatan" (Fiqh Al-Asmaaul Husnaa hal:68)&lt;br /&gt;Dan seorang muslim hendaknya meninggalkan perbuatan meminta bantuan jin, meskipun untuk tujuan yang diperbolehkan,  karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah melakukannya, demikian pula para sahabat beliau radhiyallahu 'anhum. Dan juga dikhawatirkan terjerumus dalam hal yang terlarang seperti kesyirikan, karena sangat lihainya jin menipu dan menyesatkan manusia dari jalan Allah.  Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Roy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-8295244538444442742?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/8295244538444442742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/10/apakah-membaca-al-asmaul-husna-bisa.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/8295244538444442742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/8295244538444442742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/10/apakah-membaca-al-asmaul-husna-bisa.html' title='Apakah Membaca Al-Asmaul Husna Bisa Mendatangkan Jin (Khodam)?'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-8274610789778645639</id><published>2011-09-30T09:09:00.002+03:00</published><updated>2011-09-30T09:12:16.212+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Memasuki Waktu Shubuh Dalam Keadaaan Junub, Apakah Sah Puasanya?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamu'alaikumwarahmatullahi  wabarakatuhu. Saya ingin menanyakan apakah sah puasa kita jika kita mandi wajib ketika matahari sudah tinggi (waktu imsak sudah lewat)? (Riswadi)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuhu. Alhamdulillah, washshalaatu wassalaamu 'alaa rasuulillah wa 'alaa 'aalihii wa shahbihii ajma'iin. &lt;br /&gt;Jumhur ulama berpendapat bahwa barangsiapa yang junub pada malam hari, kemudian baru mandi setelah terbit fajar (masuk waktu shalat shubuh) maka puasanya sah. &lt;br /&gt;Allah ta'aalaa berfirman: &lt;br /&gt;فَالْآَنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ [البقرة/187]&lt;br /&gt;Artinya: "…Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kalian (yaitu anak), dan makan minumlah hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar" (QS. AL-Baqarah: 187)&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Katsir rahimahullahu: &lt;br /&gt;أباح تعالى الأكل والشرب، مع ما تقدم من إباحة الجماع في أيّ الليل شاء الصائمُ إلى أن يتبين ضياءُ الصباح من سواد الليل&lt;br /&gt;"Allah ta'aalaa membolehkan makan, minum, dan membolehkan jima' pada malam hari, kapan saja orang yang puasa tersebut menghendaki, sampai jelas cahaya shubuh dari gelapnya malam" (Tafsir Ibnu Katsir 1/512).&lt;br /&gt;Berkata Imam An-Nawawi rahimahullah: &lt;br /&gt;ومعلوم أنه اذا جاز الجماع إلى طلوع الفجر لزم منه أن يصبح جنبا ويصح صومه لقوله تعالى: ثم أتموا الصيام إلى الليل&lt;br /&gt;"Dan maklum bahwa apabila diperbolehkan jima' sampai fajar (shubuh) maka mengharuskan bolehnya seseorang masuk shubuh dalam keadaan junub, dan sah puasanya, karena itu Allah berfirman (yang artinya): "Kemudian sempurnakanlah puasa sampai datang malam (tenggelam matahari)" (Syarh Shahih Muslim 7/221)&lt;br /&gt;Dan di dalam  hadits Aisyah dan Ummu Salamah radhiyallahu 'anhumaa;&lt;br /&gt;إن كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَيُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ جِمَاعٍ غَيْرِ احْتِلاَمٍ فِى رَمَضَانَ ثُمَّ يَصُومُ&lt;br /&gt;Artinya: "Adalah Rasulullah pernah memasuki fajar pada bulan Ramadhan dalam keadaan junub karena berhubungan badan dengan isterinya bukan karena mimpi,kemudian beliau berpuasa.( HR.Bukhari: 1926, Muslim: 1109)&lt;br /&gt;Abul 'Abbaas Al-Qurthuby menjelaskan bahwa diantara faidah hadist adalah bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihiwasallam menggauli istrinya dan mengakhirkan mandi sampai waktu shubuh, untuk menjelaskan disyariatkannya (dibolehkannya) perkara ini. (Lihat Al-Mufhim 3/167).&lt;br /&gt;Demikian pula masuk dalam masalah ini adalah wanita yang haidh dan nifas apabila darah mereka terhenti dan melihat sudah suci sebelum fajar, maka hendaknya ikut puasa bersama manusia pada hari itu sekalipun belum mandi kecuali setelah terbitnya fajar. (Lihat Al-Mufhim, Al-Qurthuby 3/166, dan Syarh Shahih Muslim, An-Nawawi 7/222).&lt;br /&gt;Allohu A’lam. &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahrul Fatwa  dan Abdullah Roy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-8274610789778645639?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/8274610789778645639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/09/memasuki-waktu-shubuh-dalam-keadaaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/8274610789778645639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/8274610789778645639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/09/memasuki-waktu-shubuh-dalam-keadaaan.html' title='Memasuki Waktu Shubuh Dalam Keadaaan Junub, Apakah Sah Puasanya?'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-5546093568082941936</id><published>2011-09-26T23:46:00.003+03:00</published><updated>2011-09-26T23:56:01.266+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Allaah ta'aalaa Berbicara Dengan Huruf  Dan Suara</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Ustadz ,bagaimana cara menjelaskan kepada orang yang tidak mau mengimani bahwa Alloh bicara dengan suara dan huruf, dengan alasan karena katanya suara dan huruf itu makhluk? Sekalian ustadz dalil yang  jelas yang menyatakan bahwa Alloh berbicara dengan suara. (Shalaca)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah rabbil 'alamin, washsholaatu wassalaamu 'laa rasuulillah wa 'alaa washahbihi ajma'iin. &lt;br /&gt;Dalil-dalil dan atsar para salaf telah menunjukkan bahwa  Allah ta'aalaa berbicara dengan suara dan huruf.&lt;br /&gt;Diantara dalil yang menunjukkan bahwa Allah ta'aalaa berbicara dengan suara adalah  &lt;br /&gt;sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: &lt;br /&gt; يحشر الله العباد فيناديهم بصوت يسمعه من بعد كما يسمعه من قرب أنا الملك أنا الديان&lt;br /&gt;Artinya: "Allah akan mengumpulkan hamba-hamba pada hari kiamat, kemudian Allah memanggil mereka dengan suara yang terdengar dari jarak jauh seperti suara yang terdengar dari jarak dekat: Aku adalah Al-Malik (Maha Raja), Aku adalah Ad-Dayyaan (Maha Membalas)…(HR. AL-Bukhary, dari Abdullah bin Unais radhiyallahu 'anhu).&lt;br /&gt;Berkata  Al-Bukhary rahimahullah: &lt;br /&gt;وَأَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُنَادِي بِصَوْتٍ يَسْمَعُهُ مَنْ بَعُدَ كَمَا يَسْمَعُهُ مَنْ قَرُبَ ، فَلَيْسَ هَذَا لِغَيْرِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ ذِكْرُهُ، وَفِي هَذَا دَلِيلٌ أَنَّ صَوْتَ اللهِ لا يُشْبِهُ أَصْوَاتَ الْخَلْقِ ، لأَنَّ صَوْتَ اللهِ جَلَّ ذِكْرُهُ يُسْمَعُ مِنْ بُعْدٍ كَمَا يُسْمَعُ مِنْ قُرْبِ&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya Allah azza wa jalla memanggil dengan suara , dimana orang yang jauh mendengar suara ini seperti orang yang dekat,  maka ini tidak mungkin dimiliki oleh selain Allah 'azza wa jalla, dan ini dalil bahwa suara Allah tidak sama dengan suara-suara  makhluk , karena suara Allah didengar  dari jarak jauh seakan-akan didengar dari  jarak dekat" (Khalqu Af'aalil 'Ibaad hal: 98).&lt;br /&gt;Dan dari Abu Sa'iid Al-Khudry radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: &lt;br /&gt;يقول الله عز و جل يوم القيامة: يا آدم، يقول: لبيك ربنا وسعديك، فينادى بصوت إن الله يأمرك أن تخرج من ذريتك بعثا إلى النار&lt;br /&gt;"Allah 'azza wa jalla berkata di hari kiamat: Wahai Adam! Adam menjawab: Iya wahai Rabb kami. Maka Allah memanggil dengan suara: Sesungguhnya Allah akan memasukkan dari keturunanmu ba'tsan  ke dalam neraka …" (HR. Al-Bukhary)  &lt;br /&gt;Berkata Abdullah bin Ahmad bin Hambal: "Aku bertanya kepada bapakku tentang sebuah kaum yang mengatakan bahwa Allah berbicara dengan Musa tanpa suara". Maka bapakku (Imam Ahmad bin Hambal) berkata: &lt;br /&gt;بلى إن ربك عز وجل تكلم بصوت هذه الأحاديث نرويها كما جاءت &lt;br /&gt;"Tidak demikian, sesungguhnya Rabbmu 'azza wa jalla berbicara dengan suara , hadist-hadist ini kami riwayatkan sebagaimana datangnya" (Diriwayatkan Abdullah dalam As-Sunnah no:533)&lt;br /&gt;Adapun dalil bahwa kalamullah terdiri dari huruf  maka diantaranya: &lt;br /&gt;Dari Abdullah bin 'Abbas radhiyallahu 'anhuma beliau berkata: &lt;br /&gt;بينما جبريل قاعد عند النبي صلى الله عليه و سلم سمع نقيضا من فوقه فرفع رأسه فقال هذا باب من السماء فتح اليوم لم يفتح قط إلا اليوم فنزل منه ملك فقال هذا ملك نزل إلى الأرض لم ينزل قط إلا اليوم فسلم وقال أبشر بنورين أوتيتهما لم يؤتهما نبي قبلك فاتحة الكتاب وخواتيم سورة البقرة لن تقرأ بحرف منهما إلا أعطيته&lt;br /&gt;"Ketika Jibril sedang duduk di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, tiba-tiba Jibril mendengar suara pintu dari arah atas, kemudian mengangkat kepalanya, seraya berkata: "Ini adalah pintu langit, telah dibuka hari ini, belum pernah dibuka kecuali hari ini" &lt;br /&gt;Maka turunlah seorang malaikat  dari pintu tersebut, kemudian Jibril berkata: "Ini adalah seorang malaikat yang turun ke bumi, dia belum pernah turun kecuali hari ini" &lt;br /&gt;Maka malaikat tersebut mengucap salam dan berkata: "Bergembiralah dengan dua cahaya, yang diberikan kepadamu, belum pernah diberikan kepada seorang nabipun sebelummu, Faatihatul Kitab (Al-Faatihah) dan ayat-ayat akhir surat Al-Baqarah, tidaklah kamu membaca satu huruf di dalam keduanya kecuali kamu akan diberi" (HR. Muslim).&lt;br /&gt;'Abdullah bin Mas'uud radhiyallahu 'anhu mengatakan: &lt;br /&gt;تعلموا القرآن فإنه يكتب بكل حرف منه عشر حسنات ويكفر به عشر سيئات ، أما إني لا أقول : { الم } ولكن أقول : ألف عشر ولام عشر وميم عشر. &lt;br /&gt;"Pelajarilah Al-Quran, karena sesungguhnya akan ditulis dari setiap hurufnya sepuluh kebaikan, dan diampuni dengannya sepuluh kejelekan, ketahuilah aku tidak  mengatakan bahwa Aliif Laam Miim (itu satu huruf), akan tetapi aku katakana: Aliif sepuluh, Laam sepuluh, dan Miim sepuluh" (HR. Ibnu Abi Syaibah 10/461, hadist shahih mauquf  atas Ibnu Mas'uud, dan memiliki hukum marfu' kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan penetapan ahlussunnah terhadap sifat-sifat Allah yang tercantum di dalam Al-Quran dan As-Sunnah disertai keyakinan bahwa sifat-sifat tersebut tidak serupa dengan sifat-sifat makhluk, sebagaimana firman Allah: &lt;br /&gt;لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ (11)  [الشورى/11] &lt;br /&gt;Artinya: "Tidak ada yang serupa denganNya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha melihat" (QS. Asy-Syuuraa:11)&lt;br /&gt;Allah Maha Melihat dan Mendengar, akan tetapi penglihatan dan pendengaran Allah tidak sama dengan penglihatan dan pendengaran makhlukNya. &lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Roy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-5546093568082941936?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/5546093568082941936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/09/allaah-taaalaa-berbicara-dengan-huruf.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/5546093568082941936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/5546093568082941936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/09/allaah-taaalaa-berbicara-dengan-huruf.html' title='Allaah ta&apos;aalaa Berbicara Dengan Huruf  Dan Suara'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-1963386630277246669</id><published>2011-09-22T07:06:00.003+03:00</published><updated>2011-09-22T07:12:56.913+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh'/><title type='text'>Sejarah Puasa Ramadhan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalaamu'alaikum warahmatulloohi wabarakaatuh, Ustadz dimulai sejak zaman nabi siapakah puasa Ramadhan, apakah sejak dulu satu bulan penuh Ramadhan.Jazakallohu khoiron.(Lenti Herzana)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh. Alhamdulillah, washsholaatu wassalaamu 'alaa rosulillah. &lt;br /&gt;Kewajiban puasa ramadhan telah ada di dalam syariat umat-umat sebelum umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, sebagaimana jelas di dalam ayat: &lt;br /&gt; يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (183)&lt;br /&gt;Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa" (QS. Al-Baqoroh: 183).&lt;br /&gt;Sebagian salaf mengatakan bahwa yang dimaksud dengan orang-orang sebelum kita adalah orang Nashrani, sebagian lain mengatakan bahwa yang dimaksud adalah ahlul kitab, sebagian yang lain mengatakan bahwa mereka adalah semua manusia sebelum kita, mereka dahulu berpuasa Ramadhan penuh. Lihat atsar-atsar mereka di dalam Tafsir Ath-Thabary ketika menafsirkan ayat yang mulia ini. &lt;br /&gt;Kemudian Ath-Thabary menguatkan bahwa pendapat yang paling dekat adalah yang mengatakan bahwa mereka adalah ahlul kitab, dan beliau mengatakan bahwa syariat puasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan adalah ajaran Nabi Ibrahim, yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan ummatnya diperintahkan untuk mengikutinya. (Lihat Tafsir Ath-Thabary, tafsir Surat Al-Baqarah: 183)&lt;br /&gt;Adapun kewajiban puasa Ramadhan bagi ummat Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam maka datang melalui 2 fase:&lt;br /&gt;Pertama: Takhyiir (diberi pilihan)&lt;br /&gt;Puasa Ramadhan saat pertama kali diwajibkan, seorang muslim yang mampu berpuasa diberi 2 pilihan, berpuasa atau memberi makan satu orang miskin, akan tetapi puasa lebih diutamakan dan dianjurkan. Berdasarkan firman Alloh  ta'aalaa yang berbunyi;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (183) أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (184) [البقرة/183، 184]&lt;br /&gt;Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa. Yaitu dalam beberapa hari yang tertentu. Maka Barangsiapa diantara kalian ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kalian mengetahui. (QS.Al-Baqoroh: 183-184).&lt;br /&gt;Salamah bin Akwa’ berkata;&lt;br /&gt;كُنَّا فِى رَمَضَانَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَنْ شَاءَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ فَافْتَدَى بِطَعَامِ مِسْكِينٍ حَتَّى أُنْزِلَتْ هَذِهِ الآيَةُ (فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْه)&lt;br /&gt;"Dahulu kami ketika di bulan Ramadhan pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam, barangsiapa yang ingin berpuasa maka boleh berpuasa, dan barangsiapa yang ingin berbuka maka dia memberi makan seorang miskin, hingga turun ayat Alloh (yang artinya); Barangsiapa yang mendapati bulan (ramadhan) maka dia wajib berpuasa". (HR.Bukhari: 4507, Muslim: 1145)&lt;br /&gt;Kedua: Ilzaam (pengharusan) &lt;br /&gt;Dalam fase ini maka seorang muslim yang terpenuhi syarat wajib puasa harus berpuasa dan tidak ada pilihan lain. Allah ta'aalaa berfirman: &lt;br /&gt;(فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْه)&lt;br /&gt;Artinya: "Barangsiapa yang mendapati bulan (ramadhan) maka dia wajib berpuasa"&lt;br /&gt; Pada awalnya orang yang tidur sebelum makan (berbuka puasa) atau sudah menunaikan shalat isya maka dia tidak boleh makan, minum, dan berjima'  hingga hari berikutnya. Kemudian Allah ta'alaa memberikan keringanan dan membolehkan makan, minum, dan mendatangi istri pada malam hari penuh di bulan Ramadhan. &lt;br /&gt;Allah ta'aalaa berfirman: &lt;br /&gt;أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ فَالْآَنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ [البقرة/187] &lt;br /&gt;Artinya: " Dihalalkan bagi kalian pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu. Mereka itu adalah pakaian bagi kalian dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kalian mengkhianati diri kalian sendiri (yaitu tidak dapat menahan nafsu kalian), karena itu Allah mengampuni kalian dan memberi maaf kepada kalian. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kalian, dan makan minumlah hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam" (QS.Al-Baqoroh: 187)&lt;br /&gt;Demikianlah puasa diwajibkan terakhir kali dan  tetap demikian hingga hari kiamat. (Lihat keterangan Ibnul Qoyyim dalam Zaadul Ma'aad 2/30)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kapan Puasa Ramadhan Diwajibkan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnul Qoyyim rahimahulloh mengatakan: “Tatkala menundukkan jiwa dari perkara yang disenangi termasuk perkara yang sulit dan berat, maka kewajiban puasa Ramadhan tertunda hingga setengah perjalanan Islam setelah hijrah. Ketika jiwa manusia sudah mapan dalam masalah tauhid, sholat, dan perintah-perintah dalam al-Qur’an, maka kewajiban puasa Ramadhan mulai diberlakukan secara bertahap. Kewajiban puasa Ramadhan jatuh pada tahun kedua hijriah, tatkala Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam wafat, beliau sudah mengalami sembilan kali puasa Ramadhan. ( Zaadul Ma’ad 2/29)&lt;br /&gt;Allohu A’lam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahrul Fatwa &amp;  Abdullah Roy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-1963386630277246669?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/1963386630277246669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/09/sejarah-puasa-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/1963386630277246669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/1963386630277246669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/09/sejarah-puasa-ramadhan.html' title='Sejarah Puasa Ramadhan'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-3425921119289020190</id><published>2011-09-17T10:01:00.002+03:00</published><updated>2011-09-17T10:04:35.094+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>Benarkah Nama Malaikat Penjaga Surga Adalah Ridhwan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Maaf pak, saya mau tanya,adakah nama malaikat Ridwan? Sebab banyak orang mengatakan tidak ada, namun katanya ada hadits di kitab Al Bidayah wan Nihayah karya al Hafizh Imam Ibnu Katsir rahimahullah, tapi kami tidak punya kitabnya, katanya dalam kitab itu disebutkan yang artinya: &lt;br /&gt;"Ibnu Abbas berkata:..Ketika Malak Jibril sedang ngobrol dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, &lt;br /&gt;tiba-tiba Malak Jibril lunglai dan mengecil seperti seekor burung. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian &lt;br /&gt;bertanya: "Mengapa kamu mengecil sehingga seperti seekor burung, wahai Jibril?" Malak Jibril &lt;br /&gt;menjawab: "Wahai Muhammad, pintu-pintu langit telah dibuka padahal sebelum ini belum &lt;br /&gt;pernah dibuka sekalipun", setelah itu Malak Jibril kembali ke wujud asalnya sambil berkata &lt;br /&gt;kembali: "Wahai Muhammad bergembiralah, ini Malak Ridhwan, dia bertugas sebagai penjaga &lt;br /&gt;surga". Malak Ridhwan kemudian menghadap kepada Rasulullah sambil mengucapkan &lt;br /&gt;salam�dari tubuhnya bercucuran cahaya yang berkelap kelip--, lalu berkata: "Wahai &lt;br /&gt;Muhammad, Tuhan menyampaikan salam buatmu." (HR. Ibnu Asakir). &lt;br /&gt;Nah, apakah bapak tahu tentang hadist tersebut shahih atau tidak? Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (Icha Marisa)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. &lt;br /&gt;Alhamdulillah washshalaatu wassalaamu 'alaa rasulillaah wa 'alaa 'aalihii washahbihii ajma'iin. &lt;br /&gt;Sepengetahuan saya, tidak ada hadist yang bisa dijadikan pegangan bahwa nama malaikat penjaga surga adalah Ridhwan. &lt;br /&gt;Setelah saya kembali ke kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah, saya hanya menemukan  ucapan Ibnu Katsir: &lt;br /&gt;وخازن الجنة ملك يقال له رضوان جاء مصرحا به في بعض الأحاديث&lt;br /&gt;"Dan penjaga surga adalah seorang malaikat yang bernama Ridhwan sebagaimana datang dengan jelas di dalam beberapa hadist" (Al-Bidayah wa An-Nihayah 1/53). &lt;br /&gt;Tapi beliau tidak menyebutkan hadist-hadist yang dimaksud.&lt;br /&gt;Memang disana ada hadist-hadist yang sharih (jelas) menyebutkan malaikat ridhwan akan tetapi hadist-hadist tersebut  tidak shahih.&lt;br /&gt;Diantaranya adalah hadist di atas; Al Waahidy telah mengeluarkan hadist ini di dalam kitab beliau Asbaabun Nuzuul (hal:332,Surat Al-Furqaan), beliau berkata:  &lt;br /&gt;أخبرنا أحمد بن محمد بن إبراهيم المقرئ قال: أخبرنا أحمد بن أبي الفرات قال: أخبرنا عبد الله بن محمد بن يعقوب البخاري قال: أخبرنا محمد بن حميد بن فرقد قال: أخبرنا إسحاق بن بشر قال: أخبرنا جويبر عن الضحاك عن ابن عباس قال: لما عير المشركون رسول الله صلى الله عليه وسلم بالفاقة وقالوا: (ما لهذا الرسول يأكل الطعام ويمشي في الأسواق)، حزن رسول الله صلى الله عليه وسلم فنزل جبريل عليه السلام من عند ربه معزيا له، فقال: السلام عليك يا رسول الله، رب العزة يقرئك السلام ويقول لك : (وما أرسلنا قبلك من المرسلين إلا أنهم ليأكلون الطعام ويمشون في الأسواق) - أي يبتغون المعاش في الدنيا قال: فبينا جبريل عليه السلام والنبي صلى الله عليه وسلم يتحدثان إذ ذاب جبريل عليه السلام حتى صار مثل الهُردة، قيل: يا رسول الله وما الهردة ؟ قال: العدسة، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما لك ذبت حتى صرت مثل الهردة؟ قال: يا محمد فتح باب من أبواب السماء ولم يكن فتح قبل ذلك اليوم، وإني أخاف أن يعذب قومك عند تعييرهم إياك بالفاقة، وأقبل النبي وجبريل عليهما السلام يبكيان، إذ عاد جبريل عليه السلام إلى حاله، فقال: أبشر يا محمد هذا رضوان خازن الجنة قد أتاك بالرضا من ربك،....&lt;br /&gt;Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim Al-Muqri', beliau berkata: Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Abil Furaat, beliau berkata: Telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Muhammad bin Ya'quub Al-Bukhary, beliau berkata: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Humaid bin Farqad, beliau berkata: Telah mengabarkan kepada kami Ishaaq bin Bisyr, beliau berkata: Telah mengabarkan kepada kami Juwaibir dari Adh-Dhahhaak, dari Ibnu Abbas beliau berkata: &lt;br /&gt;"Ketika orang-orang musyrik mengejek beliau dengan kefaqiran seraya berkata: "Rasul apa ini, memakan makanan dan pergi ke pasar!", beliau shallallahu 'alaihiwasallam bersedih, maka turunlah Jibril 'alaihissalam dari sisi Tuhannya untuk menghibur beliau shallallahu 'alaihiwasallam, kemudian berkata: As-Salam 'alaika ya Rasulullah, Rabbul 'Izzah memberi salam kepadamu, dan berkata: "Dan tidaklah Kami mengutus para rasul sebelummu kecuali mereka memakan makanan dan pergi ke pasar", yakni mencari rezeki di dunia. &lt;br /&gt;Maka ketika Jibril 'alaihissalam dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang berbicara tiba-tiba Jibril mengecil sampai seperti Al-Hurdah, beliau ditanya: Wahai Rasulullah, apa itu Al-Hurdah? Beliau menjawab: Al-Adasah (sejenis jerawat yang mematikan). &lt;br /&gt;Maka Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam berkata: Mengapa kamu mengecil sampai seperti Al-Hurdah? Jibril menjawab: Wahai Muhammad, telah dibuka pintu diantara pintu-pintu langit, dan pintu ini belum pernah dibuka sebelum hari ini, dan aku takut kaummu akan diadzab karena mereka mengejekmu dengan kefaqiran. &lt;br /&gt; Kemudian Nabi dan Jibril 'alaihimassalam menangis, dan kembalilah Jibril ke keadaan semula, kemudian berkata: Bergembiralah wahai Muhammad, ini adalah Ridhwan, penjaga surga, telah datang kepadamu dengan membawa keridhaan dari Rabbmu…."&lt;br /&gt;Dalam isnad hadist ini ada Juwaibir bin Sa'iid Al-Azdy, beliau dinilai dhaif jiddan/lemah sekali oleh Ibnu Hajar Al-Asqalany (Lihat Taqrib At-Tahdzib hal:143)&lt;br /&gt; Dengan demikian isnad hadits ini sangat lemah, bahkan sebagian ulama memasukkan hadist ini dalam Kitab Al-Maudhuu'aat (hadist-hadist palsu), seperti Abul Hasan Ali bin Muhammad bin 'Iraaq Al-Kinaani (wafat tahun 963 H) dalam kitab beliau Tanziihu Asy-Syarii'ah Al-Marfuu'ah 'anil Akhbaar Asy-Syanii'ah Al-Maudhuu'ah (1/339).&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Roy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-3425921119289020190?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/3425921119289020190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/09/benarkah-nama-malaikat-penjaga-surga.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3425921119289020190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3425921119289020190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/09/benarkah-nama-malaikat-penjaga-surga.html' title='Benarkah Nama Malaikat Penjaga Surga Adalah Ridhwan'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-3819236853232167700</id><published>2011-09-15T22:56:00.001+03:00</published><updated>2011-09-15T22:59:42.526+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Mengganti Puasa Ramadhan Yang Batal Karena Jima'</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pada puasa tahun 2009 saya pernah satu kali berhubungan intim dengan istri di siang hari. Namun hingga masuk pada puasa 2010 saya belum mengganti puasa yang batal tersebut. Kini sudah masuk 2011 saya berniat membayarnya, bagaimanakah hukum dan caranya? Terimakasih, Wasalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.(SU)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh. Alhamdulillah washshsalaatu wassalaamu 'alaa rasuulillah. &lt;br /&gt;Berhubungan intim dengan istri pada siang hari bulan Ramadhan termasuk dosa dan membatalkan puasa. Alloh ta'aalaa berfirman: &lt;br /&gt; أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ [البقرة/187]&lt;br /&gt;Artinya: Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. (QS.al-Baqoroh: 187).&lt;br /&gt;Abu Hurairoh radhiyallahu 'anhu berkata: “Tatkala kami sedang duduk-duduk di sekitar Rasulullah, datanglah seorang laki-laki. Lalu dia berkata: “Wahai Rasulullah celakalah saya”. Beliau bertanya: Ada apa denganmu? Dia menjawab: Saya telah bersetubuh dengan isteri saya, padahal saya sedang puasa. Rasulullah lantas bertanya; Apakah engkau mempunyai seorang budak yang dapat engkau bebaskan? Dia menajawab: Tidak!. Rasulullah kembali bertanya: Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut? Dia menjawab: Tidak! Rasulullah bertanya lagi: Apakah kamu mampu memberi makan kepada enam puluh orang miskin? Dia menjawab: Tidak. Lalu Rasulullah diam sejenak. Tiba-tiba Rosululloh dibawakan sekeranjang korma. Beliau bertanya: Mana yang tadi bertanya? Dia menjawab: Saya. Beliau berkata: Ambillah sekeranjang korma ini dan bersedekahlah dengannya!. Laki-laki tadi malah berkata; Apakah kepada orang yang lebih miskin dari saya wahai Rosulullah? Demi Alloh, tidak ada keluarga di daerah ini yang lebih miskin daripada saya! Rosulullah akhirnya tertawa hingga gigi gerahamnya terlihat. Lalu beliau bersabda: Berikanlah korma ini kepada keluargamu!(HR.Bukhari: 1936, Muslim: 1111)&lt;br /&gt;Berdasarkan hadist di atas, orang yang bersetubuh di siang hari di bulan ramadhan, selain batal puasa dan berdosa, maka dia wajib membayar kaffarot dengan urutan sebagai berikut&lt;br /&gt;Pertama; Membebaskan budak.&lt;br /&gt;Kedua ; Bila tidak mendapatkan budak maka wajib berpuasa dua bulan berturut-turut.&lt;br /&gt;Ketiga: Bila tidak mampu berpuasa dua bulan berturut-turut maka memberi makan enam puluh orang miskin. &lt;br /&gt;Selain itu dia juga wajib mengqodho puasa, menurut pendapat mayoritas ulama, karena orang yang bersetubuh telah merusak satu hari Romadhan, maka wajib baginya untuk menggantinya pada hari yang lain, sebagaimana jika dia batal puasanya karena makan dan minum. (At-Tamhid 7/157, Ibnu Abdil Barr)&lt;br /&gt;Sebagian ulama seperti Ibnu Hazm (Al-Muhalla 6/264) dan Imam Syafii (Lihat al-Mughni 4/372 ) berpendapat bahwa tidak ada qodho bagi yang bersetubuh pada siang hari bulan Romadhan. Karena nabi tidak memerintahkan laki-laki tadi untuk mengganti puasanya. Adapun riwayat yang mengatakan maka berpuasalah sebagai ganti hari yang batal adalah riwayat yang syadz (ganjil) tidak bisa dijadikan dalil. &lt;br /&gt;Dan pendapat yang lebih mendekati kebenaran adalah pendapat pertama, karena tidak kita ragukan bahwa mengganti puasa adalah lebih berhati-hati dan lebih melepaskan tanggungan. Allohu A’lam. (Minhatul ‘Allam 5/68 )&lt;br /&gt;Dengan demikian saudara penanya tetap berkewajiban untuk membayar kaffarot, dan mengganti puasa yang ditinggalkan. Nasehat kami, bersegeralah menunaikan tanggungan ini, disertai taubat yang nashuha kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahrul Fatwa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-3819236853232167700?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/3819236853232167700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/09/mengganti-puasa-ramadhan-yang-batal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3819236853232167700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3819236853232167700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/09/mengganti-puasa-ramadhan-yang-batal.html' title='Mengganti Puasa Ramadhan Yang Batal Karena Jima&apos;'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-9223187988987505125</id><published>2011-09-13T23:41:00.002+03:00</published><updated>2011-09-13T23:45:07.824+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Beriman Dengan Nama-Nama Malaikat Sepuluh</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamualaikum. Ustadz, benarkah iman kepada malaikat itu wajib mengetahui nama malaikat yang sepuluh? Lalu darimana penamaan malaikat yang sepuluh itu, adakah dalam alquran atau hadist? (Abu Abdillah) &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. &lt;br /&gt;Alhamdulillah washshalaatu wassalaamu 'alaa rasulillaah wa 'alaa 'aalihii washahbihii ajma'iin. &lt;br /&gt;Diantara bentuk iman kepada malaikat adalah beriman dengan nama beberapa  malaikat yang telah Allah sebutkan dalam Al-Quran atau Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebutkan dalam hadist-hadist yang shahih. &lt;br /&gt;Nama-nama malaikat yang kita ketahui  diantaranya: &lt;br /&gt;1. Jibril &lt;br /&gt;Allah ta'aalaa berfirman: &lt;br /&gt;قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ (97) [البقرة/97]&lt;br /&gt;Artinya: Katakanlah, "Barangsiapa menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkan (Alquran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. (QS. 2:97)&lt;br /&gt;2. Mikail &lt;br /&gt;Allah ta'aalaa berfirman: &lt;br /&gt;مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ (98) [البقرة/98Artinya: Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril, dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang yang kafir." (QS. 2:98)&lt;br /&gt;3. Israfil&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam bersabda: &lt;br /&gt;اللَّهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنْ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ &lt;br /&gt;Artinya: " Ya Allah , Rabb Jibril , Mikail , dan Israfil , Pencipta langit-langit dan bumi , Yang Maha Mengetahui perkara ghaib dan yang kelihatan !Engkaulah yang menghukumi diantara hamba-hambaMu di dalam apa yang mereka perselisihkan , tunjukilah aku kepada kebenaran  dengan izinMu , sesungguhnya Engkau menunjuki siapa yang Engkau kehendaki menuju jalan yang lurus .( HR. Muslim 4 / 168 no : 1289 )  &lt;br /&gt;4. Malik &lt;br /&gt;Allah ta'aalaa berfirman: &lt;br /&gt;وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ (77) [الزخرف/77]&lt;br /&gt;Artinya: Mereka berseru:"Hai Malik, biarlah Rabbmu membunuh kami saja".Dia menjawab:"Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)". (QS. 43:77)&lt;br /&gt;5. Al-Munkar dan An-Nakir&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: &lt;br /&gt;إذا قبر الميت ( أو قال أحدكم ) أتاه ملكان أسودان أزرقان ( يقال لأحدهما المنكر والآخر النكير&lt;br /&gt; Artinya: Apabila mayit dikuburkan (atau salah seorang diantara kalian), maka dia akan didatangi dua malaikat yang  hitam, dan biru (matanya), yang satu bernama Al-Munkar dan yang lain bernama An-Nakir. (HR.At-Tirmidzy dan dihasankan Syeikh Al-Albany).&lt;br /&gt;6. Harut dan Marut &lt;br /&gt;Allah berfirman: &lt;br /&gt;وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ [البقرة/102] &lt;br /&gt;Artinya: Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil, yaitu Harut dan Marut. (QS. 2:102). &lt;br /&gt;Ini adalah diantara nama-nama malaikat yang kita ketahui berdasar dalil yang shahih, dan tidak boleh bagi seorang muslim menamai malaikat tanpa berlandaskan dalil yang shahih, seperti misalnya:&lt;br /&gt;1. Izrail &lt;br /&gt;Allah menyebutkan dalam Al-Quran malakul maut (malaikat pencabut nyawa ), namun tidak ada dalil yang shahih yang menunjukkan bahwa namanya Izrail  . &lt;br /&gt;Allah berfirman : (قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ) (السجدة:11)  &lt;br /&gt;Artinya: Katakanlah:"Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Rabbmulah kamu akan dikembalikan. (QS. 32:11)&lt;br /&gt;2. Ridhwan&lt;br /&gt;Allah menyebutkan dalam Al-Quran bahwa surga memiliki penjaga, namun tidak ada dalil yang shahih yang menunjukkan bahwa namanya Ridhwan . &lt;br /&gt;Allah berfirman : &lt;br /&gt;)وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَراً حَتَّى إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ) (الزمر:73) &lt;br /&gt;Artinya: Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Rabbnya dibawa ke surga berombong-rombongan (pula).Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu dan dibuka pintu-pintunya, dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya:"Kesejahteraan (dilimpahkan) atas kalian, berbahagialah kalian! maka masuklah kalian ke dalam surga, sedang kalian kekal di dalamnya" (QS. 39:73)&lt;br /&gt;3.  Raqib 'Atid &lt;br /&gt;Sebagian menyangka bahwa ini adalah nama malaikat pencatat amal . Mereka berdalil dengan firman Allah :&lt;br /&gt;)مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ) (قّ:18 ( &lt;br /&gt;Artinya: Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS. 50:18)&lt;br /&gt;Namun tafsiran yang benar adalah bahwasanya Raqib 'Atid adalah sifat , bukan nama . Diantara makna Raqib : Hafidz ( yang menjaga ) , dan makna 'Atid : Hadhir ( yang hadir ). (Lihat Tafsir Al-Qurthuby  17/11 )&lt;br /&gt;Wallahu a'lam. &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Roy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-9223187988987505125?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/9223187988987505125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/09/beriman-dengan-nama-nama-malaikat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/9223187988987505125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/9223187988987505125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/09/beriman-dengan-nama-nama-malaikat.html' title='Beriman Dengan Nama-Nama Malaikat Sepuluh'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-3609064041444740686</id><published>2011-09-06T14:45:00.002+03:00</published><updated>2011-09-06T14:47:25.384+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Wanita Yang Meninggalkan Puasa Karena Nifas, Mengqadha Puasa Atau Membayar Fidyah?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh. Saya mau bertanya, dulu saat istri melahirkan sebulan tidak puasa (nifas), dan baru sekarang ini ingat dan ingin membayarnya, apakah bisa kita mengqodho dengan memberi makan faqir miskin (fidyah). Terima kasih. (Hendra)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalamwarahmatullahi wabarakatuhu. Alhamdulillah washshalatuwassalamu 'alaa rasulillah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama:&lt;/strong&gt; Hukum Puasa Wanita Yang Nifas&lt;br /&gt;Wanita yang melahirkan disebut juga dengan wanita nifas. Karena nifas secara bahasa maknanya adalah melahirkan. (Lisaanul 'Arob 6/238, Ibnul Manzhur, An-Nihayah 5/95, Ibnul Atsir).&lt;br /&gt;Sedangkan secara terminology syari’at nifas adalah darah yang keluar dari rahim karena sebab melahirkan. (Risalah Fid Dimaa at-Thobi’iyyah hal.51, Ibnu Utsaimin). &lt;br /&gt;Wanita yang sedang haidh dan nifas tidak boleh puasa, baik puasa wajib maupun puasa sunnah, dan para ulama telah sepakat dalam masalah ini. (Lihat Marotib al-Ijma’ hal.40, Ibnu Hazm, al-Ijma’ hal.43, Ibnul Mundzir, al-Mughni 4/397, Ibnu Qudamah)&lt;br /&gt;   Rasululloh shallallahu 'alaihiwasallam bersabda:&lt;br /&gt;أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ ، وَلَمْ تَصُمْ؟ فَذَلِكَ نُقْصَانُ دِينِهَا&lt;br /&gt;Bukankah wanita jika sedang haidh dia tidak shalat dan tidak puasa? Itulah bentuk kurang agamanya. (HR.Bukhari: 304, Muslim: 132)&lt;br /&gt;Imam Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan: “Hukum wanita nifas sama halnya dengan hukum wanita haidh dalam seluruh perkara yang diharamkan dan kewajiban yang gugur bagi mereka, kami tidak mengetahui ada perselisihan dalam masalah ini”. (Al-Mughni 1/350)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;: Cara Wanita Yang Nifas Mengganti Puasa &lt;br /&gt;Aisyah radhiyallahu 'anhaa berkata: “Kami mengalami haidh pada zaman Rasululloh, maka kami diperintah untuk mengqodho puasa dan tidak diperintah untuk mengqodho shalat”. (HR.Bukhari: 321, Muslim: 335)&lt;br /&gt;Dan cara wanita nifas mengganti puasa sama dengan cara wanita haidh, dengan demikian, wanita yang nifas wajib mengganti puasa (qodho), dan tidak boleh membayar hutang puasanya dengan memberi makan fakir miskin (fidyah). &lt;br /&gt;Akan tetapi, umumnya wanita yang melahirkan mereka juga langsung menyusui anaknya. Dan wanita yang menyusui boleh tidak puasa serta wajib mengganti puasanya dengan qodho atau membayar fidyah.&lt;br /&gt;Sehingga dalam diri wanita yang melahirkan terkumpul dua keadaan;&lt;br /&gt;Keadaan Pertama; keadaan nifas, ini disebut dengan keadaan yang menghalangi dan melarang (Janib al-Haazhir wal Mani’).&lt;br /&gt;Keadaan Kedua; keadaan menyusui, ini disebut dengan keadaan yang membolehkan untuk berbuka puasa (janib al-mubiih).&lt;br /&gt;Dan para ulama telah menjelaskan jika berkumpul antara keadaan yang melarang dan  keadaan yang membolehkan maka keadaan yang melarang itulah yang dimenangkan. Kaidahnya dalam bahasa arab berbunyi; Idzajtama’a Jaanib al-Haazhir wal Mubiih Ghulliba Jaanib al-Haazhir.&lt;br /&gt;Maka wanita yang melahirkan wajib mengqodho puasanya, dan  tidak boleh membayar dengan fidyah. Allohu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga:&lt;/strong&gt; Waktu Pelunasan Hutang Puasa&lt;br /&gt;Dalam pertanyaan di atas ada yang masih kurang jelas, yaitu ucapan saudara dulu saat istri melahirkan sebulan tidak puasa, waktu dulu disini apakah satu tahun yang lalu, yaitu setahun sebelum bulan Ramadhan tahun ini ataukah beberapa tahun yang lalu sebelum Ramadhan tahun ini? Karena jika maksudnya waktu dulu yaitu setahun yang lalu maka anda benar, boleh melunasi hutang puasa tahun lalu saat ini, karena wanita haidh dan nifas mengganti puasa Ramadhan pada hari mana saja yang dia mampu. Boleh mengakhirkannya selama belum datang bulan Ramadhan berikutnya. Aisyah berkata: “Aku punya utang puasa Ramadhan dan aku tidak mampu membayarnya kecuali pada bulan Sya’ban”. (HR.Muslim: 1146)&lt;br /&gt;Imam Ibnu Qudamah mengatakan: “Andaikan mengakhirkan membayar utang puasa Ramadhan boleh lewat Ramadhan berikutnya tentulah akan dikerjakan oleh Aisyah”. ( Al-Kaafii 1/359)&lt;br /&gt;Akan tetapi jika maksud dari waktu dulu disini adalah beberapa tahun yang lalu, maka hukum orang yang mengakhirkan hutang puasa sampai lewat Ramadhan ada dua keadaan;&lt;br /&gt;Pertama: jika dia melakukannya karena udzur yang terus menerus, sehingga tidak mampu melunasi hutang puasa sampai datang Ramadhan berikutnya, maka tidak ada dosa baginya, dan dia wajib mengganti hutang puasanya setelah Ramadhan berakhir atau kapan saja selama belum datang bulan Ramadhan lagi.&lt;br /&gt;Alloh berfirman;&lt;br /&gt;لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا [البقرة/286]&lt;br /&gt;Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS.al-Baqoroh: 286).&lt;br /&gt;Kedua: jika dia melakukannya karena lalai dan peremehan tanpa udzur, maka menurut sebagian ulama cukup baginya mengganti hutang puasanya dan tidak perlu diiringi dengan memberi makan fakir miskin (fidyah). Karena Alloh berfirman;&lt;br /&gt;فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ [البقرة/184]&lt;br /&gt;Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (QS.al-Baqoroh: 184).&lt;br /&gt;Dan wajib baginya bertaubat dan memohon ampun kepada Alloh atas kelalaian dan peremehannya tanpa udzur.&lt;br /&gt;Namun sebagian sahabat seperti Ibnu Abbas dan Abu Hurairoh berfatwa bahwa  orang yang lalai membayar hutang puasa sampai datang Ramadhan berikutnya maka dia mengqadha puasanya dan juga memberi makan fakir miskin. Riwayat ini telah shahih datang dari mereka sebagaimana dalam sunan ad-Daroquthni 2/197, dan inilah yang difatwakan oleh Syaikh Ibnu Baz dalam fatwanya. Allohu A’lam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahrul Fatwa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-3609064041444740686?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/3609064041444740686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/09/wanita-yang-meninggalkan-puasa-karena.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3609064041444740686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3609064041444740686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/09/wanita-yang-meninggalkan-puasa-karena.html' title='Wanita Yang Meninggalkan Puasa Karena Nifas, Mengqadha Puasa Atau Membayar Fidyah?'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-8518254668168724694</id><published>2011-09-04T08:57:00.002+03:00</published><updated>2011-09-04T08:58:46.386+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Menjampi Tanah Supaya Rumah Laku</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuhu. Saya bermaksud menjual rumah, setelah sekian lama belum laku juga, ada kawan menyarankan agar di sareatan (istilah sunda) yaitu mengambil segenggam tanahnya lalu diberi do'a-do'a (jampi-jampi) dan dikembalikan ke tempat semula. Saya belum menyetujuinya, karena menurut saya agak 'berbau' syirik. Mohon pendapat anda, terima kasih.&lt;br /&gt;Wassalam. (Muldan Kusumah)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. &lt;br /&gt;Alhamdulillah rabbil 'alamin, wa shallallahu 'alaa nabiyyinaa Muhammadin wa alihi washahbihii wa sallam.&lt;br /&gt;Allah ta'aalaa Dialah yang telah menciptakan mashlahat dan mudharrat, dan menciptakan sebab-sebabnya. Tidak boleh seseorang menyatakan bahwa suatu amalan adalah sebab mashlahat atau mudharrat kecuali dengan dalil syar'iy atau dari pengalaman yang teruji dan jelas sebabnya. &lt;br /&gt;	Mengambil segenggam tanah dari rumah yang mau dijual, kemudian dibacakan doa atau jampi-jampi , kemudian menaruhnya kembali di tempat semula, dengan maksud supaya segera laku dijual adalah sebab yang tidak berdasarkan dalil dan juga tidak berdasarkan pengalaman yang sebabnya jelas. Apabila orang yang melakukannya hanya meyakini itu sebab maka dia terjerumus dalam syirik kecil, karena dia telah meyakini sesuatu yang pada hakikatnya  bukan sebab sebagai sebab, namun bila dia meyakini bahwa tanah itulah yang kemudian  memberi manfaat dan mudharrat  dengan sendirinya maka dia telah terjerumus dalam syirik besar. &lt;br /&gt;	Cukuplah bagi sering muslim mengambil sebab-sebab yang syar'iy  dan diperbolehkan seperti iklan di media, berdoa kepada Allah dengan adab-adab doa, mencari sebab tidak lakunya dan menyelesaikannya dengan cara yang syar'iy, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah ta'aalaa. &lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Roy&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-8518254668168724694?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/8518254668168724694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/09/menjampi-tanah-supaya-rumah-laku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/8518254668168724694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/8518254668168724694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/09/menjampi-tanah-supaya-rumah-laku.html' title='Menjampi Tanah Supaya Rumah Laku'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-3819269926967043703</id><published>2011-08-31T14:37:00.002+03:00</published><updated>2011-09-04T09:00:57.819+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Jenazah Laki-laki Kepalanya Di Sebelah Selatan Ketika Dishalatkan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Saya pernah mendengar ada seorang kyai yang mengatakan bahwa shalat jenazah apabila dia laki-laki, maka meletakkan kepalanya di sebelah selatan, jika mayat itu perempuan maka meletakkan kepalanya di sebelah utara, sementara banyak dikalangan kita tidak seperti itu.&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah  apakah ada nash yang qoth'i yang memang benar-benar dapat dijadikan rujukan untuk kasus tersebut. Mohon penjelasannya.(Ahwazi Aboofatih)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebatas pengetahuan kami bahwa yang sunnah ketika menyolatkan jenazah adalah seorang imam berdiri di sisi kepala mayit jika mayitnya laki-laki, dan berdiri di tengah jika mayitnya wanita. Hal ini berdasarkan hadits:&lt;br /&gt;Dari Abu Ghalib al-Hayyath, dia berkata: Aku pernah melihat Anas bin Malik menyolatkan mayit laki-laki, maka beliau berdiri di sisi kepalanya. Setelah selesai di datangkan lagi padanya mayit wanita dari suku Quraisy atau anshor, maka beliau berdiri di sisi tengah mayyit. Alaa bin Ziyad al-Adawi bertanya kepada Anas: “Wahai Abu Hamzah apakah demikian Rasululloh berdiri shalat jenazah sebagaimana yang engkau perbuat? Anas menjawab: Ya. Kemudian Alaa menoleh ke arah kita seraya berkata: “Ingat-ingatlah hal ini” . (HR.Abu Dawud: 2/66, Tirmidzi: 2/146 dll. Hadits shahih, lihat Ahkam al-Janaiz hal.109)&lt;br /&gt;Dan kami tidak mengetahui ada ketentuan arah meletakkan kepala mayit jika akan disholati sebagaimana soal di atas. Allohu A’lam.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahrul Fatwa &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-3819269926967043703?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/3819269926967043703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/08/jenazah-laki-laki-kepalanya-di-sebelah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3819269926967043703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3819269926967043703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/08/jenazah-laki-laki-kepalanya-di-sebelah.html' title='Jenazah Laki-laki Kepalanya Di Sebelah Selatan Ketika Dishalatkan'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-6456369015489216831</id><published>2011-08-21T10:26:00.004+03:00</published><updated>2011-08-21T10:32:33.178+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Mahluk Yang Pertama Allah Ciptakan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamualaikum  warahmatullahi wabarakatuhu. &lt;br /&gt;Dengan hormat, saya ingin penjelasan tentang apa yang pertama kali diciptakan oleh Allah. Terima kasih. (Iwan)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. Bismillahi washshalatu wassalamu 'alaa rasulillah wa 'alaa aalihi washahbihi ajma'in. &lt;br /&gt;Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa mahluk pertama adalah Al-Qalam (pena yang menulis taqdir di Al-Lauhil Mahfuzh), mereka berdalil dengan hadist  'Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam bersabda: &lt;br /&gt;إن أوَّلَ ما خلق اللهُ تعالى القلمُ فقال له: اكتب! فقال: رب وماذا أكتب ؟ قال: اكتب مقادير كل شىء حتى تقوم الساعة&lt;br /&gt;Artinya: "Sesungguhnya mahluk yang pertama kali Allah ciptakan adalah Al-Qalam, kemudian Allah berfirman kepadanya: Tulislah! Kemudian Al-Qalam berkata:Wahai Rabbku,  apa yang aku tulis? Allah berfirman: Tulislah taqdir segala sesuatu sampai datang hari kiamat" (HR.Abu Dawud dan dishahihkan Syeikh Al-Albany). &lt;br /&gt;Namun disana ada hadist lain yang menunjukkan bahwa ketika pena menulis ternyata Al-'Arsy dan air telah diciptakan, sebagaimana dalam hadist  Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam bersabda: &lt;br /&gt;كتب الله مقادير الخلائق قبل أن يخلق السماوات والأرض بخمسين ألف سنة قال وعرشه على الماء&lt;br /&gt;Artinya: "Allah telah menulis taqdir semua mahluk 50 ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi, dan Arsy Allah berada di atas air." (HR. Muslim). &lt;br /&gt;Oleh karena sebagian ulama berpendapat bahwa al-'Arsy dan air lebih dahulu dicipta daripada Al-Qalam, mereka menfathah kata القلم  dalam hadist 'Ubadah bin Ash-Shamit  sehingga artinya menjadi: "Sesungguhnya ketika diawal Allah menciptakan Al-Qalam Allah berfirman kepadanya: …."&lt;br /&gt;Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu: &lt;br /&gt;فهذا القلم خلقه لما أمره بالتقدير المكتوب قبل خلق السموات والأرض بخمسين ألف سنة وكان مخلوقا قبل خلق السموات والأرض وهو أول ما خلق من هذا العالم وخلقه بعد العرش كما دلت عليه النصوص وهو قول جمهور السلف&lt;br /&gt;"Al-Qalam ini Allah ciptakan ketika Allah memerintahkannya menulis taqdir  semenjak 50 ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi,  jadi Al-Qalam tersebut diciptakan sebelum langit dan bumi, dan dia adalah mahluk pertama yang pertama dicipta  sebelum alam semesta, dan penciptaannya setelah Al-'Arsy , sebagaimana ditunjukkan oleh dalil-dalil  dan inilah pendapat jumhur salaf" (Majmu' Al-Fatawa 18/213).&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Abil Izz rahimahullah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فهذا صريح أن التقدير وقع بعد خلق العرش والتقدير وقع عند أول خلق القلم بحديث عبادة هذا ولا يخلو قوله : [ أول ما خلق الله القلم ] إلخ - إما أن يكون جملة أو جملتين فإن كان جملة وهو الصحيح كان معناه : أنه عند أول خلقه قال له : اكتب [ كما في اللفظ : [ أول ما خلق الله القلم قال له : اكتب ] ] بنصب أول و القلم وإن كان جملتين وهو مروي برفع أول و القلم فيتعين حمله على أنه أول المخلوقات من هذا العالم فيتفق الحديثان &lt;br /&gt;"Hadist ini jelas menunjukkan bahwa taqdir terjadi setelah penciptan Al-Arsy, dan taqdir terjadi di awal penciptaan Al-Qalam sebagaimana dalam hadist'Ubadah ini, dan sabda beliau shallallahu 'alaihiwasallam: أول ما خلق الله القلم  …sampai akhir ,tidak keluar dari 2 kemungkinan; pertama: hadist ini terdiri dari dari satu kalimat, kedua: hadist ini terdiri dari 2 kalimat. &lt;br /&gt;Apabila hadist ini terdiri dari satu kalimat –dan ini yang shahih- maka maknanya: Sesungguhnya di awal penciptaan Al-Qalam, Allah berkata kepadanya: Tulislah !....sebagaimana dalam sebuah lafadz: "Di awal Allah menciptakan Al-Qalam, Allah berkata kepadanya: Tulislah", dengan menashab kata: أول dan  القلم&lt;br /&gt;Apabila hadist ini terdiri dari 2 kalimat , yang diriwayatkan dengan merafa' أول dan قلم  maka maknanya harus dibawa kepada mahluk yang pertama di alam semesta ini. &lt;br /&gt;Dengan demikian sepakatlah dua hadist ini " (Syarh Al-Aqidah Ath-Thahawiyyah 2/345)&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Hajar Al-'Asqalani rahimahullahu: &lt;br /&gt;فيجمع بينه وبين ما قبله بأن أولية القلم بالنسبة إلى ما عدا الماء والعرش أو بالنسبة إلى ما منه صدر من الكتابة أي أنه قيل له اكتب أول ما خلق&lt;br /&gt;"Maka cara menjamak antara kedua hadist bahwa maksud  pertamanya Al-Qalam adalah dibandingkan segala sesuatu selain air dan arsy, atau pertama dibandingkan dengan apa yang dia tulis" (Fathul Bary 6/289).&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin : &lt;br /&gt;ظاهر كلام المؤلف : الميل إلى أن القلم أول مخلوقات الله ، ولكن الصحيح خلافه ، وأن القلم ليس أول مخلوقات الله ، لأنه ثبت في " صحيح البخاري " : " كان الله ولم يكن شيء قبله ، وكان عرشه على الماء ، ثم خلق السماوات والأرض وكتب في الذكر مقادير كل شيء " ، وهذا واضح في الترتيب ، ولهذا كان الصواب بلا شك أن خلق القلم بعد خلق العرش ، وسبق لنا تخريج الروايتين ، وأنه على الرواية التي ظاهرها أن القلم أول ما خلق تحمل على أنه أول ما خلق بالنسبة لما يتعلق بهذا العالم المشاهد ، فهو قبل خلق السماوات والأرض ، فتكون أوليته نسبية .&lt;br /&gt;" Yang nampak dari ucapan penulis (Syeikh Muhammad bin Abdulwahhab) bahwa beliau condong kepada pendapat yang mengatakan bahwa Al-Qalam adalah mahluk Allah yang pertama, akan tetapi yang shahih justru sebaliknya, bahwasanya Al-Qalam bukanlah mahluk Allah yang pertama, karena telah datang riwayat di dalam Shahih Al-Bukhary : "Allah ada dan tidak ada sesuatupun sebelumNya, dan ArsyNya di atas air, kemudian Allah menciptakan langit dan bumi, dan menulis di Adz-Dzikr (Al-Lauhil Mahfuzh) taqdir segala sesuatu" &lt;br /&gt;Hadist ini jelas urutannya, oleh karena itu yang benar dan tidak diragukan lagi bahwa penciptaan Al-Qalam setelah penciptan Al-Arsy, dan telah berlalu takhrij dua riwayat hadist ini, dan riwayat yang nampaknya menunjukkan bahwa Al-Qalam adalah mahluk yang pertama dibawa kepada makna lain, yaitu bahwa dia adalah mahluk yang lebih awal dibandingkan  segala yang berkaitan dengan alam semesta yang terlihat ini, maka penciptaan Al-Qalam adalah sebelum penciptaan langit dan bumi, jadi pertamanya Al-Qalam dalam hadist ini nisbi (relatif)" (Al-Qaulul Mufid 3/195)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan yang bisa kita ambil dari hadist-hadist dan ucapan para ulama di atas bahwa Al-Arsy dan air lebih dahulu diciptakan daripada Al-Qalam, namun bukan berarti  maknanya Al-Arsy adalah mahluk yang pertama kali Allah ciptakan secara mutlak, karena yang demikian butuh dalil yang jelas dan shahih. (Lihat lebih jelasnya perkataan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam  Majmu' Al-Fatawa 18/217).&lt;br /&gt;Wallahu  a'lam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Roy  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-6456369015489216831?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/6456369015489216831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/08/mahluk-yang-pertama-allah-ciptakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/6456369015489216831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/6456369015489216831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/08/mahluk-yang-pertama-allah-ciptakan.html' title='Mahluk Yang Pertama Allah Ciptakan'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-5527913206583112341</id><published>2011-08-20T08:57:00.002+03:00</published><updated>2011-08-20T08:58:21.958+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Apakah Boleh Mandi Bersamaan Ketika Jenazah Dimandikan?</title><content type='html'>Tanya: Assalamualaikum. Ibu mertua saya berpulang, pada saat jenazah sedang dimandikan, anak saya mandi juga dirumah saya bukan di rumah mertua saya karena anak saya tidak tahu, anak saya berumur 9 tahun. Jenazah belum selesai dimandikan tapi anak saya sudah selesai memakai baju dan saya kaget, katanya tidak boleh mandi bersamaan dengan jenazah.Saya mohon penjelasannya, apa yang harus saya lakukan?(Indun)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Wa'alaikumsalam. Ketahuilah bahwa manfaat dan mudharrat ada di tangan Allah semata, tidak boleh kita meyakini sesuatu memberi manfaat atau mudharrat kecuali dengan kabar dari Allah dan RasulNya. Dan kami tidak mengetahui ada dalil yang melarang mandi jika waktunya bersamaan dengan proses pemandian jenazah, bahkan dikhawatirkan ini termasuk bentuk tasya’um (merasa sial terhadap sesuatu) yang dilarang Nabi shallallahu 'alaihiwasallam, jika ada orang yang mandi bersamaan dengan waktu proses pemandian jenazah di rumah yang sama maka orang yang mandi tersebut bisa terkena bahaya atau bahkan bisa ikut mati, jelas ini bentuk tasya’um yang dilarang.Allohu A’lam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahrul Fatwa&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-5527913206583112341?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/5527913206583112341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/08/apakah-boleh-mandi-bersamaan-ketika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/5527913206583112341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/5527913206583112341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/08/apakah-boleh-mandi-bersamaan-ketika.html' title='Apakah Boleh Mandi Bersamaan Ketika Jenazah Dimandikan?'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-502969421576366142</id><published>2011-08-13T11:06:00.002+03:00</published><updated>2011-08-13T11:09:32.534+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Hukum Mengangkat Tangan Ketika Takbir Pada Shalat Hari Raya</title><content type='html'>Tanya: Afwan Ustadz, ada beberapa hal yg ingin ana tanyakan sbb:&lt;br /&gt;1.Menurut pendapat yg rajih, takbir pada sholat jenazah dan sholat hari raya (selain takbiratul ihram) apakah dengan mengangkat tangan atau tidak?&lt;br /&gt;2. Apakah yang dibaca diantara takbir pada sholat hari raya menurut pendapat yang rajih? Untuk sementara itu dulu pertanyaan nya Ustadz. (Tony, Pontianak)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Alhamdulillah, washsholaatu wassalaamu 'alaa rosulillah. &lt;br /&gt;1.Sepengetahuan saya tidak ada hadits yang jelas tentang mengangkat tangan pada shalat hari raya. Tetapi saya berpendapat sunnahnya mengangkat tangan ini berdasarkan keumuman hadits;&lt;br /&gt;عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ الْحَضْرَمِىِّ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَرْفَعُ يَدَيْهِ مَعَ التَّكْبِيرِ.&lt;br /&gt;Dari Wail bin Hujr Al-Hadhromy beliau berkata: Saya melihat Rasululloh shollallohu 'alaihi wasallam mengangkat tangannya bersamaan dengan takbir. (HR.Ahmad, dan dihasankan Syeikh Al-Albany dalam Irwaaul Gholiil no.641)&lt;br /&gt;Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata: “Saya berpendapat bahwa hadits ini meliputi juga takbir pada shalat hari raya”. (Al-Mughni 3/273)&lt;br /&gt;Al-Firyabi meriwayatkan dalam Ahkaamul ‘Idain (2/136) dengan sanad shahih dari Walid bin Muslim, dia berkata: “Saya bertanya kepada Imam Malik bin Anas tentangnya (mengangkat tangan pada takbir tambahan), maka beliau menjawab: “Ya, angkat tanganmu pada setiap takbir dan saya tidak mendengar (satu hadistpun) tentangnya”.&lt;br /&gt;Ibnu Qudamah menguatkan pendapat ini seraya mengatakan: “Inilah pendapat 'Atha’, al-Auza’I, Abu Hanifah, dan Syafi’I”. (Al-Mughni 3/272)&lt;br /&gt;Imam Ibnul Qoyyim rahimahullahu berkata: “Dan adalah Ibnu Umar salah seorang sahabat yang sangat bersemangat mengikuti sunnah mengangkat tangannya pada setiap takbir”. (Zaadul Ma’ad 1/443)&lt;br /&gt;Pendapat mengangkat tangan ini juga dipilih oleh Syaikh Ibnu Baz dan para ulama lainnya. (Lihat Fataawa Al-Lajnah Ad-Daimah 8/32)&lt;br /&gt;Demikian pula halnya untuk shalat jenazah, tidak ada hadits yang jelas tentang mengangkat tangan pada setiap takbir. Maka penjelasan hukumnya sama seperti untuk shalat hari raya. (Lihat Ahkam al-Janaaiz hal.115-116, dan Shohih Fiqhis Sunnah 1/655-656)&lt;br /&gt;Imam an-Nawawi rahimahullahu ketika menjelaskan tata cara shalat jenazah beliau berkata: “Dan disunnahkan untuk mengangkat tangan pada setiap takbir”. (Minhajut Tholibiin hal.152)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Tidak ada dalil khusus dari Nabi shollallohu 'alaihi wasallam tentang bacaan di sela-sela takbir. Namun, telah shahih dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu 'anhu bahwa bacaannya adalah pujian kepada Alloh dan shalawat kepada nabi serta do’a. dan ini dibenarkan oleh sahabat Hudzaifah dan Abu Musa al-Asy’ari. (Diriwayatkan Al-Baihaqy (3/291),  dan dishahihkan Syeikh Al-Albany dalam tahqiq beliau terhadap kitab Fadhlush sholat 'alaa An-Naby karangan Ismail bin Ishaq Al-Maliky  hal. 75).&lt;br /&gt;Imam Baihaqi setelah meriwayatkan atsar ini berkata: "Ucapan Ibnu Mas’ud ini hanya terhenti padanya, dan kami mengikutinya tentang dzikir antara dua takbir, sebab tidak ada pengingkaran dari sahabat lainnya".&lt;br /&gt;Inilah pendapat Imam Ahmad bin Hanbal dan Syafi’I. (Lihat al-Mughni 3/274). &lt;br /&gt;Allohu A’lam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahrul Fatwa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-502969421576366142?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/502969421576366142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/08/hukum-mengangkat-tangan-ketika-takbir.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/502969421576366142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/502969421576366142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/08/hukum-mengangkat-tangan-ketika-takbir.html' title='Hukum Mengangkat Tangan Ketika Takbir Pada Shalat Hari Raya'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-3969849215058037924</id><published>2011-08-07T15:53:00.003+03:00</published><updated>2011-08-07T15:57:23.547+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>Hadist: "Setiap orang yang berbicara dengan bahasa arab maka dia araby (orang arab)"</title><content type='html'>Tanya: Saya mau tanya, apa benar ada hadist yang berbunyi seperti ini : " Sesungguhnya orang arab adalah yang berbicara bahasa arab ". Mohon bantuannya. syukron.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Jawab: Alhamdulillah, washshalatu wassalamu 'alaa rasulillah wa 'alaa 'aalihi washahbihi ajmain. &lt;br /&gt;Memang disana ada hadist yang maknanya seperti yang antum sebutkan, lafadznya: &lt;br /&gt;يا أيها الناس إن الرب واحد والأب واحد وليست العربية بأحدكم من أب ولا أم وإنما هي اللسان فمن تكلم بالعربية فهو عربي&lt;br /&gt;Artinya: Wahai manusia, sesungguhnya Rabb kita adalah satu, bapak kita adalah satu, bukanlah (kebangsaan) arab itu karena bapak atau ibu (keturunan), tapi dia adalah sebuah bahasa, barangsiapa yang berbicara dengan bahasa arab maka dia adalah araby (orang arab).&lt;br /&gt;Hadist ini diriwayatkan oleh Ibnu 'Asaakir dalam  Taarikh Dimasyq (24/225), kemudian beliau berkata: &lt;br /&gt;هذا حديث مرسل وهو مع إرساله غريب تفرد به أبو بكر سلمى بن عبد الله الهذلي البصري ولم يروه عنه إلا قرة&lt;br /&gt;"Ini adalah hadist mursal, selain itu hadist ini gharib, karena Abu Bakr Sulma bin Abdillah Al-Hudzaly Al-Bashry  telah menyendiri dalam meriwayatkannya, dan tidak meriwayatkan darinya kecuali Qurrah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh al-Albany berkata: "Hadist ini lemah sekali, Abu Bakr Al-Hudzaly matruk (ditinggalkan), sebagaimana dikatakan oleh Ad-Daruquthny dan An-Nasa'iy dan selainnya, dan didustakan oleh Gundar" (Silsilah Al-Ahaadiits Adh-Dha'iifah  2/325)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian tapi makna hadist ini tidak jauh dari kebenaran, dia benar dalam beberapa segi, sebagaimana dikatakan Syeikhul Islam dalam Iqtidha Ash-Shirathil  Mustaqiim (hal:169)&lt;br /&gt;Wallahu a'lam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Roy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-3969849215058037924?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/3969849215058037924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/08/hadist-setiap-orang-yang-berbicara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3969849215058037924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3969849215058037924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/08/hadist-setiap-orang-yang-berbicara.html' title='Hadist: &quot;Setiap orang yang berbicara dengan bahasa arab maka dia araby (orang arab)&quot;'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-3600850241861187650</id><published>2011-08-07T15:21:00.003+03:00</published><updated>2011-08-07T15:28:11.232+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Apakah Orang Yang Bunuh Diri Dishalatkan?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Saya mau bertanya, apakah orang yang meninggal karena bunuh diri wajib disolatkan? Karena Nabi shallallahu 'alaihiwasallam kan pernah tidak bersedia menyolatkan sahabatnya yang meninggal karena masih punya hutang dan baru bersedia menyolatkan jenazah tersebut setelah hutang tersebut dibayar oleh sahabat yang lain.&lt;br /&gt;(P.G Budi)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, washshalaatu wassalaamu 'alaa rasulillah. &lt;br /&gt;Tidak kita ragukan lagi bahwa bunuh diri termasuk dosa besar. Alloh ta'aalaa berfirman: &lt;br /&gt; وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا (29) [النساء/29]&lt;br /&gt;Artinya: Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (QS.an-Nisaa: 29).&lt;br /&gt;Rasululloh  shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;وَمَنْ تَحَسَّى سَمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ ، فَسَمُّهُ فِى يَدِهِ ، يَتَحَسَّاهُ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا &lt;br /&gt;Artinya: Barangsiapa minum racun lalu mati, maka racunnya akan berada di tangannya, dia akan meneguknya pada hari kiamat di neraka jahannam dan dia kekal selama-lamanya. (HR.Bukhari: 5778, Muslim: 109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah orang yang bunuh diri boleh dishalatkan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Para ulama berselisih pendapat dalam masalah ini hingga terpolar menjadi tiga pendapat;&lt;br /&gt;Pertama: Tidak disholatkan&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits Jabir bin Samuroh bahwasanya Rasululloh didatangkan seorang jenazah laki-laki yang bunuh diri dengan anak panah, maka Rasululloh tidak menyolatinya. (HR.Muslim: 978)&lt;br /&gt;Inilah pendapat yang dipilih oleh Umar bin Abdil Aziz dan al-Auza’i. (Lihat Syarah Shohih Muslim 7/47)&lt;br /&gt;Kedua: Disholatkan&lt;br /&gt;Inilah pendapat yang dipilih oleh al-Hasan, an-Nakho’I, Qotadah, Malik, Abu Hanifah, Syafi’I dan mayoritas ulama. Mereka menjawab tentang hadits Jabir diatas bahwa apa yang dilakukan Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam hanya sebagai peringatan untuk manusia agar tidak meniru perbuatan orang yang bunuh diri tersebut, bukan karena haram dishalatkan, oleh karenanya para sahabat pun menyolatkannya. &lt;br /&gt;Hal ini persis dengan kasus orang yang punya hutang yang tidak disholati Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, sebagai peringatan bagi manusia agar jangan menganggap ringan masalah hutang piutang dan tidak meremehkan dalam melunasinya. &lt;br /&gt;Al-Qodhi 'Iyaadh mengatakan: “Pendapat mayoritas ulama adalah menyolati setiap muslim, baik yang mati karena sebab hukuman pidana, dirajam, bunuh diri atau anak zina”. (Syarah Shohih Muslim 7/47)&lt;br /&gt;Ketiga: Hendaknya orang yang terpandang dari kalangan ahli ilmu dan kebaikan tidak menyolatinya&lt;br /&gt;Ini adalah pendapat Malik dalam salah satu riwayat dan selainnya. (Lihat Syarah Shohih Muslim 7/47)&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah condong mengikuti pendapat ini dan berkata: “Boleh bagi manusia umum untuk menyolatinya, adapun para pemuka agama yang menjadi panutan, seandainya mereka tidak menyolatinya sebagai peringatan dan pelajaran bagi yang lain sebagaimana yang dilakukan Nabi maka ini adalah benar, Allohu A’lam( Majmu’ Fatawa 24/289)&lt;br /&gt;Pendapat ini dikuatkan juga oleh Syaikh al-Albani dalam Ahkam al-Janaaiz hal.83-84. Allohu A’lam. (Lihat Shohih Fiqhis Sunnah 1/646-647) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahrul Fatwa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-3600850241861187650?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/3600850241861187650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/08/apakah-orang-yang-bunuh-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3600850241861187650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3600850241861187650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/08/apakah-orang-yang-bunuh-diri.html' title='Apakah Orang Yang Bunuh Diri Dishalatkan?'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-3679524169848313515</id><published>2011-07-31T12:26:00.005+03:00</published><updated>2011-07-31T14:33:08.627+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Lafazh Adzan Dan Iqomah Untuk Bayi Baru Lahir</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamualaikum. Apakah adzan dan iqomah untuk bayi baru lahir sama dengan adzan dan iqomah waktu akan melakukan sholat? (Didik)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;Sebelum kami menjawab pertanyaan diatas, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu hukum adzan dan iqomat bagi bayi yang baru lahir, sunnahkah adzan di telinga bayi yang baru lahir? Masalah ini harus kita perhatikan dengan baik, sebab kebanyakan para penulis yang membahas masalah ini menegaskan sunnahnya mengadzani bayi, sampai para ulama sekelas Imam Baihaqi dalam Syu’abul Iman (6/389) dan Imam Ibnul Qoyyim dalam Tuhfatul Maudud hal.61.&lt;br /&gt;Padahal perkaranya tidak demikian, yaitu tidak disyariatkan mengadzani bayi yang baru lahir. Karena seluruh riwayat tentang masalah tersebut derajatnya lemah, sehingga tidak boleh dijadikan sandaran hukum dalam beramal. Kelemahan riwayat tersebut sebagaimana ditegaskan oleh Syaikh al-Albani dalam ad-Dho’iifah no.321 dan dijelaskan tentang kelemahannya dengan bagus oleh penulis Ahkam al-Maulud Fis Sunnah al-Muthohharoh hal.34-39. lihat pula Tahqiq Syaikh Salim al-Hilali terhadap kitab Tuhfatul Maudud hal.61-65 yang kesimpulannya beliau menilai lemah riwayat mengadzani di telinga bayi yang baru lahir.&lt;br /&gt;Berhubungan dengan pertanyaan di atas, anggaplah bahwa riwayat mengadzani di telinga bayi adalah shohih (padahal lemah), apakah sama lafazh adzannya dengan lafazh adzan untuk shalat? Jawabnya; lafazhnya adalah sama, karena rahasia disyariatkannya (Padahal tidak disyariatkan) mengadzani bayi agar kalimat pertama yang di dengar oleh bayi baru lahir adalah kalimat adzan yang berisi tetang keagungan Alloh, syahadat tauhid dan lain-lain. Juga hikmah yang lain agar dengan adzan ini membuat setan lari, karena setan akan selalu  mengintai manusia untuk mengganggu dan memberi ujian.(Lihat Tuhfatul Maudud hal.64)&lt;br /&gt; Allohu A’lam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahrul Fatwa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-3679524169848313515?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/3679524169848313515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/07/lafazh-adzan-dan-iqomah-untuk-bayi-baru.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3679524169848313515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3679524169848313515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/07/lafazh-adzan-dan-iqomah-untuk-bayi-baru.html' title='Lafazh Adzan Dan Iqomah Untuk Bayi Baru Lahir'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-7736199375275040875</id><published>2011-07-31T11:10:00.004+03:00</published><updated>2011-07-31T11:15:07.674+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Seputar Makam Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Apa benar makam Rasulullah  shallallahu 'alaihi wa sallam yang di dekat Masjid Nabawi itu? Terus ceritanya bagaimana kok makamnya dibikin bangunan/dibangun, sedangkan Rosulullah sendiri melarangnya, termasuk masjid yang di dalamnya ada makamnya kan tidak boleh juga. Apa benar dulu sempat ada rencana pencurian jenazah Rosulullah oleh orang nasrani?&lt;br /&gt;Terus apa benar dulu  pernah mau dibongkar oleh "Wahabi", dan apa alasannya? Jazakallahukhairan. (Mimin Deca Kurniawan)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Alhamdulillah washshalaatu wassalaamu 'alaa rasulillah, wa 'alaa aalihi wa shahbihi ajma'in.&lt;br /&gt;Makam Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terletak di rumah Ummul Mu'minin 'Aisyah radhiyallahu 'anha, yang dahulu letaknya disamping kiri masjid nabawi, tempat yang sekarang dikenal sebagai kuburan beliau shallallahu 'alaihi wasallam. &lt;br /&gt;Dari Ummul Mu'minin 'Aisyah radhiyallahu 'anhaa beliau berkata: &lt;br /&gt;فلما كان يومي قبضه الله بين سحري ونحري ودفن في بيتي&lt;br /&gt;Artinya: "Maka ketika sampai di hari giliranku, Allah ta'ala mencabut ruh beliau sedangkan beliau berada diantara dada dan leherku, dan beliau dikubur di rumahku" (HR.Al-Bukhary)&lt;br /&gt;Para ulama menyebutkan bahwa hal ini adalah menjadi kesepakatan (ijma') kaum muslimin. &lt;br /&gt;Berkata Ibnu Abdil Barr rahimahullah: &lt;br /&gt; ولا خلاف بين العلماء أن رسول الله صلى الله عليه و سلم دفن في الموضع الذي مات فيه من بيته بيت عائشة ( رضي الله عنها ) ثم أدخلت بيوته المعروفة لأزواجه بعد موته في مسجده فصار قبره في المسجد صلى الله عليه و سلم&lt;br /&gt;Artinya: "Dan tidak ada khilaf diantara para ulama bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dikuburkan di tempat beliau meninggal, yaitu di rumah beliau, tepatnya di rumah 'Aisyah radhiyallahu 'anha kemudian sepeninggal beliau , dimasukkanlah rumah-rumah istri beliau ke dalam masjid, sehingga jadilah kuburan beliau di dalam masjid" (Al-Istidzkar 8/287-288).&lt;br /&gt;Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah: &lt;br /&gt; ليس في الأرض قبر نبي معلوم بالتواتر والإجماع إلا قبر نبينا وما سواه ففيه نزاع &lt;br /&gt;Artinya: "Tidak ada di dunia ini kuburan nabi yang diketahui secara mutawatir dan ijma' (sepakat) kecuali kuburan nabi kita, adapun yang lain maka terdapat perselisihan" (Majmu' Al Fatawa 27/254).&lt;br /&gt;Adapun bangunan yang berada di atas kuburan nabi shallallahu 'alaihi wasallam maka sebagaimana yang kami sampaikan di atas bahwa beliau dikubur di dalam rumah. Dan para sahabat radhiyallahu 'anhum sengaja tidak membongkar rumah 'Aisyah  karena ditakutkan nanti dijadikan tempat shalat atau sujud, sebagaimana ucapan 'Aisyah: &lt;br /&gt;عن عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم في مرضه الذي لم يقم منه: ( لعن الله اليهود والنصارى اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد ) . لولا ذلك أبرز قبره غير أنه خشي أو خشي أن يتخذ مسجدا &lt;br /&gt;Artinya: Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda disaat beliau sakit yang beliau tidak bisa bangun karenanya: "Allah melaknat orang-orang yahudi dan nashrani, yang telah menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid (atau tempat bersujud)". Kemudian 'Aisyah berkata: Kalau bukan karena sabda nabi ini niscaya akan dinampakkan kuburan beliau, akan tetapi hal itu tidak dilakukan karena takut dijadikan tempat bersujud (shalat).(Muttafaqun 'alaihi).&lt;br /&gt; Makam Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam awalnya bukan di dalam masjid, sampai di masa Al-Khulafa Ar-Rasyidin juga demikian, kemudian ketika para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam meninggal semua, dan Al-Walid bin Abdul Malik (antara tahun 80 H-100 H) memegang pemerintahan beliau memerintahkan gubernur Madinah saat itu, Umar bin Abdul Aziz rahimahullahu, untuk memperluas masjid Nabawi karena kaum muslimin yang semakin hari semakin banyak. Namun yang disayangkan adalah  diperluasnya masjid nabawi ke arah timur sehingga masuklah rumah 'Aisyah yang di dalamnya ada makam Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakr, dan Umar ke dalam area masjid. Para ulama saat itu -diantaranya adalah tujuh ahli fiqh Madinah di zaman tabi'in- mengingkari dengan lisan perluasan ke arah timur ini, karena hadist-hadist menunjukkan larangan membangun masjid di atas kuburan. &lt;br /&gt; Adapun usaha pencurian jasad Nabi shallallahu 'alaihi wasallam oleh orang nashrani maka ceritanya ada di kitab Wafaa'ul Wafaa (2/431-433) karangan As-Samhudi (wafat 911 H), namun sebagian ulama meragukan kebenaran kisah ini. &lt;br /&gt; Tidak benar berita bahwa orang-orang yang dinamakan oleh sebagian orang dengan "Wahabi" pernah mau membongkar kuburan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan memindahkan jenazahnya. Bagaimana mereka melakukannya sedangkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: &lt;br /&gt;ما قبض الله نبيا إلا في الموضع الذي يحب أن يدفن فيه  &lt;br /&gt;Artinya: "Allah tidak mencabut ruh seorang nabi kecuali di tempat yang dia (nabi tersebut) ingin supaya dia dikuburkan disitu" (HR. At-Tirmidzy, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany).&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Roy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-7736199375275040875?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/7736199375275040875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/07/seputar-makam-rasulullah-shallallahu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/7736199375275040875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/7736199375275040875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/07/seputar-makam-rasulullah-shallallahu.html' title='Seputar Makam Rasulullah shallallahu &apos;alaihi wasallam'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-6364515506866702781</id><published>2011-07-24T11:40:00.004+03:00</published><updated>2011-07-24T11:47:56.854+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Menjalankan Kotak Infak Ketika Khuthbah Jumat</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamu'alaikum. Ustadz, bagaimana hukum menjalankan kotak infaq di masjid pada saat ada khotib naik mimbar atau pada saat pengajian rutin? Jazakallahu khoiron. (Mujiono, Tanjungpinang)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wa’alaikumussalam warohmatullohi wa barakaatuh.&lt;br /&gt;Pertanyaan ini mengandung dua pertanyaan;&lt;br /&gt;Pertama: Hukum menjalankan kotak infak di masjid saat khotib naik mimbar&lt;br /&gt;Kedua: Hukum menjalankan kotak infak saat pengajian rutin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jawaban soal pertama, maka sebagaimana kita maklumi bersama bahwa khutbah Jum’at merupakan bagian terpenting dalam pelaksanaan shalat Jum’at. Bahkan mayoritas ulama mengatakan bahwa khutbah jum’at adalah syarat sahnya shalat jum’at. (Lihat Al-Mughni 2/74, Bada’I as-Shona’I 1/262)&lt;br /&gt;Karena urgennya khutbah jum’at maka ada beberapa perkara yang harus di perhatikan oleh para hadirin shalat jum’at. Diantaranya adalah larangan berbicara ketika khotib sedang menyampaikan khutbahnya, berdasarkan hadits;&lt;br /&gt;إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ . وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ&lt;br /&gt;Artinya: "Apabila engkau berkata kepada saudaramu pada hari jum’at: Diamlah!Sedangkan imam sedang berkhutbah maka sungguh engkau telah berbuat sia-sia. (HR.Bukhari: 934, Muslim: 851)&lt;br /&gt;Demikian pula tidak diperkenankan bagi para hadirin untuk melakukan perbuatan sia-sia seperti bermain-main batu krikil, bermain-main jam dan sebagainya. Rasululloh shallallahu 'alaihi wasallam bersabda;&lt;br /&gt;مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا&lt;br /&gt;Artinya: "Barangsiapa yang berwudhu dan membagusi wudhunya kemudian mendatangi shalat jum'at dan diam mendengarkan khutbah, maka baginya ampunan antara jumat dengan jum'at berikutnya dan tambahan tiga hari. Barangsiapa yang memegang batu krikil sungguh dia telah berbuat sia-sia. ( HR.Muslim: 857)&lt;br /&gt;Imam an-Nawawi rahimahullahu mengatakan: “Hadits ini berisi larangan dari memegang batu krikil dan selainnya dari jenis-jenis perbuatan yang sia-sia ketika khutbah jum’at. Dan di dalam hadits ini juga terdapat isyarat untuk menghadapkan hati dan anggota badan saat sedang khutbah jum’at”. (Syarah Shohih Muslim 3/229)&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Masyhur Hasan Salman: &lt;br /&gt;ومن هذا الباب ما شاهدته من بعض سنوات في بعض مساجد القرى، من الدوران على الناس يوم الجمعة بصندوق لجمع التبرعات والإمام يخطب &lt;br /&gt;Artinya: "Dan termasuk dalam bab ini (kesalahan yang berkaitan dengan shalat jumat) apa yang saya saksikan beberapa tahun ini di masjid-masjid pedesaan, dimana mereka menjalankan kotak amal pada hari jumat sedangkan imam dalam keadaan berkhuthbah" (Al-Qaulul Mubin fii Akhthaail Mushalliin hal:340) &lt;br /&gt;Dari sini, maka tidak sepantasnya mengedarkan kotak amal saat khotib naik mimbar. Karena hal itu dapat mengganggu khutbah dan membuyarkan konsentrasi para makmum yang sedang mendengarkan khutbah. Selayaknya kotak amal tersebut diletakkan di depan masjid atau tempat lainnya yang tidak mengganggu jalannya ibadah. &lt;br /&gt;Adapun soal kedua, menjalankan kotak amal saat pengajian rutin maka hukum asalnya adalah boleh, dan saya tidak mengetahui ada dalil yang melarangnya. Allohu A’lam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahrul Fatwa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-6364515506866702781?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/6364515506866702781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/07/menjalankan-kotak-infak-ketika-khuthbah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/6364515506866702781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/6364515506866702781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/07/menjalankan-kotak-infak-ketika-khuthbah.html' title='Menjalankan Kotak Infak Ketika Khuthbah Jumat'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-698579700503918839</id><published>2011-07-16T12:15:00.005+03:00</published><updated>2011-07-16T12:24:42.602+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Aqiqah Anak Yang Sudah Meninggal</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tanya:&lt;/span&gt; Bagaimana hukumnya mengaqiqahkan anak yang sudah wafat? Apakah kewajiban orang tua belum gugur? Mohon dijawab terima kasih. Wassalamualaikum. (Ardiansyah Permadi)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. Alhamdulillah washshalatu wassalamu 'alaa rasulillah. &lt;br /&gt;Aqiqah termasuk sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang dianjurkan. Berdasarkan dalil-dalil yang sangat banyak, diantaranya dari Samuroh bin Jundub radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam  bersabda;&lt;br /&gt;كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Artinya: "Setiap bayi tergadaikan dengan aqiqahnya. Disembelihkan kambing pada hari ke-7, dicukur rambutnya serta diberi nama"&lt;/span&gt; (HR.Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’iy, dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Abdul Haq, lihat at-Talkhis 4/1498 oleh Ibnu Hajar)&lt;br /&gt;Maksud tergadaikan di sini adalah tertahan dari suatu kebaikan  yang seharusnya diperoleh jika ia diaqiqahi. Karena seorang bisa kehilangan memperoleh kebaikan karena perbuatannya sendiri atau karena perbuatan orang lain. (Lihat Tuhfatul Maudud,Ibnul Qayyim hal.122-123, tahqiq: Syeikh Salim al-Hilali)&lt;br /&gt;Berdasarkan perintah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits diatas maka tidak selayaknya meninggalkan aqiqah jika mampu. Bahkan kebiasaan para salaf mereka senantiasa melaksanakan aqiqah untuk anak-anak mereka. &lt;br /&gt;Yahya al-Anshori rahimahullahu mengatakan: “Aku menjumpai manusia dan mereka tidak meninggalkan aqiqah dari anak laki-laki maupun perempuan”. (Al-Fath ar-Robbani, Ibnul Mundzir 13/124, lihat Ahkam al-Maulud hal.51, Salim bin Ali Rosyid as-Sibli dan Muhammad Kholifah Muhammad Robah)&lt;br /&gt;Berhubungan dengan mengaqiqahi orang yang sudah meninggal maka tidak lepas dari tiga keadaan;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama:&lt;/span&gt; Orang tua mengaqiqahi anak yang telah meninggal. Jika anak tersebut meninggal ketika sudah terlahir ke dunia, tetap disyariatkan untuk diaqiqahi.&lt;br /&gt;Dan jika meninggalnya masih dalam kandungan dan sudah berusia 4 bulan maka disyariatkan aqiqah, jika kurang dari 4 bulan maka tidak disyariatkan. &lt;br /&gt;Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu mengatakan: “Apabila janin itu keguguran setelah ditiupkannya ruh maka janin tersebut dimandikan, dikafani, disholati dan dikubur di pekuburan kaum muslimin, serta diberi nama dan diaqiqahi. Karena dia sekarang telah menjadi seorang manusia, maka berlaku pula baginya hukum orang dewasa”. (Syarah al-Arba’in an-Nawawiyyah hal.90, Ibnu Utsaimin)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua:&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Anak mengaqiqahi orang tua yang sudah meninggal. Hukumnya tidak disyariatkan, karena perintah aqiqah ditujukan kepada orang tua bukan kepada anak.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketiga:&lt;/span&gt; Mengaqiqahi seorang manusia yang telah meninggal. Jika ada seseorang yang meninggal dan dia semasa hidupnya belum diaqiqahi, maka tidak disyariatkan bagi ahli warisnya untuk mengaqiqahinya. Allohu A’lam. (Faedah ini kami dapat dari Syaikhuna Saami bin Muhammad as-Shuqair, murid senior dan menantu Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin, Jazaahullohu Khoiron).&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahrul Fatwa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-698579700503918839?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/698579700503918839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/07/aqiqah-anak-yang-sudah-meninggal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/698579700503918839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/698579700503918839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/07/aqiqah-anak-yang-sudah-meninggal.html' title='Aqiqah Anak Yang Sudah Meninggal'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-4815148968574933360</id><published>2011-07-09T06:39:00.004+03:00</published><updated>2011-07-09T06:53:11.941+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Tidak Sengaja Keluar Air Madzi Ketika Shalat, Apakah Membatalkan Shalat?</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tanya:&lt;/span&gt; Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu. Dengan hormat saya mau bertanya, apa hukumnya (sah atau tidak) jika air madzi keluar waktu shalat karena saya tidak sengaja membayangkan hal hal yang mendatangkan syahwat pada waktu shalat ? Mohon penjelasan. (RD)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawab:&lt;/span&gt; Wa’alaikumussalam warahmatullohi wa barokaatuh&lt;br /&gt;Tidak kita ragukan bahwa shalat adalah ibadah yang paling agung. Karena agungnya perkara shalat, ada beberapa syarat yang harus di perhatikan seorang muslim ketika menjalaninya. Diantara syarat shalat adalah suci dari hadats, baik hadats kecil maupun hadats besar.&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairoh rodhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;لا يقبل الله صلاة أحدكم إذا أحدث حتى يتوضأ&lt;br /&gt;Artinya: Alloh tidak menerima shalat seorang diantara kalian apabila berhadats hingga ia berwudhu. (HR.Bukhari: 135, Muslim: 225).&lt;br /&gt;Dan madzi termasuk hadats kecil yang membatalkan wudhu seseorang, berdasarkan hadits Ali bin Abi Tholib rodhiyallohu 'anhu beliau berkata:&lt;br /&gt;كنت رجلا مذاء وكنت أستحيي أن أسأل النبي صلى الله عليه و سلم لمكان ابنته فأمرت المقداد بن الأسود فسأله فقال: يغسل ذكره ويتوضأ&lt;br /&gt;Artinya:  Aku adalah laki-laki yang sering  mengeluarkan air madzi, dan aku malu bertanya kepada Rasululloh shollallohu 'alaihi wa sallam karena kedudukan putrinya disisiku. Maka aku perintahkan Al-Miqdad bin Al-Aswad agar bertanya kepada beliau tentang permasalahan yang aku alami. Maka Rasululloh menjawab: Hendaklah dia mencuci kemaluannya dan berwudhu. (HR.Bukhari: 132, Muslim: 303).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam al-Faakihii rohimahullohu mengatakan: “Aku tidak mengetahui ada perselisihan diantara ummat ini tentang batalnya wudhu karena sebab madzi”. (Al-I’lam Bi Fawaid ‘Umdah al-Ahkam, Ibnul Mulaqqin 1/650).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, orang yang sedang shalat dan keluar air madzinya, maka wudhunya telah batal dan secara otomatis shalatnya juga batal. Wajib baginya shalat kembali setelah sebelumnya membersihkan kemaluan dan berwudhu terlebih dahulu. Adapun keluarnya air madzi karena sebab ketidak sengajaan, maka hal ini tidak merubah status hukumnya, yaitu shalat antum tetap batal dan harus diulang. Karena yang namanya syarat sebuah ibadah harus terpenuhi dan tidak ada dispensasi karena lupa, tidak sengaja dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hendaknya seorang muslim mengambil sebab-sebab yang mendatangkan kekhusyukan di dalam shalat dan menjauhi hal-hal yang menyebabkan kelalaian di dalamnya. Allah ta'aalaa berfirman: &lt;br /&gt;قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2) (المؤمنون/1،2&lt;br /&gt;Artinya: "Sungguh beruntung orang yang beriman, yang mereka khusyuk dalam shalat mereka" (QS. Al-Mu'minun 1-2)&lt;br /&gt;Allohu A’lam. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahrul Fatwa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-4815148968574933360?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/4815148968574933360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/07/tidak-sengaja-keluar-air-madzi-ketika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/4815148968574933360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/4815148968574933360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/07/tidak-sengaja-keluar-air-madzi-ketika.html' title='Tidak Sengaja Keluar Air Madzi Ketika Shalat, Apakah Membatalkan Shalat?'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-9110885209074329322</id><published>2011-07-06T08:21:00.003+03:00</published><updated>2011-07-06T08:41:18.212+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengumuman'/><title type='text'>Kabar Baru: Kehadiran Ustadz Syahrul Fatwa di Blog</title><content type='html'>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. &lt;br /&gt;Insya Allah mulai bulan Juli 2011 Ustadz Syahrul Fatwa hafizhahullah akan membantu saya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan pembaca, beliau adalah alumni Ma'had Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin di Unaizah, Saudi Arabia, beliau sekarang aktif mengarang buku, dan menulis di Majalah Al Furqon, serta menjadi staf pengajar di Ma'had Riyadhushshalihin Pandeglang, Banten. Semoga Allah ta'aalaa memudahkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-9110885209074329322?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/9110885209074329322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/07/kabar-baru-kehadiran-ustadz-syahrul.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/9110885209074329322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/9110885209074329322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/07/kabar-baru-kehadiran-ustadz-syahrul.html' title='Kabar Baru: Kehadiran Ustadz Syahrul Fatwa di Blog'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-6119139515318543211</id><published>2011-07-06T08:12:00.003+03:00</published><updated>2011-07-06T08:19:52.792+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh'/><title type='text'>Menyapih (Memutuskan ASI) Sebelum Dua Tahun</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz, mau tanya, seorang wanita yang memutuskan ASI anaknya yang berumur 15 bulan karena akan pergi haji (sunnah) karena diajak suami, apakah termasuk berdosa? Jazakallah khairan. (Abu Faruq) &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalamwarahmatullahi wabarakatuh. &lt;br /&gt;Alhamdulillah washshalaatu wassalaamu 'alaa rasulillaah wa 'alaa 'aalihii wa shahbihi ajma'in. &lt;br /&gt;Mendapatkan ASI adalah hak seorang bayi, dan masa yang sempurna untuk mendapatkan ASI adalah 2 tahun penuh, sebagaimana firman Allah ta'aalaa: &lt;br /&gt;وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ [البقرة/233]&lt;br /&gt;"Dan ibu-ibu hendaknya menyusui anak-anaknya dua tahun penuh, bagi siapa yang mau menyempurnakan" (QS. Al-Baqarah:233) &lt;br /&gt;Apabila kita ingin menyapihnya sebelum 2 tahun maka boleh dengan 2 syarat: &lt;br /&gt;Pertama: Keridhaan kedua orang tua, dan tidak cukup keridhaan salah satunya. &lt;br /&gt;Allah berfirman: &lt;br /&gt;فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا [البقرة/233]&lt;br /&gt;Artinya: "Maka apabila keduanya ingin menyapih dengan keridhaan dan musyawarah maka tidak ada dosa baginya" (QS. Al-Baqarah:233)&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Katsir rahimahullahu: &lt;br /&gt; فإن اتفق والدا الطفل على فطامه قبل الحولين، ورأيا في ذلك مصلحة له، وتشاورا في ذلك، وأجمعا عليه، فلا جناح عليهما في ذلك، فيؤْخَذُ منه: أن انفراد أحدهما بذلك دون الآخر لا يكفي، ولا يجوز لواحد منهما أن يستبد بذلك من غير مشاورة الآخر، قاله الثوري وغيره، وهذا فيه احتياط للطفل، وإلزام للنظر في أمره، وهو من رحمة الله  بعباده، حيث حجر على الوالدين في تربية طفلهما وأرشدهما إلى ما يصلحه ويصلحهما&lt;br /&gt;Artinya:"Maka apabila kedua orang tua bayi bersepakat  untuk menyapihnya sebelum 2 tahun, dan keduanya melihat bahwasanya di dalamnya ada mashlahat (kebaikan) bagi sang bayi, keduanya bermusyawarah kemudian bersepakat untuk menyapihnya, maka tidak ada dosa bagi keduanya. &lt;br /&gt;Diambil dari ayat ini bahwa apabila hanya salah satu yang ridha maka itu tidak cukup,  dan tidak boleh salah seorang dari keduanya memutuskan tanpa ada musyawarah, hal ini dikatakan oleh Ats-Tsaury dan yang lain. Dan ini adalah bentuk kehati-hatian terhadap anak, dan keharusan memikirkan kebaikan bayi, dan ini adalah termasuk rahmat Allah terhadap hamba-hambaNya, karena Allah telah memberi  batasan-batasan kepada orang tua dalam mentarbiyyah anaknya, dan memberi petunjuk keduanya  kepada apa yang baik bagi bayi dan orang tua" (Tafsir Ibnu Katsir 1/635, cet: Dar Thaibah, tahqiq: Saamy bin Muhammad) )&lt;br /&gt;Kedua: Tidak ada kemudharatan bagi sang bayi.&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;لا ضرر ولا ضرار &lt;br /&gt;Artinya : Tidak boleh memudharati diri sendiri dan orang lain ( HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syeikh al-Albany )&lt;br /&gt;Berkata Ibnul Qayyim rahimahullahu: &lt;br /&gt;إن الأبوين إذا أرادا فطامه قبل ذلك بتراضيهما وتشاورهما مع عدم مضرة الطفل فلهما ذلك&lt;br /&gt;Artinya:"Sesungguhnya boleh bagi kedua  orang tua apabila ingin menyapih bayi sebelum  2 tahun dengan keridhaan keduanya dan musyawarah , dengan tanpa memudharati bayi " (Tuhfatul Wadud hal: 235, cet: Maktabah Dar Al Bayan, tahqiq: Abdul Qadir Al-Na'uuth))&lt;br /&gt;Wallahu ta'aalaa a'lam.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Roy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-6119139515318543211?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/6119139515318543211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/07/menyapih-memutuskan-asi-sebelum-dua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/6119139515318543211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/6119139515318543211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/07/menyapih-memutuskan-asi-sebelum-dua.html' title='Menyapih (Memutuskan ASI) Sebelum Dua Tahun'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-4056027073565114659</id><published>2010-05-24T14:59:00.006+03:00</published><updated>2010-05-24T15:04:25.112+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Wanita Yang Telah Berhenti Darah Haidhnya Wajib Mandi Sebelum Berhubungan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Apakah seorang istri setelah mens selesai harus mandi besar dulu sebelum melakukan hubungan? Bolehkah di ganti dengan membasuh dan berwudhu? Toh setelah berhubungan baik istri dan suami diharuskan mandi besar? Hal ini terkait biasanya istri suka pusing kalau harus membasahi kepala, dan suami sudah agak tidak sabar, dan mandi besar kadang dijadikan alasan tuk menolak "Belum mandi besar, jadi ntar dulu yah !" (TB) &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: Alhamdulillah rabbil 'aalamin, washshalaatu wassalaamu 'alaa rasulillah khairil anbiya walmursaliin. Amma ba'du: &lt;br /&gt;Seorang istri apabila telah berhenti darah haidhnya maka tidak boleh didatangi kecuali setelah dia mandi besar. &lt;br /&gt;Allah ta'aalaa berfirman: &lt;br /&gt;وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ  [البقرة/222] &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah, "Haidh itu adalah suatu kotoran." Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka sampai mereka suci (berhenti darah haidhnya). Maka apabila mereka telah bersuci (mandi), maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. 2:222) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sebagian salaf seperti Mujahid, 'Ikrimah dan yang lain  rahimahumullah memaknai (يطهرن) dengan انقطاع الدم  (berhentinya darah) dan memaknai (تطهرن) dengan (اغتسلن) (mandi). (Lihat perkataan mereka di Tafsir Ath-Thabary 3/731-734, tahqiq Abdullah At-Turki )&lt;br /&gt;Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan : &lt;br /&gt;وقد اتفق العلماء  على أن المرأة إذا انقطع حيضُها لا تحل حتى تغتسل بالماء أو تتيمم، إن تعذر ذلك عليها بشرطه، إلا يحيى بن بكير من المالكية وهو أحد شيوخ البخاري، فإنه ذهب إلى إباحة وطء المرأة بمجرد انقطاع دم الحيض &lt;br /&gt;"Dan sungguh para ulama telah bersepakat bahwa seorang wanita apabila telah terputus haidhnya maka tidak halal sampai dia mandi dengan air atau tayammum -jika tidak memungkinkan mandi dengan syarat yang sudah ditentukan dalam tayammum- kecuali Yahya bin Bukair dari ulama madzhab Maliki, salah satu guru Al-Bukhary, beliau berpendapat bolehnya mendatangi wanita hanya dengan berhentinya darah haidh" (Tafsir Ibnu Katsir 2/304, Mu'assasah Qurthubah)&lt;br /&gt;Datang dalam Fataawaa Al-Lajnah Ad-Daaimah: &lt;br /&gt;فلم يأذن سبحانه في وطء الحائض حتى ينقطع دم حيضها وتتطهر أي تغتسل، ومن وطئها قبل الغسل أثم وعليه الكفارة &lt;br /&gt;"Maka Allah subhanahu tidak memberi izin untuk mendatangi wanita yang haidh sehingga berhenti darah haidhnya dan mandi, barangsiapa yang mendatanginya sebelum mandi maka dia berdosa dan berkewajiban membayar kaffarah" (Fataawaa Al-Lajnah Ad-Daimah 5/399)&lt;br /&gt;Wallahu ta'aalaa a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-4056027073565114659?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/4056027073565114659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/05/wanita-yang-telah-berhenti-darah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/4056027073565114659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/4056027073565114659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/05/wanita-yang-telah-berhenti-darah.html' title='Wanita Yang Telah Berhenti Darah Haidhnya Wajib Mandi Sebelum Berhubungan'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-8385421679820060171</id><published>2010-05-22T23:49:00.006+03:00</published><updated>2010-05-24T05:55:21.749+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Orang Kafir Yang Sudah Dikhitan, Wajibkah Khitan Kembali Ketika Masuk Islam?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt;  Assalamu'alaikum, mohon penjelasan berkaitan dengan khitan, apakah seorang pria yang baru menjadi muslim harus di khitan ulang saat menjadi muslim, sebelumnya saat masih belum menjadi muslim telah dikhitan. Terimakasih. (Dimas Ari)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. &lt;br /&gt;Alhamdulillah, washshalaatu wassalaamu 'alaa rasuulillah. Ammaa ba'du: &lt;br /&gt;Diantara hikmah disyari'atkannya khitan bagi laki-laki adalah menghilangkan najis yang menempel di kulit yang menutupi ujung kemaluan. Apabila orang kafir sudah dikhitan dengan sempurna ketika dia masih kafir maka dia tidak perlu dikhitan kembali ketika masuk islam karena sebabnya sudah tidak ada. &lt;br /&gt;Oleh karenanya tidak semua shahabat radhiyallahu 'anhum ketika masuk islam diperintah untuk khitan, bahkan banyak diantara mereka yang tidak diperintah karena sudah khitan sebelum islam, seperti para sahabat yang berasal dari  bangsa Arab, yang mereka adalah keturunan Nabi Ibrahim 'alaihissalam, masih tersisa beberapa ajaran beliau yang terjaga dan belum luntur, dan masih dikerjakan orang-orang musyrik jahiliyyah, diantaranya adalah khitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-8385421679820060171?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/8385421679820060171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/05/orang-kafir-yang-sudah-dikhitan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/8385421679820060171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/8385421679820060171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/05/orang-kafir-yang-sudah-dikhitan.html' title='Orang Kafir Yang Sudah Dikhitan, Wajibkah Khitan Kembali Ketika Masuk Islam?'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-1875443670889744209</id><published>2010-05-04T01:18:00.005+03:00</published><updated>2010-05-04T01:28:29.002+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh'/><title type='text'>ASI Di Gelas, Apakah Menjadikan Anak Yang Meminumnya Anak Susuan?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamu'alaikum. Ustadz, ana mau tanya : Kalo ASI yang disimpan di gelas, lalu diberikan/diminumkan kepada seorang anak di bawah 2 tahun, sebanyak lima kali atau lebih dan sampai kenyang, apakah memenuhi syarat menjadi saudara sepersusuan? Jazakallahu khairan. Baarakallaahu fikum. Wassalamu'alaikum. (Abu Mujahid)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Jawab: Wa'alaikumsalaamwarahmatullaahi wabarakaatuhu. Wa fiikum barakallaahu. &lt;br /&gt;Alhamdulillaah washshalaatu wassalaamu 'alaa rasuulillah, wa ba'du. &lt;br /&gt;Jumhur ulama mengatakan bahwa semua cara menyusui menjadikan anak tersebut anak susuan, apabila terpenuhi semua syarat-syarat  (anak di bawah 2 tahun, lima kali atau lebih menyusu), mereka tidak membedakan apakah anak tersebut menyusu langsung, atau tidak langsung (dari gelas misalnya). (Lihat Badai'ush Shanai' 4/9, Al-Mudawwanah 2/299, Al-Umm 6/76, Al-Majmu' 18/220, dan Al-Mughny 11/313)&lt;br /&gt;Diantara dalilnya adalah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: &lt;br /&gt;لا رضاع إلا ما شد العظم وأنبت اللحم&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Tidak termasuk menyusui kecuali susu yang membentuk tulang dan menumbuhkan daging" (HR. Abu Dawud, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany)&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;Segi pendalilannya bahwa ASI yang diminum dengan memakai gelas juga bisa membentuk tulang dan menumbuhkan daging, dengan demikian hukumnya sama dengan ASI  yang diminum langsung dari payudara ibunya.&lt;br /&gt;Demikian pula kisah Sahlah binti Suhail (istri Abu Hudzaifah) radhiyallahu 'anhaa ketika Salim bin Ma'qil (bekas budak Sahlah yang diambil anak oleh Abu Hudzaifah) sudah dewasa dan sering masuk ke rumah mereka, kemudian mereka merasa tidak enak dengan keberadaan Salim, maka Rasulullah  shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh Sahlah untuk menyusui Salim supaya menjadi anak susuannya (dan ini adalah kekhususan Sahlah ketika menyusui Salim) seraya bersabda&lt;br /&gt;أرضعيه تحرمي عليه&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Susuilah dia maka dia menjadi haram atasmu (menjadi mahram)" (HR. Muslim)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Hadist ini menunjukkan bahwa Salim radhiyallahu 'anhu tidak langsung menyusu dari Sahlah karena saat itu dia bukan mahram Sahlah, ini menunjukkan bahwa meminum ASI secara tidak langsung hukumnya sama dengan meminum langsung.&lt;br /&gt;Berkata Al-Qadhy 'Iyadh rahimahullah: &lt;br /&gt;ولعله هكذا كان رضاع سالم، يصبه في حلقه دون مسه ببعض أعضائه ثدي امرأة أجنبية&lt;br /&gt;"Mungkin demikian yang terjadi ketika menyusui Salim, susu sampai ke tenggorokannya tanpa menyentuh payudara wanita asing dengan sebagian anggota badannya " (Ikmaalul Mu'lim 4/641)&lt;br /&gt;Berkata An-Nawawy rahimahullahu: &lt;br /&gt;وهذا الذي قاله القاضي حسن&lt;br /&gt;"Dan apa yang dikatakan Al-Qadhy ini baik" (Syarh Shahih Muslim 10/31). &lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-1875443670889744209?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/1875443670889744209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/05/asi-di-gelas-apakah-menjadikan-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/1875443670889744209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/1875443670889744209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/05/asi-di-gelas-apakah-menjadikan-anak.html' title='ASI Di Gelas, Apakah Menjadikan Anak Yang Meminumnya Anak Susuan?'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-4170963668333523742</id><published>2010-03-27T14:33:00.004+03:00</published><updated>2010-03-27T14:51:31.308+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Wanita Yang Junub Kemudian Datang Haidh, Wajibkah Mandi Janabah?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamualaikum. Ustadz-barokallohu fik, apabila seorang wanita bersenggama kemudian ketika akan mandi janabah dia terkena haidh. Apakah masih wajib baginya mandi janabah? (Abu Harun) &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jawab: Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. Wa fiikum baarakallah.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, wa shallallahu 'ala muhammadin wa aalihii wa sallam. &lt;br /&gt;Apabila seorang wanita mengalami junub kemudian sebelum mandi datang haidh maka dia tidak berkewajiban mandi janabah, dan boleh mengakhirkannya sampai berhenti dari haidhnya, karena wanita haidh tidak mengerjakan shalat sehingga tidak wajib baginya segera bersuci dari hadats besar. &lt;br /&gt;Berkata Imam Asy-Syafi'iy rahimahullahu ta'aalaa: &lt;br /&gt;إذا أصابت المرأة جنابة ثم حاضت قبل أن تغتسل من الجنابة لم يكن عليها غسل الجنابة وهي حائض، لأنها إنما تغتسل فتطهر بالغسل وهي لا تطهر بالغسل من الجنابة وهي حائض، فإذا ذهب الحيض عنها أجزأها غسل واحد، وكذلك لو احتلمت وهي حائض أجزأها غسل واحد، لذلك كله ولم يكن عليها غسل، وإن كثر احتلامها حتى تطهر من الحيض فتغتسل غسلاً واحداً &lt;br /&gt;"Apabila seorang wanita mengalami junub kemudian datang haidh sebelum mandi janabah maka dia tidak wajib mandi janabah sedangkan dia dalam keadaan haidh, karena dia mandi tujuannya adalah supaya suci, sedangkan wanita yang  sedang haidh tidak akan suci dengan mandi karena junub. Maka apabila haidh sudah pergi cukup baginya mandi sekali. Demikian pula apabila mimpi basah sedangkan dia dalam keadaan haidh, cukup baginya mandi sekali untuk semuanya, tidak wajib atasnya  mandi meskipun banyak mimpi basah sampai dia suci dari haidh kemudian mandi sekali"(Al-Umm 2/95) &lt;br /&gt;Ibnu Qudamah Al-Hanbaly rahimahullahu ta'aalaa juga berkata :&lt;br /&gt;إذَا كَانَ عَلَى الْحَائِضِ جَنَابَةٌ ، فَلَيْسَ عَلَيْهَا أَنْ تَغْتَسِلَ حَتَّى يَنْقَطِعَ حَيْضُهَا، نَصَّ عَلَيْهِ أَحْمَدُ ، وَهُوَ قَوْلُ إِسْحَاقَ ؛ وَذَلِكَ لِأَنَّ الْغُسْلَ لَا يُفِيدُ شَيْئًا مِنْ الْأَحْكَامِ ، فَإِنْ اغْتَسَلَتْ لِلْجَنَابَةِ فِي زَمَنِ حَيْضِهَا ، صَحَّ غُسْلُهَا ، وَزَالَ حُكْمُ الْجَنَابَةِ، نَصَّ عَلَيْهِ أَحْمَدُ ، وَقَالَ : تَزُولُ الْجَنَابَةَ ، وَالْحَيْضُ لَا يَزُولُ حَتَّى يَنْقَطِعَ الدَّمُ&lt;br /&gt; "Apabila seorang wanita yang sedang haidh mengalami junub maka dia tidak wajib mandi sampai terhenti haidhnya, ini adalah nash Ahmad dan perkataan Ishaq,  yang demikian karena mandinya tidak berfaidah (berpengaruh) dalam hukum, apabila dia mandi karena junub ketika haidh maka sah mandinya dan terangkatlah junubnya, ini yang dinashkan oleh Ahmad, beliau berkata: Terangkat junubnya, adapun haidh maka tidak terangkat sehingga terhenti darahnya " (Al-Mughny 1/278)&lt;br /&gt;Berkata Burhanuddin bin Maazah Al-Hanafy (wafat tahun 616 H) rahimahullahu: &lt;br /&gt;وإذا أجنبت المرأة ثم أدركها الحيض فهي بالخيار إن شاءت اغتسلت؛ لأن فيه زيادة تنظيف وإزالة أحد الحدثين، وإن شاءت أخرت الاغتسال حتى تطهر؛ لأن الاغتسال للتطهير حتى تتمكن من أداء الصلاة، ألا ترى أن الجنب إذا أخر الاغتسال إلى وقت الصلاة لا يأثم، دل أن المقصود من الطهارة الصلاة، ومن لا يتمكن من الصلاة، فكان لها أن لا تغتسل.&lt;br /&gt; "Dan apabila seorang wanita mengalami junub kemudian datang haidh maka dia diberi pilihan, bila dia mau silakan mandi, karena itu lebih bersih dan menghilangkan salah satu hadats, dan kalau mau maka silakan mengakhirkan mandi sampai suci dari haidh, karena mandi adalah bersuci untuk menunaikan ibadah shalat. Bukankan orang yang junub tidak berdosa apabila mengakhirkan mandi sampai masuk waktu shalat, ini menunjukkan bahwa maksud dari bersuci adalah untuk shalat. Dengan demikian barangsiapa yang belum bisa mengerjakan shalat maka boleh baginya untuk tidak mandi " (Al-Muhiith Al-Burhany 1/79) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dia ingin membaca Al-Quran maka wajib atasnya mandi untuk menghilangkan junubnya karena orang yang junub dilarang membaca Al-Quran. Lihat pembahasan masalah hukum wanita haidh membaca Al-Quran &lt;a href="http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/06/wanita-haidh-membaca-al-quran.html"&gt;disini&lt;/a&gt;. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-4170963668333523742?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/4170963668333523742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/03/wanita-yang-junub-kemudian-datang-haidh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/4170963668333523742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/4170963668333523742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/03/wanita-yang-junub-kemudian-datang-haidh.html' title='Wanita Yang Junub Kemudian Datang Haidh, Wajibkah Mandi Janabah?'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-987381693125217413</id><published>2010-03-25T15:15:00.002+03:00</published><updated>2010-03-25T15:21:43.512+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Berdoa Dengan Doa Dari Al-Quran Ketika Sujud</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya :&lt;/strong&gt; Saya ibu rumah tangga dari Yogyakarta, tolong jelaskan maksud hadits Nabi shallallahu 'aklaihi wa sallam sebagai berikut: "Aku dilarang membaca Al Quran ketika rukuk dan sujud",sementara dalam sujud kita diperintahkan memperbanyak doa, karena saat itu adalah saat manusia/hamba paling dekat dengan Rabbnya, padahal doa-doa yang kita baca kan semua berasal dari Al-Qur'an. Demikian pertanyaan saya, terima kasih (Bq Anie Martiana, Yogyakarta) &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Alhamdulillah wahdah, washshalaatu wassalaamu 'alaa rasuulillah wa aalihi wa shahbihii ajma'iin. &lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:  &lt;br /&gt;وإني نهيت أن أقرأ القرآن راكعا أو ساجدا فأما الركوع فعظموا فيه الرب عز و جل وأما السجود فاجتهدوا في الدعاء فقمن أن يستجاب لكم &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan aku dilarang membaca Al-Quran ketika ruku' dan sujud. Adapun ketika ruku' maka hendaklah kalian mengagungkan Rabb 'azza wa jalla, dan ketika sujud maka hendaklah kalian bersungguh-sungguh dalam berdoa karena yang demikian lebih berhak/pantas dikabulkan doa kalian" (HR. Muslim, dari Ibnu 'Abbaas radhiyallahu 'anhuma)&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;Jumhur ulama berpendapat  bahwa larangan disini bersifat makruh (Lihat Al-Mughny 2/181, dan Al-Majmu' 3/411) &lt;br /&gt;Berkata Az-Zaila'iy Al-Hanafy: &lt;br /&gt;ويكره قراءة القرآن في الركوع والسجود والتشهد بإجماع الأئمة الأربعة&lt;br /&gt;"Dan makruh membaca Al-Quran ketika ruku', sujud, dan tasyahhud dengan kesepakatan imam yang empat " (Tabyiinul Haqaiq Syarh Kanzi Ad-Daqaa'iq 1/115)&lt;br /&gt;Dengan demikian, hukum seseorang membaca doa dari Al-Quran dalam sujud adalah kembali kepada niatnya, apabila dia membacanya dengan niat membaca Al-Quran maka hukumnya makruh dan apabila niatnya adalah berdoa saja maka diperbolehkan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرء ما نوى &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya amalan-amalan itu dengan niat, dan bagi seseorang apa yang dia niatkan" (Muttafaqun 'alaihi)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berkata Az-Zarkasyi rahimahullahu: &lt;br /&gt;وَمَحَلُّ كَرَاهَتِهَا إذَا قَصَدَ بِهَا الْقِرَاءَةَ ، فَإِنْ قَصَدَ بِهَا الدُّعَاءَ ، وَالثَّنَاءَ فَيَنْبَغِي أَنْ يَكُونَ كَمَا لَوْ قَنَتَ بِآيَةٍ مِنْ الْقُرْآنِ .&lt;br /&gt;"Dan kemakruhan membaca Al-Quran ketika sujud adalah apabila dia bermaksud membaca Al-Quran, adapun apabila maksudnya adalah berdoa dan pujian maka itu seperti orang yang qunut ketika shalat dengan membaca sebuah ayat dari Al-Quran" (Asnaa Al-Mathaalib fii Syarhi Raudhi Ath-Thalib-Zakariya Al-Anshary 1/157 )&lt;br /&gt;Komite Tetap untuk Fatwa dan Riset Ilmiyyah Saudi Arabia pernah ditanya tentang pertanyaan semakna dan mengatakan: &lt;br /&gt;لا بأس بذلك إذا أتى بها على وجه الدعاء لا على وجه التلاوة للقرآن&lt;br /&gt;"Tidak mengapa yang demikian (berdoa dengan doa dari Al-Quran ketika sujud) apabila membacanya dengan niat berdoa, bukan karena membaca Al-Quran" (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 6/441 , ditandatangani oleh  Syeikh Abdul 'Aziz bin Baz, Syeikh Abdurrazzaq 'Afifi, Syeikh Abdullah bin Qu'ud, dan Syeikh Abdullah bin Ghudayyaan)&lt;br /&gt;Perlu diketahui oleh penanya bahwa tidak semua doa yang kita baca berasal dari Al-Quran.&lt;br /&gt;Wallahu ta'aalaa a'lam. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-987381693125217413?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/987381693125217413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/03/berdoa-dengan-doa-dari-al-quran-ketika.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/987381693125217413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/987381693125217413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/03/berdoa-dengan-doa-dari-al-quran-ketika.html' title='Berdoa Dengan Doa Dari Al-Quran Ketika Sujud'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-3889161936773295611</id><published>2010-02-21T00:40:00.004+03:00</published><updated>2010-02-21T08:22:55.083+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Berwudhu Di Kamar Mandi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamu'alaikum. Ustadz, ana mau tanya, bolehkah kita berwudhu di kamar mandi? (Indrawan Saputra)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. &lt;br /&gt;Alhamdulillahi rabbil 'aalamiin, washshalaatu wassalaamu 'alaa rasulillaah khairil anbiyaa'I wal mursaliin wa 'alaa 'aalihii wa shahbihii ajma'iin. Amma ba'du:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh berwudhu di dalam kamar mandi, apabila aman dari percikan najis. &lt;br /&gt;Berkata Komite Tetap Untuk Riset llmiyyah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia: &lt;br /&gt;إذا وضع حائل بين الماء الذي ينزل من الصنبور وبين محل النجاسة بحيث إن الماء إذا نزل على الأرض تكون هذه الأرض طاهرة فلا مانع من الوضوء والاستنجاء&lt;br /&gt;"Apabila ada batas antara kran air dan antara tempat najisnya sehingga air turun ke tempat yang suci maka tidak mengapa berwudhu dan istinja' (di dalam kamar mandi tersebut)" (Fataawaa Al-Lajnah Ad-Daaimah 5/86)   &lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullahu:&lt;br /&gt;يجوز الوضوء في الحمام ولا حرج فيه ولكن ينبغي للإنسان أن يتحفظ من إصابة النجاسة له فإذا تحفظ من ذلك فليتوضأ في أي مكان كان &lt;br /&gt;"Boleh berwudhu di kamar mandi dan tidak masalah, akan tetapi hendaknya menjaga diri dari ditimpa najis, apabila bisa terjaga dirinya dari najis maka silakan dia berwudhu dimana saja" (http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_1637.shtml)&lt;br /&gt;Beliau rahimahullahu  juga berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يجوز للإنسان أن يتوضأ في المكان الذي تخلى فيه من بوله أو غائطه لكن بشرط أن يأمن من التلوث بالنجاسة بأن يكون المكان الذي يتوضأ فيه جانباً من الحمام بعيداً عن مكان التخلي أو ينظف المكان الذي ينزل فيه الماء من الأعضاء في الوضوء حتى يكون طاهراً نظيفاً&lt;br /&gt;"Boleh bagi seseorang berwudhu di tempat dia buang air kecil dan buang air besar, dengan syarat aman dari percikan najis, yaitu tempat wudhunya jauh dari tempat buang air, atau dibersihkan dahulu tempat turunnya air dari anggota badan sehingga menjadi bersih dan suci" (http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_1096.shtml)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hukum membaca dzikir di kamar mandi&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca dzikir di kamar mandi makruh, karena berbicara di dalam kamar mandi hukumnya makruh dan membaca dzikir termasuk berbicara. Demikian pula kita diperintahkan untuk mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah dan diantara bentuk pengagungan adalah berdzikir di tempat  yang suci bukan di tempat  yang kotor dan membuang hajat. &lt;br /&gt;Allah ta'aalaa berfirman:&lt;br /&gt;ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ (32)  [الحج/32]&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Demikianlah (perintah Allah) dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu termasuk ketaqwaan hati. (QS. 22:32)"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma: &lt;br /&gt;يكره أن يذكر الله وهو جالس على الخلاء&lt;br /&gt;"Dibenci seseorang dzikrullah sedangkan dia dalam keadaan duduk di dalam jamban" (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam Al-Mushannaf 1/209 no: 1227, dengan sanad yang hasan)&lt;br /&gt;Abu Wa'il rahimahullahu juga berkata: &lt;br /&gt;اثنان لا يذكر الله العبد فيهما إذا أتى الرجل أهله يبدأ فيسمي الله وإذا كان في الخلاء &lt;br /&gt;"Dua keadaan dimana seorang hamba tidak berdzikir kepada Allah di dalamnya, (pertama) ketika seorang laki-laki mendatangi istrinya, maka hendaklah dia mulai dengan menyebut nama Allah, (kedua) apabila dia berada di jamban" (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam Al-Mushannaf  1/209 no: 1229 ,dengan sanad yang shahih) &lt;br /&gt;Abu Ishaq As-Sabii'iy rahimahullah juga berkata: &lt;br /&gt;ما أحب أن أذكر الله إلا في مكان طيب&lt;br /&gt;"Aku tidak senang berdzikir kepada Allah kecuali di tempat yang baik" (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam Al-Mushannaf  1/210 no:1236, dengan sanad yang shahih) &lt;br /&gt; Namun kemakruhan ini bisa gugur apabila ada hajat atau keperluan,  seperti mengucap tahmid ketika bersin, mengucap tasmiyyah sebelum wudhu. Berikut ini adalah sebagian ucapan salaf yang menunjukkan bolehnya berdzikir di jamban apabila diperlukan. &lt;br /&gt;Berkata Manshur bin Mu'tamir rahimahullah: &lt;br /&gt;وسألته عن الرجل يعطس على الخلاء قال يحمد الله فإنها تصعد &lt;br /&gt;"Dan aku bertanya kepada Ibrahim (An-Nakha'iy)  tentang seseorang yang bersin ketika buang air? Beliau menjawab: Hendaknya dia memuji Allah (yaitu mengucapkan Alhamdulillah) karena tahmid itu akan naik (Dikeluarkan oleh Abdurrazzaq di dalam Al-Mushannaf 2/455 no:4063, dengan sanad yang shahih, dan juga Ibnu Abi Syaibah di dalam Al-Mushannaf 1/210 no: 1233)&lt;br /&gt;Dari Sya'by rahimahullahu, beliau ditanya tentang seseorang yang bersin di jamban, maka beliau berkata:  يحمد الله&lt;br /&gt;"Hendaklah dia memuji Allah". (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam Al-Mushannaf 1/210 no:1232, dengan sanad yang shahih)&lt;br /&gt;Dari Muhammad bin Siiriin rahimahullahu beliau berkata:لا أعلم بأسا بذكر الله &lt;br /&gt;"Aku tidak memandang adanya masalah dalam dzikrullah (di jamban)" (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam Al-Mushannaf 1/210 no:1235, dengan sanad yang shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah yang difatwakan oleh sebagian ulama kita, Syeikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:&lt;br /&gt;لا بأس أن يتوضأ داخل الحمام إذا دعت الحاجة إلى ذلك ، ويسمي عند أول الوضوء ، يقول : (بسم الله) لأن التسمية واجبة عند بعض أهل العلم ، ومتأكدة عند الأكثر ، فيأتي بها وتزول الكراهة لأن الكراهة تزول عند الحاجة إلى التسمية ، والإنسان مأمور بالتسمية عند أول الوضوء ، فيسمي ويكمل وضوؤه &lt;br /&gt;"Tidak mengapa berwudhu di dalam kamar kecil apabila memang diperlukan, dan mengucap tasmiyyah di awal wudhu seraya mengucapkan" Bismillah" karena tasmiyyah wajib menurut sebagian ulama, dan dikuatkan menurut sebagian besar ulama, maka hendaknya dia mengucapkan tasmiyyah ini, dan hilang kemakruhannya karena kemakruhan bisa hilang ketika dibutuhkan tasmiyyah, dan seseorang diperintah untuk tasmiyyah di awal wudhu, maka hendaknya dia bertasmiyyah dan menyempurnakan wudhunya" (Majmu Fataawa Syeikh Abdul Aziz bin Baz 10/28)&lt;br /&gt;Datang dalam Fataawaa Al-Lajnah Ad-Daaimah:&lt;br /&gt;يكره أن يذكر الله تعالى نطقاً داخل الحمام الذي تقضى فيه الحاجة تنزيهاً لاسمه واحتراماً له لكن تشرع له التسمية عند بدء الوضوء لأنها واجبة مع الذكر عند جمع من أهل العلم &lt;br /&gt;"Dimakruhkan dzikrullah dengan lisan di dalam jamban yang digunakan untuk buang hajat, sebagai penyucian dan penghormatan terhadap nama Allah, akan tetapi disyari'atkan tasmiyyah (membaca: bismillah) ketika di awal wudhu karena ini wajib ketika ketika ingat menurut sebagian ahli ilmu" (Fataawaa Al-Lajnah Ad-Daimah 5/94)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Melirihkan Dzikir Di Kamar Mandi&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan yang perlu diketahui bahwasanya diantara adab berdzikir di kamar mandi/wc/jamban adalah memelankan suaranya. &lt;br /&gt;Dari Al-Hasan Al-Bashry  rahimahullah beliau berkata tentang seseorang yang bersin di dalam jamban: يحمد الله في نفسه&lt;br /&gt;"Hendaknya dia memuji Allah dengan di dalam dirinya (yaitu pelan)" (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam Al-Mushannaf  1/210 no: 1234, dengan sanad yang shahih) &lt;br /&gt;Dan berkata Hushain bin Abdurrahman rahimahullahu: &lt;br /&gt;انتهينا إلى الشعبي وهو مغضب، فقيل له: ما لك يا أبا عمرو ؟ فقال : إن هذا المارق ، يعني داود بن يزيد الأودي، سألني عن الرجل يعطس في الخلاء، قلت : فما تقول يا أبا عمرو ؟ قال : « يحمد الله في نفسه » &lt;br /&gt;"Kami mendatangi Asy-Sya'by sedangkan beliau dalam keadaan marah, maka beliau ditanya: Ada apa wahai Abu 'Amr? &lt;br /&gt;Beliau berkata: Sesungguhnya orang yang maariq  ini –maksudnya Dawud bin Yazid Al-Audy-, telah bertanya kepadaku tentang seseorang yang bersin di tempat buang hajat. &lt;br /&gt;Maka aku berkata: Lalu apa yang kamu katakan wahai Abu 'Amr? &lt;br /&gt;Beliau menjawab: Hendaklah dia memuji Allah di dalam dirinya ( yaitu dengan pelan)" (Dikeluarkan oleh Al-'Uqaily dalam Adh-Dhu'afa 2/391, dengan sanad yang shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan mereka يحمد الله في نفسه  (Memuji Allah di dalam dirinya) ada 2 kemungkinan, memuji Allah di dalam hati atau memuji Allah dengan lisan secara pelan, sebagaimana dijelaskan Syeikhul Islam dalam Al-Fataawaa Al-Kubraa 5/301.&lt;br /&gt;Dan yang zhahir dari atsar sebagian salaf di atas –wallahu a'lam- adalah berdzikir dengan lisan bukan hanya dengan hatinya.&lt;br /&gt;Akhir kata, tentunya lebih baik apabila seseorang di dalam rumahnya memiliki tempat wudhu khusus yang berada di luar kamar mandi/jamban/wc. &lt;br /&gt;Wallahu a'lam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Roy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(www.serambimadinah.com)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-3889161936773295611?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/3889161936773295611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/02/berwudhu-di-kamar-mandi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3889161936773295611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3889161936773295611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/02/berwudhu-di-kamar-mandi.html' title='Berwudhu Di Kamar Mandi'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-2058725637333969624</id><published>2010-02-06T11:16:00.002+03:00</published><updated>2010-02-06T11:25:08.381+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Menggendong Anak Yang Memakai Diapers Ketika Shalat</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamu'alaikum. Ustadz,apa hukum menggendong bayi yang memakai diapers saat shalat? Mohon penjelasan beserta dalilnya, jazakumullahu khairan. (Ummu Fathimah)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. &lt;br /&gt;Alhamdulillahi rabbil 'aalamiin, washshalaatu wassalaamu 'alaa rasulillaah khairil anbiyaa'I wal mursaliin wa 'alaa 'aalihii wa shahbihii ajma'iin. Amma ba'du:&lt;br /&gt; Apabila diapers tersebut suci maka tidak ada masalah menggendong bayi tersebut ketika shalat. Namun apabila di dalamnya ada najis, maka para ulama telah berbeda pendapat dalam masalah orang shalat membawa najis yang tertutup tidak di tempat asalnya (perut), misalnya orang shalat membawa botol yang berisi najis. Sebagian ulama  berpendapat shalatnya sah karena najisnya tidak keluar, adapun yang lain mengatakan tidak sah karena dia membawa najis yang tidak dimaafkan di luar tempat asalnya (yaitu perut).(Lihat Al-Bahr Ar-Raa'iq 1/240, Al-Majmu' 3/157, Al-Mughny  2/467-468)&lt;br /&gt; Yang serupa dengan permasalahan ini adalah orang shalat menggendong anak yang memakai diapers yang berisi najis. Diantara yang mengatakan sah adalah Syeikh Abdul Muhsin Al-'Abbaad hafizhahullah, dengan syarat najis tersebut tidak nampak dan tidak merembes keluar, beliau berkata: &lt;br /&gt;فإذا كان الولد أو الجارية التي يحملها الشخص في الصلاة عليها حفاظة، وفيها شيء من النجاسة، فإن كانت النجاسة ظاهرة، ويمكن أن تؤثر، فلا يجوز له أن يحملها، وأما إذا كان هناك نجاسة ولكنها ليست ظاهرة ولا تصل إليه فليس هناك بأس. والطواف بالأطفال من جنسه، فإذا دعت الحاجة إلى حمل الأطفال فالأصل هو طهارة ثيابهم وأبدانهم، إلا إذا وجدت النجاسة وظهرت، وغالباً أن النجاسات إذا وجدت في الحفائظ من الداخل فإنها تتشربها؛ لأن فيها مانعاً يمنعها من أن تظهر، فما دام أن النجاسة لم تظهر وأمنت ناحية تنجيسها لما حولها فلا بأس&lt;br /&gt;"Apabila anak atau anak wanita yang digendong tersebut memakai diapers yang di dalamnya ada najis yang nampak dan mungkin mempengaruhi maka tidak boleh menggendongnya, adapun apabila najis tersebut tidak nampak dan tidak sampai kepadanya maka tidak mengapa. Dan hukum thawaf dengan menggendong anak sama dengan masalah ini. Bila diperlukan menggendong anak maka pada asalnya pakaian dan badan mereka suci kecuali jika ditemukan najis dan nampak. Dan kebanyakan najis-najis yang terdapat di dalam diapers diserap oleh diapers tersebut, karena di dalamnya ada yang mencegah najis tersebut nampak, oleh karena itu selama najis tersebut tidak nampak dan tidak menajisi apa yang ada di sekitarnya maka tidak mengapa" (Syarh Sunan Abi Dawud, ketika beliau mensyarh hadist Abu Qatadah Al-Anshary radhiyallahu 'anhu yang  berisi bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menggendong Umamah bintu Abu Al-'Ash ketika shalat)&lt;br /&gt; Namun yang lebih kuat –wallahu a'lam- adalah pendapat yang mengatakan tidak sah shalatnya apabila tahu di dalamnya ada najis, karena termasuk syarat sahnya shalat adalah bersihnya orang yang shalat dari najis baik najis di badan, pakaian, maupun tempat shalat. Apabila dia mengetahui di dalamnya ada najis, atau mengetahui tapi lupa melepasnya maka tidak mengapa. Sedangkan apabila dia mengetahui akan tetapi tetap menggendongnya maka shalatnya tidak sah. &lt;br /&gt;Dalilnya adalah hadist Abu Sa'id Al-Khudry radhiyallahu 'anhu: &lt;br /&gt;عن أبي سعيد الخدري قال : بينما رسول الله صلى الله عليه و سلم يصلي بأصحابه إذ خلع نعليه فوضعهما عن يساره فلما رأى ذلك القوم ألقوا نعالهم فلما قضى رسول الله صلى الله عليه و سلم صلاته قال " ما حملكم على إلقائكم نعالكم " ؟ قالوا رأيناك ألقيت نعليك فألقينا نعالنا فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم " إن جبريل صلى الله عليه و سلم أتاني فأخبرني أن فيهما قذرا " أو قال أذى وقال " إذا جاء أحدكم إلى المسجد فلينظر فإن رأى في نعليه قذرا أو أذى فليمسحه وليصل فيهما "&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dari Abu Sa'id Al-Khudry berkata: Saat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sedang mengimami para sahabat dalam  shalat tiba-tiba beliau melepas kedua sandalnya, kemudian langsung meletakkannya di sebelah kiri beliau. Ketika para sahabat melihat yang demikian maka mereka melempar sandal-sandal mereka. Setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam selesai shalat beliau bertanya: Apa yang membuat kalian melempar sandal-sandal kalian? Mereka menjawab: Kami melihatmu melempar sandal, maka kamipun melempar sandal. Beliau berkata: Sesungguhnya Jibril mendatangiku dan mengabarkan bahwa di dalam kedua sandalku ada kotoran (najis), apabila salah seorang dari kalian mendatangi masjid maka hendaklah melihat sandalnya, apabila melihat kotoran (najis) maka hendaklah mengusapnya dan shalat dengan kedua sandal tersebut" (HR. Abu Dawud dan dishahihkan Syeikh Al-Albany)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadist ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melepas sandal yang yang ada najisnya setelah diberitahu oleh Jibril, ini menunjukkan tidak sahnya shalat setelah mengetahui ada najis di sandalnya,  dan beliau tidak mengulangi shalatnya, ini menunjukkan sahnya shalat orang yang membawa najis tetapi tidak mengetahuinya. Dan ini adalah pendapat jumhur ulama. (Lihat Al-Majmu' 3/163) &lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu:&lt;br /&gt;فإن صلى وبدنه نجس أي قد أصابته نجاسة لم يغسلها أو ثوبه نجس ، أو بقعته نجسة فصلاته غير صحيحة عند جمهور العلماء ، لكن لو لم يعلم بهذه النجاسة ، أو علم بها ثم نسي أن يغسلها حتى تمت صلاته ، فإن صلاته صحيحة ولا يلزمه أن يعيد&lt;br /&gt;"Apabila shalat dengan badan yang najis yaitu sudah terkena najis dan tidak mencucinya atau bajunya najis atau tempat dia shalat najis maka shalatnya tidak sah menurut jumhur ulama, akan tetapi apabila tidak mengetahui keberadaan najis ini atau mengetahuinya tapi lupa mencucinya sampai selesai shalat maka shalatnya shahih dan dia tidak wajib mengulangi shalatnya" (Majmu' Fataawaa  wa Rasaa'il Syeikh Al'Utsaimin 12/471 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pendapat ini yang dikuatkan oleh Syeikh Sulaiman Ar-Ruhaily sebagaimana ketika saya ajukan pertanyaan penanya di atas kepada beliau malam Kamis, 19 Shafar 1431, di Kuliah Dakwah wa Ushuuluddin , Al-Jami'ah Al-Islamiyyah.&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-2058725637333969624?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/2058725637333969624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/02/menggendong-anak-yang-memakai-diapers.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/2058725637333969624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/2058725637333969624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/02/menggendong-anak-yang-memakai-diapers.html' title='Menggendong Anak Yang Memakai Diapers Ketika Shalat'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-3165301291577675584</id><published>2010-01-31T14:59:00.003+03:00</published><updated>2010-01-31T15:05:18.707+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Cara Shalat Dalam Kereta Ekonomi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamualaikum, ustadz bagaimana tata cara shalat di dalam kereta ekonomi baik dalam tata cara menghadap kiblat dan berdirinya, apakah kita wajib berdiri atau tidak? (Arif R.H)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Wa'alaikumsalamwarahmatullah wabarakatuhu.&lt;br /&gt;Alhamdulillahi rabbil 'aalamiin, washshalaatu wassalaamu 'alaa rasulillaah khairil anbiyaa'I wal mursaliin wa 'alaa 'aalihii wa shahbihii ajma'iin. Amma ba'du:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menghadap qiblat termasuk syarat sahnya shalat, sebagaimana firman Allah ta'aalaa:&lt;br /&gt;فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ [البقرة/144]&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya" (QS.Al-Baqarah:144)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan berdiri bila mampu dalam shalat fardhu termasuk rukun shalat, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;صل قائما فإن لم تستطع فقاعدا فإن لم تستطع فعلى جنب&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Shalatlah dengan berdiri, apabila tidak mampu maka dengan duduk, apabila tidak mampu maka dengan berbaring" (HR.Al-Bukhary, dari 'Imran bin Hushain radhiyallahu 'anhu)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, shalat fardhu di kereta apabila masih memungkinkan kita berdiri dan menghadap qiblat maka kita harus berdiri dan menghadap qiblat sebagaimana yang dilakukan para salaf ketika naik kapal, mereka shalat di kapal dengan berdiri menghadap qiblat, dan ketika kapal berubah arah mereka tetap berusaha menghadap qiblat.&lt;br /&gt;Berkata Ibrahim An-Nakha'iy rahimahullah: &lt;br /&gt;يستقبل القبلة كلما تحرفت &lt;br /&gt;"(Orang yang shalat di atas kapal) tetap menghadap qiblat setiap kapal tersebut berpindah arah)  (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam Al-Mushannaf 3/189 no:6634)&lt;br /&gt;Berkata Hasan Al-Bashry dan Muhammad bin Siiriin rahimahumallah:&lt;br /&gt;يصلون فيها قياما جماعة، ويدورون مع القبلة حيث دارت&lt;br /&gt;"Mereka shalat berjama'ah di kapal dengan berdiri, dan mereka tetap menghadap qiblat kemanapun kapal berputar " (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam Al-Mushannaf 3/189 no:6637)&lt;br /&gt;Namun apabila tidak mampu berdiri atau tidak mampu menghadap qiblat maka kita kerjakan shalat sesuai dengan kemampuan kita. Apabila tidak mampu berdiri maka duduk, apabila tidak mampu ruku dan sujud maka cukup dengan menundukkan badan, dan menjadikan sujudnya lebih rendah daripada ruku'nya.  Allah ta'aalaa berfirman:&lt;br /&gt;فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ [التغابن/16]&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Maka bertaqwalah kalian kepada Allah sesuai dengan kemampuan kalian" (QS. At-Taghaabun:16)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Allah ta'aalaa juga berfirman:&lt;br /&gt;لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا [البقرة/286]&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Allah tidak membebani sebuah jiwa kecuali sesuai dengan kemampuannya" (QS. Al-Baqarah:286&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;ما نهيتكم عنه فاجتنبوه وما أمرتكم به فافعلوا منه ما استطعتم &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Apa yang aku larang maka hendaklah kalian jauhi, dan apa yang aku perintahkan maka hendaklah kalian kerjakan sesuai dengan kemampuan kalian" (HR. Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Ibrahim rahimahullahu: &lt;br /&gt;تصح الصلاة على الطائرة وهي تطير في الجو، كما تصح الصلاة على الباخرة والسفينة ونحوها. وهذا أَشبه بحال الضرورة. لأَنه لا يستطيع إِيقافها ولا النزول لأَداء الصلاة، ولا يجوز تأْخير الصلاة عن وقتها بحال. وكما تصح الصلاة على السيارة إِذا جد به السير ولم يتمكن الراكب من إِلزام السائق بإِيقاف السيارة وخشي خروج الوقت، فإِنه يصلي قبل خروج الوقت ويفعل ما يستطيع عليه، ثم إِذا صلى الإِنسان في الطائرة ونحوها فإِن استطاع أَن يصلي قائمًا ويركع ويسجد لزمه ذلك في الفريضة، وإِلا صلى على حسب حاله وأَتى بما يقدر عليه من ذلك، كما يلزمه استقبال القبلة حسب استطاعته. وكلما دارت انحرف إِلى القبلة إِذا كانت الصلاة فرضًا&lt;br /&gt;"Sah shalat di dalam pesawat yang sedang terbang, sebagaimana sah shalat di dalam kapal dan yang semisalnya, dan ini lebih serupa dengan keadaan dharurat, karena dia tidak mampu menghentikan kendaraan tersebut, dan juga tidak bisa turun untuk mengerjakan shalat, sementara tidak boleh mengakhirkan shalat dari waktunya dalam keadaan apapun. Sebagaimana shalat juga sah di atas mobil apabila sedang berjalan dan penumpang tidak bisa mengharuskan sopir menghentikan kendaraan, dan dia takut habis waktu, maka hendaklah dia shalat sebelum habis waktunya dan melakukan apa yang dia mampu. Kemudian apabila  seseorang shalat di pesawat  dan yang semisalnya maka jika dia mampu shalat dengan berdiri, ruku', dan sujud maka dia wajib melakukannya pada shalat fardhu, kalau tidak bisa maka shalat sesuai dengan kondisi dia, dan mengerjakan apa yang dia mampu, sebagaimana wajib bagi dia menghadap qiblat sesuai dengan kemampuan, setiap kali kendaraan itu berputar maka dia tetap menghadap ke qiblat bila itu adalah shalat fardhu" (Fataawaa wa Rasaa'il Syeikh Muhammad bin Ibrahim no:516) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berkata Komite Tetap Untuk Riset llmiyyah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia: &lt;br /&gt;وأما كونه يصلي أين توجهت المذكورات أم لا بد من التوجه إلى القبلة دومًا واستمرارًا أو ابتداءً فقط - فهذا يرجع إلى تمكنه، فإذا كان يمكنه استقبال القبلة في جميع الصلاة وجب فعل ذلك؛ لأنه شرط في صحة صلاة الفريضة في السفر والحضر، وإذا كان لا يمكنه في جميعها، فليتق الله ما استطاع، لما سبق من الأدلة، هذا كله في الفرض&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adapun, apakah dia shalat mengikuti arah kendaraan-kendaraan tersebut  (mobil, kereta, pesawat, atau kendaraan roda empat) harus menghadap qiblat secara terus-menerus atau hanya di awal shalat, maka ini dikembalikan kepada kemampuan dia, jika dia mungkin menghadap qiblat terus-menerus dalam shalat seluruhnya maka dia wajib melakukannya, karena ini syarat sahnya shalat fardhu baik ketika safar atau muqim, dan apabila tidak mungkin menghadap qiblat terus-menerus maka hendaklah dia bertaqwa kepada Allah sesuai dengan kemampuan, karena dalil-dalil yang telah berlalu, dan ini semua dalam shalat fardhu" (Fataawaa Al-Lajnah Ad-Daaimah 8/124)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan nasehat para  ulama, selama masih memungkinkan kita kerjakan shalat fardhu di luar kendaraan, baik sebelum naik maupun setelah turun, baik pada waktunya atau dijamak dengan shalat lain maka hendaknya tidak shalat fardhu dalam kendaraan. &lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullahu: &lt;br /&gt;إذا كان لا يتمكن من أداء الصلاة في الطائرة كما يؤديها على الأرض فلا يصلي الفريضة في الطائرة إذا كان يمكن هبوط الطائرة قبل خروج وقت الصلاة ، أو خروج وقت التي بعدها مما يجمع إليها &lt;br /&gt;"Apabila tidak bisa mengerjakan shalat di pesawat sebagaimana di bumi, maka jangan dia shalat di pesawat jika pesawat mendarat sebelum keluarnya waktu shalat atau keluarnya waktu shalat yang setelahnya yang bisa dijama' shalat bersamanya" (Fatawa Arkanil Islam hal:380)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah:&lt;br /&gt;إذا كانت الرحلة بالقطار أو الطائرة تبدأ بعد دخول وقت الظهر أو المغرب؛ فإن المسافر يجمع بين الصلاتين جمع تقديم قبل الركوب، وإن كانت الرحلة تبدأ قبل دخول وقت الصلاة الأولى من الصلوات المذكورة؛ فإن المسافر ينوي جمع التأخير ويصلي الصلاتين إذا نزل، ولو كان نزوله في آخر وقت الثانية، وإن كانت الرحلة تستمر إلى ما بعد خروج وقت الثانية؛ فإن المسافر يصلي في القطار أو الطائرة، في المكان المناسب، على حسب حاله، وكذا صلاة الفجر إذا كانت الرحلة تستمر إلى ما بعد طلوع الشمس؛ فإن المسافر يصليها في القطار أو الطائرة على حسب حاله قال تعالى : { فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ } [ سورة التغابن : آية 16 [ .ويجب على المصلي أن يتجه إلى جهة القبلة أينما كان اتجاه الرحلة؛ لقوله تعالى : { فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّواْ وُجُوِهَكُمْ شَطْرَهُ } [ سورة البقرة : آية 144[ .&lt;br /&gt;"Apabila keberangkatan kereta atau pesawat setelah masuk waktu Zhuhur atau Maghrib maka seorang musafir hendaklah menjama' antara 2 shalat dengan jama' taqdim sebelum naik, dan apabila keberangkatan sebelum waktu shalat yang pertama dari shalat-shalat yang disebutkan tadi (Zhuhur dan Maghrib) maka dia meniatkan jama' ta'khir, dan melaksanakan 2 shalat tersebut ketika turun, meskipun turunnya ketika di akhir waktu shalat yang kedua. Dan apabila perjalanan berlanjut sampai keluarnya waktu shalat yang kedua maka dia shalat di kereta atau pesawat, di tempat yang sesuai, sesuai dengan keadaan dia. Demikian pula shalat shubuh bila perjalanan berlanjut sampai terbit matahari, ,maka hendaklah dia shalat di kereta dan pesawat sesuai dengan keadaannya, Allah ta'aalaa berfirman (yang artinya): "Bertaqwalah kalian kepada Allah sesuai dengan kemampuan kalian", dan wajib atasnya menghadap qiblat kemanapun arah kendaraan berubah, karena firman Allah (yang artinya): "Maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya" (QS.Al-Baqarah:144)(Al-Muntaqaa min Fataawaa Syeikh Shalih bin Fauzaan 2/140-141 no:159)&lt;br /&gt;Wallahu ta'aalaa a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-3165301291577675584?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/3165301291577675584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/01/cara-shalat-dalam-kereta-ekonomi.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3165301291577675584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3165301291577675584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/01/cara-shalat-dalam-kereta-ekonomi.html' title='Cara Shalat Dalam Kereta Ekonomi'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-3699258033261881882</id><published>2010-01-28T15:00:00.002+03:00</published><updated>2010-01-28T15:09:33.171+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh'/><title type='text'>Kolam Renang Khusus Muslimah</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Mohon dibahas masalah ‘kolam renang khusus muslimah’ yang banyak muncul baik di Indonesia atau di negeri-negeri Eropa. Bagaimana hukum muslimah berenang di kolam renang khusus muslimah tersebut. Jazakallahu khairan. (Abu 'Aisyah)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Alhamdulillahi rabbil 'aalamiin, washshalaatu wassalaamu 'ala rasulillaah khairil anbiyaa'I wal mursaliin wa 'alaa 'aalihii wa shahbihii ajma'iin. Amma ba'du:&lt;br /&gt;Pada asalnya boleh bagi seorang muslimah berenang di kolam renang khusus muslimah selama tetap menjaga batasan-batasan syari'at ,  seperti misalnya seluruh wanita muslimah yang berenang di kolam renang tersebut menutup aurat mereka supaya pandangan tidak terjatuh pada sesuatu yang diharamkan.&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;لا ينظر الرجل إلى عورة الرجل ولا المرأة إلى عورة المرأة&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki, dan janganlah seorang wanita melihat aurat wanita lain" (HR. Muslim, dari Abu Sa'id Al-Khudry radhiyallahu 'anhu)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Beliau shallallahu 'alaihiwasallam juga bersabda: &lt;br /&gt;احفظ عورتك إلا من زوجتك أو ما ملكت يمينك&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Jagalah auratmu kecuali dari istrimu atau budakmu" (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzy, Ibnu Majah, dari Mu'awiyah bin Haidah radhiyallahu 'anhu, dan dihasankan Syeikh Al-Albany) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Hadist ini menunjukkan dilarangnya melihat aurat orang lain selain yang disebutkan di atas, yaitu laki-laki melihat aurat laki-laki, dan wanita melihat aurat wanita. (Lihat Fathul Bary, Ibnu Hajar Al-'Asqalany 1/386)&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Abdul Muhsin Al-'Abbaad hafizhahullah: &lt;br /&gt;سباحة نساء مع نساء وهن متسترات بثيابهن ليس فيه بأس &lt;br /&gt;"Tidak mengapa para wanita berenang bersama wanita-wanita lain selama mereka dalam keadaan tertutup dengan pakaian mereka" (Syarh Sunan Abi Dawud, diantara pertanyaan yang diajukan kepada beliau setelah Bab Maa Jaa'a fii At-Ta'arry, Kitab Al-Hammaam, kemudian saya tanyakan kembali  pertanyaan ini kepada beliau hari Kamis tanggal 6 Shafar 1431 setelah shalat Shubuh, dan beliau menjawab dengan jawaban yang semakna)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu kolam renang tersebut harus aman dari pandangan laki-laki, kamera, dan yang semisalnya dll, apabila dikhawatirkan hal-hal yang tidak diinginkan -seperti yang banyak terjadi di zaman sekarang- maka tentunya menghindari kerusakan lebih didahulukan daripada mendatangkan mashlahat (kebaikan).(Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 26/343 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun meski diperbolehkan dengan syarat-syarat di atas, tentunya tidak diragukan lagi bahwa  tetap tinggalnya seorang wanita muslimah di rumah tentu lebih baik dan lebih aman baginya, dan sering keluarnya seorang wanita ke tempat-tempat seperti itu tentunya hal yang tidak baik dan akan membawa fitnah.&lt;br /&gt;Allah ta'aalaa berfirman: &lt;br /&gt;وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى  [الأحزاب/33]&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan tetaplah kalian berada di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias seperti berhiasnya orang-orang jahiliyyah dahulu" (QS. Al-Ahzab:33)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berkata  Syeikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu: &lt;br /&gt;الحقيقة يا إخواني خروج المرأة عما حد لها ورسم لها في الشرع يسبب لها ولغيرها البلاء والفساد ، فالمرأة لو كانت تتعلم السباحة في منزلها فإن أحدا لا يمنعها ، لكن أن تخرج من منزلها إلى أماكن تعليم السباحة وبالصفة المذكورة وبملابس لا تستر عورتها فإن ذلك أمر مخالف للشرع ، والواجب على أولياء البنات أن يتقوا الله فيهن ، وأن يحفظوا تلك الأمانة فالله سائلهم عنها &lt;br /&gt;"Pada hakikatnya -wahai saudara-saudaraku-keluarnya seorang wanita dari  apa yang sudah digariskan bagi mereka di dalam agama akan menyebabkan kerusakan bagi dirinya dan orang lain. Seorang wanita apabila dia belajar berenang  di rumahnya maka tidak ada yang melarangnya, namun apabila dia keluar rumah ke tempat-tempat latihan berenang dengan sifat di atas dan dengan pakaian yang tidak menutup auratnya maka yang demikian itu menyelisihi syari'at, dan kewajiban para wali adalah bertaqwa kepada Allah di dalam urusan anak-anak wanita mereka, dan menjaga amanat tersebut, Allahlah yang akan menanyai mereka kelak" (Majallah Al-Buhuuts Al-Islaamiyyah 68/54 dan 56)&lt;br /&gt;Syeikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullahu juga berkata: &lt;br /&gt;الحمد لله نصيحتي لإخواني ألا يمكنوا نساءهم من دخول نوادي السباحة والألعاب الرياضية لأن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم حث المرأة أن تبقى في بيتها فقال وهو يتحدث عن حضور النساء للمساجد وهي أماكن العبادة والعلم الشرعي : لا تمنعوا إماء الله مساجد الله وبيوتهن خير لهن وذلك تحقيقاً لقوله تعالى : ( وقرن في بيوتكن ) ثم إن المرأة إذا اعتادت ذلك تعلقت به تعلقاً كبيراً لقوة عاطفتها وحينئذ تنشغل به عن مهماتها الدينية والدنيوية ويكون حديث نفسها ولسانها في المجالس . ثم إن المرأة إذا قامت بمثل ذلك كان سبباً في نزع الحياء منها وإذا نزع الحياء من المرأة فلا تسأل عن سوء عاقبتها إلا أن يمن الله عليها باستقامة تعيد إليها حياءها الذي جبلت عليه. &lt;br /&gt;وإني حين أختم جوابي هذا أكرر النصيحة لإخواني المؤمنين أن يمنعوا نساءهم من بنات أو أخوات أو زوجات أو غيرهن ممن لهم الولاية عليهن من دخول هذه النوادي ، وأسأل الله تعالى أن يمن على الجميع بالتوفيق والحماية من مضلات الفتن إنه على كل شيء قدير والحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين .&lt;br /&gt;"Alhamdulillah, nasehat saya untuk saudara-saudaraku, janganlah kalian mengizinkan wanita-wanita kalian mengikuti klub-klub renang dan olahraga, karena Nabi shallallahu 'alaihi wa 'alaa 'aalihi wa sallam telah mendorong wanita supaya tetap berada di rumahnya, beliau telah bersabda tentang wanita yang mendatangi masjid yang merupakan tempat ibadah dan ilmu syar'iy: "Janganlah kalian larang hamba-hamba wanita Allah dari masjid-masjid Allah, dan rumah-rumah mereka itu lebih baik bagi mereka", dan ini adalah perwujudan dari firman Allah (yang artinya): " Dan tetaplah kalian berada di rumah-rumah kalian", kemudian seorang wanita apabila sudah terbiasa melakukan yang demikian maka hatinya akan senantiasa tergantung dengannya karena kuatnya perasaan seorang wanita, ketika sudah demikian maka dia akan tersibukkan dari tugas-tugasnya baik tugas-tugas yang berhubungan dengan  agama atau dunia, dan jadilah perkara tersebut terbayang-bayang dalam hatinya dan menjadi bahan pembicaraan dalam perkumulan-perkumpulan. Demikian pula seorang wanita apabila melakukan aktifitas seperti itu maka akan menjadi sebab hilangnya rasa malu pada dirinya,  jika sudah hilang rasa malu maka jangan tanya akibatnya, kecuali Allah memberi karunia dengan istiqamah yang mengembalikan rasa malu pada dirinya, yang malu ini merupakan fitrah seorang wanita. &lt;br /&gt;Dan diakhir jawaban ini saya ulangi nasehat saya untuk saudara-saudaraku yang beriman, supaya melarang wanita-wanita mereka baik anak-anak, saudara-saudara, istri-istri atau yang lain yang masih berada di bawah kekuasaan mereka untuk tidak mengikuti klub-klub seperti ini. Dan saya memohon kepada Allah, semoga Allah memberi karunia kepada kita semua dengan taufiq dan penjagaan dari segala fitnah yang menyesatkan, sesungguhnya Dia Maha Mampu melakukan segala sesuatu. Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, dan shalawat serta salam Allah atas nabi kita Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya " (Majallah Ad-Da'wah edisi  1765/54).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Batas aurat wanita di hadapan wanita lain&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jumhur  ulama mengatakan bahwa aurat wanita dihadapan wanita lain adalah antara pusar dan lutut. (Lihat Badai'ush Shanaa'i'5/124, Al-Fawaakih Ad-Dawaaniy 1/202, Raudhatuththaalibin 5/370, dan Al-Mughny 9/505). &lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin: &lt;br /&gt;وذكر فقهاؤنا رحمهم الله أنه يجوز للمرأة أن تنظر من المرأة جميع بدنها إلا ما بين السرة والركبة&lt;br /&gt;"Para fuqaha kita rahimahumullah menyebutkan bahwa boleh bagi seorang wanita melihat seluruh badan wanita lain kecuali bagian antara pusar dan lutut"(Majmu' Fataawaa wa Rasaa'il Syeikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimiin 12/267)&lt;br /&gt;Mereka mengqiyaskan aurat wanita dihadapan wanita dengan aurat laki-laki di hadapan laki-laki, dan yang mengumpulkan antara keduanya adalah persamaan jenis kelamin. &lt;br /&gt;Sebagian ulama yang lain mengatakan bahwa aurat wanita di depan wanita sama dengan auratnya di depan mahram yaitu semua badannya kecuali tempat perhiasan yang nampak seperti kepala, telinga, leher, dada bagian atas, pergelangan tangan, pergelangan kaki. Mereka berdalil dengan firman Allah ta'aalaa:&lt;br /&gt;وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آَبَائِهِنَّ أَوْ آَبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ  [النور/31]&lt;br /&gt;&lt;em&gt;" Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam…"(QS. An-Nuur: 31)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Al-Albany rahimahullahu: &lt;br /&gt;فهذا النص القرآني صريح في أن المرأة لا يجوز لها أن تبدي أمام المسلمة أكثر من هذه المواضع &lt;br /&gt;"Maka nash Al-Quran ini jelas menunjukkan bahwa wanita tidak boleh menampakkan selain tempat-tempat perhiasan tersebut di depan wanita muslimah yang lain" (Ar-Radd Al-Mufhim hal:75 )  &lt;br /&gt;Namun meskipun jumhur ulama berpendapat bahwa aurat wanita di hadapan wanita adalah antara pusar dan lutut, bukan berarti bahwasanya seorang wanita muslimah hanya menutup antara pusar sampai kedua lutut ketika dihadapan wanita lain, tapi hendaknya seorang muslimah tetap menjaga rasa malu dan kehormatannya dengan berpakaian di hadapan wanita lain seperti ketika dia berada diantara mahramnya.&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullahu:&lt;br /&gt;عورة المرأة مع المرأة ، كعورة الرجل مع الرجل أي ما بين السرة والركبة ، ولكن هذا لا يعني أن النساء يلبسن أمام النساء ثياباً قصيرة لا تستر إلا ما بين السرة والركبة فإن هذا لا يقوله أحد من أهل العلم ، ولكن معنى ذلك أن المرأة إذا كان عليها ثياب واسعة فضفاضة طويلة ثم حصل لها أن خرج شيء من ساقها أو من نحرها أو ما أشبه ذلك أمام الأخرى فإن هذا ليس فيه إثم&lt;br /&gt;"Aurat wanita dihadapan wanita seperti aurat laki-laki dihadapan laki-laki, yaitu antara pusar dan lutut, akan tetapi ini bukan berarti bahwa wanita memakai pakaian pendek yang tidak menutup kecuali apa yang ada diantara pusar dan lutut, karena ucapan seperti ini tidak pernah dikatakan oleh para ahli ilmu, akan tetapi maknanya adalah bahwasanya seorang wanita apabila mengenakan pakaian yang luas, tebal, panjang kemudian apabila nampak sebagian kakinya atau lehernya atau yang lainnya,  di depan wanita lain maka ini tidak berdosa " (Majmu' Fataawaa wa Rasaa'il Syeikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimiin 12/267) &lt;br /&gt;Wallahu 'alam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-3699258033261881882?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/3699258033261881882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/01/kolam-renang-khusus-muslimah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3699258033261881882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3699258033261881882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/01/kolam-renang-khusus-muslimah.html' title='Kolam Renang Khusus Muslimah'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-8644817611409580786</id><published>2010-01-15T21:45:00.003+03:00</published><updated>2010-01-15T21:51:00.597+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Menyembelih Aqiqah Bukan Di Tempat Kita Menetap</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. &lt;br /&gt;Ustadz saya mau nanya tentang aqiqah, saya sekarang domisili di Jakarta, kampung saya di Padang, saya rencananya mau aqiqah anak saya di Padang, dengan cara saya kirimkan uang ke orang tua istri saya, kemudian beliau akan mencarikan hewan aqiqah di kampung dan hewannya dipotong di kampung, kemudian dibagi-bagikan kepada keluarga, tetangga dan anak yatim di kampung saya, bagaimana menurut syariat ustadz, apakah syah atau harus aqiqah di tempat kita menetap? Jazakumullahu khair. (Abu Aslama, Jakarta)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. Tidak disyaratkan untuk sahnya aqiqah harus disembelih di tempat dimana si bayi berada. Namun yang afdhal aqiqah disembelih oleh orang tua sendiri, karena beberapa alasan: &lt;br /&gt;Pertama : Dia langsung merasa mendekatkan diri kepada Allah ta'aalaa dengan menyembelih&lt;br /&gt;Kedua  : Dia bisa meyakinkan bahwa hewan tersebut memenuhi syarat. &lt;br /&gt;Ketiga  : Dia yakin bahwasanya hewan tersebut disembelih dengan nama Allah&lt;br /&gt;Keempat : Dia bisa memakan sepertiga dari daging aqiqah, sebagai pelaksanaan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.  &lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullahu: &lt;br /&gt;إنه ليس المقصودُ من ذبح النسك سواءً كان عقيقةً أو هدياً أو أضحيةً اللحمُ أو الانتفاعُ باللحم ، فالانتفاع باللحم يأتي أمراً ثانوياً .المقصود بذلك هو : أن يتقرب الإنسان إلى الله بالذبح ، هذا أهم شيء ، أما اللحم فقد قال الله تعالى: ( لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ ) الحج/37 .وإذا علمنا ذلك تبين لنا خطأ من يدفعون مالاً ليُضَحَّى عنهم في مكان آخر ، أو يُعَقَّ عن أولادهم في مكانٍ آخر ؛ لأنهم إذا فعلوا ذلك فاتهم المهم ، بل فاتهم الأهم من هذه النسيكة وهو التقرب إلى الله بالذبح ، وأنت لا تدري من يتولى ذبح هذه ، قد يتولاه مَن لا يصلي ، فلا تحل ، أو قد يتولاه مَن لا يسمي عليها ، فلا تحل ، أو قد يُعبث بالذبيحة ولا يُشترى إلا شيئاً لا يُجزئ .فمن الخطأ جداً أن تصرف الدراهم لشراء الأضاحي أو العقائق من مكان آخر ، نقول : اذبحها أنت ، بيدك إن استطعت ، أو بوكيلك ، واشهَدْ ذبحها حتى تشعر بالتقرب إلى الله سبحانه وتعالى بذبحها ، وحتى تأكل منها ؛ لأنك مأمورٌ بالأكل منها ، قال الله تعالى: (فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ) الحج/28 .وقد أوجب كثير من العلماء على الإنسان أن يأكل من كل نسيكةٍ ذبحها تقرباً إلى الله ، كالهدايا ، والعقائق وغيرها ، فهل ستأكل منها وهي في محل بعيد ؟! لا .وإذا كنت تريد أن تنفع إخوانك في مكان بعيد فابعث بالدراهم إليهم ، ابعث بالثياب إليهم ، ابعث بالطعام إليهم ، أما أن تنقل شعيرة من شعائر الإسلام إلى بلاد أخرى فهذا لا شك أنه من الجهل&lt;br /&gt;"Sesungguhnya maksud dari menyembelih dalam rangka ibadah, apakah itu untuk aqiqah atau hadyu (hewan yang disembelih oleh orang yang haji tamattu' atau qiran sebagai rasa syukur) atau qurban bukanlah hanya sekedar daging atau mengambil manfaat dari dagingnya, ini sebenarnya hanya tujuan sampingan saja. Akan tetapi maksud utama adalah bagaimana seseorang bertaqarrub kepada Allah dengan menyembelih hewan tersebut, ini yang paling penting. Adapun daging maka Allah telah berfirman (yang artinya): "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak diangkat kepada Allah, akan tetapi ketakwaan kalianlah yang akan diangkat" (Al-Hajj:37). Apabila kita sudah tahu yang demikian itu, jelas bagi kita kesalahan orang yang mengeluarkan uang untuk disembelihkan di tempat yang lain,  atau mengaqiqahkan anaknya di tempat lain, karena kalau itu mereka lakukan luput dari mereka sesuatu yang penting  atau yang lebih penting dari ibadah ini, yaitu bertaqarrub (mendekatkan diri) langsung kepada Allah dengan menyembelih. &lt;br /&gt;Demikian pula kamu tidak tahu siapa yang menyembelih, mungkin  orang yang tidak shalat sehingga tidak halal dagingnya, atau orangnya tidak menyebut nama Allah sehingga tidak halal, atau dibelikan hewan yang tidak memenuhi syarat, oleh karena membeli hewan qurban atau aqiqah di tempat lain  adalah salah sekali. Maka kita katakan: Sembelihlah dengan tanganmu kalau bisa, atau kamu wakilkan dan kamu saksikan pas menyembelihnya supaya kamu merasa bertaqarrub kepada Allah dengan menyembelih. Demikian pula supaya kamu bisa memakan darinya, karena kamu diperintah untuk memakan sebagiannya, Allah ta'aalaa berfirman (yang artinya): "Maka makanlah darinya dan beri makanlah orang yang faqir" Al-Hajj:28, dan banyak para ulama yang mewajibkan seseorang memakan dari hewan yang disembelih dalam rangka bertaqarrub kepada Allah, seperti Al-Hadyu, Al-Aqiqah dan selainnya, apakah kamu bisa memakan darinya sedangkan hewan tersebut berada di tempat yang jauh? Tidak. Dan apabila kamu ingin memberi manfaat kepada saudara-saudaramu di tempat yang jauh maka hendaklah kamu kirim uang, pakaian, dan makanan kepada mereka. Adapun kamu memindahkan sebuah syi'ar diantara syi'ar-syi'ar islam ke negeri lain maka ini tidak diragukan lagi termasuk kejahilan" (Liqa' Babil Maftuh 23/11) &lt;br /&gt;Syeikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan juga mengatakan: &lt;br /&gt;"الأضحية والعقيقة يذبحهما المسلم في بلده وفي بيته ، ويأكل ويتصدق منهما ، ولا يبعث بقيمتهما ليشتري بها ذبيحة وتوزع في بلد آخر ؛ كما ينادي به اليوم بعض الطلبة المبتدئين أو بعض العوام ؛ بحجة أن بعض البلاد فيها فقراء محتاجون، ونحن نقول : إن مساعدة المحتاجين من المسلمين مطلوبة في أي مكان، لكن العبادة التي شرع الله فعلها في مكان معين لا يجوز نقلها منه إلى مكان آخر؛ لأن هذا تصرف وتغيير للعبادة عن الصيغة التي شرعها الله لها، &lt;br /&gt;"Hewan qurban dan aqiqah disembelih oleh seorang muslim di negaranya dan di rumahnya, kemudian memakan, dan bershadaqah dari keduanya, dan hendaknya tidak mengirim uang untuk membeli dan membaginya di negara lain, sebagaimana yang didengung-dengungkan akhir-akhir ini oleh sebagian penuntut ilmu pemula atau orang-orang awam, dengan alasan disana adalah orang-orang faqir yang membutuhkan. (Al-Muntaqaa Min Fataawaa Al-Fauzaan pertanyaan no:393) &lt;br /&gt;Wallahu ta'aalaa a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-8644817611409580786?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/8644817611409580786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/01/menyembelih-aqiqah-bukan-di-tempat-kita.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/8644817611409580786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/8644817611409580786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/01/menyembelih-aqiqah-bukan-di-tempat-kita.html' title='Menyembelih Aqiqah Bukan Di Tempat Kita Menetap'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-5846704423091594207</id><published>2010-01-11T22:27:00.004+03:00</published><updated>2010-01-11T22:35:41.354+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Shalat Jumat Bagi Pekerja Yang Jauh Dari Pemukiman</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamu'alaikumwarahmatullahiwabarakatuhu.. Ustadz, saya bekerja di lokasi pengeboran. Selama saya di lokasi (2 - 3 minggu), saya tidak pernah sholat jumat, dikarenakan situasi dan kondisinya yg tidak memungkinkan. Diantaranya adalah tuntutan kerja yang tidak boleh saya tinggalkan, selain itu juga perlu waktu 1 jam untuk menuju masjid. Saya mau tanya, apakah saya berdosa jika saya tidak menunaikannya walaupun saya ganti dengan sholat Zhuhur? atau jangan2 pekerjaan ini termasuk yg tidak diridhoi Allah? Terima Kasih atas penjelasan Ustadz. (Syaiful Kamal)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.  &lt;br /&gt;Apabila lokasi pengeboran berada di luar kota dan adzan jum'at tidak terdengar dari  lokasi kerja karena jauhnya maka antum tidak berkewajiban shalat jumat, karena termasuk syarat wajib menghadiri shalat Jum'at adalah mendengar panggilan adzan. Dari Abdullah bin 'Amr radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;الجمعة على كل من سمع النداء&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"(Shalat) jum'at itu wajib atas orang yang mendengar panggilan adzan" (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dan dan dihasankan oleh Syeikh Al-Albany dalam Al-Irwa' 3/58).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Pendapat inilah yang dipegang oleh Imam Ahmad, Imam Syafi'iy, dan Ishaq (Lihat Sunan At-Tirmidzy 2/374)&lt;br /&gt;Dan ukuran seseorang dikatakan mendengar panggilan adzan menurut mayoritas ulama adalah apabila orang tersebut diperkirakan mendengar adzan yang dikumandangkan oleh orang yang keras suaranya, dalam keadaan angin tenang, tidak ada suara yang mengganggu, tidak ada penghalang, dan pendengaran orang yang mendengar tersebut sehat, ada diantara ulama yang mengatakan bahwa jaraknya sekitar satu farsakh atau 3 mil atau kurang lebih 5 km ( Lihat Al-Muhadzdzab beserta Al-Majmu' 4/354, Kasysyaaful Qina' 1/503,  dan  At-Tamhid 10/281)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Lajnah Ad-Daimah pernah ditanya tentang pertanyaan semakna, kemudian Al-Lajnah menjawab: &lt;br /&gt;إذا كان الواقع كما ذكرت من البعد فليس عليك جمعة، وعليك أن تصلي الظهر، ولكن الخير لك أن تسعى مستقبلًا في عمل بمكان قريب من العمران، حتى تكون قريبًا من المساجد، وتتمكن من صلاة الجمعة والجماعة مع المسلمين في المساجد، وتسمع المواعظ، وتتعلم ما تحتاجه من أمور دينك&lt;br /&gt;"Apabila keadaannya seperti yang antum sebutkan, yaitu lokasi yang jauh, maka kamu tidak berkewajiban shalat jum'at, dan kewajibanmu hanyalah shalat dhuhur, akan tetapi yang lebih baik bagimu adalah berusaha mencari pekerjaan yang dekat dengan bangunan-bangunan supaya dekat dengan masjid, dan kamu bisa menunaikan shalat jumat dan jama'ah bersama kaum muslimin di masjid-masjid,  mendengarkan nasehat-nasehat, serta mempelajari perkara-perkara agama yang kamu butuhkan" (Fatawa Al-Lajnah Ad-Da'imah 8/195)&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullahu: &lt;br /&gt;إذا كان هؤلاء العمال بعيدين عن المسجد بحيث لا يسمعون النداء لولا مكبر الصوت وهم خارج البلد، فإن الجمعة لا تلزمهم، ويطمئن العمال بأنه لا إثم عليهم في البقاء في المزرعة ويصلون ظهراً، ويشار على كفيلهم أن يأذن لهم؛ لأن في ذلك خيراً وخيراً لهم، وتطييباً لقلوبهم وربما يكون ذلك سبباً في نصحهم إذا قاموا بالعمل، بخلاف ما إذا ضغط عليهم&lt;br /&gt;"Apabila para pekerja tersebut tinggal jauh dari masjid sehingga tidak bisa mendengar adzan kecuali kalau ada mikrofon, sedangkan mereka berada di luar kota, maka mereka tidak wajib shalat jum'at, dan mereka bisa tenang bahwa mereka tidak berdosa tetap tinggal di kebun dan shalat dhuhur disana, dan hendaknya majikan dianjurkan untuk mengizinkan mereka shalat jum'at karena di dalamnya ada kebaikan yang banyak, dan menyenangkan hatinya, dan mungkin ini sebagai sebab membaiknya mereka dalam bekerja, lain halnya apabila kerjanya ditekan terus"  (Majmu' Fatawa wa Rasail Syeikh 'Utsaimin 16/77 no:1218)&lt;br /&gt;Demikian pula apabila pekerjaan tersebut sama sekali tidak bisa ditinggalkan, seperti menjaga kesinambungan kerja mesin maka ini merupakan udzur/alasan yang  syar'iy insya Allah ta'aalaa. &lt;br /&gt;Allah ta'aalaa berfirman: &lt;br /&gt;فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ [التغابن/16]&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Maka bertaqwalah kalian kepada Allah semampu kalian" (QS. At-Taghabun: 16).&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;Berkata Syeikh Shalih bin Fauzan rahimahullah: &lt;br /&gt;وأما قضية إذا كان العمل يتطلب من يبقى حارسًا على معدات أو أشياء مالية يخاف عليها لو ذهب الجميع للصلاة؛ فإنه لا بأس أن يبقى من تنسد به الحاجة لأجل حراسة هذه الأموال، ويكون معذورًا عن حضور الجمعة والجماعة .&lt;br /&gt;"Adapun apabila pekerjaan tersebut mengharuskan adanya orang yang menjaga mesin-mesin atau harta benda yang dikhawatirkan hilang jika semua shalat maka tidak mengapa sebagian -sesuai dengan kebutuhan-  tetap tinggal di tempat untuk menjaga harta benda tersebut, dan dia dimaafkan dari menghadiri jum'at dan jama'ah" (Al-Muntaqa min Fatawa Syeikh Shalih Al-Fauzan Jilid 3 no: 64) &lt;br /&gt;Wallahu a'lam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-5846704423091594207?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/5846704423091594207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/01/shalat-jumat-bagi-pekerja-yang-jauh.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/5846704423091594207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/5846704423091594207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/01/shalat-jumat-bagi-pekerja-yang-jauh.html' title='Shalat Jumat Bagi Pekerja Yang Jauh Dari Pemukiman'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-7571819578687047301</id><published>2009-11-23T06:58:00.004+03:00</published><updated>2009-11-23T07:12:59.714+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Orang Yang Berqurban Tidak Boleh Memotong Rambut Dan Kuku</title><content type='html'>Tanya: Assalaamu'alaikum warahmatulloohi wabarakaatuh, Ustadz adakah dalilnya kalau ana berada di Indonesia akan melaksanakan qurban,sejak tanggal 1 Dzulhijah sampai 9 Dzulhijah tidak dibolehkan memotong kuku atau rambut.Dan bolehkah berqurban untuk saudara atau orang tua yang sudah meninggal. Jazaakallooh khair. (Bedjan Santosa)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. Iya orang yang berniat untuk berqurban  tidak diperbolehkan memotong kuku dan rambut, dalilnya sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: &lt;br /&gt;من أراد أن يضحي فلا يقلم من أظفاره ولا يحلق شيئا من شعره في عشر الأول من ذي الحجة &lt;br /&gt;"Barangsiapa yang akan berqurban maka jangan memotong kukunya dan jangan mencukur rambutnya pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah" (HR. An-Nasaa'I, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany). &lt;br /&gt;Dan diperbolehkan berqurban untuk saudara atau orangtua yang sudah meninggal, keterangan lebih jelas bisa di &lt;a href="http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/06/menyembelih-hewan-kurban-atas-nama.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-7571819578687047301?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/7571819578687047301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/11/orang-yang-berqurban-tidak-boleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/7571819578687047301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/7571819578687047301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/11/orang-yang-berqurban-tidak-boleh.html' title='Orang Yang Berqurban Tidak Boleh Memotong Rambut Dan Kuku'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-513923566286194515</id><published>2009-11-22T01:39:00.004+03:00</published><updated>2009-11-22T01:44:09.817+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Bolehkah Anak Kecil Menjadi Mahram Dalam Safar (Bepergian)?</title><content type='html'>Tanya: Assalammu'alaikum Warohmatullohi Wabarakatuh. Ustadz, afwan ana punya beberapa pertanyaan mohon bantuan penjelasannya ;&lt;br /&gt;1) Jika kita tidak memiliki mahrom dan ada kepentingan untuk safar keluar negri apakah anak laki-laki yang baru berusia 8 tahun bisa ditetapkan sebagai mahrom ? &lt;br /&gt;2) Mana yang lebih penting, aqidah yang haq atau akhlaq yang bagus ? afwan, karena terkadang yang berilmu akhlak nya tidak mencerminkan aqidah yang dibangga-banggakan, namun ada orang awam yang tidak mengerti tauhid tetapi akhlak nya baik, tidak dengki atas apa yang dimiliki orang lain dll....afwan, apakah yang salah dari semua ini, dimana letak kekurangan nya? Afwan, Jazakalloh khoir. (Di Valentino, Cimanggis)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.&lt;br /&gt;Pertama: Yang rajih dari 2 pendapat ulama bahwa laki-laki yang bisa menjadi mahram bagi wanita adalah yang sudah baligh, karena maksud disyari'atkannya mahram adalah penjagaan dan perlindungan kepada wanita.   &lt;br /&gt;Berkata Ibnu Qudamah rahimahullahu: &lt;br /&gt;وَيُشْتَرَطُ فِي الْمَحْرَمِ أَنْ يَكُونَ بَالِغًا عَاقِلًا ، قِيلَ لِأَحْمَدَ : فَيَكُونُ الصَّبِيُّ مَحْرَمًا ؟ قَالَ : لَا ، حَتَّى يَحْتَلِمَ ؛ لِأَنَّهُ لَا يَقُومُ بِنَفْسِهِ ، فَكَيْفَ يَخْرُجُ مَعَ امْرَأَةٍ .وَذَلِكَ لِأَنَّ الْمَقْصُودَ بِالْمَحْرَمِ حِفْظُ الْمَرْأَةِ ، وَلَا يَحْصُلُ إلَّا مِنْ الْبَالِغِ الْعَاقِلِ ، فَاعْتُبِرَ ذَلِكَ . &lt;br /&gt;"Dan disyaratkan bagi mahram orang yang dewasa dan berakal, Imam Ahmad pernah ditanya: Apakah anak kecil bisa menjadi mahram? Beliau menjawab: Tidak, sampai dia dewasa, karena dia belum bisa mandiri maka bagaimana dia keluar bersama wanita, karena tujuan dari adanya mahram adalah menjaga wanita, dan itu tidak terwujud kecuali dari orang yang sudah baligh dan berakal, maka camkanlah" (Al-Mughny 5/34)&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah: &lt;br /&gt;والحكمة في منع المرأة من السفر بدون محرم صونُ المرأة عن الشر والفساد، وحمايتها من أهل الفجور والفسق؛ فإن المرأة قاصرةٌ في عقلها وتفكيرها والدفاع عن نفسها، وهي مطمعُ الرجال، فربما تُخدع أو تُقهر، فكان من الحكمة أن تُمنع من السفر بدون محرم يُحافظ عليها ويصونها؛ ولذلك يُشترط أن يكون المَحرَم بالغاً عاقلاً، فلا يكفي المحرم الصغير أو المعتوه.&lt;br /&gt;"Dan hikmah dilarangnya wanita bepergian tanpa mahram adalah untuk menjaganya dari kejelekan dan kerusakan dan melindunginya dari orang-orang jahat dan nakal, karena wanita itu kurang akalnya, pikirannya, dan juga lemah dalam membela dirinya, dan wanita itu  incaran laki-laki, bisa saja dia ditipu atau dipaksa, maka termasuk sesuatu yang bijak apabila wanita dilarang  bepergian tanpa mahram yang bisa melindungi dan menjaganya,  oleh karena itu disyaratkan mahram tersebut sudah baligh dan berakal, maka tidak cukup mahram anak kecil atau orang yang kurang akalnya" (Majmu' Fatawa wa Rasa'il Syeikh 'Utsaimin 24/258)&lt;br /&gt;Datang dalam Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah: &lt;br /&gt;يشترط في المحرم الذي يكون مع المرأة أن يكون بالغا عاقلا؛ لأن الصغير وغير العاقل لا يحصل بهما المقصود في المحرمية من حماية المرأة والقيام بشأنها.&lt;br /&gt;"Disyaratkan hendaknya mahram wanita sudah baligh dan berakal, karena anak kecil dan orang yang tidak berakal tidak bisa menjalankan maksud dari kemahraman yaitu melindungi wanita dan mengerjakan urusannya" (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 17/305) &lt;br /&gt;Syeikh Abdul Muhsin bin Badr Al-'Abbaad hafidzahullah juga pernah ditanya tentang masalah ini, maka beliau menjawab bahwasanya tidak boleh anak kecil menjadi mahram karena anak kecil masih butuh penjagaan maka bagaimana dia bisa menjaga orang lain. (Syarh Sunan Ibnu Majah Kitabul Hajj tahun 1430 di Masjid Nabawy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Aqidah yang haq dan akhlaq yang baik keduanya merupakan bagian dari iman. Dan aqidah memiliki kedudukan lebih tinggi daripada akhlaq.  Karena iman menurut ahlussunnah adalah keyakinan dalam hati, pengucapan dengan lisan, dan pengamalan dengan anggota badan. Keyakinan (aqidah) adalah ushul iman (pokok keimanan) yang mencakup di dalamnya enam rukun iman, yang tidak beriman seseorang sehingga dia beriman dengan semua rukun iman tersebut. Adapun akhlaq maka ada yang termasuk kesempurnaan iman yang wajib yang berdosa apabila tidak dilakukan seperti kejujuran (lawan kebohongan), menjaga amanat (lawan khianat). Dan ada akhlaq yang merupakan kesempurnaan iman yang mustahab, mendapat pahala apabila dikerjakan, dan tidak berdosa apabila tidak dikerjakan seperti memberi hadiah kepada saudara seislam, bershadaqah yang mustahab. &lt;br /&gt;Hubungan antara iman dan akhlaq sebenarnya sangat erat, semakin kuat iman dan keyakinan seseorang kepada Allah dan hari akhir maka akan semakin baik akhlaqnya, karena dia yakin Allah Maha Mengetahui, Maha Melihat, dan Maha Mendengar, dan yakin bahwa disana akan ada hari pembalasan, sehingga tidak keluar dari dirinya kecuali ucapan dan perbuatan yang baik. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;أكمل المؤمنين إيمانا أحسنهم خلقا&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Orang beriman yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaqnya" (HR.Abu Dawud dan At-Tirmidzy, berkata Syeikh Al-Albany: Hasan Shahih)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Namun terkadang seseorang yang beraqidah dengan aqidah yang benar memiliki akhlaq yang jelek, hal ini mungkin disebabkan ilmu yang dia ketahui tidak diamalkan atau karena salah dalam memahami ilmu sehingga salah dalam pengamalan. Apabila seseorang berakhlaq jelek padahal dia mengetahuinya maka ini adalah sebuah dosa, mengurangi keimanan, bertentangan dengan kesempurnaan iman yang wajib, akan tetapi hal ini tidak mengeluarkan seseorang dari keislaman.&lt;br /&gt;Adapun orang yang tidak mengenal tauhid akan tetapi baik akhlaqnya maka akhlaq yang dia miliki terkadang merupakan tabi'at  atau watak asli, atau terkadang juga kebaikan akhlaqnya hanya berdasarkan kepentingan dunia semata. Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-513923566286194515?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/513923566286194515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/11/bolehkah-anak-kecil-menjadi-mahram.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/513923566286194515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/513923566286194515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/11/bolehkah-anak-kecil-menjadi-mahram.html' title='Bolehkah Anak Kecil Menjadi Mahram Dalam Safar (Bepergian)?'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-5351182922369616323</id><published>2009-11-18T05:27:00.002+03:00</published><updated>2009-11-18T05:29:08.954+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Menggabungkan Antara Aqiqah Dan Qurban</title><content type='html'>Tanya:  Ustadz,barakallaahu fiik,bolehkah kita menggabungkan niat antara aqiqah dengan qurban? (Abu Nabilah)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: Wa fiika baarakallaahu. Pendapat yang rajih –wallahu a'lam- tidak boleh kita menggabungkan antara aqiqah dengan qurban, karena masing-masing dari aqiqah dan qurban memiliki sebab dan maksud tersendiri yang tidak mungkin digabungkan niatnya,  maksud aqiqah adalah menebus diri anak, sedangkan qurban adalah menebus diri sendiri. Dan ini adalah pendapat Malikiyyah (Lihat Mawaahibul Jaliil 4/393), Syafi'iyyah (Lihat Al-Fatawa Al-Kubraa Al-Fiqhiyyah 4/256), dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad (Lihat Furu' 6/112). &lt;br /&gt;   Masalah ini berbeda dengan masalah dibolehkannya menggabungkan antara shalat tahiyyatul masjid dengan rawatib qabliyyah, karena maksud dari shalat tahiyyatul masjid adalah menghormati masjid dengan melakukan shalat, shalat disini umum baik wajib maupun sunnah, oleh karena itu barangsiapa yang masuk masjid kemudian shalat dengan niat rawatib qabliyyah maka telah melakukan shalat tahiyyatul masjid dengan shalat rawatib tersebut. Jadi maksud dari shalat tahiyyatul masjid sudah terpenuhi dengan dilakukannya shalat rawatib qabliyyah.&lt;br /&gt;  Masalah yang semisal adalah menggabungkan antara mandi junub dengan mandi jumat, karena maksud dari mandi jum'at adalah mandi sebelum pergi shalat jum'at, maka barangsiapa yang junub sebelum jumatan kemudian dia mandi dengan niat mandi junub maka mandi tersebut sudah mencukupi dari  mandi jum'at. &lt;br /&gt;  Demikian pula menggabungkan thawaf ifadhah (thawaf haji) dengan thawaf wada' (thawaf perpisahan ketika meninggalkan Mekkah setelah ibadah haji), karena maksud dari thawaf wada' adalah menjadikan thawaf amalan terakhir sebelum meninggalkan Mekkah, oleh karena itu apabila dia lakukan thawaf ifadhah ketika mau meninggalkan Mekkah maka thawaf tersebut sekaligus menjadi thawaf wada' karena dilakukan terakhir kali sebelum meninggalkan Mekkah. &lt;br /&gt;Wallahu 'alam. &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-5351182922369616323?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/5351182922369616323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/11/menggabungkan-antara-aqiqah-dan-qurban.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/5351182922369616323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/5351182922369616323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/11/menggabungkan-antara-aqiqah-dan-qurban.html' title='Menggabungkan Antara Aqiqah Dan Qurban'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-6886249574416858445</id><published>2009-11-17T09:25:00.008+03:00</published><updated>2009-11-17T09:40:52.180+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Sahkah Shalat Orang Yang Badan Atau Pakaiannya Terkena Darah Nyamuk?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamu'alaikumwarahmatullahi wabarakatuhu. Alhamdulillah kita panjatkan kepada sang Khaliq yg mana kita dapat dipertemukan dalam kontek tanya jawab ini, semoga keimanan kita semakin hari semakin meningkat, Insya Allah. Pak Ustad dalam hal ini saya ingin menanyakan tentang" apakah hukum (syah/tidaknya ) sholat apabila anggota badan/pakaian kita kena darah dari nyamuk. Demikian saja semoga Ustad dapat memberikan sedikit pencerahan kepada saya. Wassalam. (Billie)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. Darah nyamuk, kutu, lalat adalah darah yang suci  menurut sebagian ulama, karena bangkainya suci. (Al-Asybaah wa An-Nazhaa'ir-Ibnu Najim Al-Hanafy 2/193)&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu: &lt;br /&gt;دم الذباب والبعوض وشبهه لأن ميتته طاهرة كما دل عليه حديث أبي هريرة في الأمر بغمسه إذا وقع في الشراب ، ومن الشراب ما هو حار يموت به، وهذا دليل على طهارة دمه لما سبق من علة تحريم الميتة .&lt;br /&gt;"Darah lalat dan nyamuk dan yang semacamnya (adalah suci) karena bangkainya suci, sebagaimana yang ditunjukkan hadist Abu Hurairah ketika diperintahkan untuk menenggelamkan lalat apabila masuk dalam minuman, dan diantara minuman ada yang panas lagi mematikan, ini menjadi dalil atas sucinya darah lalat karena apa yang sudah berlalu tentang sebab diharamkannya bangkai  (Majmu Fatawa Wa Rasa'il Syeikh 'Utsaimin 11/267) &lt;br /&gt;Sebagian yang lain mengatakan bahwa darah hewan-hewan tersebut najis akan tetapi dimaafkan apabila sedikit, apabila banyak maka ada perbedaan pendapat diantara mereka, dan yang lebih shahih adalah dimaafkan juga karena dia termasuk najis yang sulit dihindari (Lihat Syarh Kitab Ghayatil Bayan-Ibnu Ruslan hal:34, Al-Fawakih Ad-Dawany 1/387,  Raudhatuth Thalibin 1/385-386, Al-Manhaj Al-Qawiim-Al-Haitamy hal:230)&lt;br /&gt;Dengan demikian shalat seseorang yang badan atau pakaiannya terkena darah nyamuk atau kutu atau lalat adalah sah.  &lt;br /&gt;Ibnu Abi Syaibah telah meriwayatkan sebuah atsar dari Zajir bin Shalt, dari Al-Harits bin Malik, beliau berkata:&lt;br /&gt;انطلقت إلى منزل الحسن فجاء رجل فسأله فقال: يا أبا سعيد ! الرجل يبيت في الثوب فيصبح وفيه من دم البراغيث شئ كثير يغسله أو ينضحه أو يصلي فيه؟ قال: لا ينضحه ولا يغسله يصلي فيه.&lt;br /&gt;Dari Al-Haarits bin Malik beliau berkata: Aku pergi ke rumah Hasan (Al-Bashry), kemudian datang seorang laki-laki seraya bertanya: Wahai Abu Sa'id! Seseorang tidur dengan sebuah baju, kemudian ketika di pagi hari banyak darah kutu di bajunya, apakah dia harus mencucinya atau memercikinya atau langsung shalat dengannya? Beliau menjawab: Tidak perlu memercikinya dan tidak perlu mencucinya, silakan dia shalat dengannya" (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam Al-Mushannaf  1/285 no: 2035)&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-6886249574416858445?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/6886249574416858445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/11/sahkah-shalat-orang-yang-badan-atau.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/6886249574416858445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/6886249574416858445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/11/sahkah-shalat-orang-yang-badan-atau.html' title='Sahkah Shalat Orang Yang Badan Atau Pakaiannya Terkena Darah Nyamuk?'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-4747289467181110290</id><published>2009-11-16T00:01:00.002+03:00</published><updated>2009-11-16T00:16:29.773+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Wanita Haidh</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalammualaikum. Ada yang bertanya pada saya,katanya seperti ini...kalau kita sedang haid boleh tidak memotong rambut ataupun kuku..? Bukan hanya satu dua orang tapi lebih dari itu,,,saya ragu karena memang saya kurang faham,menurut saya tidak ada dalil melarang itu semua,tapi saya masih perlu penjelasan yg lebih akurat, agar mudah untuk saya menjawab dan menjelaskan semua pertanyaan-pertanyaan itu,menurut syar'i yang benar,karena sayapun masih perlu banyak mendalami hal-hal yang seperti ini agar saya juga dapat mengamalkan untuk diri sendiri. Syukron...n wassalamu'alaikum. (Rahma)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalamwarahmatullahi wabarakatuhu. Wanita haidh diperbolehkan memotong rambut dan kuku, karena tidak adanya dalil shahih yang melarang. &lt;br /&gt;Bahakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda kepada 'Aisyah radhiyallahu 'anhaa ketika haji wada': &lt;br /&gt;انقضي رأسك وامتشطي وأهلي بالحج ودعي العمرة &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Uraikanlah rambutmu dan sisirlah, kemudian berniatlah untuk haji dan tinggalkan umrah" (Muttafaqun 'alaihi)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadist ini Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah memerintahkan  'Aisyah radhiyallahu 'anhaa  untuk menyisir rambut dan saat itu beliau sedang haidh, padahal menyisir sangat memungkinkan tercabutnya rambut. Ini menunjukkan bolehnya wanita haidh memotong rambut dan kuku.&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah: &lt;br /&gt;فالحائض يجوز لها قص أظافرها ومشط رأسها ، ويجوز أن تغتسل من الجنابة …فهذا القول الذي اشتهر عند بعض النساء من أنها لا تغتسل ولا تمتشط ولا تكد رأسها ولا تقلم أظفارها ليس له أصل من الشريعة فيما أعلم&lt;br /&gt;"Wanita yang haidh boleh memotong kukunya dan menyisir rambutnya, dan boleh mandi junub, … pendapat yang dianut oleh sebagian wanita bahwasanya wanita yang haidh tidak boleh mandi, menyisir rambutnya, dan memotong rambutnya maka  ini tidak ada asalnya (dalilnya) di dalam syari'at, sebatas pengetahuan saya" (http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_4750.shtml)&lt;br /&gt;Wallahu ta'aalaa a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-4747289467181110290?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/4747289467181110290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/11/memotong-rambut-dan-kuku-bagi-wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/4747289467181110290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/4747289467181110290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/11/memotong-rambut-dan-kuku-bagi-wanita.html' title='Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Wanita Haidh'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-221832841189489497</id><published>2009-10-28T11:11:00.004+03:00</published><updated>2009-10-28T11:23:31.829+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Air Mani (sperma) Suci Atau Najis</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. Pak Ustadz saya ingin tahu hukum sperma itu najis atau bukan? Karena saya bingung mendengar kajian di radio, ada yang menyatakan bahwa sperma itu najis jadi harus dibersihkan dengan di cuci, Namun ada yang menyatakan bahwa sperma/mani itu suci tapi kalau terkena baju cukup dibersihkan saja tidakperlu dicuci. Mohon penjelasan, jazakumulloh khoir. katsiran. (Nur Rochman Syafi'i)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalamwarahmatullahi wabarakatuhu. Yang lebih kuat dari pendapat ulama bahwa mani adalah suci.&lt;br /&gt;Dalilnya adalah apa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwasanya 'Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:: &lt;br /&gt;وَلَقَدْ رَأَيْتُنِى أَفْرُكُهُ مِنْ ثَوْبِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَرْكًا فَيُصَلِّى فِيهِ&lt;br /&gt;"ٍSungguh aku dahulu menggosoknya (mengeriknya) dari baju Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian beliau shalat dengannya" (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Kalau mani itu najis maka tidak cukup hanya menggosoknya, akan tetapi harus dengan membersihkan semuanya dengan air. &lt;br /&gt;Berkata Syeikhul Islam rahimahullahu: &lt;br /&gt;الأصل وجوب تطهير الثياب من الأنجاس قليلها وكثيرها فإذا ثبت جواز حمل قليله في الصلاة ثبت ذلك في كثيره فإن القياس لا يفرق بينهما&lt;br /&gt;"Pada asalnya wajib membersihkan pakaian dari semua najis sedikitnya dan banyaknya, maka apabila diperbolehkan yang sedikit di dalam shalat maka diperbolehkan juga banyaknya, karena qiyas tidak membedakan antara keduanya" (Majmu Al-Fatawa 21/589) &lt;br /&gt; Namun yang lebih utama adalah membersihkan air mani dengan air karena  meski suci mani adalah sesuatu yang menjijikkan, seperti halnya dahak. &lt;br /&gt;Sebagaimana ucapan Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma: &lt;br /&gt;إِنَّمَا هُوَ بِمَنْزِلَةِ النُّخَام وَالْبُزَاقِ أَمِطْهُ عَنْكَ بِإِذْخِرَةٍ .&lt;br /&gt;"Dia (mani) itu seperti dahak dan ludah, hilangkanlah dengan idzkhirah (sejenis rumput yang harum baunya)" (Dikeluarkan oleh Ad-Daruquthny di dalam As-Sunan 1/225 no:448 , cet. Mu'assasatur Risalah)   &lt;br /&gt;Oleh karena itu terkadang 'Aisyah radhiyallahu 'anhaa membersihkan air mani tersebut dengan air, dari Sulaiman bin Yasaar rahimahullah beliau berkata: &lt;br /&gt;سألت عائشة عن المني يصيب الثوب فقالت كنت أغسله من ثوب رسول الله صلى الله عليه و سلم فيخرج إلى الصلاة وأثر الغسل في ثوبه بقع الماء &lt;br /&gt;"Aku bertanya kepada 'Aisyah tentang air mani yang mengenai pakaian, maka beliau menjawab: Dahulu aku mencucinya dari pakaian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian beliau pergi shalat dan bekas cucian di pakaiannya berupa noda air" (Muttafaqun 'alaihi). &lt;br /&gt;Berkata Ibnu 'Abbaas radhiyallahu 'anhuma: &lt;br /&gt;إذا احتلمت في ثوبك فأمطه بإذخرة أو خرقة ولا تغسله إن شئت إلا أن تقذر أو تكره أن يرى في ثوبك&lt;br /&gt;"Apabila kamu mimpi basah dan air mani mengenai pakaianmu maka usaplah dengan idzkhirah (sejenis rumput) atau secarik kain  dan jangan dicuci kalau kamu mau, kecuali kalau kamu merasa jijik dan kamu tidak suka kalau hal itu terlihat pada pakaianmu" (Dikeluarkan oleh Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf  1/368 no: 1438)&lt;br /&gt;Berkata At-Tirmidzy rahimahullahu: &lt;br /&gt;وَحَدِيثُ عَائِشَةَ أَنَّهَا غَسَلَتْ مَنِيًّا مِنْ ثَوْبِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- - لَيْسَ بِمُخَالِفٍ لِحَدِيثِ الْفَرْكِ لأَنَّهُ وَإِنْ كَانَ الْفَرْكُ يُجْزِئُ فَقَدْ يُسْتَحَبُّ لِلرَّجُلِ أَنْ لاَ يُرَى عَلَى ثَوْبِهِ أَثَرُهُ &lt;br /&gt;"Dan hadist 'Aisyah dimana beliau mencuci mani dari pakaian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak bertentangan dengan hadist yang menyatakan bahwa 'Aisyah menggosok mani tersebut, karena meskipun bila digosok sudah mencukupi akan tetapi dianjurkan untuk menghilangkan bekasnya" (Sunan At-Tirmidzy 1/201-202 ) &lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullahu: &lt;br /&gt;أما المني فإنه طاهر لا يلزم غسل ما أصابه إلا على سبيل إزالة الأثر فقط&lt;br /&gt;"Adapun mani maka dia suci, tidak wajib mencuci apa yang dikenainya kecuali hanya sekedar menghilangkan bekas saja" (Majmu' Fatawa wa Rasail Syeikh 'Utsaimin 11/222 no:169 )&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-221832841189489497?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/221832841189489497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/air-mani-sperma-suci-atau-najis.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/221832841189489497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/221832841189489497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/air-mani-sperma-suci-atau-najis.html' title='Air Mani (sperma) Suci Atau Najis'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-4563320135591342515</id><published>2009-10-25T21:47:00.003+03:00</published><updated>2009-10-25T21:51:19.793+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernikahan'/><title type='text'>Hukum Menelan Air Mani (Sperma)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. Pada saat ML dengan istri, istri meminum sperma yang saya keluarkan. bagaimana hukumnya menurut islam..? Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. (HW). &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. &lt;br /&gt;Menurut pendapat yang kuat tidak boleh menelan atau meminum sperma karena beberapa alasan berikut: &lt;br /&gt;Pertama: Perbuatan tersebut memungkinkan tertelannya sesuatu yang najis seperti madzi, wadi, atau air kencing.&lt;br /&gt;Kedua: Mani termasuk sesuatu mustakhbats (menjijikkan), sehingga ulama yang mengatakan mani itu suci pun berpendapat tidak boleh menelannya, karena firman Allah:&lt;br /&gt;وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ [الأعراف:157]&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan dia (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) mengharamkan perkara-perkara yang khabits (sangat kotor/jelek)" (Al-A'raaf:157)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berkata An-Nawawy rahimahullahu:&lt;br /&gt;هل يحل أكل المني الطاهر؟ فيه وجهان: الصحيح المشهور أنه لا يحل لأنه مستخبث&lt;br /&gt;"Bolehkah menelan mani yang suci?Ada 2 pendapat, dan yang benar dan masyhur bahwasanya itu tidak halal karena mustakhbats (menjijikkan)" (Al-Majmu' 2/575)&lt;br /&gt;Ketiga: Sebagian ahli kesehatan mengatakan bahwa secara kedokteran ternyata perbuatan ini apabila dilakukan  berulang-ulang akan membahayakan karena air mani yang hidup tersebut bisa melukai dinding lambung sehingga mengakibatkan pendarahan di lambung.&lt;br /&gt;Wallahu a'lam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-4563320135591342515?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/4563320135591342515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/hukum-menelan-air-mani-sperma.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/4563320135591342515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/4563320135591342515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/hukum-menelan-air-mani-sperma.html' title='Hukum Menelan Air Mani (Sperma)'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-1205627907943313611</id><published>2009-10-24T10:10:00.003+03:00</published><updated>2009-10-24T10:16:25.640+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Membaca Ayat Kursy Setelah Al-Fatihah</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Pak Roy, Saya mau tanya pada saat kita sholat fardhu setelah membaca Al-fatihah kita membaca ayat kursi, hal ini apa diperbolehkan ? Saya coba cari referensinya kebanyakan orang melakukan ini pada shalat hajat. Mungkin kalau bapak bisa bantu saya untuk sharing knowledgenya. Thanks. (Sandy.M)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Diperbolehkan membaca ayat kursi setelah Al-Fatihah ketika shalat fardhu karena keumuman firman Allah ta'ala: &lt;br /&gt;فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآَنِ )المزمل:20)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Maka bacalah apa yang mudah dari Al-Quran" (Al-Muzammil:20)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya adalah di dalam shalat (Ma'alimut Tanzil, Al-Baghawy 8/257)&lt;br /&gt;Dan keumuman sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: &lt;br /&gt;ثم اقرأ بأم القرآن وبما شاء الله أن تقرأ. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kemudian bacalah Ummul Quran (Al-Fatihah) dan apa yang Allah kehendaki untuk kamu baca" (HR.Abu Dawud dan ini adalah lafadz beliau, At-Tirmidzy, dari Rifa'ah bin Rafi' radhiyallahu 'anhu, dihasankan oleh At-Tirmidzy dan Syeikh Al-Albany)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berkata Qais bin Abi Hazim rahimahullahu: &lt;br /&gt;"Aku shalat di belakang Ibnu Abbas di Bashrah kemudian pada rakaat pertama beliau membaca Alhamdulillah (yakni:Al-Fatihah) dan ayat pertama dari surat Al-Baqarah (yakni ألم), kemudian beliau ruku', kemudian ketika rakaat kedua beliau membaca Alhamdulillah (yakni: Al-Fatihah) dan ayat kedua dari surat Al-Baqarah, kemudian beliau ruku'. Setelah selesai shalat maka beliau menghadapkan  diri beliau kepada kami seraya berkata: Sesungguhnya Allah berfirman: فاقرؤوا ما تيسر منه (Maka bacalah apa yang mudah darinya) (Dikeluarkan oleh Ad-Daruquthny 1/136 no:1279, dan Al-Baihaqi 2/60 no:2371, isnadnya dihasankan oleh Ad-Daruqutny). &lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu: &lt;br /&gt;نرى أنه لا بأس أن يقرأ الإنسان آية من سورة في الفريضة وفي النافلة&lt;br /&gt; "Kami memandang diperbolehkan seseorang membaca satu ayat dari sebuah surat ketika shalat fardhu maupun sunnah" (Asy-Syarh Al-Mumti' 3/74). &lt;br /&gt;Dengan demikian diperbolehkan setelah Al-Fatihah kita membaca ayat kursy dalam shalat fardhu maupun sunnah, tanpa mengkhususkan atau menyunahkan membaca ayat tersebut pada shalat tertentu karena ini membutuhkan dalil.&lt;br /&gt;Adapun shalat hajat maka bisa antum lihat keterangannya &lt;a href="http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/06/shalat-hajat.html"&gt;disini&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-1205627907943313611?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/1205627907943313611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/membaca-ayat-kursy-setelah-al-fatihah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/1205627907943313611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/1205627907943313611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/membaca-ayat-kursy-setelah-al-fatihah.html' title='Membaca Ayat Kursy Setelah Al-Fatihah'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-592502566293876063</id><published>2009-10-19T23:33:00.004+03:00</published><updated>2009-10-19T23:37:00.828+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Makna Kalimat: Demi bapak dan ibuku</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamualaikum. Ustadz. Barokalloh fiik. Ana memiliki pertanyaan yang sampai saat ini belum menjumpai jawabannya. Yaitu, sebagaimana kita fahami bersama bahwa sumpah harus semata-mata kepada Alloh. Namun, bagaimana dengan ucapan sumpah yang pernah di lontarkan oleh Shohabat ABu Bakar, beliau mengatakan:" Demi Bapak dan ibuku. Lalu bagaimana cara membedakan sumpah di atas.?? Jazakumuloh khoiron. (Mukhlish Abu Dzar Al-Batawy)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. Wa fiika barakallahu. &lt;br /&gt;Kalimat بأبي وأمي bukanlah termasuk sumpah, akan tetapi dia adalah kalimat yang digunakan oleh orang arab untuk mengungkapkan dalamnya rasa cinta kepada seseorang dan tingginya kedudukan dia. (Lihat Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj, An-Nawawy 15/184). &lt;br /&gt;Asal dari kalimat ini adalah: أنت مَفْدِيٌّ بأبي وأمي atau فَدَيْتُكَ بأبي وأمي artinya: Aku akan menebusmu dengan bapak dan ibuku (yaitu apabila terjadi sesuatu yang tidak baik), kemudian disingkat menjadi: بأبي وأمي  karena sering digunakan dan juga karena sudah maklumnya (diketahuinya) orang yang dimaksud. (Lihat An-Nihayah fii gharibil Hadist wal Atsar, Ibnul Atsir 1/20 cet. Dar Ihya At-Turats Al-'Araby, dan Lisanul 'Arab, Ibnu Mandhur hal: 17 cet.Darul Ma'arif,)&lt;br /&gt;Jadi kalau mau diartikan maka diartikan lengkap menjadi: "Aku akan menebusmu dengan bapak dan ibuku", atau "Bapak dan ibuku menjadi tebusanmu" dll, bukan "Demi bapak dan ibuku" yang berarti sumpah.&lt;br /&gt;Wallahu ta'ala 'alam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-592502566293876063?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/592502566293876063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/makna-kalimat-demi-bapak-dan-ibuku.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/592502566293876063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/592502566293876063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/makna-kalimat-demi-bapak-dan-ibuku.html' title='Makna Kalimat: Demi bapak dan ibuku'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-8990353240547016710</id><published>2009-10-18T23:41:00.006+03:00</published><updated>2009-10-19T11:36:51.607+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Pakaian Muslimah (1): Kewajiban Jilbab Dan Khimar</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamu'alaykum warohmatullah. Ustadz, saya ingin bertanya berkaitan dengan jilbab muslimah. Sebenarnya seperti apa yang benar? Insya Allah sudah tahu syaratnya, menutupi seluruh tubuh, longgar, tebal, tidak menarik perhatian, tidak tasyabbuh dengan laki-laki dan wanita kafir, dll. Sedikit saya gambarkan mengenai busana saya sehari-hari (afwan), saya memakai gamis yang gelap tidak menarik perhatian. Hitam, atau merah hati, warna anggur. Namun kerudung saya hingga perut. Nah kerudung saya ini yang suka dipermasalahkan oleh teman-teman ngaji saya. Mereka memakai hingga lutut. Sebenarnya panjang krudung itu sampai mana ustadz? Bukankah di alquran itu hingga dada? An nur 31. Kalau saya berdalil begitu, maka teman-teman mengatakan yang sampai dada itu kerudung dalam. Saya jadi bingung ustadz. Padahal gamis saya sendiri sudah longgar, tebal. Tapi kerudung saya seperut. Apakah itu belum syar'i? Kerudung saya juga lebar. Tidak macam-macam dengan perhiasan. Dan masalah penggunaan sarung tangan. Bagaimana ustadz hukum nya, apakah wajib? Kan katanya yang bikin aurot adalah telapak tangan. Berarti punggung tangan aurot? Mohon penjelasannya. Jazakallahu khairan.  Wassalamu'alaikum. (Ummu Hindun)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. &lt;br /&gt;ٍHijab syar'I bagi seorang wanita muslimah ketika keluar rumah setelah memakai gamis (baju panjang) adalah khimar (kerudung penutup kepala, leher, dan dada), dan jilbab (baju setelah gamis dan khimar yang menutup seluruh badan wanita/abaya). &lt;br /&gt;Yang penanya kenakan sekarang-wallahu a'lam- adalah khimar yang tercantum dalam firman Allah ta'ala: &lt;br /&gt;(وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ )(النور: من الآية31)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;" Katakanlah kepada wanita yang beriman:"Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan khimar  ke juyub (celah-celah pakaian) mereka" (QS. 24:31)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ath-Thabary rahimahullahu: &lt;br /&gt;وليلقين خُمُرهنّ ...على جيوبهنّ، ليسترن بذلك شعورهنّ وأعناقهن وقُرْطَهُنَّ.&lt;br /&gt;"Hendaknya mereka melemparkan khimar-khimar mereka di atas celah pakaian mereka supaya mereka bisa menutupi rambut, leher , dan anting-anting mereka" (Jami'ul Bayan 17/262, tahqiq Abdullah At-Turky)&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Katsir rahimahullahu: &lt;br /&gt;يعني: المقانع يعمل لها صَنفات ضاربات على صدور النساء، لتواري ما تحتها من صدرها وترائبها؛ ليخالفن شعارَ نساء أهل الجاهلية، فإنهن لم يكن يفعلن ذلك، بل كانت المرأة تمر بين الرجال مسفحة بصدرها، لا يواريه شيء، وربما أظهرت  عنقها وذوائب شعرها وأقرطة آذانها. ...والخُمُر: جمع خِمار، وهو ما يُخَمر به، أي: يغطى به الرأس، وهي التي تسميها الناس المقانع. &lt;br /&gt;"Khimar, nama lainnya adalah Al-Maqani', yaitu kain yang memiliki ujung-ujung yang dijulurkan ke dada wanita, untuk menutupi dada dan payudaranya, hal ini dilakukan untuk menyelisihi syi'ar wanita jahiliyyah karena mereka tidak melakukan yang demikian, bahkan wanita jahiliyyah dahulu melewati para lelaki dalam keadaan terbuka dadanya, tidak tertutupi sesuatu, terkadang memperlihatkan lehernya dan ikatan-ikatan rambutnya, dan anting-anting yang ada di telinganya…dan khumur adalah jama' dari khimar, artinya apa-apa yang digunakan untuk menutupi, maksudnya disini adalah yang digunakan untuk menutupi kepala, yang manusia menyebutnya Al-Maqani' (Tafsir Ibnu Katsir 10/218, cet. Muassah Qurthubah)&lt;br /&gt;Lihat keterangan yang semakna di kitab-kitab tafsir seperti Tafsir Al-Baghawy, Tafsir Al-Alusy,  Fathul Qadir dll, ketika menafsirkan surat An-Nur ayat 31. &lt;br /&gt;Dan kitab-kitab fiqh seperti Mawahibul Jalil (4/418, cet. Dar 'Alamil Kutub), Al-Fawakih Ad-Dawany (1/334 cet. Darul Kutub Al-'Ilmiyyah), Mughny Al-Muhtaj (1/502, cet.Darul Ma'rifah) dll. &lt;br /&gt;Demikian pula kitab-kitab lughah (bahasa) seperti Al-Mishbahul Munir (1/248, cet. Al-Mathba'ah Al-Amiriyyah), Az-Zahir fii ma'ani kalimatin nas (1/513, tahqiq Hatim Shalih Dhamin), Lisanul 'Arab hal:1261, Mu'jamu Lughatil Fuqaha, dll. &lt;br /&gt;Yang intinya bahwa pengertian khimar di dalam surat An-Nur ayat 31 adalah kain kerudung yang digunakan wanita untuk menutup kepala sehingga tertutup rambut, leher, anting-anting dan dada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu wajib bagi wanita muslimah mengenakan jilbab setelah mengenakan khimar ketika keluar rumah, sebagaimana  tercantum dalam firman Allah ta'ala : &lt;br /&gt;(يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَحِيماً) (الأحزاب:59)  &lt;br /&gt;&lt;em&gt;" Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin agar hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 33:59).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Para ulama berbeda-beda dalam menafsirkan jilbab, ada yang mengatakan sama dengan khimar, ada yang mengatakan lebih besar, dll  (lihat Lisanul Arab hal: 649). &lt;br /&gt;Dan yang benar –wallahu a'lamu- jilbab adalah pakaian setelah khimar, lebih besar dari khimar, menutup seluruh badan wanita. &lt;br /&gt;Berkata Ibnu Katsir rahimahullahu: &lt;br /&gt;والجلباب هو: الرداء فوق الخمار&lt;br /&gt;"Dan jilbab adalah pakaian di atas khimar " (Tafsir Ibnu Katsir 11/252)&lt;br /&gt;Berkata Al-Baghawy rahimahullahu: &lt;br /&gt;وهو الملاءة التي تشتمل بها المرأة فوق الدرع والخمار.&lt;br /&gt;"Jilbab nama lainnya adalah Al-Mula'ah dimana wanita menutupi dirinya dengannya, dipakai di atas Ad-Dir' (gamis/baju panjang dalam/daster) dan Al-Khimar" (Ma'alimut Tanzil 5/376, cet. Dar Ath-Thaibah)&lt;br /&gt;Berkata Syeikhul Islam rahimahullahu: &lt;br /&gt;و الجلابيب هي الملاحف التي تعم الرأس و البدن&lt;br /&gt;"Dan jilbab nama lain dari milhafah, yang menutupi kepala dan badan" (Syarhul 'Umdah 2/270)&lt;br /&gt;Berkata Abu Abdillah Al-Qurthuby rahimahullahu: &lt;br /&gt;الجلابيب جمع جلباب، وهو ثوب أكبر من الخمار...والصحيح أنه الثوب الذي يستر جميع البدن.&lt;br /&gt;"الجلابيب  adalah jama'  جلباب, yaitu kain yang lebih besar dari khimar…dan yang benar bahwasanya jilbab adalah kain yang menutup seluruh badan" (Al-Jami' li Ahkamil Quran 17/230, tahqiq Abdullah At-Turky) &lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad Amin Asy-Syinqithy rahimahullahu: &lt;br /&gt;فقد قال غير واحد من أهل العلم إن معنى : يدنين عليهن من جلابيبهن : أنهن يسترن بها جميع وجوههن ، ولا يظهر منهن شيء إلا عين واحدة تبصر بها ، وممن قال به ابن مسعود ، وابن عباس ، وعبيدة السلماني وغيرهم &lt;br /&gt;"Beberapa ulama telah mengatakan bahwa makna " يدنين عليهن من جلابيبهن" bahwasanya para wanita tersebut menutup dengan jilbab tersebut seluruh wajah mereka, dan tidak nampak sesuatupun darinya kecuali satu mata yang digunakan untuk melihat, diantara yang mengatakan demikian Ibnu Mas'ud, Ibnu 'Abbas, dan Ubaidah As-Salmany dan lain-lain." (Adhwa'ul Bayan 4/288)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu hendaknya penanya melengkapi busana muslimahnya dengan jilbab setelah mengenakan khimar. &lt;br /&gt;Datang dalam Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah: &lt;br /&gt;والمشروع أن يكون الخمار ملاصقا لرأسها، ثم تلتحف فوقه بملحفة وهي الجلباب؛ لقول الله سبحانه: سورة الأحزاب الآية 59 يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ الآية.&lt;br /&gt;"Yang disyari'atkan adalah hendaknya khimar menempel di kepalanya, kemudian menutup di atasnya dengan milhafah, yaitu jilbab, karena firman Allah ta'alaa dalam surat Al-Ahzab ayat 59: &lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ &lt;br /&gt;(Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 17/176)&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Al-Albany rahimahullahu: &lt;br /&gt;فالحق الذي يقتضِيه العمل بما في آيتي النّور والأحزاب ؛ أنّ المرأة يجب عليها إذا خرجت من دارها أنْ تختمر وتلبس الجلباب على الخمار؛ لأنّه كما قلنا : أسْتر لها وأبعد عن أنْ يصف حجم رأسها وأكتافها , وهذا أمر يطلبه الشّارع ... واعلم أنّ هذا الجمع بين الخمار والجلباب من المرأة إذا خرجت قد أخلّ به جماهير النّساء المسلمات ؛ فإنّ الواقع منهنّ إمّا الجلباب وحده على رؤوسهن أو الخمار , وقد يكون غير سابغ في بعضهن... أفما آن للنّساء الصّالحات حيثما كنّ أنْ ينْتبهن من غفلتهن ويتّقين الله في أنفسهن ويضعن الجلابيب على خُمرهن &lt;br /&gt;"Maka yang benar, sebagai pengamalan dari dua ayat, An-Nur dan Al-Ahzab, adalah bahwasanya wanita apabila keluar dari rumahnya wajib atasnya mengenakan khimar dan jilbab di atas khimar, karena yang demikian lebih menutup dan lebih tidak terlihat bentuk kepala dan pundaknya, dan ini yang diinginkan Pembuat syari'at…dan ketahuilah bahwa menggabungkan antara khimar dengan jilbab bagi wanita apabila keluar rumah telah dilalaikan oleh mayoritas wanita muslimah, karena yang terjadi adalah mereka mengenakan jilbab saja atau khimar saja, itu saja kadang tidak menutup seluruhnya…apakah belum waktunya wanita-wanita shalihah dimanapun mereka berada supaya sadar dari kelalaian mereka dan bertaqwa kepada Allah dalam diri-diri mereka, dan mengenakan jilbab di atas khimar-khimar mereka??" (Jilbab Al-Mar'ah Al-Muslimah hal: 85-86) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Bakr Abu Zaid rahimahullahu:&lt;br /&gt;حجابها باللباس، وهو يتكون من: الجلباب والخمار، …فيكون تعريف الحجاب باللباس هو:ستر المرأة جميع بدنها، ومنه الوجه والكفان والقدمان، وستر زينتها المكتسبة بما يمنع الأجانب عنها رؤية شيء من ذلك، ويكون هذا الحجاب بـ الجلباب والخمار &lt;br /&gt;"Hijab wanita dengan pakaian terdiri dari jilbab dan khimar…maka definisi hijab dengan pakaian adalah seorang wanita menutupi seluruh badannya termasuk wajah, kedua telapak tangan, dan kedua telapak kaki, dan menutupi perhiasan yang dia usahakan dengan apa-apa yang mencegah laki-laki asing melihat sebagian dari perhiasan-perhiasan tersebut, dan hijab ini terdiri dari jilbab dan khimar" (Hirasatul Fadhilah 29-30)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagian ulama mengatakan bahwa jilbab tidak harus satu potong kain, akan tetapi diperbolehkan 2 potong dengan syarat bisa menutupi badan sesuai dengan yang disyari'atkan (Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 17/178). &lt;br /&gt;Wallahu a'lam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-8990353240547016710?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/8990353240547016710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/pakaian-muslimah-1-kewajiban-jilbab-dan.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/8990353240547016710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/8990353240547016710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/pakaian-muslimah-1-kewajiban-jilbab-dan.html' title='Pakaian Muslimah (1): Kewajiban Jilbab Dan Khimar'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-2200823914205171924</id><published>2009-10-13T10:45:00.004+03:00</published><updated>2009-10-13T10:52:14.582+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengumuman'/><title type='text'>Pengumuman: Tanya Jawab via YM Pekan Ini</title><content type='html'>Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. &lt;br /&gt;Karena satu hal insya Allah tanya jawab langsung via YM untuk pekan ini akan dipindah hari Kamis 15 Oktober 2009, pukul 10.00-11.00 WIB. &lt;br /&gt;Wa shallallahu 'alaa nabiyyinaa muhammad wa 'alaa 'alihi wa shahbihi ajma'in.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-2200823914205171924?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/2200823914205171924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/pengumuman-tanya-jawab-via-ym-pekan-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/2200823914205171924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/2200823914205171924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/pengumuman-tanya-jawab-via-ym-pekan-ini.html' title='Pengumuman: Tanya Jawab via YM Pekan Ini'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-3493537890901887324</id><published>2009-10-13T09:28:00.002+03:00</published><updated>2009-10-13T09:30:04.165+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Membangun Toilet Di Arah Qiblat Masjid</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya&lt;/strong&gt;:Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. Pak ustadz mau tanya, bolehkah membangun toilet di arah kiblat masjid? Sahkah shalat di masjid yang arah kiblatnya ada toiletnya? (085864317447)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. Tidak mengapa membangun toilet di arah kiblat masjid dengan syarat bangunannya terpisah dari bangunan masjid. Apabila bangunannya bersambung maka makruh shalat di masjid tersebut, dan shalatnya sah.&lt;br /&gt;Berkata Abdullah bin 'Amr radhiyallahu 'anhu: &lt;br /&gt;لا تصل إلى الحش ولا إلى الحمام ولا إلى المقبرة  &lt;br /&gt;"Jangan shalat menghadap tempat buang hajat, kamar mandi, dan kuburan" (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah  dalam Al-Mushannaf  3/372 no:7651, cet. Maktabah Ar-Rusyd )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Al-Musayyib bin Raafi (wafat tahun 105 H) dan Khaitsamah bin Abdurrahman (wafat setelah tahun 80 H): &lt;br /&gt;لا تصل إلى حائط حمام ولا وسط مقبرة &lt;br /&gt;"Jangan shalat menghadap dinding kamar mandi dan tengah kuburan. " (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 3/372 no:7653 )&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berkata Ibrahim An-Nakha'I (wafat tahun 196 H): &lt;br /&gt;كانوا يكرهون ثلاث أبيات للقبلة الحش والمقبرة والحمام  &lt;br /&gt;"Para salaf membenci 3 tempat untuk qiblat: tempat buang hajat (toilet), kuburan, dan kamar mandi" (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 3/372 no:7656)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Ibrahim (Mufti Kerajaan Saudi sebelum Syeikh Bin Baz, meninggal tahun 1389 H) :&lt;br /&gt;فإِن أَمر هذه المغاسل لا يخلو من أَمرين: إِما أن تكون مفصولة عن المسجد بجدار مستقل بها منفصل عن جداره القبلي، وهذا لا محظور فيه ولا بأْس بالصلاة ولو كانت المغاسل في قبلة المسجد ما دامت مفصولة عنه بجدار غير جداره. وإِما أَن تكون متصلة به ليس بينها وبينه إِلا حائطه القبلي فهذا مما ذكر العلماء كراهة الصلاة إِليه،... ولا يكفي حائط المسجد، لكراهة السلف -رحمهم الله- الصلاة في مسجد في قبلته حُش. وعلى هذا فينبغي فصل هذه المغاسل عن جدار المسجد بحائط مستقل بها منفصل عن حائط المسجد المذكور&lt;br /&gt;"Toilet ini tidak terlepas dari 2 kemungkinan: &lt;br /&gt;Pertama: Terpisah dari masjid dengan dinding yang terpisah dari dinding masjid yang terletak di arah qiblat, maka ini tidak ada larangan dan tidak masalah shalat di dalamnya, meskipun toilet tersebut berada di arah qiblat masjid, selama bangunannya terpisah dari dinding masjid.&lt;br /&gt;Kedua: Tersambung dengan masjid, dan tidak ada pembatas kecuali dinding masjid yang berada di arah qiblat, maka disebutkan oleh para ulama bahwa ini termasuk tempat yang  makruh shalat menghadapnya...dan tidak cukup hanya dinding masjid karena para salaf rahimahumullahu membenci shalat di dalam masjid yang di arah qiblatnya ada tempat buang hajat, oleh karena itu seyogyanya memisahkan toilet-toilet tersebut dari dinding masjid dengan dinding terpisah dari dinding masjid tersebut" (Fatawa Wa Rasail Syeikh Muhammad bin Ibrahim   no:515). &lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-3493537890901887324?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/3493537890901887324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/membangun-toilet-di-arah-qiblat-masjid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3493537890901887324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3493537890901887324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/membangun-toilet-di-arah-qiblat-masjid.html' title='Membangun Toilet Di Arah Qiblat Masjid'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-2879754804731490904</id><published>2009-10-11T11:16:00.002+03:00</published><updated>2009-10-11T11:18:53.101+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Kambing Aqiqah, Jantan Atau Betina?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Apakah kambing yang disyaratkan untuk aqiqah hanya yang berjenis kelamin tertentu (jantan/betina)? (Yusuf, Mekah)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Tidak disyaratkan dalam kambing aqiqah harus jantan atau harus betina. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: &lt;br /&gt;عن الغلام شاتان وعن الجارية شاة لايضركم أذكرانا كن أم إناثا &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Untuk anak laki-laki dua kambing, dan untuk anak perempuan satu kambing, dan tidak memudharati kalian apakah kambing-kambing tersebut jantan atau betina" (HR. Ashhabus Sunan, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berkata Al-'Iraqy rahimahullahu (wafat tahun 806 H): &lt;br /&gt;وَالشَّاةُ تَقَعُ عَلَى الذَّكَرِ وَالْأُنْثَى مِنْ الضَّأْنِ وَالْمَعْزِ فَاخْتَارَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي عَقِيقَةِ وَلَدَيْهِ الْأَكْمَلَ وَهُوَ الضَّأْنُ وَالذُّكُورَةُ مَعَ أَنَّ الْحُكْمَ لَا يَخْتَصُّ بِهِمَا فَيَجُوزُ فِي الْعَقِيقَةِ الْأُنْثَى وَلَوْ مِنْ الْمَعْزِ كَمَا دَلَّ عَلَيْهِ إطْلَاقُ الشَّاةِ فِي بَقِيَّةِ الْأَحَادِيثِ &lt;br /&gt;"Dan الشاة (kambing) –dalam bahasa arab- mencakup jantan dan betina, baik dari jenis المعز (kambing yang berambut) ataupun jenis الضأن (domba/kambing yang berbulu tebal). Dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memilih ketika aqiqah kedua cucunya memilih yang paling sempurna, yaitu domba jantan, dan ini bukan pengkhususan, maka boleh dalam aqiqah menyembelih kambing betina meskipun dari jenis المعز, sebagaimana hal ini ditunjukkan oleh kemutlakan lafadz الشاة  dalam hadist-hadist yang lain" (Tharhu At-Tatsrib, Al-'Iraqy 5/208) &lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-2879754804731490904?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/2879754804731490904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/kambing-aqiqah-jantan-atau-betina.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/2879754804731490904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/2879754804731490904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/kambing-aqiqah-jantan-atau-betina.html' title='Kambing Aqiqah, Jantan Atau Betina?'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-586733400820199771</id><published>2009-10-11T10:22:00.002+03:00</published><updated>2009-10-11T10:31:59.315+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Menutup Telinga Ketika Iqamah</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Apakah disunnahkan menutup kedua telinga dengan jari ketika iqamah? (Mukhlish, Madinah)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Pendapat yang rajih dari 2 pendapat ulama bahwa menutup telinga dengan jari hanya disunnahkan ketika adzan, sebagaimana dalam hadist Abu Juhaifah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: &lt;br /&gt;رأيت بلال يؤذن ويدور ويتبع فاه هاهنا وهاهنا وإصبعاه في أذنيه &lt;br /&gt;"Aku melihat Bilal mengumandangkan adzan, memutarkan dan mengikutkan mulutnya ke arah sana dan sana, sedangkan kedua jarinya berada di kedua telinganya" (HR. At-Tirmidzy, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany). &lt;br /&gt;Berkata At-Tirmidzy: &lt;br /&gt;وعليه العمل عند أهل العلم يستحبون أن يدخل المؤذن إصبعيه في أذنيه في الأذان &lt;br /&gt;"Inilah yang diamalkan menurut para ulama, mereka menganjurkan supaya muaddzin memasukkan dua jari di dalam kedua telinganya ketika mengumandangkan adzan" (Sunan At-Tirmidzy 1/377)&lt;br /&gt;Dan hikmah menutup telinga dengan jari diantaranya adalah mengumpulkan suara sehingga suara keluar lebih keras . (Mugny Al-Muhtaj 1/213, Al-Mubdi' Syarh Al-Muqni' 1/284). &lt;br /&gt;Adapun iqamah maka tidak memerlukan suara yang keras karena tujuannya hanyalah pemberitahuan kepada yang hadir di masjid bahwa shalat akan segera ditegakkan (Lihat Al-Majmu' 3/117). &lt;br /&gt;Wallahu a'lam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-586733400820199771?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/586733400820199771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/menutup-telinga-ketika-iqamah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/586733400820199771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/586733400820199771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/menutup-telinga-ketika-iqamah.html' title='Menutup Telinga Ketika Iqamah'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-3232291591275298228</id><published>2009-10-09T07:37:00.004+03:00</published><updated>2009-10-09T07:45:07.066+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Hukum Mengeraskan Bacaan Bagi Imam Dan Orang Yang Shalat Sendirian</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Saya sekarang kerja di kaltim, mau nanya, misalkan saya shalat sendiri pada shalat isya/maghrib terus ada makmum masbuk datang pas selesai baca alfatihah rakaat kedua, apakah saya mengeraskan bacaan surat yang tersisa atau tetap sirr kayak shalat sendiri? Jazakallahu khairan (Herlambang, Kaltim)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: Seseorang yang shalat sendirian dan imam dianjurkan untuk mengeraskan bacaan surat pada dua rakaat pertama shalat shubuh, maghrib, dan isya . Karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengeraskannya dan kita diperintah untuk mengikuti beliau.Allah ta'ala berfirman: &lt;br /&gt;لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً(الأحزاب:21) &lt;br /&gt; &lt;em&gt;"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah". (QS. 33:21)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda:&lt;br /&gt;وصلوا كما رأيتموني أصلي&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat" (Muttafaqun 'alaihi).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berkata An-Nawawy rahimahullahu: &lt;br /&gt;المنفرد كالإمام في الحاجة إلى الجهر للتدبر، فسنَّ له الجهر كالإمام وأولى؛ لأنه أكثر تدبرًا لقراءته &lt;br /&gt;"Orang yang shalat sendirian seperti imam dalam hal kebutuhan kepada mengeraskan suara untuk tadabbur (merenungi ayat), maka disunnahkan baginya juga mengeraskan bacaan surat seperti imam, bahkan lebih berhak, dikarenakan dia lebih bisa merenungi terhadap apa yang dia baca" (Al-Majmu' 3/355).&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu pernah ditanya tentang orang yang shalat sendirian dan mengeraskan bacaan surat maka beliau mengatakan:&lt;br /&gt;يشرع له ذلك كما يشرع للإمام وذلك سنة لكن لا يرفع رفعا يؤذي من حوله من المصلين أو الذاكرين أو النائمين ، لأحاديث وردت في ذلك &lt;br /&gt;"Hal demikian (mengeraskan bacaan surat) bagi orang yang shalat sendirian  disyari'atkan, sebagaimana disyari'atkan untuk imam, ini adalah sunnah, akan tetapi jangan terlalu mengangkat suara sehingga mengganggu orang sekitar, baik yang sedang shalat, sedang berdzikir, atau yang sedang tidur " (Majmu' Fatawa wa Rasail Syeikh Bin Baz 11/237).&lt;br /&gt; Apabila kasusnya seperti yang antum sebutkan maka dianjurkan antum mengeraskan bacaan surat yang tersisa. Namun apabila tidak mengeraskan maka tidak mengapa dan shalat antum sah. &lt;br /&gt;Berkata Qatadah (wafat tahun 118 H) rahimahullah: &lt;br /&gt;من صلى المغرب فقرأ في نفسه فأسمع نفسه أجزأ عنه&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang shalat maghrib, kemudian membaca dengan sirriyyah (tidak mengeraskan suara), memperdengarkan kepada dirinya sendiri maka sudah mencukupi" (Dikeluarkan oleh Abdurrazzaq di dalam Al-Mushannaf 2/110)&lt;br /&gt;Wallahu a'lam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-3232291591275298228?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/3232291591275298228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/hukum-mengeraskan-bacaan-bagi-imam-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3232291591275298228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3232291591275298228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/hukum-mengeraskan-bacaan-bagi-imam-dan.html' title='Hukum Mengeraskan Bacaan Bagi Imam Dan Orang Yang Shalat Sendirian'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-2291959230291006340</id><published>2009-10-07T13:39:00.003+03:00</published><updated>2009-10-07T13:46:59.419+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Tabarruk (Mencari Berkah) Dengan Al-Quran</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamualaikum Ustadz,  Ana mau tanya, apakah diperbolehkan seseorang menaruh di rumah atau tempat usaha tulisan Alquran yang dibungkus kain yang diberikan oleh Habaib /Kiyai dengan tujuan agar Tempat Usaha tersebut berkah, dijauhkan dari bencana, godaan mahluk halus, laris, dll? Apakah pada jaman Nabi ada hal2 seperti tsb?Mohon jawaban dan penjelasannya... Salam, (Fahmi)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi waarakatuhu. Al-Quran diturunkan oleh Allah ta'ala sebagai kitab yang berbarakah, sebagaimana firmanNya: &lt;br /&gt;(وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَى وَمَنْ حَوْلَهَا وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَهُمْ عَلَى صَلاتِهِمْ يُحَافِظُونَ) (الأنعام:92) &lt;br /&gt; &lt;em&gt;" Dan ini (al-Qur'an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada hari akhirat tentu beriman kepadanya (al-Qur'an) dan mereka selalu memelihara shalatnya. (QS. 6:92)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan firmanNya:&lt;br /&gt;(وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ) (الأنعام:155) &lt;br /&gt; &lt;em&gt;"Dan al-Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkahi, maka ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu diberi rahmat" (QS. 6:155)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan firmanNya:&lt;br /&gt; (وَهَذَا ذِكْرٌ مُبَارَكٌ أَنْزَلْنَاهُ أَفَأَنْتُمْ لَهُ مُنْكِرُونَ) (الانبياء:50)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;  " Dan al-Qur'an ini adalah suatu kitab(peringatan) yang telah diberkahi yang telah Kami turunkan. Maka mengapakah kalian mengingkarinya?" (QS. 21:50)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan firmanNya:&lt;br /&gt;(كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ) (صّ:29) &lt;br /&gt;&lt;em&gt;" Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran" (QS. 38:29)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; Makna berbarakah dalam bahasa arab adalah banyak kebaikannya dan terus menerus. &lt;br /&gt;Berkata Ibnul Qayyim rahimahullahu: &lt;br /&gt;وهو أحق أن يسمى مباركا من كل شيء لكثرة خيره ومنافعه ووجوه البركة فيه&lt;br /&gt;"Dan Al-Quran lebih berhak untuk dinamakan "mubarak" dari segala sesuatu karena banyaknya kebaikannya, manfaatnya, dan segi-segi barakah di dalamnya" (Jala'ul Afham hal: 432, Dar Ibnul Jauzy )  &lt;br /&gt;Dan berkata Al-Alusy: &lt;br /&gt;" "كثير الفائدة والنفع لاشتماله على منافع الدارين &lt;br /&gt;"Banyak faidahnya dan manfaatnya karena Alquran mengandung manfaat-manfaat dunia dan akhirat" (Ruhul Ma'any, tafsir Surat Al-An'am ayat 92). &lt;br /&gt;Para salaf telah berbeda pendapat  di dalam masalah bertabarruk (mencari berkah) dengan menggantungkan Al-Quran atau meletakkannya di suatu tempat. (Lihat Ma'arijul Qabul 2/637 dan Taisir Al-'Azizil Hamid hal:130)&lt;br /&gt;Yang rajih –wallahu a'lam- adalah tidak memperbolehkan.  &lt;br /&gt;Alasannya adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;1. Hadist-hadist yang mengharamkan jimat adalah umum, dan tidak ada dalil yang mengkhususkan, dan membedakan antara Al-Quran dan yang lainnya. Seperti sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: &lt;br /&gt;إن الرقى والتمائم والتولة شرك&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya ruqyah, jimat, dan tiwalah (pelet) adalah syirik" (HR.Abu Dawud dan Ibnu Majah, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany )&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda: &lt;br /&gt;من علق تميمة فقد أشرك &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Barangsiapa yang menggantungkan jimat maka dia telah berbuat syirik" ( HR. Ahmad, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan ruqyah dimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah membedakan dengan sabda beliau: &lt;br /&gt;لا بأس بالرقى ما لم يكن فيه شرك&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Tidak mengapa meruqyah selama tidak ada kesyirikan di dalamnya" (HR.Muslim). &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;2. Seandainya amalan ini diperbolehkan niscaya sudah dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. &lt;br /&gt;3. Dalil-dalil menunjukkan bahwa barakah Al-Quran adalah dengan membacanya bukan dengan menggantungkan. Sebagaimana firman Allah ta'ala:&lt;br /&gt;(وَاتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ كِتَابِ رَبِّكَ لا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَلَنْ تَجِدَ مِنْ دُونِهِ مُلْتَحَداً) (الكهف:27)   &lt;em&gt;Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Rabb-mu (al-Qur'an). Tidak ada (seorangpun) yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain daripada-Nya. (QS. 18:27)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan juga firman Allah ta'ala: &lt;br /&gt;(إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ) (فاطر:29)&lt;br /&gt;&lt;em&gt; Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, (QS. 35:29)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:  &lt;br /&gt;اقرؤوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Bacalah Al-Quran maka sesungguhnya dia datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa'at untuk orang-orang yang membacanya" (HR. Muslim)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan juga sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: &lt;br /&gt;وما اجتمع قوم في بيت من بيوت الله يتلون كتاب الله ويتدارسونه بينهم إلا نزلت عليهم السكينة وغشيتهم الرحمة وحفتهم الملائكة وذكرهم الله فيمن عنده &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan tidaklah sebuah kaum berkumpul di rumah diantara rumah-rumah Allah membaca kitab Allah, dan mempelajarinya kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, dan mereka akan diliputi rahmat, dan akan menaungi mereka para malaikat, dan Allah akan menyebut mereka di depan para malaikatNya" (HR. Muslim). &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: &lt;br /&gt;إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة  &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah" (HR. Muslim)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah cara mengambil berkah dari Al-Quran, yaitu dengan cara mengimaninya, membacanya, merenungi ayat-ayatnya, mengamalkannya, dan berobat dengannya dengan cara yang sudah disyari'atkan. bukan meletakkannya atau menggantungkannya di tempat tertentu dan menggunakannya sebagai jimat. &lt;br /&gt;Berkata Ibnul 'Araby rahimahullahu: &lt;br /&gt;وإنما السنة فيه الذكر دون التعليق&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan sesungguhnya yang sunnah adalah dengan dzikir dengan Al-Quran , bukan dengan menggantungnya" ('Aridhatul Ahwadzy 8/222).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;4. Dibolehkannya menggantungkan Al-Quran membuka pintu untuk menggantungkan selain Al-Quran dan menjadikan mereka bertawakkal kepada selain Allah  (Lihat Fathul Majid, hal: 138)&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Hafidz Al-Hakamy: "Tidak diragukan lagi bahwa larangan menggantungkan Al-Quran untuk tabarruk adalah lebih mencegah dari terjerumusnya seseorang kepada keyakinan yang terlarang, khususnya di zaman sekarang. Apabila sebagian besar sahabat dan tabi'in yang hidup di zaman yang mulia dan iman mereka lebih besar dari gunung, mereka saja membencinya maka di zaman kita sekarang-zaman fitnah dan cobaan- hal ini lebih dibenci. Bahkan sekarang mereka sudah sampai derajat murni keharaman untuk tujuan yang haram, diantaranya mereka menulis ayat, atau surat, atau basmalah, atau yang semacamnya kemudian meletakkan mantra-mantra syetan di bawahnya, yang tidak mengetahuinya kecuali orang yang membaca kitab-kitab mereka (Ma'arijul Qabul 1/638-639).&lt;br /&gt;Dan ini adalah pendapat Abdullah bin Mas'ud (Lihat Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 8/15 no:23811), dan Ibrahim An-Nakha'I (Lihat Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 8/15 no: 23814), Imam Ahmad di dalam sebuah riwayat, dan ini yang dipilih oleh kebanyakan Hanabilah. (Lihat  Ath-Thibb An-Nabawy, Adz-Dzahaby hal:281, dan Taisirul 'Azizil Hamid, Syeikh Sulaiman bin Abdullah, hal:130)&lt;br /&gt;Dengan demikian tidak boleh bagi seseorang meletakkan Al-Quran atau sebagian ayat-ayat Al-Quran di suatu tempat dengan tujuan agar tempat tersebut menjadi berbarakah, mendapatkan kebaikan atau keberuntungan, atau dijauhkan dari bencana dan malapetaka, seperti menaruhnya di tempat usaha, mobil, pesawat.dll. Apabila meyakini itu sebagai sebab maka termasuk syirik kecil.&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-2291959230291006340?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/2291959230291006340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/tabarruk-mencari-berkah-dengan-al-quran.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/2291959230291006340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/2291959230291006340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/tabarruk-mencari-berkah-dengan-al-quran.html' title='Tabarruk (Mencari Berkah) Dengan Al-Quran'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-7513544057886692700</id><published>2009-10-06T22:20:00.001+03:00</published><updated>2009-10-06T22:30:26.216+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Mengikuti Imam Dalam Masalah Ijtihadiyyah</title><content type='html'>Tanya: Assalaamu'alaikum warahmatulloohi wabarakaatuh, Ustadz, saya sekarang ada di Nigeria. Ketika kami sholat berjama'ah di kantor, yang menjadi imam sering berganti-ganti dan gerakan mereka dalam sholat bermacam-macam misal: kadang mereka i'tidal setelah rukuk bersedekap kadang tidak, atau mereka tidak menggerakkan jari telunjuk ketika tasyahut kadang menggerakkan, atau meraka tidak duduk tawarruk ketika tahiyat akhir. Pertanyaan: Apa yang harus saya lakukan dalam mengamalkan hadits Nabi shallalloohu'alahi wa sallam yang kurang lebih artinya "Imam itu dijadikan untuk diikuti." Demikian juga perbuatan Abdullah bin Mas'ud radhialloohu'anhu ketika beliau mengingkari perbuatan Utsman bin Affan radhialloohu'anhu dengan melaksanakan sholat 4 rakaat ketika di Mina tetapi ketika Abdullah bin Mas'ud radhialloohu'anhu berjama'ah Utsman bin Affan radhialloohu'anhu ternyata beliau mengikuti sholat 4 raka'at, dan setelah ditanya mengapa engkau mengikuti sholat raka'at. Abdullah bin Mas'ud radhialloohu'anhu menjawab "Perselisihan itu buruk." Dalam hal seperti yang saya alami di sini apakaah saya harus mengikuti gerakan imam secara keseluruhan ataukah saya hanya mengikuti gerakan imam yang saya ketahui bahwa itu ada dalilnya? Jazaakallooh khair. (Abu Asyraf Mochammad Nur Cholis)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jawab: Wa'alaikumsalam warahmatullahi waarakatuhu. &lt;br /&gt;Ma'mum mengikuti imam dalam perkataan dan perbuatan yang dhahir (terlihat atau terdengar dengan mudah oleh setiap makmum). Contoh perkataan: takbiratul ihram, takbir intiqal (perpindahan), salam. Contoh perbuatan: berdiri, ruku', sujud, I'tidal, duduk diantara dua sujud. Oleh karena itu  Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;إنما جعل الإمام ليؤتم به فإذا كبر فكبروا وإذا ركع فاركعوا وإذا سجد فاسجدوا وإن صلى قائما فصلوا قياما &lt;br /&gt;"Sesungguhnya imam itu diangkat untuk diikuti, apabila dia takbir maka bertakbirlah, apabila dia ruku' maka ruku'lah, apabila dia sujud maka sujudlah, dan apabila shalat berdiri maka hendaklah kalian shalat berdiri" (HR. Al-Bukhary dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu)&lt;br /&gt;Dalam hadist ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hanya menyebutkan diantara perkataan dan perbuatan dhahir (nampak) yang dilakukan imam, dan diperintahkan ma'mum mengikutinya.&lt;br /&gt;Berkata An-Nawawy rahimahullahu: &lt;br /&gt;وَأَمَّا قَوْله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَام لِيُؤْتَمّ بِهِ (فَمَعْنَاهُ عِنْد الشَّافِعِيّ وَطَائِفَة فِي الْأَفْعَال الظَّاهِرَة&lt;br /&gt;"Adapun sabda beliau shallallahu 'alaihi wa sallam: (Sesungguhnya imam diangkat untuk diikuti) maka maknanya menurut Syafi'iy dan sebagian ulama adalah di dalam perbuatan-perbuatan yang dhahir " (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim Bin Al-Hajjaj 4/134). &lt;br /&gt;Dan apabila terjadi perbedaan pendapat dalam masalah ijtihadiyyah antara imam dan makmum maka apabila perbedaannya di dalam perbuatan yang dhahir (mudah terlihat dan diikuti oleh makmum) maka hendaknya makmum mengikuti imam.&lt;br /&gt;Imam Abu Dawud menyebutkan sebuah atsar dimana 'Utsman radhiyallahu 'anhu shalat di Mina 4 rakaat dengan ijtihad beliau, maka Abdullah bin Mas'ud berkata: "Aku shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam (di Mina) 2 rakaat, dan bersama Abu Bakar 2 rakaat, dan bersama Umar 2 rakaat " yaitu dengan mengqashar shalat 4 rakaat.&lt;br /&gt;Akan tetapi ketika beliau shalat di belakang 'Utsman beliau shalat 4 rakaat , maka beliau ditanya, kenapa melakukan demikian? Maka beliau menjawab: Perbedaan itu jelek " (Diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam Sunannya 1/602 no: 1960)&lt;br /&gt;Berkata Syeikhul Islam rahimahullahu:&lt;br /&gt;ولهذا ينبغي للمأموم أن يتبع إمامه فيما يسوغ فيه الاجتهاد فإذا قنت قنت معه وإن ترك القنوت لم يقنت فإن النبي صلى الله عليه و سلم قال : ) إنما جعل الإمام ليؤتم به (&lt;br /&gt;"Oleh karena itu seyogyanya bagi seorang makmum mengikuti imam di dalam perkara yang boleh di dalamnya berijtihad, kalau imam qunut maka dia qunut, kalau imam meninggalkan qunut maka dia tidak qunut, karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: (Sesungguhnya imam diangkat untuk diikuti) "(Majmu Al-Fatawa 23/115)&lt;br /&gt;Adapun perkara-perkara yang tidak nampak atau tidak terdengar oleh semua makmum seperti niat , tata cara I'tidal  (sedekap atau tidak), tata cara bertasyahhud (menggerakkan jari atau tidak) maka tidak wajib mengikutinya, dan kita beramal sesuai dengan pendapat yang kita kuatkan.&lt;br /&gt;Wallahu a'lam. &lt;br /&gt;Pertanyaan terkait: &lt;br /&gt;&lt;a href="http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/06/apakah-makmum-mengangkat-tangan-dan.html"&gt;Apakah Makmum Mengangkat Tangan Dan Mengamini Imam Yang Qunut Shubuh?&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-7513544057886692700?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/7513544057886692700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/mengikuti-imam-dalam-masalah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/7513544057886692700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/7513544057886692700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/mengikuti-imam-dalam-masalah.html' title='Mengikuti Imam Dalam Masalah Ijtihadiyyah'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-4589061691442692366</id><published>2009-10-06T21:25:00.003+03:00</published><updated>2009-10-06T22:11:21.977+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengumuman'/><title type='text'>Tanya Jawab Agama Islam Aktif Kembali</title><content type='html'>Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, dengan rahmat Allah ta'ala dan pertolonganNya saya bisa menyelesaikan risalah (tesis) majister dan telah diserahkan pada hari Ahad, tanggal 8 Syawwal 1430 H/27 September 2009 M . Semoga Allah ta'ala memberikan keikhlasan dan manfaat, serta memberikan kemudahan dalam tahapan selanjutnya. &lt;br /&gt;Tak lupa saya mengucapkan Taqabbalallahu Minnaa wa Minkum, semoga Allah menerima amal ibadah kita semuanya.&lt;br /&gt;Dan insya Allah mulai hari ini, Selasa 6 Oktober 2009 M, blog akan diaktifkan kembali. Semoga Allah ta'ala memberikan taufiq kepada kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Roy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-4589061691442692366?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/4589061691442692366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/tanya-jawab-agama-islam-aktif-kembali.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/4589061691442692366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/4589061691442692366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/10/tanya-jawab-agama-islam-aktif-kembali.html' title='Tanya Jawab Agama Islam Aktif Kembali'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-7619938216745760943</id><published>2009-08-21T08:24:00.001+03:00</published><updated>2009-08-21T08:58:32.581+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengumuman'/><title type='text'>Pengumuman</title><content type='html'>Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.&lt;br /&gt;Para pengunjung blog TANYA JAWAB AGAMA ISLAM yang saya hormati, &lt;br /&gt;1. Alhamdulillah dengan rahmat Allah blog ini sudah berjalan kurang lebih 4  bulan sejak akhir Mei 2009, dan  banyak manfaat yang saya ambil dari pertanyaan-pertanyaan antum. Kalau memang baik bagi agama saya, saya berharap semoga Allah memberikan istiqamah dalam meneruskan dakwah lewat blog ini. &lt;br /&gt;2. Pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk akan menjadi perhatian saya,  meski terlambat menjawabnya. Dan sebab keterlambatan banyak, diantaranya adalah keterbatasan ilmu, kesibukan menulis risalah, dll. Semoga bisa dimaklumi.&lt;br /&gt;3. Mohon maaf  bulan ini mungkin banyak pertanyaan yang tidak terjawab dikarenakan awal bulan syawwal (sekitar 5 pekan lagi) saya harus menyerahkan risalah majister. Insya Allah setelah menyerahkan bisa lebih konsentrasi untuk menjawab pertanyaan yang sudah masuk. &lt;br /&gt;4. Karena pertanyaan untuk bulan September 2009 sudah memenuhi target maka pertanyaan yang masuk setelah pengumuman ini ditulis akan dimasukkan ke dalam dalam daftar pertanyaan yang akan dijawab pada bulan Oktober 2009. &lt;br /&gt;Demikian, dan jazakumullahu khairan atas perhatian antum semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-7619938216745760943?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/7619938216745760943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/pengumuman_21.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/7619938216745760943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/7619938216745760943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/pengumuman_21.html' title='Pengumuman'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-8042571883359627510</id><published>2009-08-20T22:31:00.002+03:00</published><updated>2009-08-20T22:35:43.650+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernikahan'/><title type='text'>Hukum Menikahi Wanita Yang Pernah Berzina</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamualaikum, saya mau bertanya seputar pernikahan, saya mempunyai calon istri tapi masa lalu istri saya buruk sekali dia pernah berzinah dengan 3 orang pria tapi dia sudah terbuka dan jujur kepada saya dan ingin bertobat, beda umur saya dengan dia sekitar 2 tahun,yang jadi pertanyaan saya bolehkah saya menikahi dia, dan dampak buruk apa saya menikahi wanita yang pernah berzinah dengan pria lain, mohon jawabannya dan terimakasih sebelumnya (Hamba Allah)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.  &lt;br /&gt;Seorang muslim pada asalnya dianjurkan untuk mencari pasangan yang shalih dan shalihah, yang menjaga kehormatannya, dan bisa mendidik anak-anaknya dengan baik.. &lt;br /&gt;Adapun menikahi wanita yang pernah berzina maka pendapat yang kuat: boleh menikahi wanita yang pernah berzina apabila terpenuhi  dua syarat: &lt;br /&gt;Pertama:  Taubat yang nasuha&lt;br /&gt;Yaitu taubat yang terpenuhi syarat-syaratnya: penyesalan yang mendalam, meninggalkan perbuatan zina tersebut, dan berniat tidak akan mengulangi perbuatan tersebut di masa yang akan datang. &lt;br /&gt;Alasannya apabila dia belum bertaubat maka statusnya adalah pezina, dan kita dilarang untuk menikahi wanita pezina sebagaimana dalam firman Allah:&lt;br /&gt;)الزَّانِي لا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ) (النور:3) &lt;br /&gt;  &lt;em&gt;Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina, atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mu'min. (QS. 24:3))&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Katsir:&lt;br /&gt;ومن هاهنا ذهب الإمام أحمد بن حنبل، رحمه الله، إلى أنه لا يصح العقد من الرجل العفيف على المرأة البغي ما دامت كذلك حتى تستتاب، فإن تابت صح العقد عليها وإلا فلا وكذلك لا يصح تزويج المرأة الحرة العفيفة بالرجل الفاجر المسافح، حتى يتوب توبة صحيحة &lt;br /&gt;"Dari sini Imam Ahmad bin Hambal berpendapat bahwa tidak sah akad antara laki yang menjaga kehormatan dengan wanita yang pezina selama wanita tersebut belum diminta bertaubat, apabila bertaubat maka sah, jika tidak maka tidak sah. Demikian pula tidak sah menikahkan wanita yang menjaga kehormatannya dengan laki-laki yang pezina sampai laki-laki tersebut bertaubat dengan taubat yang benar " (Tafsir Ibnu Katsir 10/165-166, Muassasah Qurthubah) &lt;br /&gt;Adapun setelah taubat maka statusnya bukan pezina, seperti orang kafir apabila bertaubat maka tidak dinamakan kafir lagi, orang musyrik apabila bertaubat maka tidak dinamakan musyrik lagi. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: التَّائِبُ مِنْ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Orang yang bertaubat dari sebuah dosa maka dia seperti orang yang tidak punya dosa" (HR.Ibnu Majah, dan dihasankan Syeikh Al-Albany )&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah: &lt;br /&gt;نكاح الزانية حرام حتى تتوب، سواء كان زنى بها هو أو غيره، هذا هو الصواب بلا ريب، وهو مذهب طائفة من السلف والخلف منهم أحمد بن حنبل وغيره، وذهب كثير من السلف إلى جوازه، وهو قول الثلاثة. &lt;br /&gt;"Menikahi wanita pezina adalah haram sampai dia bertaubat, sama saja apakah yang menzinahi dia atau yang lain, ini yang benar tanpa ada keraguan, dan ini adalah pendapat sebagian salaf dan khalaf, diantaranya Ahmad bin hambal dan yang lainnya, dan sebagian besar dari salaf membolehkan (meski tidak bertaubat), dan ini adalah pendapat 3 imam (Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi'i). (Majmu' Fatawa 32/109-110).&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin: &lt;br /&gt;فإن المرأة الزانية لا يحل نكاحها إلا بعد التوبة، وكذلك الزاني لا يصح أن تتزوجه إلا بعد التوبة&lt;br /&gt;"Maka sesungguhnya wanita pezina tidak halal dinikahi sampai dia bertaubat, demikian pula lelaki pezina tidak boleh seorang wanita menikah dengannya kecuali setelah dia (lela bertaubat" (Liqa'at Al-Bab Al-Maftuh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Istibra (meyakinkan bersihnya kandungan)&lt;br /&gt;Kalau dia hamil maka sampai dia melahirkan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;لايحل لامرىء يؤمن بالله واليوم الآخر أن يسقي ماءه زرع غيره يعني إتيان الحبالى &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir menyiramkan airnya di tanaman orang lain" yaitu mendatangi wanita-wanita hamil" (HR. Abu Dawud, dan dihasankan Syeikh Al-Albany)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Adapun kalau tidak hamil maka 'iddahnya satu kali haidh. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tentang tawanan-tawanan Authas&lt;br /&gt;لا توطأ حامل حتى تضع، ولا غير ذات حمل حتى تحيض حيضة &lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Budak)wanita yang hamil tidak boleh disetubuhi sampai dia melahirkan, dan (budak) wanita yang tidak hamil tidak boleh disetubuhi sampai haidh sekali (HR. Abu Dawud, dari Abu Said Al-Khudry dan dishahihkan Syeikh Al-Albany)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berkata Syeikhul Islam: &lt;br /&gt;والصحيح أنه لا يجب إلا الاستبراء فقط فإن هذه ليست زوجة يجب عليها عدة وليست أعظم من المستبرأة التي يلحق ولدها سيدها وتلك لا يجب عليها إلا الاستبراء فهذه أولى &lt;br /&gt;"Yang benar bahwasanya yang wajib bagi wanita (yang berzina) tersebut hanya istibra' saja, karena dia bukan seorang istri yang wajib baginya 'iddah, dan tidaklah keadaan wanita tersebut lebih besar daripada budak wanita yang diharuskan bersih kandungannya yang dinasabkan anaknya kepada majikannya. Kalau dia (budak wanita) tersebut tidak wajib kecuali istibra' saja maka wanita yang berzina lebih berhak"  (Majmu' Fatawa 32/110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila terkumpul dua syarat di atas maka boleh menikahi wanita tersebut baik yang menikahi adalah laki-laki yang menzinahi atau yang lain. Dan hendaknya laki-laki tersebut mengarahkannya kepada kebaikan,  mendekatkannya kepada agama, dan mencarikan teman-teman yang shalihah. Semoga Allah memberi barakah padanya.  &lt;br /&gt; Kemudian perlu saya  ingatkan bahwa wanita tersebut sebelum akad nikah adalah wanita asing, oleh karenanya haram atas antum apa yang diharamkan bagi laki-laki yang bukan mahram, seperti berduaan dengannya, bepergian dengannya dll.&lt;br /&gt;Dan hendaknya antum dan juga wanita tersebut menutupi  aibnya sebisa mungkin,  dan jangan membuka apa yang sudah Allah tutupi.&lt;br /&gt;Wallahu a'lam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-8042571883359627510?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/8042571883359627510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/hukum-menikahi-wanita-yang-pernah.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/8042571883359627510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/8042571883359627510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/hukum-menikahi-wanita-yang-pernah.html' title='Hukum Menikahi Wanita Yang Pernah Berzina'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-5268326603221430856</id><published>2009-08-14T09:00:00.002+03:00</published><updated>2009-08-14T09:03:31.679+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Mungulang Isti'adzah Setiap Rakaat Dalam Shalat</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamu'alaikum. Ustadz bacaan ta'awwudz dibaca setiap rakaat atau cukup satu kali saja mana yang rajih? (085885507746)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh&lt;br /&gt;Jumhur ulama berpendapat bahwa membaca isti'adzah adalah sunnah (dianjurkan) dan tidak wajib (Lihat Al-Mughny 2/145)  &lt;br /&gt;Berkata Al-Lajnah Ad-Daimah: &lt;br /&gt;الاستعاذة سنة فلا يضر تركها في الصلاة عمداً أو نسيانياً &lt;br /&gt;"Isti'adzah hukumnya sunnah, maka tidak memudharati apabila ditinggalkan (tidak dibaca) ketika shalat baik sengaja atau lupa" (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 6/381)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang rajih –wallahu a'lam- bahwa ta'awwudz atau isti'adzah dianjurkan dibaca di rakaat yang pertama karena hadist Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu beliau berkata: &lt;br /&gt;كان رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا نهض من الركعة الثانية استفتح القراءة بـ الحمد لله رب العالمين ولم يسكت&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam  apabila bangkit dari rakaat kedua beliau memulai bacaan dengan "Alhamdulillah rabbil 'alamin" dan beliau tidak diam" (HR.Muslim)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadist ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak diam sebelum membaca Al-Fatihah, menunjukkan bahwa beliau tidak membaca ta'awwudz dan tidak membaca istiftah (Al-Mughny 2/216)&lt;br /&gt;Demikian pula diantara rakaat hanya diselangi dengan dzikrullah (tasbih, tahmid, shalawat dll) dan dzikrullah tidak memutus bacaan Al-Quran,  oleh karena itu cukup dengan isti'adzah di awal raka'at. (Lihat Zadul Ma'ad, Ibnul Qayyim 1/242)&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin: &lt;br /&gt;الذي يظهر لي: أن قراءة الصلاة واحدة، فتكون الاستعاذة في أول ركعة، إلا إذا حدث ما يوجب الاستعاذة، كما لو انفتح عليه باب الوساوس&lt;br /&gt;"Yang nampak bagi saya bahwa bacaan Al-Quran dalam shalat adalah satu, maka isti'adzah dilakukan hanya di rakaat pertama, kecuali kalau terjadi sesuatu yang mewajibkan isti'adzah, seperti terbukanya pintu was-was" (Majmu' Fatawa wa Rasail Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin 13/110)&lt;br /&gt;Wallahu a'lam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-5268326603221430856?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/5268326603221430856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/mungulang-istiadzah-setiap-rakaat-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/5268326603221430856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/5268326603221430856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/mungulang-istiadzah-setiap-rakaat-dalam.html' title='Mungulang Isti&apos;adzah Setiap Rakaat Dalam Shalat'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-6556237285765461321</id><published>2009-08-14T06:15:00.003+03:00</published><updated>2009-08-14T06:39:20.855+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Musafir Singgah Di Sebuah Tempat Lebih Dari Empat Hari</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamualaykum. Insya Alloh ana akan mengadakan safar ke Jakarta (dari Balikpapan) untuk waktu sekitar 2 minggu dengan niat silaturrahim. Bagaimana sholat yang harus ana kerjakan? Sebelumnya ana melakukan sholat dengan jama' dan qoshor (safar yang lalu). Namun ada sumber lain (afwan ana ga tau pasti dari siapa)mengatakan sholat yang ana harus kerjakan yaitu tidak di jama' namun tetap diqoshor. Bagaimana ustadz penjelasan yang rojihnya?&lt;br /&gt;agar ana bisa yakin bagaimana seharusnya ana sholat saat di Jakarta nanti. Baarokallahu fiik. Jazzakallahu khoiron katsiron (Ummu Aufa)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. Wa fiikum barakallahu&lt;br /&gt;Seorang musafir yang berniat singgah di sebuah tempat lebih dari 21 shalat (4 hari) dan dia mengetahui kapan selesai hajatnya atau sudah menentukan berapa lama tinggal disana. maka hukumnya seperti orang yang muqim. Hendaknya menyempurnakan shalat (tanpa diqashar) dan mengerjakan setiap shalat pada waktunya (tanpa dijamak) kecuali ada sebab seperti sakit dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini adalah pendapat jumhur ulama,Imam Malik, Imam Asy-Syafi'i, dan Imam Ahmad (lihat Al-Mughny 3/147-148)&lt;br /&gt;Mereka berdalil dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika haji wada', dimana beliau tinggal di Mekah selama 4 hari sebelum pergi ke Mina, mengqashar shalat. Oleh karena barangsiapa yang tinggal lebih dari 4 hari maka menyempurnakan shalatnya. &lt;br /&gt;Berkata Al-Lajnah Ad-Daimah: &lt;br /&gt;وهذا المسافر إذا نوى الإقامة ببلد أكثر من أربعة أيام فإنه لا يترخص برخص السفر ، وإذا نوى الإقامة أربعة أيام فما دونها فإنه يترخص برخص السفر . والمسافر الذي يقيم ببلد&lt;br /&gt;ولكنه لا يدري متى تنقضي حاجته ولم يحدد زمناً معيناً للإقامة فإنه يترخص برخص السفر ولو طالت المدة ، ولا فرق بين السفر في البر والبحر &lt;br /&gt;"Dan musafir apabila berniat tinggal di sebuah daerah lebih dari 4 hari maka dia tidak mengambil keringanan orang yang safar. Dan jika berniat tinggal 4 hari atau kurang maka mengambil keringanan-keringanan safar. Dan seorang musafir yang tinggal di sebuah tempat dan dia tidak tahu kapan selesai hajatnya dan tidak menentukan berapa lama tinggal disana maka dia boleh mengambil keringanan safar, meski lama waktunya. Dan tidak ada bedanya bepergian lewat darat atau laut" (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 8/99-100, Lihat juga Majmu' Fatawa Syeikh Bin Baz 12/273)&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-6556237285765461321?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/6556237285765461321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/musafir-singgah-di-sebuah-tempat-lebih.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/6556237285765461321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/6556237285765461321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/musafir-singgah-di-sebuah-tempat-lebih.html' title='Musafir Singgah Di Sebuah Tempat Lebih Dari Empat Hari'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-5779987600209527523</id><published>2009-08-13T21:58:00.008+03:00</published><updated>2009-08-14T06:41:52.965+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Orang Yang Adzan Akan Tetapi Tidak Datang Jama'ah, Apakah Mendapatkan Pahala Shalat Berjama'ah?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Bismillah,  Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu,&lt;br /&gt;Kepada ustadz Abdullah Roy hafidzahullahu Ta’ala, ana ada beberapa pertanyaan terkait dengan suatu kondisi / masalah di mana ada sebuah lingkungan perumahan telah didirikan sebuah mushollah, akan tetapi di setiap waktu adzan dikumandangkan sampai sholat selesai didirikan tidak ada seorangpun jama’ah yang datang kecuali sang adzan tadi. Yang ana tanyakan adalah, sbb :&lt;br /&gt;1.       Bagaimana pahala orang yang sholat tsb, apakah hanya mendapatkan pahala seperti orang yang sholat sendirian, meskipun dia telah mengajak orang di sekitarnya lewat adzan yang dia kumandangkan?&lt;br /&gt;2.       Manakah yang lebih baik, orang tsb sholat di mushollah yang sendirian atau sholat berjama’ah di masjid jami’?&lt;br /&gt;3.       Bagaimana hukumnya bila mushollah itu ditinggalkan dan tidak ditegakkan sholat di dalamnya?&lt;br /&gt;Demikian ya ustadz , dan jazakallahu khairan katsiran atas jawabannya. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.(Sahril) &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.&lt;br /&gt;Kalau sebab mereka tidak datang adalah sebab yang tidak dibenarkan secara syar'I seperti malas  shalat di mushalla maka hendaknya dia tetap istiqamah menghidupkan sunnah di mushalla tersebut dengan mengumandangkan adzan, dan berusaha menegakkan shalat berjamaah, sambil mengajak dan mendorong kaum muslimin di sekitar masjid untuk menghidupkan masjid tersebut.. Dan jangan meninggalkan mushalla tersebut karena kita  masih berharap ada orang yang mendapat hidayah dan mau shalat berjama'ah di mushalla tersebut.&lt;br /&gt;Allah ta'ala berfirman: &lt;br /&gt;إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آَمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآَتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ (18) [التوبة/18]&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menuaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 9:18) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Abdurrahman As-Sa'dy mengatakan bahwa memakmurkan masjid ada 2 jenis, pertama: memakmurkan bangunannya dan memeliharanya, kedua adalah memakmurkannya dengan menyebut nama Allah di dalamnya dengan shalat dan yang lainnya. (Lihat Tafsir As-Sa'dy An-Nur: 63) &lt;br /&gt;Dan apabila orang yang sudah berusaha mengajak orang melalui adzan  maka insya Allah akan mendapat pahala jama'ah meskipun dia shalat sendiri.. &lt;br /&gt;Berkata Syeikhul Islam: &lt;br /&gt;مَنْ كَانَ عَازِمًا عَلَى الْفِعْلِ عَزْمًا جَازِمًا وَفَعَلَ مَا يَقْدِرُ عَلَيْهِ مِنْهُ كَانَ بِمَنْزِلَةِ الْفَاعِلِ &lt;br /&gt;"Barangsiapa yang berazam untuk melakukan suatu perbuatan dengan azam yang kuat dan melakukan apa yang dia mampu maka dia seperti orang yang melakukannya" (Majmu' Al-Fatawa 23/236) &lt;br /&gt;Kemudian beliau menyebutkan beberapa dalil diantaranya  hadist Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;من توضأ فأحسن وضوءه ثم راح فوجد الناس قد صلوا أعطاه الله جل وعز مثل أجر من صلاها وحضرها لا ينقص ذلك منن أجرهم شيئا&lt;br /&gt;&lt;em&gt; "Barangsiapa yang berwudhu dan memperbagus wudhunya kemudian pergi ke masjid, dan mendapati manusia sudah shalat maka Allah akan memberinya pahala orang yang shalat dan menghadiri jama'ah, tidak dikurangi sedikitpun dari pahala mereka" (HR. Abu Dawud, dan An-Nasa'I , dan dishahihkan Syeikh Al-Albany ). &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah telah menyediakan pahala yang besar bagi orang yang pergi ke masjid untuk menunaikan shalat. &lt;br /&gt;Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: &lt;br /&gt;من غدا إلى المسجد أو راح أعد الله له في الجنة نزلا كلما غدا أو راح&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: Barangsiapa yang pergi ke masjid maka Allah akan menyediakan baginya jamuan di surga setiap kali dia pergi " (Muttafaqun 'alaihi,dari Abu Hurairah)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda: &lt;br /&gt;من تطهر في بيته ثم مشى إلى بيت من بيوت الله ليقضي فريضة من فرائض الله كانت خطوتاه إحداهما تحط خطيئة والأخرى ترفع درجة&lt;br /&gt;&lt;em&gt;" Barangsiapa yang bersuci di rumahnya kemudian berjalan menuju rumah diantara rumah-rumah Allah untuk menunaikan sebuah kewajiban diantara kewajiban-kewajiban yang Allah tetapkan maka salah satu dari kedua langkahnya menghapus dosa dan yang lainnya mengangkat derajat" (HR.Muslim, dari Abu Hurairah)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-5779987600209527523?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/5779987600209527523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/orang-yang-adzan-akan-tetapi-tidak.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/5779987600209527523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/5779987600209527523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/orang-yang-adzan-akan-tetapi-tidak.html' title='Orang Yang Adzan Akan Tetapi Tidak Datang Jama&apos;ah, Apakah Mendapatkan Pahala Shalat Berjama&apos;ah?'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-307276970776295925</id><published>2009-08-13T13:40:00.000+03:00</published><updated>2009-08-13T13:41:47.129+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Tidak Bisa Mengqadha Puasa Karena Hamil</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamu'alaikum. Ustadz,saya mau tanya, ramadhan tahun lalu saya menyusui anak saya sehingga tidak bisa penuh menunaikan puasa. Setelah saya sapih saya membayar hutang puasa saya hingga tersisa lima. Qadarullah sekarang saya hamil lagi 2 bulan. Kondisi saya buruk, pusing, mual,bahkan sampai muntah. Saya pernah mencoba untuk tidak makan, ternyata afwan saya malah drop dan terus muntah. Saya bingung dengan hutang puasa saya bagaimana dengan ramadhan yang sudah semakin dekat. Mohon jawaban ustadz. Jazakumullahu khairan katsiran. (Yuyun, Ponorogo)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. &lt;br /&gt;Apabila keadaan demikian sampai datang ramadhan maka kewajiban anti hanya mengqadhanya nanti ketika sudah sehat. (Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-daimah 10/157-158).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-307276970776295925?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/307276970776295925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/tidak-bisa-mengqadha-puasa-karena-hamil.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/307276970776295925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/307276970776295925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/tidak-bisa-mengqadha-puasa-karena-hamil.html' title='Tidak Bisa Mengqadha Puasa Karena Hamil'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-7754663817112156982</id><published>2009-08-13T08:28:00.002+03:00</published><updated>2009-08-13T08:31:32.099+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Zakat Barang Dagangan Dengan Uang</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Ustadz, bolehkan seorang pedagang men-zakati barang dagangannya dari barang tersebut... bukan dengan uang... mohon sertakan dalilnya... terima kasih....(Az-Zahra)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang kuat  bahwa tidak boleh seorang pedagang menzakati barang dagangannya dari barang tersebut karena nishab barang dagangan dihitung dengan harga (uang) maka zakatnya juga dikeluarkan dengan harga (uang). (Lihat Al-Mughny 4/250) &lt;br /&gt;Pendapat inilah yang dikuatkan oleh Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (Lihat Asy-Syarh Al-Mumti' 6/141)&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-7754663817112156982?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/7754663817112156982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/zakat-barang-dagangan-dengan-uang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/7754663817112156982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/7754663817112156982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/zakat-barang-dagangan-dengan-uang.html' title='Zakat Barang Dagangan Dengan Uang'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-3799750368269374313</id><published>2009-08-09T22:26:00.002+03:00</published><updated>2009-08-09T22:29:33.906+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>Hadist: Abdurrahman Bin Auf Masuk Surga Dengan Merangkak</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Ustadz,bagaimana kedudukan hadits ini:&lt;br /&gt;"Pada suatu hari, saat kota Madinah sunyi senyap, debu yang sangat tebal mulai mendekat dari berbagai penjuru kota hingga nyaris menutupi ufuk. Debu kekuning-kuningan itu mulai mendekati pintu-pintu kota Madinah. Orang-orang menyangka itu badai, tetapi setelah itu mereka tahu bahwa itu adalah kafilah dagang yang sangat besar. Jumlahnya 700 unta penuh muatan yang memadati jalanan Madinah. Orang-orang segera keluar untuk melihat pemandangan yang menakjubkan itu, dan mereka bergembira dengan apa yang dibawa oleh kafilah itu berupa kebaikan dan rizki. Ketika Ummul Mukminin Aisyah Radhiallahu 'Anha mendengar suara gaduh kafilah, maka dia bertanya, "Apa yang sedang terjadi di Madinah?" Ada yang menjawab, "Ini kafilah milik Abdurrahman bin Auf Radhiallahu 'Anhu yang baru datang dari Syam membawa barang dagangan miliknya." Aisyah bertanya, "Kafilah membuat kegaduhan seperti ini?" Mereka menjawab, "Ya, wahai Ummul Mukminin, kafilah ini berjumlah 700 unta. " Ummul Mukminin menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Aku bermimpi melihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak" (al-Kanz, no. 33500)&lt;br /&gt;Ana masih bimbang,soalnya hadits ini ana pikir menyangkut aib sahabat.Jazakallahu khair. (Abu Nabilah)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Hadist ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad di dalam Al-Musnad (1/115), Ath-Thabrany di dalam Al-Mu'jam Al-Kabir  (1/129) dari jalan 'Imarah bin Zaadzaan dari Tsabit Al-Bunany, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. &lt;br /&gt;Hadist ini sanadnya lemah dan matannya munkar.  &lt;br /&gt;Di dalamnya ada 'Imarah bin Zaadzaan, berkata Ahmad: Dia telah  meriwayatkan hadist-hadist mungkar dari Anas (Al-Jarh wat Ta'dil, Ibnu Abi Hatim 6/366) &lt;br /&gt;Berkata Ad-Daruquthny:  "ضعيف لا يعتبر به&lt;br /&gt;"Lemah, tidak dianggap riwayatnya" (Su'aalaat Al-Barqaany lid Daruquthny  no:375)&lt;br /&gt;Dan dari segi matan maka hadist ini berisi keterangan bahwa harta itu mencegah seseorang untuk menjadi orang terdepan dalam kebaikan, padahal sebenarnya mengumpulkan harta adalah boleh. Yang tercela adalah apabila mengumpulkan harta dengan cara yang haram dan tidak menunaikan kewajiban di dalamnya. Sedangkan Abdurrahman bin 'Auf terbebas dari dua keadaan ini. (Lihat Al-Maudhu'at, Ibnul Jauzy 2/13-14)&lt;br /&gt;Sebagian ulama yang berusaha mengumpulkan hadist-hadist yang dha'if dan palsu telah mencantumkan hadist ini dalam buku mereka seperti Ibnul Jauzy dalam Al-Maudhu'aat (2/13) , Ibnul Qayyim dalam  Al-Manar Al-Munif (no: 306 ), dan Asy-Syaukany dalam Al-Fawaid Al-Majmu'ah (no: 1184). &lt;br /&gt;Wallahu a'lam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-3799750368269374313?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/3799750368269374313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/hadist-abdurrahman-bin-auf-masuk-surga.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3799750368269374313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3799750368269374313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/hadist-abdurrahman-bin-auf-masuk-surga.html' title='Hadist: Abdurrahman Bin Auf Masuk Surga Dengan Merangkak'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-5362067344092696488</id><published>2009-08-07T09:23:00.002+03:00</published><updated>2009-08-07T09:25:51.532+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Shalat Qabliyyah Isya</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Mau tanya ustadz, apa hukumnya sholat qobliyah isya'? Adakah dalil khusus yang menerangkannya? Berapa rekaat sunnahnya? Syukron. (Azzahra)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mengetahui dalil khusus tentang disyari'atkannya shalat sunnah sebelum isya, dan yang saya ketahui dianjurkan bagi kita untuk shalat sunnah sebelum isya, karena  keumuman sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:&lt;br /&gt;بين كل أذانين صلاة قالها ثلاثا قال في الثالثة لمن شاء&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Setiap diantara 2 adzan (yaitu adzan dan iqamah) ada shalat, -beliau ucapkan 3 kali-, kemudian beliau bersabda pada kali yang ketiga: Bagi siapa yang menghendaki" (HR.Al-Bukhary dan Muslim). &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jumlah rakaatnya boleh 2 atau 4 atau lebih karena kata shalat di dalam hadist tersebut nakirah (belum jelas)  sehingga mencakup semua bilangan shalat sunnah yang diniatkan baik dua rakaat, atau empat, atau lebih , sebagaimana perkataan Ibnu Hajar Al-'Asqalany di dalam Fathul Bary (2/107 )&lt;br /&gt;Namun perlu diketahui bahwa sunnah qabliyyah Isya' ini meski dianjurkan, tapi dia tidak termasuk rawatib yang tercantum dalam hadist Ummu Habibah: &lt;br /&gt;ما من عبد مسلم يصلي لله كل يوم ثنتي عشرة ركعة تطوعا غير فريضة إلا بني الله له بيتا في الجنة أو إلا بني له بيت في الجنة&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Tidaklah seorang hamba muslim shalat sunnah selain fardhu  12 rakaat setiap harinya untuk Allah, kecuali Allah akan membangun baginya surga atau kecuali akan dibangun baginya rumah di dalam surga" (HR. Muslim). &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kemudian diterangkan perinciannya di dalam riwayat At-Tirmidzy: &lt;br /&gt;من صلى في يوم وليلة ثنتي عشرة ركعة بني له بيت في الجنة أربعا قبل الظهر وركعتين بعدها وركعتين بعد المغرب وركعتين بعد العشاء وركعتين قبل صلاة الفجر&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Barangsiapa shalat 12 rakaat dalam sehari semalam maka akan dibangun baginya rumah di dalam surga: 4 rakaat sebelum dhuhur, 2 rakaat setelahnya, 2 rakaat setelah maghrib, 2 rakaat setelah isya, dan 2 rakaat sebelum subuh" (HR. At-Tirmidzy dan dishahihkan Syeikh Al-Albany).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-5362067344092696488?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/5362067344092696488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/shalat-qabliyyah-isya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/5362067344092696488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/5362067344092696488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/shalat-qabliyyah-isya.html' title='Shalat Qabliyyah Isya'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-301636123658875942</id><published>2009-08-07T08:07:00.002+03:00</published><updated>2009-08-07T16:50:18.265+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Kontemporer'/><title type='text'>Hukum Menggunakan Gigi Palsu/Buatan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamu'alaykum warrahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;Ya ustadz, ana ingin bertanya tentang hukum menggunakan gigi palsu. Yaitu mengganti gigi yang telah dicabut karena busuk/berlobang dengan gigi palsu yang mirip. Apakah boleh? Ataukah harus diganti dengan gigi terbuat dari emas saja? Terima kasih atas tanggapannya. (Aisyah)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. &lt;br /&gt;Bagi wanita diperbolehkan menggunakan gigi palsu dari bahan yang diperbolehkan secara syar'I , baik dari emas atau yang lain, baik untuk berhias atau berobat, karena keumuman hadist yang membolehkan wanita berhias dengan emas dan juga keumuman perintah untuk berobat, sebagaimana dalam sabda  Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: &lt;br /&gt;تداووا فإن الله تعالى لم يضع داء إلا وضع له دواء غير داء واحد الهرم &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Berobatlah kalian, sesungguhnya Allah tidak meletakkan penyakit kecuali meletakkan pula obatnya, kecuali satu penyakit, yaitu kematian" (HR.Abu Dawud, At-tirmidzy, dan Ibnu Majah, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun lelaki diperbolehkan menggunakan gigi palsu dari emas kalau memang diperlukan/dharurat (seperti berobat) bukan untuk berhias, apabila tidak ditemukan bahan lain yang tahan karat seperti emas. (Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 24/71-72, dan 25/15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menyuruh seorang sahabat untuk menggunakan hidung buatan dari emas ketika terpotong hidungnya pada sebuah peperangan. (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzy, An-Nasa'I dan dihasankan Syeikh Al-Albany)&lt;br /&gt;Berkata Al-Khaththaby ketika mensyarh hadist ini: &lt;br /&gt;فِيهِ اِسْتِبَاحَة اِسْتِعْمَال الْيَسِير مِنْ الذَّهَب لِلرِّجَالِ عِنْد الضَّرُورَة كَرَبْطِ الْأَسْنَان وَمَا جَرَى مَجْرَاهُ مِمَّا لَا يَجْرِي غَيْره فِيهِ مَجْرَاهُ&lt;br /&gt;"Di dalam hadist ini bolehnya menggunakan emas sedikit bagi laki-laki ketika dharurat, seperti mengikat gigi dan yang semisalnya, dari perkara-perkara yang tidak mungkin diganti dengan selain emas" (Ma'alimus Sunan 4/215)&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin:&lt;br /&gt;يجب أن نعلم أن السن الذهب لا يجوز أن يركب إلا عند الحاجة إليه، فلا يجوز أن يركبه أحد للزينة، اللهم إلا النساء إذا جرت عادتهن التزين بتحلية الأسنان بالذهب فلا بأس، أما الرجال فلا يجوز أبداً إلا لحاجة &lt;br /&gt;"Wajib kita ketahui bahwa gigi emas tidak boleh dipasang kecuali ketika memang diperlukan, maka tidak boleh digunakan untuk berhias kecuali bagi wanita, apabila kebiasaan mereka berhias dengan gigi emas maka tidak mengapa, adapun lelaki maka tidak diperbolehkan kecuali karena keperluan" (Majmu Fatawa Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin 17/88).&lt;br /&gt;Wallahu 'alam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-301636123658875942?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/301636123658875942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/hukum-menggunakan-gigi-palsubuatan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/301636123658875942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/301636123658875942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/hukum-menggunakan-gigi-palsubuatan.html' title='Hukum Menggunakan Gigi Palsu/Buatan'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-4434600870195481598</id><published>2009-08-05T08:43:00.002+03:00</published><updated>2009-08-05T09:00:19.046+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Mu&apos;amalah'/><title type='text'>Barang Kreditan Menjadi Jaminan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalaamu'alaikum. Ustadz, ada sebuah kasus: A meminjam uang kepada B. A menjadikan barangnya sebagai jaminan, sedangkan barang tersebut dibeli oleh A secara kredit dan belum lunas pembayarannya.Apakah hal tersebut diperbolehkan?&lt;br /&gt;Jazaakumullohu khoiron (Ummu Saif)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu. &lt;br /&gt;Barang tersebut sudah menjadi miliknya dan menjadi tanggungannya, baik sudah lunas pembayarannya atau belum. Dengan demikian boleh baginya menjadikannya barang jaminan. Wallahu a'lam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-4434600870195481598?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/4434600870195481598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/barang-kreditan-menjadi-jaminan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/4434600870195481598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/4434600870195481598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/barang-kreditan-menjadi-jaminan.html' title='Barang Kreditan Menjadi Jaminan'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-4510800092773567013</id><published>2009-08-03T22:54:00.006+03:00</published><updated>2009-08-04T00:39:17.761+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Shalat Di Masjid  Di Arah Kiblat Ada Kuburan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Di Indonesia ada daerah yg tidak ditemukan masjid kecuali ada kuburannya (di arah kiblat hanya dibatasi oleh dinding). Apakah boleh kita meninggalkan sholat berjama'ah di masjid tersebut dan melaksanakannya di rumah (sendiri/jama'ah)? (Zain)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apabila kuburan ada di luar masjid maka tidak mengapa shalat di dalamnya meskipun kuburan ada di arah kiblat dan hanya dibatasi oleh dinding. Karena larangan shalat menghadap kuburan adalah apabila tanpa dinding pembatas.  Dengan demikian keadaan masjid yang antum sebutkan tidak mencegah kita untuk tetap shalat berjamaah di masjid tersebut.&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu: &lt;br /&gt;أما إذا كان القبر خارج المسجد عن يمينه أو شماله أو أمامه وراء حائط من الأمام فلا يضر ذلك &lt;br /&gt;Adapun apabila kuburan ada di luar masjid, di sebelah kanan, kiri, atau depan di belakang dinding maka tidak memudharrati (Lihat fatwa beliau di http://www.binbaz.org.sa/mat/4828)&lt;br /&gt;Syeikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'iy rahimahullahu juga berkata: &lt;br /&gt;فالصلاة في المسجد الذي أمامه مقبرة خارج جدار المسجد صحيحة، لأنّ النهي عن الصلاة في المسجد الذي فيه مقبرة، ... وحديث: أنّ النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم قال: ((لا تصلّوا إلى القبور، ولا تجلسوا عليها)).  فهذا إذا كانت الصلاة إليها بدون حائط أو جدار. أما إذا وجد الجدار أو الحائط وهي خارج المسجد، فالصلاة صحيحة إن شاء الله. &lt;br /&gt;"Shalat di dalam masjid yang di depannya ada kuburan di luar dinding masjid adalah sah, karena yang dilarang adalah shalat di dalam masjid yang ada kuburannya…dan hadist Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam :"Janganlah kalian shalat menghadap kuburan dan janganlah duduk di atasnya" maka maksudnya adalah shalat menghadap kuburan tanpa pagar atau dinding, adapun jika ada dinding atau pagar dan kuburan berada di luar masjid maka shalatnya sah insya Allah" (Tuhfatul Mujib hal: 83-84).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika kuburan di dalam masjid dan kuburan lebih dulu daripada masjid maka haram shalat di dalamnya. &lt;br /&gt;Allah ta'ala berfirman: &lt;br /&gt;)لا تَقُمْ فِيهِ أَبَداً لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ) (التوبة:108)  &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Janganlah kamu shalat dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih. (QS. 9:108)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Segi pendalilan: Allah melarang kita shalat di dalam masjid yang dibangun bukan atas dasar taqwa, termasuk diantaranya adalah masjid yang dibangun di atas kuburan. &lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;لعنة الله على اليهود والنصارى اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Laknat Allah atas orang yahudi dan nashrani, mereka telah menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid" (Muttafaqun 'alaihi) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Segi pendalilan: Hadist ini menunjukkan haramnya membangun masjid di atas kuburan, terlebih-lebih shalat di dalamnya, karena pada dasarnya  larangan membangun masjid di atas kuburan adalah supaya tidak digunakan untuk shalat di dalamnya, yang bisa membawa kerusakan aqidah.&lt;br /&gt;Berkata Syeikhul Islam rahimahullahu: &lt;br /&gt;فالمسجد الذي على القبر لا يصلى فيه فرض ولا نفل ، فإنه منهي عنه &lt;br /&gt;"Maka masjid yang dibangun di atas kuburan tidak boleh shalat fardhu atau sunnah di dalamnya, karena itu dilarang" (Majmu' Fatawa 22/195)&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin:&lt;br /&gt;إذا كان هذا المسجد مبنياً على القبر فإن الصلاة فيه محرمة&lt;br /&gt;"Apabila masjid dibangun di atas kuburan maka shalat di dalamnya adalah haram" (Majmu' Fatawa Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin 15/433)&lt;br /&gt;Wallahu a'lam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-4510800092773567013?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/4510800092773567013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/shalat-di-masjid-yang-di-arah-kiblat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/4510800092773567013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/4510800092773567013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/shalat-di-masjid-yang-di-arah-kiblat.html' title='Shalat Di Masjid  Di Arah Kiblat Ada Kuburan'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-7366718257267394163</id><published>2009-08-03T06:30:00.002+03:00</published><updated>2009-08-03T06:32:45.061+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Mengqadha Dzikir Pagi Dan Petang</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamu'alaikum pak ustadz. Saya mau tanya, jika kita kesiangan bangun, lalu setelah kita shalat shubuh yang kesiangan itu, masihkah disyariatkan membaca dzikir pagi dan petang ? Terima kasih sebelumnya, semoga Allah selalu memberikan barokah pada pak ustadz. (Wawan)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. Wa fiika barakallhu. &lt;br /&gt;Allah ta'ala berfirman: &lt;br /&gt;) وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ)(قّ: من الآية39)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan bertasbihlah sambil memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya). (QS. 50:39)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ayat di atas Ibnul Qayyim telah merajihkan bahwasanya waktu membaca dzikir pagi adalah setelah subuh sampai terbit matahari dan waktu membaca dzikir petang adalah habis shalat ashar sampai tenggelam matahari.. &lt;br /&gt;Beliau berkata: &lt;br /&gt;في ذكر طرفي النهار وهما ما بين الصبح وطلوع الشمس وما بين العصر والغروب&lt;br /&gt;"Dzikir di kedua ujung hari, dan keduanya adalah antara subuh sampai terbit matahari dan antara ashar sampai tenggelam matahari" (Lihat Al-Wabil Ash-Shayyib 239-240, Dar 'Alamil Fawaid)&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Bakr Abu Zaid: &lt;br /&gt;بين الله سبحانه في القرآن الكريم طرفي النهار محل أذكار الصباح والمساء في آيات منها: ) وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ)(قّ: من الآية39)، فمحل ورد الصباح في الإبكار وهو الغدو بعد صلاة الصبح وقبل طلوع الشمس، ومحل ورد المساء في العشي وهو الآصال بعد صلاة العصر قبل الغروب، والأمر فيهما واسع كمن عرض له شغل، والحمد لله. &lt;br /&gt;"Allah subhanahu telah menjelaskan di dalam Al-Quran Al-Karim bahwa kedua ujung siang adalah waktu dzikir pagi dan petang dalam beberapa ayat, diantaranya firman Allah yang artinya:   Dan bertasbihlah sambil memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya). (QS. 50:39). Maka waktu dzikir pagi adalah ketika &lt;em&gt;Ibkar dan Ghuduw&lt;/em&gt; yaitu setelah shalat subuh dan sebelum terbit matahari, dan waktu dzikir petang adalah ketika &lt;em&gt;'Asyiyy dan Al-Aashal &lt;/em&gt;yaitu setelah shalat ashar sebelum tenggelam matahari. Dan perkaranya luas, seperti orang yang memiliki kesibukan, walhamdulilllah" (Tashhihud Du'a' hal:337)&lt;br /&gt;Yang ana pahami dari perkataan beliau boleh bagi kita mengqadha dzikir tersebut apabila kita tersibukkan dengan sesuatu atau ketiduran. &lt;br /&gt;Berkata  An-Nawawy ketika mensyarh hadist: &lt;br /&gt;وكان إذا غلبه نوم أو وجع عن قيام الليل صلى من النهار ثنتي عشرة ركعة&lt;br /&gt; "Dan beliau shallallahu 'alaihi wa sallam apabila ketiduran atau sakit sehingga tidak bisa shalat malam, beliau shalat di siang hari 12 rakaat" (HR.Muslim) &lt;br /&gt;Beliau berkata: &lt;br /&gt;هذا دليل على استحباب المحافظة على الأوراد وأنها إذا فاتت تقضي &lt;br /&gt;"Ini dalil dianjurkannya menjaga dzikir-dzikir dan bahwasanya kalau dia luput maka diqadha" (Syarh Shahih Muslim, An-Nawawy 6/27)&lt;br /&gt; Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-7366718257267394163?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/7366718257267394163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/mengqadha-dzikir-pagi-dan-petang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/7366718257267394163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/7366718257267394163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/mengqadha-dzikir-pagi-dan-petang.html' title='Mengqadha Dzikir Pagi Dan Petang'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-2745785498676962082</id><published>2009-08-01T11:50:00.004+03:00</published><updated>2009-08-01T12:04:38.074+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengumuman'/><title type='text'>Pengumuman</title><content type='html'>Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu&lt;br /&gt;Para pengunjung yang saya hormati.&lt;br /&gt;1. Ada 14 pertanyaan untuk bulan juli yang masih dalam proses &lt;br /&gt;2. Pertanyaan yang masuk mulai hari ini insya Allah  akan dimasukkan ke dalam daftar pertanyaan bulan September 2009. &lt;br /&gt;Demikian harap maklum.&lt;br /&gt;Wa shallallahu 'ala nabiyyina Muhammad wa sallam tasliman katsiran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-2745785498676962082?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/2745785498676962082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/pengumuman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/2745785498676962082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/2745785498676962082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/08/pengumuman.html' title='Pengumuman'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-9091112714997028939</id><published>2009-07-29T10:28:00.005+03:00</published><updated>2009-07-29T10:32:59.348+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab'/><title type='text'>Cara Menjaga Dan Menambah Hafalan Al-Quran</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Asalamu'alaikum ustadz, ana mau nanya bagaimana cara kita untuk menjaga dan menambah hafalan? Karena sulit sekali bagi ana dikarenakan tinggal di daerah perkotaan. sukron  JAZAKALLAH KHOIRON. (Ibnu Abdillah, Pontianak)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. &lt;br /&gt;Diantara perkara yang bisa membantu menjaga dan menambah hafalan kita:&lt;br /&gt;1. Berdoa kepada Allah dengan ikhlash dan sungguh-sungguh supaya diberi pertolongan dalam menghafal ayat-ayatNya &lt;br /&gt;2. Hendaknya niat kita ingin mengamalkan apa yang kita hafal&lt;br /&gt;3. Menyisihkan waktu tertentu setiap hari untuk mengulang dan menambah hafalan&lt;br /&gt;4. Hendaknya memiliki guru yang mumpuni untuk setoran hafalan dan muraja'ah&lt;br /&gt;5. Sebisa mungkin menggunakan satu cetakan mushhaf&lt;br /&gt;6. Mengulang-ulang apa yang sudah dihafal sebanyak mungkin&lt;br /&gt;7. Membaca apa yang sudah dihafal di dalam shalat kita&lt;br /&gt;8. Membaca dan memahami tafsir ayat yang sudah kita hafal &lt;br /&gt;9. Menjauhi kemaksiatan &lt;br /&gt;10. Sedikit-sedikit dalam menghafal tetapi rutin. &lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-9091112714997028939?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/9091112714997028939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/tanya-asalamualaikum-ustadz-ana-mau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/9091112714997028939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/9091112714997028939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/tanya-asalamualaikum-ustadz-ana-mau.html' title='Cara Menjaga Dan Menambah Hafalan Al-Quran'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-4954817041437865314</id><published>2009-07-28T08:01:00.002+03:00</published><updated>2009-07-28T08:03:22.183+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Fiqh Shalat (1): Menggerakkan Telunjuk Ketika Tasyahhud</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Bismillaah, Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh,&lt;br /&gt;Kaifa haaluk ya Ustadz ? Ana ada pertanyaan seputar masalah fiqh dalam sholat, mohon penjelasannya :&lt;br /&gt;1. Penjelasan tentang menggerakkan jari telunjuk ketika tasyahud.&lt;br /&gt;2. Turun untuk sujud, apakah lutut dulu atau tangan&lt;br /&gt;3. Dan bangkit setelah sujud, apakah harus duduk istirahat dulu.&lt;br /&gt;Mohon penjelasan &amp; beserta pendapat yang rajih.&lt;br /&gt;Semoga bisa menambah khazanah/ referensi seputar permasalahan fiqih.&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum.Jazaakallaahu khairan katsiro.  (Abu 'Abdillah)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. Alhamdulillah khair.&lt;br /&gt;Disunnahkan menggerakkan jari telunjuk ketika tasyahhud pada saat berdoa, karena datang di dalam hadits Wa'il bin Hujr radhiyallahu 'anhu:&lt;br /&gt;أَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَفَعَ أُصْبُعَهُ فَرَأَيْته يُحَرِّكُهَا يَدْعُو بِهَا&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Bahwasanya beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mengangkat jari beliau, maka aku melihat beliau menggerakkannya, seraya berdoa dengannya (HR. Abu Dawud, An-Nasa'I, Ahmad dan dishahihkan Syeikh Al-Albany dalam Al-Irwa' no: 367)). &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukkan bahwasanya beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menggerakkan jari telunjuk beliau ketika berdoa saja bukan dari awal tasyahhud, dan gerakan yang dimaksud disini adalah gerakan yang ringan. &lt;br /&gt;Berkata Syeikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu: &lt;br /&gt;السنة للمصلي حال التشهد أن يقبض أصابعه كلها أعني أصابع اليمنى ويشير بالسبابة ويحركها عند الدعاء تحريكا خفيفا إشارة للتوحيد وإن شاء قبض الخنصر والبنصر وحلق الإبهام مع الوسطى وأشار بالسبابة كلتا الصفتين صحتا عن النبي صلى الله عليه وسلم&lt;br /&gt;"Yang sesuai dengan sunnah bagi orang yang shalat ketika tasyahhud adalah menggenggam semua jari kanannya dan memberi isyarat dengan jari telunjuknya dan menggerakkannya ketika berdoa dengan gerakan yang ringan sebagai isyarat kepada tauhid, dan kalau dia mau maka bisa menggenggamkan jari kecil dan jari manis kemudian membuat lingkaran antara jempol dengan jari tengah, dan memberi isyarat dengan jari telunjuk, kedua cara ini telah shahih dari nabi shallallahu 'alaihi wa sallam" (Maj'mu Fatawa Syeikh Bin Baz 11/185)&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Abdul Muhsin Al-Abbad: &lt;br /&gt;لا أعلم شيئاً يدل على أن الإنسان يحركها باستمرار، وإنما يحركها ويدعو بها، أي: عندما يأتي الدعاء: اللهم.. اللهم.. يحركها.&lt;br /&gt;"Saya tidak tahu dalil yang menunjukkan bahwa seseorang menggerakkan jari telunjuk secara terus menerus, akan tetapi menggerakannya dan berdoa dengannya, yaitu: ketika melewati doa (Allahumma…Allahumma) menggerakkannya" (Jawaban dari pertanyaan yang diajukan kepada beliau ketika mensyarh Sunan Abi Dawud, setelah Bab fil Hadab dari Kitab Al-Libas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun isyarat dengan jari dan mengangkatnya serta mengarahkannya  ke  arah qiblat, maka pendapat yang kuat ini dilakukan dari awal tasyahhud karena dhahir hadist-hadist menunjukkan demikian.  &lt;br /&gt;Diantara hadist yang menunjukkan disyari'atkannya isyarat dari awal  tasyahhud adalah hadist Abdullah bin Az-Zubair radhiyallahu 'anhuma: &lt;br /&gt;... وَوَضَعَ يَدَهُ الْيُسْرَى عَلَى رُكْبَتِهِ الْيُسْرَى وَوَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى فَخِذِهِ الْيُمْنَى وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam meletakkan tangan kiri di atas lutut kiri dan tangan kanan di atas paha kanan, dan memberi isyarat dengan jari telunjuknya" (HR. Muslim)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dari Nafi' beliau berkata: &lt;br /&gt;كَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ إِذَا جَلَسَ فِى الصَّلاَةِ وَضَعَ يَدَيْهِ عَلَى رُكْبَتَيْهِ وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ وَأَتْبَعَهَا بَصَرَهُ ثُمَّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لَهِىَ أَشَدُّ عَلَى الشَّيْطَانِ مِنَ الْحَدِيدِ ». يَعْنِى السَّبَّابَةَ &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Abdullah bin 'Umar apabila duduk di dalam shalat meletakkan kedua tangannya di atas kedua lututnya dan memberi isyarat dengan jarinya, dan menjadikan pandangannya mengikuti jari tersebut, kemudian beliau berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Ini lebih keras bagi syetan dari pada besi, yaitu jari telunjuk" (HR ِAhmad, dan dihasankan Syeikh Al-Albany)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam hadist yang lain: &lt;br /&gt;عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ رَأَى رَجُلًا يُحَرِّكُ الْحَصَى بِيَدِهِ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ لَهُ عَبْدُ اللَّهِ لَا تُحَرِّكْ الْحَصَى وَأَنْتَ فِي الصَّلَاةِ فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَلَكِنْ اصْنَعْ كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ قَالَ وَكَيْفَ كَانَ يَصْنَعُ قَالَ فَوَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى فَخِذِهِ الْيُمْنَى وَأَشَارَ بِأُصْبُعِهِ الَّتِي تَلِي الْإِبْهَامَ فِي الْقِبْلَةِ وَرَمَى بِبَصَرِهِ إِلَيْهَا أَوْ نَحْوِهَا ثُمَّ قَالَ هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dari Abdullah bin Umar bahwasanya beliau melihat seorang laki-laki menggerakan kerikil ketika shalat, ketika dia selesai shalat maka Abdullah berkata: Jangan engkau menggerakkan kerikil sedangakan engkau shalat, karena itu dari syetan. Akan tetapi lakukan sebagaimana yang telah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lakukan. Maka beliau meletakkan tangan kanannya di atas pahanya dan mengisyaratkan dengan jari disamping  jempol (yaitu jari telunjuk) ke arah qiblat, kemudian memandangnya, seraya berkata: Demikianlah aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan. (HR. An-Nasa'I dan dishahihkan Syeikh Al-Albany)     &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berkata Al-Mubarakfury: &lt;br /&gt;ظَاهِرُ الْأَحَادِيثِ يَدُلُّ عَلَى الْإِشَارَةِ مِنْ اِبْتِدَاءِ الْجُلُوسِ &lt;br /&gt;"Dhahir hadist-hadist menunjukkan bahwa isyarat dilakukan semenjak awal duduk" (Tuhfatul Ahwadzy 2/185, Darul Fikr).&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-4954817041437865314?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/4954817041437865314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/fiqh-shalat-1-menggerakkan-telunjuk_28.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/4954817041437865314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/4954817041437865314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/fiqh-shalat-1-menggerakkan-telunjuk_28.html' title='Fiqh Shalat (1): Menggerakkan Telunjuk Ketika Tasyahhud'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-1074243243660902686</id><published>2009-07-28T07:50:00.005+03:00</published><updated>2009-07-28T07:55:19.656+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Fiqh Shalat (3): Disyari'atkannya Duduk Istirahat</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Bismillaah, Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh,&lt;br /&gt;Kaifa haaluk ya Ustadz ? Ana ada pertanyaan seputar masalah fiqh dalam sholat, mohon penjelasannya :&lt;br /&gt;1. Penjelasan tentang menggerakkan jari telunjuk ketika tasyahud.&lt;br /&gt;2. Turun untuk sujud, apakah lutut dulu atau tangan&lt;br /&gt;3. Dan bangkit setelah sujud, apakah harus duduk istirahat dulu.&lt;br /&gt;Mohon penjelasan &amp; beserta pendapat yang rajih.&lt;br /&gt;Semoga bisa menambah khazanah/ referensi seputar permasalahan fiqih.&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum.Jazaakallaahu khairan katsiro.  (Abu 'Abdillah) &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang kuat –wallahu a'lam- adalah  dianjurkan untuk melakukan duduk istirahat ketika bangkit dari sujud kedua, untuk memasuki rekaat kedua dan keempat.&lt;br /&gt;Diantara dalilnya adalah hadist Malik bin Al-Huwairits: &lt;br /&gt;أنه رأى النبي صلى الله عليه و سلم يصلي فإذا كان في وتر من صلاته لم ينهض حتى يستوي قاعدا &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Bahwasanya beliau melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam shalat, apabila beliau selesai dari rakaat ganjil (satu dan tiga) maka beliau tidak bangkit sampai duduk dengan tenang" (HR. Al-Bukhary)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berkata Asy-Syaukany: &lt;br /&gt;الحديث فيه مشروعية جلسة الاستراحة وهي بعد الفراغ من السجدة الثانية وقبل النهوض إلى الركعة الثانية والرابعة . &lt;br /&gt;"Di dalam hadist ini ada dalil disyari'atkannya duduk istirahat , yaitu duduk setelah sujud kedua sebelum bangkit ke rakaat kedua dan keempat" (Nailul Authar 2/48 , Dar Al-Kalim Ath-Thayyib )&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan tidak kita katakan  bahwasanya beliau shallallahu 'alaihi wa sallam melakukannya karena sudah tua atau sakit, karena jika demikian halnya berarti para sahabat tidak bisa membedakan mana yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam karena ibadah atau karena keperluan. (Tamamul Minnah hal:212 ) &lt;br /&gt;Adapun hadist-hadist lain yang menyebutkan sifat shalat nabi akan tetapi tidak menyebutkan duduk istirahat, seperti hadist orang yang jelek shalatnya, maka ini menunjukkan bahwa duduk istirahat ini tidak wajib.   &lt;br /&gt;Dan ini adalah pendapat masyhur madzhab Asy-Syafi'iyyah, sebagian dari ahli hadist, dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad (Lihat Al-Majmu', An-Nawawy 3/421, Maktabatul Irsyad).&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Abdul Aziz bin Baz: &lt;br /&gt;جلسة الاستراحة مستحبة للإمام والمأموم والمنفرد , وهي من جنس الجلسة بين السجدتين , وهي جلسة خفيفة لا يشرع فيها ذكر ولا دعاء ومن تركها فلا حرج. والأحاديث فيها ثابتة عن النبي صلى الله عليه وسلم من حديث مالك بن الحويرث ومن حديث أبي حميد الساعدي , وجماعة من الصحابة رضي الله عنهم &lt;br /&gt;"Duduk istirahat adalah mustahab (dianjurkan) bagi imam, ma'mum, maupun yang shalat sendiri. Dan duduknya sejenis dengan duduk diantara dua sujud, duduknya ringan (sebentar) tidak disyari'atkan dzikir dan doa di dalamnya. Barangsiapa meninggalkannya maka tidak mengapa. Hadist-hadistnya telah tetap dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dari hadist Malik bin Al-Huwairits, dan dari Abu Humaid As-Sa'idy, dan beberapa orang sahabat radhiyallahu 'anhum" (Majmu' Fatawa Syeikh Abdul Aziz bin Baz 11/99).&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-1074243243660902686?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/1074243243660902686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/fiqh-shalat-3-disyariatkannya-duduk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/1074243243660902686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/1074243243660902686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/fiqh-shalat-3-disyariatkannya-duduk.html' title='Fiqh Shalat (3): Disyari&apos;atkannya Duduk Istirahat'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-6078803463378216064</id><published>2009-07-27T20:50:00.002+03:00</published><updated>2009-07-27T20:52:29.210+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Menunda Haji Karena Istri Belum Mampu</title><content type='html'>Tanya: Assalamu’alaikum, Barakallahufikum Ustadz. Ana rencana mau berhaji, tetapi uang ana baru cukup untuk ana sendiri, sedangkan istri ana juga ingin ikut, apakah sebaiknya ana menabung dulu menunggu uang ana cukup untuk berdua istri ataukah sekarang aja pergi haji sendiri? Tetapi jika untuk pergi UMROH bisa cukup untuk berdua mohon nasehat mana yang lebih baik? Wassalamualaikum. (Abu Panji)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. Wa fiikum barakallahu. &lt;br /&gt;Menurut pendapat yang kuat bahwa kewajiban haji harus segera ditunaikan bagi yang mampu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;تَعَجَّلُوا إِلَى الْحَجِّ - يَعْنِي : الْفَرِيضَةَ - فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لاَ يَدْرِي مَا يَعْرِضُ لَهُ&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Bersegeralah kalian berhaji-yaitu haji yang wajib-karena salah seorang diantara kalian tidak tahu apa yang akan menimpanya" (HR.Ahmad, dan dihasankan oleh Syeikh Al-Albany di Al-Irwa' no: 990)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya kalau antum mampu maka hendaknya segera melakukan ibadah haji dan jangan menunda-nunda. Dan bukan termasuk kewajiban suami membiayai haji atau umrah istri. &lt;br /&gt;Seandainya nanti diberi kemudahan oleh Allah untuk berhaji menemani istri atau istri berhaji bersama mahramnya yang lain maka alhamdulillah. Kalau tidak maka Allah tidak membebani kecuali sesuai dengan kemampuan kita.  &lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-6078803463378216064?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/6078803463378216064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/menunda-haji-karena-istri-belum-mampu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/6078803463378216064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/6078803463378216064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/menunda-haji-karena-istri-belum-mampu.html' title='Menunda Haji Karena Istri Belum Mampu'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-1743194857904721568</id><published>2009-07-27T10:23:00.004+03:00</published><updated>2009-08-07T16:50:52.879+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Kontemporer'/><title type='text'>Menyimpan Al-Quran Di Dalam Handphone (HP)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamualaikum,moga dalam baik,langsung saja, ustadz bagaimana hukumnya al quran yang ada di HP?(Baik itu berupa gambar,tulisan maupun suara)?jazakumullähu khairan (Bapa)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wa barakatuhu. Saya tidak mengetahui dalil atau alasan yang melarang menyimpan Al-Quran di dalam handphone. Menurut saya sama hukumnya dengan menyimpannya di dalam komputer. &lt;br /&gt;Dan yang saya simpulkan dari fatwa Syeikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan adalah membolehkan menyimpan mushhaf Al-Quran  di dalam HP dan membaca darinya.(Fatwa beliau bisa di dengar disini: http://www.alfawzan.ws/AlFawzan/FatawaSearch/tabid/70/Default.aspx?PageID=5321 )&lt;br /&gt;Hanya yang perlu diperhatikan, jangan menggunakan Al-Quran sebagai nada dering karena Al-Quran tidak diturunkan untuk yang demikian, dan ini bukan  termasuk memuliakan syiar-syiar Allah. &lt;br /&gt;Berkata Syeikh Shalih bin Fauzan: &lt;br /&gt;لا يجوز استعمال الأذكار ولا سيما القرآن الكريم في الجوالات بدلاً عن المنبِّه الذي يتحرّك عند المكالمة ، فيضع منبّهًا ليس فيه نغمة موسيقى ، وإنما هو منبِّه عادي ، كمنبِّه الساعة مثلاً ، أو الجرس الخفيف ، وأما وضع الأذكار والقرآن والأذان محلّ ذلك ، فهذا مِن التنطّع ، ومِن الاستهانة بالقرآن وبهذه الأذكار &lt;br /&gt;"Tidak boleh menggunakan dzikir-dzikir, khususnya Al-Quran Al-Karim di dalam handphone sebagai ganti dari nada dering yang muncul ketika ada yang mau berbicara. Hendaknya memasang nada dering biasa, yang tidak ada musiknya, seperti nada dering jam, atau suara lonceng yang ringan. Adapun menggunakan dzikir , Al-Quran, dan adzan maka ini termasuk berlebih-lebihan dan termasuk penghinaan terhadap Al-Quran dan dzikir-dzikir tersebut. (Fatwa beliau bisa di dengar disini: http://www.alfawzan.ws/AlFawzan/sounds/00057-03.ra)&lt;br /&gt;Demikian pula ketika memasuki kamar kecil /WC hendaknya program mushhaf Al-Qurannya dimatikan baik suara maupun tulisan. &lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ketika ditanya tentang membawa kaset murattal ke dalam kamar kecil: &lt;br /&gt;لا بأس أن يدخل الحمام ومعه شريط سجل عليه شيء من القرآن؛ وذلك لأن الحروف لا تظهر على هذا الشريط، ولا يبين إلا الصوت إذا مر الشريط على الجهاز الذي يظهر به الصوت، فلا حرج أن يكون مع الإنسان أشرطة فيها قرآن، أو حديث، أو غيره؛ ويدخل بها الخلاء. ......&lt;br /&gt;"Tidak mengapa masuk ke dalam kamar kecil dengan membawa kaset yang terekam sebagian Al-Quran di dalamnya, yang demikian karena huruf-hurufnya tidak nampak di kaset, demikian pula suaranya tidak muncul kecuali kalau memakai alat yang memunculkan suara. Maka tidak mengapa seseorang membawa kaset yang di dalamnya ada Al-Quran, atau hadist, atau selainnya, ke dalam kamar kecil" (Liqa' Bab Al-Maftuh )&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-1743194857904721568?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/1743194857904721568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/menyimpan-al-quran-di-dalam-handphone.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/1743194857904721568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/1743194857904721568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/menyimpan-al-quran-di-dalam-handphone.html' title='Menyimpan Al-Quran Di Dalam Handphone (HP)'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-8235922131497953969</id><published>2009-07-25T21:38:00.002+03:00</published><updated>2009-07-25T21:40:14.459+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Sa'i Setelah Thawaf Wada'</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Bismillah, ustadz. apakah dalam tata cara haji tammatu setelah  melaksanakan thawaf wada langsung disambung dengan sai ? Dikarenakan ada KBIH ( kelompok bimbingan ibadah haji) di kota saya yang melaksanakan seperti itu. Apakah ada dalilnya ? Jazakallah khairan. (Endang)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sa'I hanya ada 2 macam: sa'I haji dan sa'I umrah, dan tidak ada yang ketiga.  Allah ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;)إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْراً فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ) (البقرة:158)  &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai di antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:158)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin: &lt;br /&gt;لا يجوز التطوع بالسعي ، لأن السعي إنما يُشرع في النُّسك ، الحج والعمرة&lt;br /&gt;"Tidak boleh mengamalkan amalan sa'I yang tathawwu' (bersifat dianjurkan) , karena sa'I hanya disyari'atkan ketika haji dan umrah" (Fatawa Arkanil Islam hal:540-541).&lt;br /&gt;Dan orang yang berhaji tamattu' maka dia melakukan kedua jenis sa'I ini. &lt;br /&gt;Dalilnya hadist Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhary di dalam shahihnya secara mu'allaq majzum bihi :&lt;br /&gt;عن ابن عباس رضي الله عنهما أنه سئل عن متعة الحج، فقال: أهل المهاجرون والأنصار وأزواج النبي صلى الله عليه وسلم في حجة الوداع وأهللنا، فلما قدمنا مكة قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: اجعلوا إهلالكم بالحج عمرة إلا من قلد الهدي، فطفنا بالبيت وبالصفا والمروة، وأتينا النساء ولبسنا الثياب وقال: من قلد الهدي، فإنه لا يحل حتى يبلغ الهدى محله، ثم أُمرنا عشية التروية أن نهل بالحج، فإذا فرغنا من المناسك جئنا فطفنا بالبيت وبالصفا والمروة&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma bahwasanya beliau ditanya tentang haji tamattu', maka beliau berkata: Orang-orang Muhajirin dan Anshar serta para istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah berniat haji pada waktu haji wada', demikian pula kami. Ketika sampai Mekah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Jadikanlah niat haji kalian niat umrah, kecuali orang yang membawa sembelihan. Maka kami thawaf di ka'bah dan sai di shafa dan marwah kemudian mendatangi istri kami dan memakai pakaian. Kemudian beliau berkata: Barangsiapa yang membawa sembelihan maka tidak boleh tahallul sampai waktu penyembelihan (yaitu tanggal 1o dzulhijjah).Kemudian kami pada hari tarwiyyah (tanggal 8 dzulhijjah) kami diperintah untuk niat haji, dan ketika kami sudah menyelesaikan manasik, kamipun thawaf di ka'bah dan sa'I di shafa dan marwah" &lt;/em&gt; &lt;br /&gt;Adapun sa'I khusus setelah thawaf wada' maka ini tidak ada dalilnya.&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Abdul Aziz bin Baz:&lt;br /&gt;فإن كان في خارج مكة كأهل جدة وأهل الطائف والمدينة وأشباههم فليس له النفير حتى يودع البيت بطواف سبعة أشواط حول الكعبة فقط ليس فيه سعي ؛ لأن الوداع ليس فيه سعي بل طواف فقط&lt;br /&gt;"Apabila dia berasal dari luar Mekah, seperti penduduk Jeddah, Thaif, Madinah dan yang semisalnya maka mereka tidak boleh pergi kecuali setelah thawaf wada' 7 kali putaran, tanpa sa'I, karena thawaf wada' tidak ada sa'I, akan tetapi hanya thawaf saja" (Majmu' Fatawa Syeikh Abdul Aziz bin Baz 17/398).&lt;br /&gt;Kecuali kalau mereka mengakhirkan thawaf ifadhah sampai mau pulang dan menggabungkannya dengan thawaf wada' kemudian melakukan sa'I haji setelahnya maka tidak mengapa, dan tidak harus thawaf wada' kembali. &lt;br /&gt;Berkata Lajnah Daimah: &lt;br /&gt;إذا لم يطف الحاج طواف الإفاضة إلا عند انصرافه من مكة ، واكتفى به عن طواف الوداع كفاه حتى لو وقع بعده سعي، كما لو كان متمتعا، وإن طاف طوافا ثانيا للوداع فذلك خير وأفضل.&lt;br /&gt;"Apabila orang yang berhaji belum thawaf ifadhah kecuali ketika mau meninggalkan Mekah, dan mencukupkan dengannya tanpa thawaf wada' maka itu sudah cukup meskipun setelah itu melakukan sa'I (haji), seperti orang yang tamattu'. Namun apabila dia thawaf wada' setelah itu maka itu lebih baik dan lebih utama." (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 11/300-301)&lt;br /&gt;Wallahu a'lam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-8235922131497953969?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/8235922131497953969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/sai-setelah-thawaf-wada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/8235922131497953969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/8235922131497953969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/sai-setelah-thawaf-wada.html' title='Sa&apos;i Setelah Thawaf Wada&apos;'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-4933825451677500218</id><published>2009-07-24T15:52:00.004+03:00</published><updated>2009-07-28T07:55:52.415+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Fiqh Shalat (2): Meletakkan Telapak Tangan Dahulu Ketika Sujud</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Bismillaah, Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh,&lt;br /&gt;Kaifa haaluk ya Ustadz ? Ana ada pertanyaan seputar masalah fiqh dalam sholat, mohon penjelasannya :&lt;br /&gt;1. Penjelasan tentang menggerakkan jari telunjuk ketika tasyahud.&lt;br /&gt;2. Turun untuk sujud, apakah lutut dulu atau tangan&lt;br /&gt;3. Dan bangkit setelah sujud, apakah harus duduk istirahat dulu.&lt;br /&gt;Mohon penjelasan &amp; beserta pendapat yang rajih.&lt;br /&gt;Semoga bisa menambah khazanah/ referensi seputar permasalahan fiqih.&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum.Jazaakallaahu khairan katsiro.  (Abu 'Abdillah)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. &lt;br /&gt;Para ulama bersepakat bahwa kedua cara untuk turun sujud, mendahulukan kedua lutut atas kedua telapak tangan atau sebaliknya adalah diperbolehkan. Namun mereka berbeda pendapat dalam masalah afdhaliyyah (mana yang lebih utama). &lt;br /&gt;Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah: &lt;br /&gt;أما الصلاة بكليهما فجائزة بإتفاق العلماء إن شاء المصلى يضع ركبتيه قبل يديه وإن شاء وضع يديه ثم ركبتيه وصلاته صحيحة فى الحالتين بإتفاق العلماء ولكن تنازعوا فى الأفضل &lt;br /&gt;"Adapun shalat dengan kedua cara tersebut maka diperbolehkan dengan kesepakatan ulama, kalau dia mau maka meletakkan kedua lutut sebelum kedua telapak tangan, dan kalau mau maka meletakkan kedua telapak tangan sebelum kedua lutur, dan shalatnya sah pada kedua keadaan dengan kesepakatan para ulama. Hanya saja mereka berselisih pendapat tentang yang afdhal" (Majmu' Al-Fatawa 22/449).&lt;br /&gt;Dan yang lebih utama wallahu a'lam adalah mendahulukan tangan dari pada lutut. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;إذا سجد أحدكم فلا يبرك كما يبرك البعير وليضع يديه قبل ركبتيه &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Apabila salah seorang sujud maka janganlah dia menderum seperti menderumnya unta, dan hendaklah dia meletakkan kedua tangannya sebelum kedua lututnya" (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzy, dan An-Nasa'I, sanadnya dibaguskan oleh An-Nawawy di Al-Majmu' 3/396, dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albany di Al-Irwa 2/78)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Para ahli bahasa menyebutkan bahwa rukbah ( lutut) unta berada di tangannya, Adapun sendi yang berada belakang itu dinamakan 'urqub (عرقوب). (Lihat Al-Ain 5/362, Lisanul Arab 3/ 1715, Tahdzibullughah 10/216, Al-Muhkam wal Muhith Al-A'dzom 7/15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadist ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kita turun untuk sujud seperti unta yang mau menderum. Yang demikian karena unta menderum dengan bertumpu pada kedua lututnya yang berada di kedua tangannya.  Kemudian beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh kita untuk meletakkan kedua telapak tangan dahulu sebelum kedua lutut. &lt;br /&gt;Berkata Ath-Thahawy: &lt;br /&gt;وَذَلِكَ أَنَّ الْبَعِيرَ رُكْبَتَاهُ فِي يَدَيْهِ ، وَكَذَلِكَ كُلُّ ذِي أَرْبَعٍ مِنْ الْحَيَوَانِ وَبَنُو آدَمَ بِخِلَافِ ذَلِكَ ؛ لِأَنَّ رُكَبَهُمْ فِي أَرْجُلِهِمْ لَا فِي أَيْدِيهِمْ فَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ الْمُصَلِّيَ أَنْ يَخِرَّ عَلَى رُكْبَتَيْهِ اللَّتَيْنِ فِي رِجْلَيْهِ كَمَا يَخِرُّ الْبَعِيرُ عَلَى رُكْبَتَيْهِ اللَّتَيْنِ فِي يَدَيْهِ ، وَلَكِنْ يَخِرُّ لِسُجُودِهِ عَلَى خِلَافِ ذَلِكَ فَيَخِرُّ عَلَى يَدَيْهِ اللَّتَيْنِ لَيْسَ فِيهِمَا رُكْبَتَاهُ بِخِلَافِ مَا يَخِرُّ الْبَعِيرُ عَلَى يَدَيْهِ اللَّتَيْنِ فِيهِمَا رُكْبَتَاهُ&lt;br /&gt;"Dan yang demikian itu karena kedua lutut unta ada di kedua tangannya (kaki depan), demikian pula semua hewan yang memiliki 4 kaki. Sedangkan anak Adam sebaliknya, lutut-lutut mereka ada di kaki, bukan di tangan. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang orang yang shalat –di dalam hadist ini- dari turun sujud dengan bertumpu pada kedua lutut yang ada di kakinya seperti unta yang mau turun menderum dengan bertumpu pada kedua lutut yang ada di kedua tangannya. Akan tetapi hendaknya turun sujud bukan dengan cara seperti itu, yaitu hendaknya  turun sujud dengan bertumpu pada kedua tangan, dimana kedua tangan (manusia) tidak ada lututnya. Ini berbeda dengan unta , dimana dia turun dengan bertumpu pada kedua tangan yang  ada lututnya  " (Syarh Musykil Al-Atsar 1/169, Mu'assatur Risalah  )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Umar bahwasanya beliau meletakkan kedua telapak tangannya sebelum kedua lututnya, kemudian beliau berkata: &lt;br /&gt;كان النبي صلى الله عليه وسلم يفعل ذلك &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dahulu nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melakukannya" (Dikeluarkan oleh Ath-Thahawy dalam Syarh Ma'ani Al-Atsar, Ad-Daruquthny, Al-Hakim (beliau menshahihkannya  dan disetujui oleh Adz-Dzahaby), dan dishahihkan Syeikh Al-Albany di Al-Irwa' 2/77).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-4933825451677500218?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/4933825451677500218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/fiqh-shalat-2-meletakkan-telapak-tangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/4933825451677500218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/4933825451677500218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/fiqh-shalat-2-meletakkan-telapak-tangan.html' title='Fiqh Shalat (2): Meletakkan Telapak Tangan Dahulu Ketika Sujud'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-2054848803161974721</id><published>2009-07-23T08:24:00.004+03:00</published><updated>2009-07-23T08:28:00.195+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab'/><title type='text'>Apakah Istri Paman Adalah Mahram?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamu'alaikum ustadz, ana mau bertanya masalah mahrom. Telah dijelaskan dalam Al Qu'ran siapa saja yg termasuk mahrom. Yang menjadi pertanyaan ana, apakah ana (dalam kasus ini kedudukan sebagai lelaki) memiliki paman (baik dari ayah atau ibu) kemudian paman tersebut menikah (bibi), bibi menjadi mahrom? Berdasarkan Al Qu'ran bibi (dari pernikahan paman) tidak disebutkan sebagai mahrom, berarti bibi dlm kondisi tersebut bukan mahrom? Karena yang disebutkan mahrom yaitu bibi dari saudara ibu atau ayah secara langsung bukan akibat pernikahan dengan paman. Mohon penjelasannya ustadz, biar yakin dan tidak salah. Jazakallahu khoiron (Ummu Aufa)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Seorang wanita tidak menjadi mahram bagi  kita hanya sekedar dinikahi oleh paman (baik dari ayah atau ibu), karena yang demikian tidak ada dalilnya. Adapun saudara perempuan ayah atau ibu maka termasuk mahram sebagaimana disebutkan di dalam surat An-Nisa: 23.&lt;br /&gt;Berkata Al-Lajnah Ad-Daimah: &lt;br /&gt;زوجة العم وزوجة الخال ليستا محارم لابن الأخ والأخت&lt;br /&gt;"Istri paman dari ayah dan paman dari ibu keduanya bukan termasuk mahram bagi anak laki dari saudara laki-laki maupun saudara wanita" (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 17/433)&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-2054848803161974721?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/2054848803161974721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/apakah-istri-paman-adalah-mahram.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/2054848803161974721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/2054848803161974721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/apakah-istri-paman-adalah-mahram.html' title='Apakah Istri Paman Adalah Mahram?'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-3517313370602903295</id><published>2009-07-20T10:08:00.006+03:00</published><updated>2009-07-20T22:13:40.276+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Berwudhu Dan Mandi Dengan Air Hangat</title><content type='html'>&lt;em&gt;Tanya:&lt;/em&gt; Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.&lt;br /&gt;Ustadz, ana mau tanya, bolehkah seseorang berwudhu menggunakan air hangat? Apakah sah wudhunya? Begitu juga karena seseorang itu sakit sehingga harus mandi dengan air hangat/dokter tidak menyarankan dengan air dingin, bolehkah mandi besar menggunakan air hangat? Sahkah mandi besarnya? Berikut dalilnya ya Ustadz. Jazakallahu khairan. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. (Desri Wardani, Yogyakarta).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. &lt;br /&gt;Boleh bagi seseorang berwudhu atau mandi dengan air yang dihangatkan  dan wudhunya sah karena tidak ada dalil shahih yang melarangnya. Bahkan datang atsar-atsar dari para salaf yang menunjukkan bolehnya berwudhu dan mandi dengan air yang dihangatkan. &lt;br /&gt;Dari Aslam Al-Qurasyiy Al-'Adawy, Maula Umar bin Al-Khaththab bahwasanya Umar dahulu mandi dari air yang dihangatkan. (Dikeluarkan oleh Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf 1/174 no: 675, dan sanadnya dishahihkan Ibnu Hajar dalam Fathul Bary 1/299) &lt;br /&gt;Berkata Nafi':&lt;br /&gt;كان ابن عمر يتوضأ بالحميم&lt;br /&gt;"Dahulu Ibnu Umar berwudhu dengan air yang dihangatkan" (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah di Al-Mushannaf 1/47 no: 257,  dan Abdurrazzaq di dalam Al-Mushannaf 1/175 no: 676 dan sanadnya dishahihkan Syeikh Al-Albany di Irwaul Ghalil no: 17)&lt;br /&gt;Ibnu Abbas juga berfatwa tidak mengapa berwudhu dan mandi dengan air yang dihangatkan. (Dikeluarkan oleh Abdurrazzaq di dalam Al-Mushannaf 1/175)&lt;br /&gt; Berkata Ibnu Hajar: &lt;br /&gt;وأما مسألة التطهر بالماء المسخن فاتفقوا على جوازه الا ما نقل عن مجاهد &lt;br /&gt;"Adapun masalah bersuci dengan air yang dihangatkan maka mereka (para ulama) bersepakat atas kebolehannya kecuali apa yang dinukil dari Mujahid" (Fathul bary 1/299)&lt;br /&gt;Wallahu a'lam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-3517313370602903295?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/3517313370602903295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/berwudhu-dan-mandi-dengan-air-hangat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3517313370602903295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3517313370602903295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/berwudhu-dan-mandi-dengan-air-hangat.html' title='Berwudhu Dan Mandi Dengan Air Hangat'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-7880487384204606309</id><published>2009-07-20T08:41:00.003+03:00</published><updated>2009-07-20T22:18:42.930+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Wanita Mengantar Jenazah</title><content type='html'>Tanya: Apakah wanita boleh antar jenazah apa ada dalil hadist yang melarangnya mohon di jawab segera karena mendesak sukron ustadz (Aviv Abdul Wahhab)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Pendapat yang rajih adalah yang mengatakan bahwa mengantar jenazah bagi wanita adalah makruh. &lt;br /&gt;Dalilnya hadist Ummu 'Athiyyah:&lt;br /&gt;نهينا عن اتباع الجنائز ولم يعزم علينا&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kami dilarang untuk mengantar jenazah dan beliau tidak menguatkannya atas kami" (HR. Al-Bukhary dan Muslim)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Hajar: &lt;br /&gt;قوله ولم يعزم علينا أي ولم يؤكد علينا في المنع كما أكد علينا في غيره من المنهيات فكأنها قالت كره لنا أتباع الجنائز من غير تحريم&lt;br /&gt;"Ucapan beliau (Ummu 'Athiyyah): (dan tidak menguatkan atas kami) maksudnya adalah tidak menegaskan larangan sebagaimana beliau tegaskan pada larangan-larangan yang lain, sepertinya beliau (Ummu 'Athiyyah) berkata: Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam membenci mengantar jenazah bagi wanita tanpa mengharamkan" (Fathul Bary 3/145)&lt;br /&gt;Berkata Abul Abbas Al-Qurthuby: &lt;br /&gt;أي: لم يحرم علينا، ولم يشدد علينا، وظاهر كلامها أنهن نهين عن ذلك نهي تنزيه وكراهة &lt;br /&gt;"Maksudnya: Tidak mengharamkannya atas kami, dan tidak melarang dengan keras, dan dhahir ucapan beliau bahwasanya  para wanita dimakruhkan dari yang demikian " (Al-Mufhim 2/591).&lt;br /&gt;Berkata An-Nawawy: &lt;br /&gt;واما النساء فيكره لهن اتباعها ولا يحرم هذا هو الصواب &lt;br /&gt;"Adapun para wanita maka makruh mengantar jenazah dan tidak diharamkan, dan ini yang benar" (Al-Majmu' 5/236). &lt;br /&gt;Namun bukan berarti kita bermudah-mudahan dalam hal ini karena meskipun larangan itu bersifat makruh kita tetap diperintahkan untuk menjauhinya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;ما نهيتكم عنه فاجتنبوه وما أمرتكم به فافعلوا منه ما استطعتم &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Apa yang aku larang maka hendaklah kalian jauhi dan apa yang aku perintahkan maka hendaknya kalian lakukan semampu kalian " (HR. Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu). &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan membiasakan diri melakukan hal-hal  yang dimakruhkan ditakutkan bisa menjadikan seseorang dengan mudah melakukan yang haram.   &lt;br /&gt;Wallahu a'lam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-7880487384204606309?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/7880487384204606309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/wanita-mengantar-jenazah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/7880487384204606309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/7880487384204606309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/wanita-mengantar-jenazah.html' title='Wanita Mengantar Jenazah'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-6580908265574369932</id><published>2009-07-18T08:14:00.004+03:00</published><updated>2009-07-20T22:18:42.930+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Membaca Al-Fatihah Setelah Shalat Fardhu</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamu'alaikum warahmatullah Ustadz, ana sangat penasaran mengapa banyak orang setelah selesai shalat, salah satu bacaannya adalah surat Al-Fatihah, demikian pula ketika awal berdoa atau diakhirnya membaca alfatihah, ana mempunyai dugaan kuat bahwa itu tidak ada tuntunannya sama sekali, cuma masih dugaan, apakah memang ada haditsnya (meskipun lemah atau palsu), atau sama sekali tidak ada dasarnya ? mohon penjelasannya ustadz.Barakallahu fiik. (abu yusuf)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wa barakatuh. Wa fiika barakallahu. &lt;br /&gt;Al-Fatihah adalah surat yang paling utama di dalam Al-Quran namun tidak boleh kita mengkhususkan membaca surat ini pada waktu tertentu atau maksud tertentu kecuali yang ada dalilnya. &lt;br /&gt;Dan saya tidak mengetahui dalil yang menunjukkan bahwa surat ini disunnahkan dibaca setelah shalat fardhu. Sampai hadist yang lemah atau palsupun saya belum mendapatkan. &lt;br /&gt;Berkata Syeikh Shalih bin Fauzan: &lt;br /&gt;أمَّا قراءتها أدبار الصَّلوات؛ فلا أعلم له دليلاً من سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم، وإنما الذي ورد هو قراءة آية الكرسي ، و { قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ } ، و { قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ } ، و { قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ }؛ وردت الأحاديث بقراءة هذه السُّور بعد الصَّلوات الخمس، وأمَّا الفاتحة؛ فلا أعلم دليلاً على مشروعيَّة قراءتها بعد الصَّلاة .&lt;br /&gt;"Adapun membacanya (yaitu Al-Fatihah) setelah shalat fardhu maka saya tidak mengetahui dalilnya dari sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Yang ada  dalilnya  adalah ayat kursy, qul huwallahu ahad, dan qul a'udzu birabbil falaq, dan qul a'udzu birabbinnas.  Telah datang hadist-hadist yang menunjukkan disyari'atkannya membaca surat-surat ini setelah shalat lima waktu, adapun Al-Fatihah maka saya tidak mengetahui dalil yang menunjukkan disyariatkannya untuk dibaca setelah shalat" (Al-Muntaqa min Fatawa Al-Fauzan no: 133)&lt;br /&gt;Demikian pula membaca Al-Fatihah sebelum dan setelah berdoa saya tidak mengetahui dalilnya. &lt;br /&gt;Yang disunnahkan sebelum berdoa adalah memuji Allah dan membaca shalawat, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;إذا صلى أحدكم فليبدأ بتحميد الله والثناء عليه ثم ليصل على النبي صلى الله عليه و سلم ثم ليدع بعد بما يشاء&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Apabila salah seorang dari kalian berdoa maka hendaklah memulai dengan memuji Allah dan memujaNya, kemudian hendaknya membaca shalawat atas nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian berdoa setelah itu dengan apa yang dia inginkan" (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzy, Dari Fadhalah bin Ubaid dan dishahihkan Syeikh Al-Albany) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berkata Al-Lajnah Ad-Daimah: &lt;br /&gt;لم يثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه كان يقرأ الفاتحة بعد الدعاء فيما نعلم، فقراءتها بعد الدعاء بدعة.&lt;br /&gt;"Tidak datang dari nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwasanya beliau membaca Al-Fatihah setelah berdoa sebatas pengetahuan kami, oleh karena itu membacanya setelah berdoa adalah bid'ah" (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 2/528). &lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-6580908265574369932?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/6580908265574369932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/membaca-al-fatihah-setelah-shalat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/6580908265574369932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/6580908265574369932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/membaca-al-fatihah-setelah-shalat.html' title='Membaca Al-Fatihah Setelah Shalat Fardhu'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-1871486963762357324</id><published>2009-07-17T22:12:00.007+03:00</published><updated>2009-07-20T22:18:42.930+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Zakat Harta Untuk Pembangunan Masjid Dan Sekolah</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt;Apakah boleh mengeluarkan zakat harta untuk keperluan pembangunan masjid dan madrasah? (Zain)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Allah ta'alaa telah menyebutkan bahwa zakat harta hanya untuk 8 golongan , sebagaimana tersebut di dalam ayat: &lt;br /&gt;(إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ) (التوبة:60)  &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para Mu'allaf yang dibujuk hatinya,untuk (memerdekaan) budak, orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. 9:60)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kata إنما (sesungguhnya hanya saja) adalah untuk pembatasan, dan pembangunan masjid serta sekolah tidak termasuk dalam 8 golongan tersebut. &lt;br /&gt;Dan tidaklah pembangunan masjid dan madrasah masuk dalam firman Allah: وفي سبيل الله karena yang rajih bahwa (في سبيل الله)  di dalam ayat di atas maksudnya adalah jihad dalam arti khusus yaitu jihad (memerangi) orang kafir untuk membeli perlengkapan yang diperlukan untuk perang dll, karena seandainya yang dimaksud adalah semua pintu-pintu kebaikan maka masuk di dalamnya semua golongan, dan pembatasan menjadi tidak ada faidahnya.&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Zaid ketika menafsirkan وفي سبيل الله:&lt;br /&gt; الغازي في سبيل الله &lt;br /&gt;"Orang yang berperang di jalan Allah" (Dikeluarkan oleh Ath-Thabary dalam Tafsirnya 14/319)&lt;br /&gt;Berkata Ath-Thabary: &lt;br /&gt;وأما قوله:(وفي سبيل الله)، فإنه يعني: وفي النفقة في نصرة دين الله وطريقه وشريعته التي شرعها لعباده، بقتال أعدائه، وذلك هو غزو الكفار.&lt;br /&gt;"Dan adapun firman Allah: :(وفي سبيل الله) maka maksudnya adalah nafkah dalam menolong agama Allah, jalanNya, dan syari'atNya yang telah Allah syari'atkan untuk hamba-hambaNya, dengan memerangi musuh-musuhNya, dan yang demikian itu adalah peperangan dengan orang-orang kafir" (Tafsir Ath-Thabary  14/319)&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Hajar Al-Asqalany: &lt;br /&gt;وأما سورة التوبة الآية 60 وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ فالأكثر على أنه يختص بالغازي غنيا كان أو فقيرا&lt;br /&gt;"Adapun surat Taubat ayat 60 (وفي سبيل الله) maka sebagian besar ulama berpendapat bahwa ini khusus untuk orang yang ikut perang, baik orang kaya maupun miskin" (Fathul Bary 3/59)&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Abdul Aziz bin Baz: &lt;br /&gt;الصحيح أن المراد بقوله سبحانه : سورة التوبة الآية 60 وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ عند أهل العلم هم الغزاة والجهاد في سبيل الله ، فلا تصرف في المساجد ولا المدارس عند جمهور أهل العلم . وذهب بعض المتأخرين إلى جواز صرفها في المشاريع الخيرية ، ولكنه قول مرجوح ؛ لأنه يخالف ما دلت عليه الأدلة ، ويخالف ما مضى عليه أهل العلم .&lt;br /&gt;"Yang shahih bahwa yang dimaksud dengan (وفي سبيل الله)  dalam surat Taubat ayat 60 menurut para ulama adalah orang-orang yang ikut perang  dan jihad di jalan Allah, maka tidak boleh dikeluarkan untuk masjid dan madrasah menurut mayoritas ulama, dan sebagian ulama zaman sekarang membolehkan mengeluarkan zakat untuk kegiatan-kegiatan sosial, akan tetapi ini pendapat yang tidak kuat, karena menyelisihi dalil dan menyelisihi apa yang sudah dilakukan para ulama " (Majmu' Fatawa Syeikh Abdul Aziz bin Baz 14/197)&lt;br /&gt;Al-Lajnah Ad-Daimah juga merajihkan pendapat ini dan mengatakan bahwa ini adalah pendapat mayoritas ahli tafsir, ahli hadist, dan ahli fiqh. Dan mereka menambahkan bahwa kalau tidak ditemukan orang yang berhak mendapat zakat dari 8 golongan tersebut maka boleh dipergunakan untuk pembangunan sarana umum seperti masjid dll. (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 10/47-48).&lt;br /&gt;Wallahu a'lam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-1871486963762357324?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/1871486963762357324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/zakat-harta-untuk-pembangunan-masjid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/1871486963762357324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/1871486963762357324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/zakat-harta-untuk-pembangunan-masjid.html' title='Zakat Harta Untuk Pembangunan Masjid Dan Sekolah'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-3970363143172901565</id><published>2009-07-17T08:34:00.007+03:00</published><updated>2009-07-20T22:18:42.930+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Ibadah'/><title type='text'>Adzan Dan Talqin Mayit Setelah Penguburan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Asalamu'alaikum. Ustadz roy, ana melihat umumnya orang mati lalu di kubur sebelum tanah ditimbunkan ada orang yg melantunkan azan dan talqin seolah mengajari mayat untuk menjawab pertanyaan malaikat nanti, apa ini ada dasar hadist yg sahih? Ana minta keterangan dari ustadz. Terimakasih atas jawaban ustad semoga surga balasannya (Aviv Abdul Wahhab)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Wa iyyakum. &lt;br /&gt;Yang disyari'atkan ketika menguburkan mayat adalah mengucapkan: Bismillah wa 'ala millati rasulillah atau bismillah wa 'ala sunnati rasulillah (HR Abu Dawud, At-Tirmidzy, dan Ibnu Majah dari Ibnu 'Umar dan dishahihkan Syeikh Al-Albany)&lt;br /&gt;Dan setelah menguburkan mayit adalah mendoakan dengan ampunan dan penetapan  dalam menjawab pertanyaan, sebagaimana dalam hadist, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam jika selesai menguburkan orang beliau berdiri dan mengatakan: &lt;br /&gt;استغفِروا لأخيكم واسألوا له التثبيتَ فإنه الآن يُسْأَل &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Mohonkanlah ampun untuk saudara kalian dan mintalah ketetapan untuknya karena sesungguhnya dia sekarang sedang ditanya" (HR.Abu Dawud, dari 'Utsman bin Affan, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun adzan ketika menguburkan mayat maka ini menyelisihi sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan tidak boleh diqiyaskan dengan adzan di telinga bayi yang baru lahir karena adzan ketika itu juga tidak ada dasar yang shahih dan seandainya shahihpun tidak boleh diqiyaskan karena qiyas tidak boleh masuk dalam ibadah.   &lt;br /&gt;Berkata Ibnu Hajar Al-Haitamy (wafat tahun 974 H, termasuk ulama Syafi'iyyah)pernah ditanya tentang permasalahan ini maka beliau menjawab: &lt;br /&gt;هو بدعة ومن زعم أنه سنة عند نزول القبر قياسا على ندبهما في المولود إلحاقا لخاتمة الأمر بابتدائه فلم يصب وأي جامع بين الأمرين ومجرد أن ذاك في الابتداء وهذا في الانتهاء لا يقتضي لحوقه به&lt;br /&gt;"Ini adalah bid'ah, dan barangsiapa yang menyangka bahwa ini sunnah ketika selesai menguburkan, dengan mengqiyaskan adzan ketika dia lahir, dan menghubungkan akhir hidupnya dengan awalnya, maka dia telah terjatuh dalam kesalahan, apa yang mengumpulkan kedua perkara ini? kalau hanya karena ini di awal kehidupan dan itu di akhir kehidupan maka ini tidak mengharuskan ini disamakan dengan itu" (Fatawa Al-Fiqhiyyah Al-Kubra 2/24). &lt;br /&gt;Syeikh Al-Albany mengategorikan amalan ini di dalam bid'ah jenazah (lihat Ahkamul Janaiz hal: 217 , maktabatul ma'arif), demikian pula Syeikh bin Baz (lihat Majmu' dan Rasail beliau 10/361). Lihat juga Fatawa Al-lajnah Ad-daimah 9/72. &lt;br /&gt; Pendapat yang ana kuatkan bahwa talqin tidak disyari'atkan kecuali bagi orang yang mau meninggal, adapun setelah meninggal maka tidak disyari'atkan karena tidak ada dalil yang shahih yang menunjukkan tentangnya. &lt;br /&gt;  Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;لقنوا موتاكم لا إله إلا الله&lt;br /&gt;"Talqinlah (tuntunlah) orang yang mau meninggal (untuk mengucapkan) Laa ilaaha illallah" (HR. Muslim, dari Abu Sa'id Al-Khudry) &lt;br /&gt;Berkata An-Nawawy: &lt;br /&gt;مَعْنَاهُ مَنْ حَضَرَهُ الْمَوْت ، وَالْمُرَاد ذَكِّرُوهُ لَا إِلَه إِلَّا اللَّه لِتَكُونَ آخِر كلامه &lt;br /&gt;"Maknanya: Orang yang sedang didatangi kematian, maksudnya: Ingatkan dia laa ilaaha illallah supaya itu menjadi akhir ucapannya" (Syarh Muslim 6/219)&lt;br /&gt;Beliau shallalllahu 'alaihi wa sallam juga bersabda : &lt;br /&gt;من كان آخر كلامه لا إله إلا الله دخل الجنة&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang ucapan terakhirnya "laa ilaaha illallah" maka akan masuk surga " (HR. Abu Dawud, dari Mua'dz bin Jabal, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany). &lt;br /&gt;Ketika paman beliau Abu Thalib mau meninggal  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjenguk beliau dan menalqinnya seraya mengatakan: &lt;br /&gt;أي عَمِّ، قل لا إله إلا الله، كلمةً أُحَاجُّ لك بها عند الله&lt;br /&gt;"Wahai pamanku, katakanlah laa ilaaha illallahu, sebuah kalimat yang aku akan berhujjah dengannya untukmu disisi Allah" (Muttafaqun 'alaihi). &lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin: &lt;br /&gt;تلقين الميت بعد الدفن لم يصح الحديث فيه فيكون من البدع.&lt;br /&gt; "Mentalqin mayit setelah dikubur tidak ada hadist shahih di dalamnya, maka amalan ini termasuk bid'ah" (Asy-Syarh Al-Mumti' 5/364). &lt;br /&gt;Berkata Syeikh Shalih bin Fauzan: &lt;br /&gt;أما بعد خروج الروح فإن الميت لا يلقن لا قبل الدفن ولا بعد الدفن، ولم يرد بذلك سنة صحيحة عن النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ فيما نعلم، وإنما استحب تلقين الميت بعد دفنه جماعة من العلماء، وليس لهم دليل ثابت عن النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ لأن الحديث الوارد في ذلك مطعون في سنده، فعلى هذا يكون التلقين بعد الدفن لا أصل له من سنة الرسول صلى الله عليه وسلم، وإنما قال به بعض العلماء اعتمادًا على حديث غير ثابت .&lt;br /&gt;فالتلقين بعد الدفن لا أصل له في السنة، وإنما التلقين المشروع هو عند الاحتضار، لأنه هو الذي ينفع المحتضر ويعقله المحتضر لأنه مازال على قيد الحياة ويستطيع النطق بهذه الكلمة وهو لا يزال في دار العمل، أما بعد الموت فقد انتهى العمل .&lt;br /&gt;"Adapun setelah keluarnya nyawa maka mayit tidak ditalqin, apakah sebelum dikuburkan atau setelahnya, dan setahu kami tidak ada hadist yang shahih dari nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam permasalahan ini. Hanya saja sebagian ulama menganjurkannya setelah  mayit dikubur , namun mereka tidak memiliki dalil yang tetap dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, karena hadist yang mereka jadikan dalil ada pembicaraan dalam sanadnya, oleh karena itu talqin setelah mayit dikuburkan adalah tidak ada asalnya dari sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,  hanya sebagian ulama menganjurkan karena berpegang pada hadist yang tidak tetap. &lt;br /&gt;Jadi talqin setelah penguburan tidak ada asalnya di dalam sunnah, dan talqin yang disyariatkan adalah ketika mau meninggal, karena itulah yang bermanfaat bagi orang yang mau meninggal dan bisa dia pahami sebab dia masih hidup dan mampu mengucapkan kalimat ini, dan dia masih di negeri amal, adapun setelah mati maka amal sudah selesai (Al-Muntaqa min Fatawa Al-fauzan no: 131). &lt;br /&gt;Wallahu a'lam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-3970363143172901565?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/3970363143172901565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/adzan-dan-talqin-mayit-setelah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3970363143172901565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3970363143172901565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/adzan-dan-talqin-mayit-setelah.html' title='Adzan Dan Talqin Mayit Setelah Penguburan'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-3761795339681419391</id><published>2009-07-16T22:09:00.003+03:00</published><updated>2009-07-16T22:23:48.446+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>Hadist: Memperbanyak Shalawat Mengikis Kemiskinan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Ustadz ana Abu Muwahid. dari Pontianak. Ustadz ana mau tanya, hadist dari Samurah radhiyallahu anhu berkata bahwa kami pernah berada di sisi Rasulullah bahwa beliau bersabda:"Banyak berdzikir dan bersholawat kepadaku bisa mengikis kemiskinan (Dikeluarkan Abu Nuaim) apakah hadits ini shahih, jika shohih tolong jelaskan maksud hadits ini. Jazakallahu khairan. (Abu Muwahid, Pontianak)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. &lt;br /&gt;Hadits ini telah dikeluarkan Abu Nu'aim di dalam kitab beliau Ma'rifatush Shahabah 3/1413 no: 3572, Darul Wathan,  dari Samurah bin Junadah bin Jundub radhiyallahu 'anhu beliau berkata:  &lt;br /&gt;كنا عند النبي صلى الله عليه وسلم إذ جاءه رجل فقال : يا رسول الله ، ما أقرب الأعمال إلى الله ؟ قال : « صدق الحديث ، وأداء الأمانة » ، قلت : يا رسول الله ، زدنا قال : « صلاة الليل ، وصوم الهواجر » قلت : يا رسول الله ، زدنا قال : « كثرة الذكر لي والصلاة علي تنفي الفقر » قلت : يا رسول الله ، زدنا قال : « من أم قوما فليخفف ، فإن فيهم الكبير ، والعليل ، والضعيف ، وذا الحاجة » &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kami sedang di sisi nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika tiba-tiba datang seorang laki-laki seraya berkata: Wahai Rasulullah, apakah amal yang paling mendekatkan kepada Allah? Beliau bersabda: Jujur dalam perkataan dan menunaikan amanat. Aku berkata: Wahai Rasulullah, tambahlah (amalan apa lagi)? Beliau berkata: Shalat malam, dan puasa ketika sedang musim panas. Aku berkata: Wahai Rasulullah, tambahlah (amalan apa lagi)? Beliau berkata: Memperbanyak ingat kepadaku dan shalawat atasku akan menghilangkan/menghindarkan kefakiran. Aku berkata: Wahai Rasulullah, tambahlah (amalan apa lagi)? Beliau berkata: Barangsiapa yang mengimami sebuah kaum maka hendaknya meringankan, karena diantara mereka ada orang tua, orang sakit, orang lemah, dan orang yang sedang ada keperluan" &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sanad hadist ini dhaif karena 2 hal: &lt;br /&gt;1. Ada rawi bernama Muhammad bin Al-Hasan bin Sama'ah, berkata Ad-Daruquthny: Laisa hadza bil qawiyy, dha'if (Orang ini tidak kuat, lemah). Lihat Su'alaat Hamzah bin Yusuf As-Sahmy lid Daruquthny  wa ghairihi minal masyayikh no: 93, Maktabatul Ma'arif). &lt;br /&gt;2. Sanad hadist terputus antara Fithr bin Khalifah  (wafat tahun 155 H) dan Jabir bin Samurah (wafat tahun 73 H). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya hadist ini shahih maka maksudnya bahwa  diantara keutamaan memperbanyak shalawat adalah menghilangkan kefakiran atau menghindarkan  dari kefakiran sebagaimana judul yang ditulis Ibnul Qayyim dalam Jalaul Afham hal: 498, Dar 'Alamil Fawaid: &lt;br /&gt; من مواطن الصلاة عليه عند المام الفقر أو خوف وقوعه &lt;br /&gt;"Diantara tempat-tempat bershalawat kepada beliau adalah ketika menghadapi kefakiran atau takut terjadi kefakiran" &lt;br /&gt;Wallahu a'lam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-3761795339681419391?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/3761795339681419391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/hadist-memperbanyak-shalawat-mengikis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3761795339681419391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/3761795339681419391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/hadist-memperbanyak-shalawat-mengikis.html' title='Hadist: Memperbanyak Shalawat Mengikis Kemiskinan'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-1331725683792309559</id><published>2009-07-16T12:20:00.005+03:00</published><updated>2009-07-16T13:20:46.588+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Lafadz, Cara, dan Waktu Bershalawat</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt;  Assalamu'alaikum Ustad, Semoga Allah swt. memberkahimu.&lt;br /&gt;Bagaimana lafazh, cara dan waktu bershalawat yang sesuai dengan sunnah, dikarenakan banyak sekali shalawat-shalawat diucapkan sampai-sampai dinyanyikan dengan irama? Jazakallahu Khair. (Abu Hanun)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Wa fiikum barakallahu.&lt;br /&gt;Kita diperintah untuk memperbanyak shalawat kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, sebagaimana firman Allah: &lt;br /&gt;(إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً) (الأحزاب:56) &lt;br /&gt;&lt;em&gt; "Sesungguhnya Allah dan malaikatnya bershalawat kepada nabi, wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah  kalian kepadanya dan juga ucapkanlah salam"  &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;((أولَى الناسِ بِيْ يوم القيامة أكثرُهم عليَّ صلاةً)) &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Orang yang paling dekat dariku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku"  (HR. At-Tirmidzy, dan dihasankan Syeikh Al-Albany)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Maka hendaknya seorang muslim memperbanyak shalawat atas beliau. Dan disana ada waktu khusus yang disyariatkan bershalawat seperti ketika hari jum'at, ketika disebutkan nama beliau, ketika tasyahhud akhir, setelah takbir kedua pada shalat jenazah, ketika mau berdoa, ketika masuk masjid, ketika keluar masjid, setelah menjawab muadzdzin, dll.&lt;br /&gt;Sebaik-baik lafadz shalawat adalah shalawat Ibrahimiyyah (di dalamnya ada penyebutan nabi Ibrahim). &lt;br /&gt;Dari Ibnu Abi Laila beliau berkata: Aku bertemu dengan Ka'b bin 'Ujrah kemudian beliau berkata: Maukah kamu aku berikan hadiah yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam? Aku berkata: Iya, hadiahkanlah itu kepadaku. Maka beliau berkata: &lt;br /&gt;سألْنا رسول الله  فقلنا: يا رسول الله كيف الصلاةُ عليكم أهلَ البيت، فإن الله قد عَلَّمنا كيف نسلِّم؟ قال: قولوا اللَّهُّم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمد كما صلَّيْتَ على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللَّهُّم بارِكْ على محمدٍ وعلى آل محمد كما باركتَ على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميدٌ مجيد &lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kami bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: Wahai Rasulullah, bagaimana cara bershalawat kepada antum, wahai ahlul bait? Karena Allah sudah mengajari kami bagaimana cara mengucapkan salam? Maka beliau bersabda: Katakanlah: &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;اللَّهُّم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمد كما صلَّيْتَ على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللَّهُّم بارِكْ على محمدٍ وعلى آل محمد كما باركتَ على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميدٌ مجيد&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Ya Allah, bershalawatlah kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Luas, Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkahi ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Luas" (Muttafaqun 'alaihi). &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berkata As-Sakhawy (wafat tahun 902 H ): &lt;br /&gt;استدل بتعليمه صلى الله عليه وسلم لأصحابه كيفية الصلاة عليه بعد سؤالهم عنها أنها أفضل الكيفيات؛ لأنه لا يختار لنفسه إلا الأشرف والأفضل&lt;br /&gt;"Pengajaran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada para sahabatnya tentang cara bershalawat kepada beliau setelah ditanya menunjukkan bahwa shalawat tersebut adalah shalawat yang palaing afdhal caranya, karena beliau tidak memilih untuk diri beliau kecuali yang paling mulia dan yang paling afdhal" (Al-Qaulul Badi' fish shalah 'alal Habib Asy-Syafi', As-Sakhawy  hal: 47)&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim juga berkata:&lt;br /&gt; وأكمل ما يصلى عليه به ويصل إليه هي الصلاة الإبراهيمية كما علمه أمته أن يصلوا عليه فلا صلاة عليه أكمل منها وإن تحذلق المتحذلقون &lt;br /&gt;"Dan shalawat yang paling sempurna, yang samapai kepada beliau adalah shalawat Ibrahimiyyah, sebagaimana yang beliau ajarkan kepada ummatnya, maka tidak ada shalawat yang lebih sempurna darinya, meski sebagian orang merasa lebih pintar (untuk membuat lafadz shalawat) (Zadul Ma'ad 2/356). &lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin: &lt;br /&gt;  وخير صيغة يقولها الإنسان في الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم ما اختاره النبي صلى الله عليه وسلم للصلاة عليه بها&lt;br /&gt;"Dan sebaik-baik lafadz bershalawat kepada nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah apa yang beliau pilih" (Majmu' Fatawa wa rasail Syeikh Muhammad Al-Utsaimin 13/230).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Meskipun demikian boleh mengucapkan shalawat dengan lafadz yang lain jika lafadznya fasih, seperti mengucapkan: صلى الله عليه وسلم, atau الصلاة والسلام على رسول الله &lt;br /&gt;Dan hendaknya menjauhi lafadz-lafadz terlarang seperti ghuluw (berlebih-lebihan dalam memuji beliau) sebagaimana ini ada pada kebanyakan shalawat-shalawat buatan manusia. &lt;br /&gt;Demikian pula menjauhi cara bershalawat yang tidak ada dalilnya  seperti bershalawat dengan dinyanyikan, karena ini tidak pernah dicontohkan oleh para pendahulu kita dari kalangan sahabat, tabi'in, dan tabi'it tabi'in. &lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-1331725683792309559?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/1331725683792309559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/lafadz-cara-waktu-bershalawat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/1331725683792309559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/1331725683792309559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/lafadz-cara-waktu-bershalawat.html' title='Lafadz, Cara, dan Waktu Bershalawat'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-4828758051058071882</id><published>2009-07-15T10:42:00.003+03:00</published><updated>2009-07-15T11:13:47.941+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengumuman'/><title type='text'>Pengumuman</title><content type='html'>Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. &lt;br /&gt;1. Karena satu dan lain hal -qadarullah- hari ini tidak ada forum tanya jawab lewat YM, insya Allah forum tanya jawab pekan ini akan diadakan besok hari kamis jam 5-6 pagi waktu Madinah.&lt;br /&gt;2. Pertanyaan yang masuk hingga hari ini dan belum terjawab insya Allah akan diterbitkan jawabannya maksimal akhir bulan Juli 2009, adapun pertanyaan yang datang setelah pengumuman ini ditulis insya Allah akan diterbitkan bulan Agustus 2009.&lt;br /&gt;3. Pertanyaan yang jawabannya mendesak dan belum terjawab sebaiknya ditanyakan ke ustadz lain. &lt;br /&gt;Demikian harap maklum.&lt;br /&gt;Wa shallallahu 'alaa nabiyyina muhammad wa sallama tasliman katsiran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-4828758051058071882?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/4828758051058071882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/pengumuman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/4828758051058071882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/4828758051058071882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/pengumuman.html' title='Pengumuman'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-1180538769300150481</id><published>2009-07-14T11:44:00.003+03:00</published><updated>2009-07-14T11:54:42.799+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Mu&apos;amalah'/><title type='text'>Asuransi Jiwa Syari'ah</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamu'alaikum, ustadz..Barokallohu Fiik..&lt;br /&gt;Bagaimana hukumnya Asuransi Jiwa Syari'ah menurut Islam?(Abu Abdillah) &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Wa fiika barakallahu. &lt;br /&gt;Asuransi Konvensional dengan segala macamnya baik asuransi jiwa, asuransi barang dagangan dll adalah diharamkan karena mengandung hal-hal yang diharamkan dalam syariat seperti gharar (penipuan), riba, mengambil harta orang tanpa hak dll.&lt;br /&gt;Adapun asuransi kerjasama/tolong menolong (ta'min ta'awuny), dimana sebuah kaum mengumpulkan uang kemudian jika ada yang mendapat musibah maka dibantu dengan uang  tersebut maka ini diperbolehkan karena niatnya adalah murni kerjasama dalam kebaikan dan membantu orang yang membutuhkan,  bukan mencari keuntungan dari apa yang dia bayarkan. (Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 15/266 ).&lt;br /&gt;Asuransi jiwa syari'ah yang dipraktekkan di Indonesia ada yang berusaha untuk mengembalikan sebagian dana nasabah ketika dalam kurun waktu tertentu tidak terjadi musibah, namun ini masih belum bisa keluar dari unsur gharar, perjudian, dan riba (apabila mengembalikan sama atau lebih dari yang dibayar nasabah). Demikian pula niat dari nasabah kebanyakan bukan karena shadaqah seperti dalam ta'min ta'awuni, akan tetapi karena ingin mengambil keuntungan. &lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-1180538769300150481?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/1180538769300150481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/asuransi-jiwa-syariah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/1180538769300150481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/1180538769300150481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/asuransi-jiwa-syariah.html' title='Asuransi Jiwa Syari&apos;ah'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-7025231166771777883</id><published>2009-07-13T08:10:00.004+03:00</published><updated>2009-07-13T08:18:29.961+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Penjelasan Hadist: "Akan keluar dari arah timur..."</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Ustadz, ana mau bertanya mengenai hadist, "Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al-Qur'an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur (Gundul) " (HR Bukhori)&lt;br /&gt;Sebagian orang mengatakan bahwa yang dimaksud dalam hadist tersebut adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dan para pengikutnya. Mereka berkata bahwa pengikut beliau diperintahkan untuk digundul rambutnya dan itu belum pernah terjadi pada masa sebelum beliau. Mohon penjelasannya.&lt;br /&gt;Atas perhatian ustadz, kami ucapkan jazakallahu khairan. (Taufiq)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Para ulama menjelaskan bahwa hadist ini bercerita tentang akan munculnya kelompok khawarij, oleh karena Imam Abu Dawud (wafat tahun 275 H) memasukkan hadist ini di dalam : bab Fii Qitalil Khawarij (bab tentang memerangi khawarij). &lt;br /&gt;Orang-orang khawarij telah menjadikan syiar mereka tahliq (gundul). &lt;br /&gt;Berkata Ibnu Hajar (wafat tahun 852 H): &lt;br /&gt;...أَنَّ الْخَوَارِج سِيمَاهُمْ التَّحْلِيق ، وَكَانَ السَّلَف يُوَفِّرُونَ شُعُورهمْ لَا يَحْلِقُونَهَا ، وَكَانَتْ طَرِيقَة الْخَوَارِج حَلْق جَمِيع رُءُوسِهِمْ . &lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang khawarij ciri khas mereka adalah gundul, dan dahulu para salaf membiarkan rambut mereka dan tidak menggundulnya, dan cara orang khawarij adalah mencukur habis kepalanya" (Fathul Bary 8/68-69).&lt;br /&gt;Demikian pula  arah timur dalam hadist adalah arah timur Madinah yaitu negeri Iraq, tempat keluarnya khawarij. Sedangkan daerah Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah timur Mekah bukan timur Madinah. &lt;br /&gt;Berkata Al-Khaththaby (wafat tahun 388 H): &lt;br /&gt;ومن كان بالمدينة كان نجده بادية العراق ونواحيها، فهي مشرق أهل المدينة، وأصل نجد ما ارتفع من الأرض، وهو خلاف الغور، فإنه ما انخفض منها&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa yang ada di Madinah maka nejdnya adalah pegunungan Iraq dan sekitarnya, maka inilah arah timur penduduk Madinah, dan asal kalimat "nejd" adalah bagian tanah yang meninggi (dataran tinggi), lawan kata dari Al-Ghaur yaitu bagian tanah yang merendah ( dataran rendah). (Dinukil oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 13/47)  &lt;br /&gt;Kemudian Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan pengikutnya tidaklah memiliki sifat yang tercantum dalam hadist "membaca Al-Quran tidak melewati kerongkongan" seperti orang-orang khawarij yang mereka dahulu dikenal orang-orang yang sangat banyak membaca Al-Quran akan tetapi jauh dari pemahaman yang benar sehingga mengkafirkan sebagian generasi terbaik ummat , para sahabat  Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan memerangi mereka. Justru Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab dikenal telah menampakkan kembali tauhid yang didakwahkan oleh para rasul, dan mengajak manusia meninggalkan kesyirikan, beliau mengajak manusia beramal dengan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan meninggalkan bid'ah, semuanya berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah dengan pemahaman para sahabat, tabi'in, dan tabi'ut tabi'in. Dan bukanlah mereka orang yang mudah dalam mengkafirkan manusia, bahkan termasuk orang yang sangat ekstra hati-hati dalam masalah pengkafiran, sebagaimana tercantum dalam karangan-karangan mereka. &lt;br /&gt;Berkata Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab: &lt;br /&gt;ولا أكفر أحدا من المسلمين بذنب ولا أخرجه عن دائرة الإسلام&lt;br /&gt;"Dan aku tidak mengkafirkan orang islam hanya karena melakukan dosa, dan aku tidak mengeluarkannya dari islam" (Majmu' Muallafat Asy-Syeikh 5/11). &lt;br /&gt;Dan sebuah kedustaan atas nama beliau kalau beliau memerintahkan pengikutnya untuk senantiasa menggundul kepala dan menjadikannya ukuran islam tidaknya seseorang. Yang gundul diantara mereka ada beberapa kemungkinan, diantaranya karena baru masuk islam, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada seorang sahabat yang baru masuk islam&lt;br /&gt;: ألق عنك شعر الكفر  &lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Tinggalkanlah rambut kekufuran). (HR. Abu Dawud, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany). &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Atau karena itu kebiasaan sebagian penduduk di daerah beliau, karena menurut pendapat yang kuat diperbolehkan kita menggundul kepala dan yang demikian tidak dibenci,  sebagaimana dalam hadist: &lt;br /&gt;عن ابن عمر  : أن النبي صلى الله عليه و سلم رأى صبيا قد حلق بعض شعره وترك بعضه فنهاهم عن ذلك فقال " احلقوه كله أو اتركوه كله " . &lt;br /&gt;&lt;em&gt; "Dari Ibnu Umar bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat anak kecil telah dicukur sebagian rambutnya dan dibiarkan sebagian yang lain, maka beliau melarangnya seraya bersabda: Cukur semuanya atau biarkan semuanya" (HR. Abu Dawud, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany). &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berkata ِAl-Munawy: &lt;br /&gt;وقوله احلقوه كله يدل على جواز الحلق وهو مذهب الجمهور &lt;br /&gt;"Sabda beliau "cukurlah semuanya" menunjukkan bolehnya menggundul, dan ini adalah madzhab mayoritas ulama" (Faidhul Qadir 1/201, Darul Ma'rifah 1391 H)&lt;br /&gt;Tentunya selama tidak  meyakini keutamaan tertentu padanya seperti orang-orang khawarij terdahulu dan sebagian shufi, kalau meyakini maka menjadi dosa karena ini termasuk bid'ah di dalam agama.  &lt;br /&gt;Wallahu a'lam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2037467533098992336-7025231166771777883?l=tanyajawabagamaislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/feeds/7025231166771777883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/penjelasan-hadist-akan-keluar-dari-arah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/7025231166771777883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2037467533098992336/posts/default/7025231166771777883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/07/penjelasan-hadist-akan-keluar-dari-arah.html' title='Penjelasan Hadist: &quot;Akan keluar dari arah timur...&quot;'/><author><name>abdullahroy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05731326906117258773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_h_jKxS-R4oE/S_zcquyolsI/AAAAAAAAADM/dACtzlXhNwg/S220/CIMG1234.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2037467533098992336.post-2142065842605489522</id><published>2009-07-11T20:51:00.004+03:00</published><updated>2009-07-11T22:08:10.695+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tazkiyyatun Nufus'/><title type='text'>Bagaimana Memperbaiki Ekonomi Rumah Tangga?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; Assalamualaikum.Saya sudah berkeluarga dan sekarang adalah perkawinan ke2,yg 1 dulu digugat cerai karena faktor ekonomi.dan sekarang kehidupan ekonomi saya juga tidak berubah.sebelum pernikahan ke2,saya coba nanya ke ustadz tentang kehidupan kami,dari ustadz tersebut dengan perhitungan nama kami yang disatukan,menunjukan kehidupan ekonomi kami bakal berat.dan memang sekarang kami rasakan hal itu.Pertanyaan saya: Adakah doa/cara untuk kami memperbaiki kehidupan kami? Sebagai  bahan pertimbangan berikut nama kami: Fajar Basuki bin Sumari, Nurjanah bintu M. Usman. Mohon penjelasannya.terimakasih.Wassalamu'alaikum (Fajar Basuki)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. Sebelum saya menjawab pertanyaan antum, perlu antum ketahui bahwa apa yang dilakukan oleh "ustadz" tadi adalah tidak dibenarkan di dalam agama islam, karena itu termasuk meramal yang di dalamnya ada pengakuan ilmu ghaib yang merupakan kekhususan Allah. Dan ini termasuk dalam kategori syirik dalam rububiyyah Allah. Allah ta'ala berfirman: &lt;br /&gt;(عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَداً) (الجـن:26)  (إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَداً) (الجـن:27)  &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dia adalah Rabb Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah memperingatkan agar kita jangan mendatangi tukang ramal dan membenarkan ucapannya dengan sabdanya:&lt;br /&gt;من أتى عرافا فسأله عن شيء لم تقبل له صلاة أربعين ليلة&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal kemudian menanyakan sesuatu maka tidak terima shalatnya selama 40 malam" (HR. Muslim)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda: &lt;br /&gt;من أتى حائضا أو امرأة في دبرها أو كاهنا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Barangsiapa yang menyetubuhi wanita haidh atau menyetubuhi dari duburnya atau mendatangi dukun dan membenarkannya maka dia telah mengingkari apa yang telah diturunkan kepada Muhammad " (HR. Ashhabussunan, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany) &lt;/em&gt; &lt;br /&gt;Allah ta'ala Dialah yang telah mencipta sebab dan musabbab, oleh karena itu seorang muslim tidak boleh mengatakan sesuatu sebagai  sebab dari sesuatu kecuali atas dasar dalil atau dari pengalaman yang jelas sebabnya. &lt;br /&gt;(قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْأِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَاناً وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ) (لأعراف:33)  Katakanlah:"Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa saja yang tidak kamu ketahui"". (QS. 7:33)&lt;br /&gt;Luas dan sempitnya rezeki adalah hikmah dan cobaan dari Allah, bukan disebabkan oleh perhitungan nama yang disatukan. &lt;br /&gt;Oleh karena itu antum harus buang jauh-jauh ramalan "ustadz" tadi, dan seandainya apa yang diramalkan itu terjadi maka sebenarnya itu bukan dari ramalan dia, akan tetapi itu adalah kabar yang dibawa syetan yang dia curi dari langit yang sampai kepadanya atau takdir Allah semata bukan karena mengotak- atik nama.&lt;br /&gt;Adapun kesempitan ekonomi yang menimpa sebagian kita maka ini termasuk sunnatullah, menjadikan manusia bertingkat-tingkat dalam ekonomi. &lt;br /&gt;(وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ فَمَا الَّذِينَ فُضِّلُوا بِرَادِّي رِزْقِهِمْ عَلَى مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَهُمْ فِيهِ سَوَاءٌ أَفَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ) (النحل:71)  &lt;br /&gt;&lt;em&gt; Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah (QS. 16:71)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sebagian Allah luaskan rezekinya dan sebagian Allah sempitkan Dan Allah melakukan apa yang Dia inginkan.. Allah meluaskan rezeki untuk sebagian dengan hikmah dan tujuan. Dan Allah sempitkan rezeki bagi yang lain dengan hikmah dan tujuan. Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita, Allah Maha Adil tidak akan mendhalimi hamba-hambaNya&lt;br /&gt;Diantaranya hikmahnya adalah supaya manusia bisa saling memenuhi kebutuhan hidupnya. Bayangkan seandainya Allah menjadikan semua orang punya harta banyak maka siapa yang mau kerja menjadi pembantu, menjadi sopir, jualan di pasar, nelayan, kuli, guru dll. Dan kalau semuanya miskin maka siapa yang akan membeli barang dagangan, siapa yang menggaji pegawai dll. Allah berfirman: &lt;br /&gt;(أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضاً سُخْرِيّاً وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ) (الزخرف:32)  &lt;br /&gt;&lt;em&gt; Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebahagian yang lain.Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (QS. 43:32)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah akhi, sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah kehidupan sementara. Oleh karena itu janganlah bersedih karena Allah telah menyediakan bagi orang-orang yang beriman dan beramal shaleh kenikmatan yang luar biasa yang kekal abadi di akhirat. Allah berfirman: &lt;br /&gt;(اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ) (الرعد:26)  &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan didunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit). (QS. 13:26)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya kita bersabar atas cobaan ini, sungguh kesabaran kita itu lebih baik bagi kita. &lt;br /&gt;Berbaik sangkalah kepada Allah, Allah mengurangi rezeki untuk kemashlahatan kita,  karena Allah tahu bahwa kalau kita diberi maka akan membuat kita lalai . &lt;br /&gt;(وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ) (الشورى:27) &lt;br /&gt;&lt;em&gt;  Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran.Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat (QS. 42:27)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Mana yang kita pilih, mendapatkan apa yang kita inginkan tapi kita menjadi jauh dari Allah, atau hidup sederhana tapi dekat kepada Allah?&lt;br /&gt;Koreksilah diri kita, mungkin kita memiliki dosa-dosa yang masih kita kerjakan, entah itu kedhaliman kepada keluarga, durhaka kepada orang tua, dosa terhadap Allah, kurang memperhatikan kewajiban (shalat, puasa dll). Allah berfirman: &lt;br /&gt;(وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ) (الشورى:30)  &lt;br /&gt;&lt;em&gt; Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. 42:30) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Allah juga berfirman:&lt;br /&gt;)مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولاً وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيداً) (النساء:79(  &lt;br /&gt;&lt;em&gt; Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi. (QS. 4:79)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;لا يرد القضاء إلا الدعاء ، ولا يزيد في العمر إلا البر ، وإن الرجل ليحرم الرزق بالذنب يصيبه&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Tidak menolak ketentuan Allah kecuali doa, dan tidak menambah umur kecuali kebaikan, dan sungguh seseorang tertahan dari rezeki karena dosa yang dia lakukan" (HR. Al-Baghawy dalam Syarhussunnah, hadist hasan, dari tsauban .)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mau bertaubat dan kembali kepada Allah maka  bergembiralah dengan kabar dari Allah  :&lt;br /&gt;(وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ) (لأعراف:96)  &lt;br /&gt;&lt;em&gt; Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan 
